GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

Matius 5: 13-16 (Sabtu, 8)

Jika Delapan Ucapan Bahagia melukiskan jati diri murid-murid Yesus dalam ciri-ciri watak mereka yang hakiki, maka lukisan itu kemudian Yesus lanjutkan dengan menggunakan metafora garam dan terang untuk menjelaskan peranan mereka bagi dunia.
1. Ayat 13 a dan 14 a: Bagaimana peranan orang Kristen ditegaskan di ayat ini? Apa sebabnya dunia kita membutuhkan ‘garam’ dan ‘terang’?
2. Jika dikaitkan dengan perkataan-perkataan Yesus sebelumnya di ayat 3-12, bagaimana mungkin orang-orang yang dalam keadaan demikian (terkesan rapuh, lemah, kalah) dapat memainkan peranan penting bagi dunia?
3. Dengan jalan apakah Anda dapat kehilangan rasa asin ‘garam’ dan ‘terang’ Anda?
4. Ayat 16: Apa yang dimaksud dengan menjadi terang di ayat ini?
5. Sebutkan langkah praktis apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk menjalankan peranan Anda sebagai garam dan terang dunia!

Renungan
Tuhan Yesus menyatakan dengan jelas “Kamu adalah garam dunia”, “Kamu adalah terang dunia.” Penegasan ini menjelaskan bahwa jika setiap masyarakat hidup semaunya sendiri dan tetap seperti yang sekarang, maka dunia ini akan membusuk dan semakin gelap. Karena itulah kita orang Kristen harus menjalankan peranan sebagai garam dan terang. Garam dan terang ini hanya akan dapat dihasilkan bila orang Kristen hidup dalam perbuatan-perbuatan baik (ay.16) dan memiliki watak Kristiani seperti yang Yesus sebutkan di ayat 3-12. Watak hidup Kristiani seperti di ayat 3-12 memang bagi dunia yang hambar dan gelap ini akan dinilai aneh, bodoh, lemah dan kalah. Tetapi tidak demikian bagi Yesus. Justru untuk berperan besar, kita harus menempuh jalan hidup demikian. Jika orang Kristen tercemar oleh kotoran-kotoran dunia, maka ia akan kehilangan peranannya dan menjerumuskan dunia menjadi semakin gelap.
Dengan demikian renungan kita hari ini mngingatkan kita bahwa menjadi orang Kristen tidak berhenti sampai pada urusan membangun kesalehan pribadi, tetapi menjalankan peranan untuk membuat keadaan di sekitar kita menjadi lebih baik. Jika kita kaitkan kembali dengan renungan kemarin, maka dapat disimpulkan bahwa peranan kita sebagai orang Kristen bergantung pada watak dan jalan hidup yang kita tempuh. Dengan memiliki watak dan jalan hidup Kristiani seperti yang disebutkan kemarin, maka kita sendiri akan diberkati; kita sudah melakukan cara yang paling tepat untuk melayani dunia hingga akhirnya dunia menyatakan kemuliaan Allah.
Kehadiran kita membawa perubahan yang lebih positif dari keadaan sebelumnya. Baik kehadiran sebagai suami, istri, orangtua, anak, pekerja, pimpinan, pelajar, bahkan termasuk sebagai warga penduduk suatu wilayah, masing-masing kita bertugas memberikan rasa baru dan suasana terang yang lebih lagi. Mulailah dengan melakukan sesuatu hari ini setelah Anda menutup Saat Teduh Anda.

Sama seperti kedatangan Kristus mendatangkan perubahan bagi dunia, maka kehadiran anak-anakNya pun mendatangkan kebaikan bagi sekitarnya.