GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

Filipi 2:1-11 (Rabu, 24)

Dalam pasal 1 Paulus telah mengungkapkan sukacitanya karena mempunyai hubungan khusus dengan jemaat Filipi (1:4). Paulus juga bersyukur karena jemaat Filipi tetap setia mengambil bagian dalam pemberitaan Injil (1:5). Namun, seperti semua gereja yang lain, jeemaat Filipi bukanlah sebuah persekutuan yang sempurna. Dalam bacaan hari ini Paulus dengan terus terang mengatakan bahwa sukacitanya akan menjad penuh bila jemaat Filipi juga dapat menyelesaikan masalah mereka .
1. Ay. 1-4. Bacalah bagian ini dan coba temukan masalah apa yang sedang terjadi dalam jemaat Filipi? (lihat juga 4:1)
2. Ay. 1-2. Paulus menyebutkan beberapa kekuatan khas orang-orang Kristen dalam menghadapi masalah dalam jemaat. Kekuatan apa sajakah itu? Apakah kekuatan-kekuatan ini juga ada dalam jemaat kita?
3. Ay. 3-4. Dalam bagian ini Paulus secara khusus berbicara mengenai kerendahan hati. Menurut Anda,mengapa? Dalam bentuk apa kerendahan hati itu diwujudkan?
4. Ay. 5-8. Sebagai teladan kerendahan hati Paulus mengajak kita melihat apa yang telah dilakukan oleh Kristus. Terkait dengan kerendahan hati, sebutkan minimal tiga sikap yang telah ditunjukkan oleh Yesus Kristus kepada kita? Bagaimana sikap tersebut dapat kita terapkan dalam hidup bergereja?
5. Ay. 9-11. Ketika Kristus menunjukkan kerendahan hati, apa yang terjadi pada-Nya? Ketika kita saling rendah hati, apa yang akan terjadi pada diri kita? Apa yang terjadi dalam jemaat kita?

Renungan:

Dari dorongan dan nasihat yang dituliskan Paulus dalam perikop ini kita dapat membaca sebuah persoalan yang ada dalam jemaat Filipi, yaitu ketidaksehatian atau bahkan perpecahan. Ketidakharmonisan ini rupanya terjadi di antara para pemimpin/ tokoh jemaat (4:1) hingga mempengaruhi suasan berjemaat secara keseluruhan. Paulus mengingatkan bahwa sebagai tubuh Kristus mereka memiliki kasih yang terwujud nyata dalam nasihat, penghiburan, kasih mesra (kelemahlembutan) dan belas kasihan.
Tentu saja, Paulus juga mendorong adanya perubahan sikap dalam hubungan mereka satu dengan yang lain. Perpecahan dalam jemaat tidak dapat diselesaikan tanpa kerendahan hati. Kerendahan hati merupakan langkah awal untuk mewujudkan kesatuan. Kesatuan jemaat akan terwujud bila mereka bersedia mengubah sikap mereka yang cenderung mencari kehormatan (puji-pujian) untuk diri sendiri, mementingkan diri sendiri, dan tidak peduli terhadap orang lain. Karena itulah Paulus mengajak mereka meneladani Kristus. Kristus rela melepaskan kehormatan-Nya (kesetaraan dengan Allah), melepaskan kepentingan-Nya (mengosongkan diri, menjadi hamba), dan mengorbankan diri-Nya bagi orang lain.
Ketika Kristus merendahkan diri, Allah meninggikan Dia dan seluruh mahluk menyembah Dia. Ketika kita saling merendahkan diri, kita juga akan mendapatkan anugerah dan sukacita yang tidak kalah besarnya dari itu. Kita dapat menikmati dan menggunakan berkat-Nya dengan penuh sukacita dalam kesatuan, bukan dalam suasana perpecahan. (TW)

Kerendahan hati adalah pintu keluar dari perpecahan, dan pintu masuk menuju kesatuan.