GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

Matius 4:18-22 (Jumat, 25)

Untuk memahami bacaan kita hari ini dengan lebih baik kita perlu memperhatikan ayat 17. Ayat ini menegaskan dimulainya proklamasi kedatangan Kerajaan Sorga oleh Yesus. Di ayat 17 ini kita juga menemukan ringkasan isi khotbah Yesus, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.” Kalimat ini menyatakan dengan tegas misi Yesus, sekaligus juga menuntut respon yang tegas dari para pendengarnya. Beberapa nelayan yang disebutkan dalam bacaan hari ini memberikan respon positif dan memutuskan untuk ambil bagian dalam misi Yesus.
  1. Ay. 18-19. Bagaimana cara Yesus memanggil Andreas dan Petrus? Apa yang dapat kita pelajari dari cara Yesus memanggil mereka?
  2. Ay. 20. Apakah respon mereka yang spontan menunjukkan bahwa mereka mengambil keputusan tanpa berpikir panjang? (Lihat Yoh 1:35-42, untuk mempertimbangkan apakah sebelumnya mereka pernah bertemu dengan Yesus)
  3. Ay. 21-22. Bandingkan panggilan kepada Yakobus dan Yohanes dengan panggilan bagi Andreas dan Simon. Dalam hal apakah keduanya mempunyai kesamaan? Apa yang hendak ditekankan melalui pengulangan ini?
  4. Menurut Anda, apakah panggilan yang serupa juga ditujukan kepada Anda? Bagaimana Anda menanggapi panggilan tersebut?

Renungan
Bayangkan seandainya Yesus memanggil mereka dengan kalimat, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan kujadikan seorang pemberita Injil yang hebat!” Atau, dengan kalimat, ““Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan kujadikan seorang rasul!” Kemungkinan besar mereka yang adalah para nelayan justru akan merasa takut memenuhi panggilan itu. Namun, bukanlah demikian cara Yesus memanggil murid-Nya. Yesus memanggil mereka menjadi penjala-penjala manusia karena selama ini mereka adalah penjala-penjala ikan. Yesus memanggil mereka untuk melakukan sesuatu yang mereka sudah biasa melakukannya. Cara seperti ini tentu saja masih berlaku ketika Yesus memanggil Anda untuk mengikut Dia. Jadi tidak ada alasan untuk merasa takut bahwa Dia akan memberi Anda tugas yang terlalu besar dibandingkan kemampuan Anda.
Kata “ikutlah” secara hurufiah berarti “berjalan persis di belakang.” Kata panggilan ini menunjukkan bagaimana seorang murid harus senantiasa berada di belakang gurunya untuk belajar sesuatu. Namun, Yesus memanggil para murid-Nya bukan hanya agar mereka belajar, melainkan agar mereka berbuat. Yesus memanggil mereka untuk melakukan sesuatu. Itulah sebabnya Yesus memanggil mereka menjadi penjala manusia.
Perjumpaan Andreas dan Petrus bukanlah perjumpaan yang pertama. Mereka pernah bertemu Yesus sewaktu mereka masih bersama-sama Yohanes Pembaptis, guru mereka. Namun, di sinilah mereka mendapatkan panggilan yang jelas agar mereka menjadi murid-Nya. Dengan demikian, respon mereka terhadap panggilan Yesus tidak dilakukan dengan gegabah, melainkan justru karena mereka sudah tahu siapa Yesus yang memanggil mereka. Bagian yang hendak ditegaskan dari respon mereka bukanlah spontanitas jawaban mereka, melainkan justru kesungguhan komitmen mereka. Bagaimana dengan komitmen Anda? (TW)

Yesus memanggil Anda bukan untuk suatu pekerjaan yang tidak bisa Anda lakukan, melainkan justru untuk melakukan bagi Dia pekerjaan-pekerjaan yang Anda sudah biasa melakukannya.