GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

Keluaran 33: 1-6 (Senin, 13)

Peristiwa pembuatan dan penyembahan kepada patung anak lembu emas masih berlanjut dampaknya dalam perikop yang kita baca hari ini. Tuhan menulahi bangsa Israel karena dosa yang telah mereka lakukan itu. Dan kemudian Tuhan berbicara dengan Musa tentang apa yang menjadi isi hati Tuhan setelah peristiwa tersebut.
1. Ayat 2, 5: Mengapa Tuhan tidak akan berjalan di tengah-tengah bangsa Israel lagi?
2. Ayat 1-3: Dibalik murka Allah, apakah Anda melihat ada penegasan janji Tuhan disampaikan kembali kepada bangsa Israel? Apakah Anda menemukan ada kasih yang Tuhan tunjukkan dibalik murkaNya?
3. Ayat 4: Jika demikian kenyataannya, mengapa pernyataan Tuhan “Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu...” dirasa mengerikan bagi bangsa Israel? Bagaimana respon mereka setelah mendengar pernyataan tersebut?
4. Mana yang lebih mengerikan: tidak mengalami kehadiran Tuhan atau tidak mengalami hal-hal yang menyenangkan bagi Anda sendiri? Apa yang bisa Anda pelajari dari respon bangsa Israel? (ay. 4 dan 6)

Renungan

Pembuatan patung anak lembu emas berikut dengan praktik penyembahan kepadanya telah menimbulkan sakit hati Allah kepada umat yang sangat dikasihiNya, Israel. Terhadap tindakan tersebut Allah menyatakan bahwa Ia tidak akan berjalan lagi di tengah-tengah bangsa Israel. Ketidakhadiran Allah menunjukkan murka Allah kepada bangsa Israel. Tetapi dibalik murka Allah yang paling menakutkan sekalipun selalu kasih sayang yang besar yang melatarbelakanginya. Hal ini terlihat dari pernyataan Allah bahwa ketidakhadiranNya adalah supaya bangsa ini tidak dibinasakan. Juga terlihat melalui perintah Allah untuk melanjutkan perjalanan ke tanah perjanjian yang berarti Allah tidak membatalkan janjiNya karena ketidaksetiaan umatNya. Secara kasat mata, mungkin ketidakhadiran Allah tidak memberikan pengaruh berarti bagi Israel. Mereka nampaknya masih bisa menikmati tanah perjanjian dan segala hasil tanah yang menggiurkan. Namun keadaan yang sebenarnya tentulah tidak seperti keadaan kasat mata yang bisa kita lihat. Karena itu bangsa Israel mendengar pernyataan tersebut sebagai berita yang mengerikan. Tidak adanya Tuhan yang memimpin mereka, yang tidak mau menghajar mereka lagi ketika mereka berdosa benar-benar menimbulkan kengerian tersendiri. Tidak bisa dibayangkan ketika Tuhan diam dan tidak mau peduli lagi kepada umatNya. Tidak bisa dibayangkan ketika Tuhan tidak berkeberatan untuk memberi berkat-berkatNya sesuai yang manusia inginkan, sementara Ia tidak mau mengatur dan mengendalikan umatNya. Tidak bisa dibayangkan ketika Tuhan diam, memberi yang manusia inginkan, sementara manusia sibuk menggumpulkan berkat-berkatNya tetapi tidak mau mengindahkan Tuhan, Sang Pemberi berkat tersebut. Syukurlah bangsa Israel sadar bahwa diamnya Tuhan lebih mengerikan ketimbang soal jadi melanjutkan ke tanah perjanjian atau tidak. Kehadiran Tuhan yang memimpin mereka jauh lebih indah daripada indahnya tanah Kanaan sekalipun.

Janganlah menutup telinga dan mengeraskan hati terhadap suara Tuhan, sebab ketika Ia bersuara dan memperingatkan, itu berarti Ia hadir.