GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

Kisah Rasul 17: 22-31(Jumat, 25)

Paulus membuka kotbahNya dengan memperkenalkan Allah sebagai Tuhan atas langit dan bumi yang telah menjadikan bumi dan segala isinya dan mari kita memikirkan apa artinya mengimani Allah kita adalah Allah yang demikian.
  1. Ay. 24b-25: Jika kita mengakui Allah kita adalah Allah atas langit dan bumi, maka sekarang bagaimana Anda memaknai perkataan Paulus bahwa Allah “tidak diam dalam kuil-kuil buatan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa?” Berdasarkan perkataan Paulus ini, silahkan Anda mengkalimatkan dengan bahasa Anda sendiri tentang siapa Allah yang kita sembah!
  2. Ay. 29: Jika kita mengakui Allah kita adalah Allah atas langit dan bumi, maka apa arti perkataan Paulus di ayat 29 ini bagi Anda?
  3. Ay. 31: Jika kita mengakui Allah kita adalah Allah atas langit dan bumi, apa yang dapat Allah lakukan atas manusia?

Renungan
Mengakui dan mempercayai Allah kita sebagai Tuhan atas langit dan bumi bukanlah sekadar percaya bahwa semua ciptaan dijadikan oleh Allah, namun memiliki implikasi khusus dalam kehidupan kita yang mempercayaiNya. Percaya kepada Tuhan atas langit dan bumi berarti:

  • Percaya bahwa Allah tidak dapat dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu, dan kuasaNya bahkan melebihi semua batasan kemampuan manusianya.
  • Percaya bahwa Allah tidak memiliki kekurangan apa pun yang membuat manusia harus menolong Allah untuk melengkapinya. Semua bakti dan pelayanan kita kepada Allah bukan karena Allah tidak mampu mengerjakannya sendiri melainkan dimaknai sebagai kepercayaan/amanat yang besar dari Allah kepada kita dan sebagai tanda bakti kepada Allah. Dan justru melalui kenyataan seperti ini kita semakin melihat manifestasi kuasa Allah yang tidak terbatas dinyatakan melalui kesediaan Allah memanggil manusia yang terbatas ini sebagai mitra kerja Allah.
  • Percaya bahwa keilahian Allah tidak dapat disamakan oleh segala sesuatu yang tidak abadi buatan manusianya. Keyakinan ini membuat kita harus dapat menentukan apa yang kita kejar dalam dunia ini, cara-cara memperlakukan segala sesuatu yang kita tahu tidak abadi dan bagaimana kita menempatkan Allah dalam hidup kita yang dikelilingi oleh banyak hal yang tidak abadi.
  • Percaya bahwa Allah berkuasa atas hidup dan mati manusia sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Yesus Kristus dalam kebangkitanNya. Ini berarti perhatian kita kepada Allah bukan hanya soal kematian kita nantinya tetapi juga pada bagaimana kita menjalani hidup yang sekarang ini. Allah akan membawa hidup kita pada penghakiman akhir dan keyakinan ini seharusnyalah mempengaruhi cara-cara kita menjalani hidup sekarang ini dengan buah-buah pertobatan.

Sudahkah pengakuan iman Anda bahwa Allah adalah Tuhan atas langit dan bumi berdampak secara nyata dalam keseharian Anda?

Siapa Anda menunjukkan siapa dan apa yang Anda imani dalam hidup Anda