GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

Efesus 1: 3-23 (Minggu, 23)

Dalam tiga pasalnya yang pertama, surat Paulus kepada Jemaat Efesus ini ditulis dengan gaya penulisan meditatif dan puitis sebagai ungkapan doa Paulus. Melalui doa-doanya inilah kita bisa melihat titik berangkat pemikiran Paulus mengenai kesatuan orang percaya dengan Kristus yang pada akhirnya akan terjemahkan dalam praktik hidup sesehari orang-orang percaya.
1. Di ayat 3-8 Paulus berbicara tentang berkat rohani. Dari semua ungkapan Paulus, hal-hal apakah yang diyakini Paulus sebagai berkat rohani yang dimiliki oleh orang-orang Kristen?
2. Ayat 4, 17-18: Apa yang menjadi keyakinan dan permohonan Paulus setelah Ia mengucap syukur atas semua berkat rohani yang diterimanya?
3. Simpulkanlah, apa keistimewaan doa Paulus yang Anda baca hari ini? Apa yang harus berubah dalam kehidupan doa Anda dengan Tuhan?

Renungan
Bagian pertama doa Paulus diawali dengan ucapan syukur untuk berkat rohani yang Allah berikan. Berkat-berkat itu adalah tindakan pemilihan Allah atas kita untuk dapat menjadi anak-anak Allah di dalam penebusan Kristus. Bagian kedua Paulus menyatakan bahwa semua ini Allah lakukan dengan tujuan untuk membuat kita hidup kudus seperti tujuan awal rencana Allah dalam penciptaan manusia. Ungkapan ini sekaligus menyatakan kegagalan manusia untuk hidup sesuai rencana Allah. Sehingga di bagian ketiga dalam doanya Paulus melahirkan permohonan agar Allah sendiri yang menolong kita, menjadikan mata hati kita terang supaya kita mengerti betapa mulianya karya Allah dan panggilan Allah atas diri kita semua untuk mengambil bagian dalam kekudusan Allah. Melalui makna doa yang begitu dalam maka kita bisa melihat beberapa keistimewaan doa Paulus dan menarik teladan darinya, yaitu: ia tidak berdoa untuk hal-hal yang berbau materi atau segala kesenangan hidupnya sendiri, padahal surat ini ditulis pada saat Paulus sedang dalam penjara. Ia lebih berfokus pada berkat-berkat rohani yang Allah berikan dan tanggung jawabnya ‘mengelola’ berkat rohani tersebut dalam hidupnya sebagai pengikut Kristus. Ia justru meminta Allah memampukan dirinya dan jemaat memiliki mata hati yang terang (diterangi Allah) untuk dapat mengambil bagian dalam kekudusan hidup Allah dan akhirnya memuji kemuliaan Allah. Hati di sini bukanlah semata sisi emosional manusia, melainkan batin manusia yang meliputi perasaan, pikiran, dan kehendak. Jika semuanya diterangi oleh Allah, maka semuanya akan tersingkap, tidak akan ada lagi sisi yang gelap dalam hidup kita. Ketidakmampuan kita mengambil bagian dalam hidup kudus adalah karena hati yang gelap dan tidak mau diterangi oleh firman Tuhan. Karena itu Paulus menyadari persoalan hati manusia dan meminta Allah yang membuat mereka memiliki hati yang terang sebagai perwujudan syukur yang tiada henti atas berkat-berkat rohani yang sudah Allah berikan. Bagaimana dengan doa-doa Anda? Sudahkah Anda mensyukuri berkat-berkat rohani Anda dari Allah? Bagaimana ucapan syukur tersebut mempengaruhi permohonan-permohonan doa Anda?

Menjadi milik Allah adalah berkat hidup terbesar yang pernah kita miliki, tidak ada hal-hal lain yang mampu menandinginya