GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

Kejadian 25: 7-11; 19-34 (Senin, 7 Juli)

Perikop ini merupakan bagian dari narasi panjang mengenai rencana Tuhan yang bekerja di dalam diri Abraham dan keturunannya.
  1. Ayat 7-8: Apa yang terjadi pada Abraham? Bagaimana dengan rencana/ikatan perjanjian antara Allah dengan Abraham setelah itu, masihkah berlanjut atau tidak? (ay.11)
  2. Ayat 19-21: Bagaimana keadaan Ribka yang disebutkan di ayat ini? Secara manusia, menurut Anda, apakah keadaan Ribka akan berpengaruh besar terhadap kelanjutan perjanjian Allah yang pernah disampaikan kepada Abraham?
  3. Ayat 21-22: Apa yang dilakukan Ishak, suami Ribka? Apakah ada perubahan dalam kondisi Ribka?
  4. Setelah Anda membaca riwayat kehidupan Abraham, Ishak, dan juga Ribka dengan semua lika-liku persoalan yang mereka hadapi, apa yang bisa Anda simpulkan mengenai Allah dan penggenapan rencana-rencanaNya?

Renungan
Abraham menutup usia pada saat berumur seratus tujuh puluh lima tahun. Kematian Abraham tidak membuat janji dan rencana Allah kepada Abraham berakhir. Sebab Allah meneruskannya kepada Ishak, putra Abraham. Berkat-berkat dari perjanjian Allah dengan Abraham kini dinikmati oleh Ishak (ay.11). Tepat seperti yang Allah janjikan kepada Abraham, “Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.” (17:7). Namun Ishak mengalami peristiwa yang sama dengan orangtuanya, yaitu Ribka, istrinya mandul. Dengan demikian sekali lagi kita melihat bahwa ada halangan untuk kelanjutan rencana Allah atas keluarga Abraham dan Ishak. Ishak berdoa memohon agar istrinya mengandung dan Tuhan mengabulkan doanya. Ribka mengandung dan mempunyai dua putra yaitu Esau dan Yakub. Dengan demikian Kejadian pasal 25 yang merupakan babak peralihan dari kisah hidup Abraham menjadi kisah hidup Ishak ingin menunjukkan kepada kita bahwa ikatan perjanjian Allah dengan Abraham tidak terputus atau terhenti oleh karena keadaan manusianya yang terbatas, baik usia Abraham dan kematiannya, maupun juga keadaan istri Ishak yang mandul. Tuhan menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang setia terhadap janjiNya dan Ia berkuasa untuk memenuhi janji-janjiNya dengan cara apa pun seturut kehendakNya, walau manusianya penuh dengan keterbatasan. Bahkan keterbatasan yang ada pada diri kita sebagai manusia semakin menunjukkan kuasa dan kasih setia Allah yang begitu besar dan tidak terbatas. Seringkali manusia menjadi frustrasi dengan keadaannya yang terbatas dan serba sulit, situasi ini membuat doa dan permohonan kita berubah menjadi keluhan dan sunggut-sunggut di hadapan Allah. Akhirnya kita semakin kehilangan kekuatan dan pengharapan hidup. Pengalaman Abraham dan keluarga besarnya mengajak kita dalam kesulitan apa pun yang Anda alami untuk tetap hidup dalam doa dan permohonan kepada Allah sebagai ungkapan percaya kita kepada Allah yang penuh kuasa dan setia dalam memberikan kasih karuniaNya.

Keterbatasan manusia pada akhirnya selalu menyatakan ketidakterbatasan Allah