GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-

Mazmur 80:1-8 (Minggu, 30)

Berdasarkan isinya, Mazmur 80 dapat digolongkan sebagai mazmur ratapan. Sedangkan beberapa penafsir yang lebih melihat pada fungsinya menyebutnya sebagai mazmur permohonan. Peristiwa sejarah yang melatar-belakangi mazmur ini sulit dipastikan. Tema peperangan memang menonjol dalam mazmur ini. Namun, perang yang mana dan kana? Seperti kita kita tahu, umat Israel telah berulang kali mengalami penderitaan karena perang. Ada beberapa penafsir yang menduga mazmur ini berasal dari zaman raja Hizkia, namun bukti untuk pendapat ini tidaklah terlalu kuat. Karena itu, daripada memaksakan latar belakang sejarah tertentu, lebih baik kita mendekati mazmur ini melalui tema besarnya, yaitu permohonan kelepasan dari penindasan.
1. Ay. 2-3. Di sini Allah disebutkan sebagai Gembala Israel. Menurut Anda , mengapa? Tindakan apa yang mereka harapkan dari Allah?
2. Ayat 5-7. Penderitaan apa saja yang mereka alami? Menurut mereka, apa yang menyebabkan penderitaan itu? (ay.5)
3. Ay.4 dan 8. Dua ayat ini (dan juga ay.15 dan ay.20) merupakan refrain dari nyanyian ini. Apa isi refrain ini? Apa hubungannya dengan keadaan yang mereka alami?
4. Penderitaan terberat apakah yang pernah Anda alami dalam hidup Anda? Bagaimana Anda menghadapinya? Sejauh manakah campur tangan Tuhan dalam situasi tersebut?

Renungan:
Bait pertama dari Mazmur ini membawa mereka kepada kenangan indah pada masa lalu ketika Tuhan menjadi gembala mereka. Mereka ingat keperkasaan Tuhan yang telah menyertai nenek moyang mereka, Yusuf. Keperkasaan Allah itulah yang sekarang mereka rindukan. Mereka berseru agar Allah yang perkasa datang menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka.
Namun, keindahan hubungan mereka dengan Tuhan itu hanya tinggal kenangan bagi mereka. Keadaan yang terjadi sekarang sangat berbeda. Alih-alih merasakan hubungan yang indah itu, mereka justru sedang merasakan murka-Nya. Ratapan dan tangisan menjadi makanan mereka setiap hari. Mereka juga mengalami penderitaan secara sosial. Mereka menjadi bahan olok-olokan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka.
Dalam keadaan itulah mereka berseru. Seruan mereka berisi pengakuan iman sekaligus permohonan. Dalam pengakuan iman itu terungkap dua sifat Tuhan yang penting, yaitu kuasa-Nya (pencipta dan penguasa alam semesta) dan kasih-Nya kepada mereka (digambarkan dengan wajah-Nya yang bersinar). Dilandasi pengakuan iman seperti itulah mereka memohon agar Tuhan memulihkan dan menyelamatkan mereka.
Kita semua tentu pernah mengalami hubungan yang manis dengan Tuhan. Kita juga berulang kali melihat ”keperkasaan” Tuhan yang terjadi dalam kehidupan kita sendiri, atau dalam keluarga kita. Namun, masihkah Anda mengalami semua itu sampai sekarang? Atau, semua itu hanya menjadi kenangan masa lalu? Pemikiran dan perasaan seperti itu kerap muncul ketika Anda sedang menghadapi penderitaan dan kesukaran besar dalam hidup Anda. Jika demikian, sudah waktunya untuk menyegarkan kembali iman Anda. Nikmatilah kembali persekutuan indah dengan-Nya, ketika Anda berdoa, membaca firman-Nya dan memuji nama-Nya. (TW)

Jika kita kehilangan indahnya persekutuan dengan Dia, kita tidak akan sanggup menghadapi kesulitan hidup yang menghadang kita.