GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

1 Tesalonika 5:1-11 (Kamis, 13)

Melanjutkan topik mengenai kedatangan Yesus yang kedua (yang disebut parousia), setelah menjelaskan keadaan orang-orang yang telah meninggal, Paulus juga merasa perlu menegaskan mengenai waktunya. Pembicaraan mengenai parousia selalu membangkitkan pertanyaan: kapan hal itu akan terjadi? Pertanyaan yang didorong oleh rasa ingin tahu ini sering kali memunculkan berbagai pendapat yang spekulatif (tanpa dasar yang jelas) mengenai waktu kedatangan Kristus yang kedua. Sejak dulu hingga sekarang kita sering berjumpa dengan perkiraan (dan bahkan ramalan) mengenai tahun, bulan, tanggal dan bahkan jam kedatangan Kristus itu. Bagaimana Paulus bersikap terhadap hal ini?
1. Ay. 1-2. Apa yang dikatakan Paulus tentang waktu kedatangan Kristus yang kedua? Apa yang hendak ditegaskan Paulus dengan ilustrasi kedatangan seorang pencuri? (bandingkan dengan Mat 24:42-44)
2. Ay. 3. Paulus memberikan contoh sikap yang salah dalam menantikan kedatangan-Nya. Sikap seperti apakah yang harus dihindarkan?
3. Ay.4-10. Kepada jemaat Tesalonika Paulus juga menjelaskan sikap yang benar dalam menantikan kedatangan-Nya. Apa hubungannya dengan status/ keberadaan mereka sebagai orang-orang Kristen? Bagaimana seharusnya mereka bersikap?
4. Coba perhatikan nasihat Paulus agar selama menantikan kedatangan Kristus orang-orang Kristen berjaga-jaga. Menurut Anda, apakah nasihat ini masih berlaku bagi kita? Apa saja yang harus kita lakukan untuk berjaga-jaga?

Renungan:

Rasa ingin tahu (yang sering juga disebut penasaran) mendorong beberapa tokoh Kristen mencoba meramal waktu kedatangan Yesus yang kedua kali, meski dengan informasi dan petunjuk yang sangat minim. Rasa ingin tahu juga yang membuat banyak orang Kristen percaya kepada ramalan-ramalan tersebut. Kita semua berharap bahwa kedatangan Yesus yang kedua dapat dipastikan waktunya sehingga kita tidak terus-menerus gelisah oleh ketidakpastian. Benarkah bahwa ramalan-ramalan semacam itu merupakan jawaban terbaik bagi kegelisahan kita?
Bagi Paulus, tidak. Seperti ditegaskan Paulus – dan juga telah diajarkan oleh Yesus sendiri – waktu parousia itu tidak mungkin kita ketahui. Dengan kata lain, kita tidak bisa menghindarkan diri dari ketidakpastian waktu kedatangan-Nya. Namun, kita tidak perlu gelisah dengan ketidakpastian waktu parousia, melainkan kita justru harus berjaga-jaga. Ilutrasi yang diberikan – seperti kedatangan seorang pencuri – cukup jelas menggambarkan misteri waktu parousia, yaitu ketidakpastian yang membuat kita harus berjaga-jaga.
Paulus juga menegur orang-orang yang merasa aman sehingga membiarkan dirinya lengah. Memang kita telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus, namun kepastian keselamatan itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak lagi berjaga-jaga. Sungguh memprihatinkan melihat banyak orang Kristen hidup dengan sikap yang salah seperti itu. Mereka tidak lagi berjaga-jaga, tidak lagi mempelajari firman-Nya, tidak lagi berdoa, tidak lagi terlibat di dalam pelayanan, dan bahkan membiarkan dirinya hidup di dalam dosa. (TW)

Waktu kedatangan Yesus yang kedua tetap menjadi sebuah misteri bukan untuk membuat kita hidup dalam kegelisahan, melainkan agar kita senantiasa berjaga-jaga.