Jemaat penerima surat ini sedang menghadapi guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran-ajaran lain yang menentang keilahian Kristus dan mempengaruhi orang banyak untuk hidup mengikuti hawa nafsunya sendiri dengan bebas. Surat ini ditulis oleh rasul Petrus untuk mengarahkan jemaat agar tetap hidup sesuai iman mereka dalam Kristus.
1. Ayat 3: Situasi seperti apa yang akan dihadapi jemaat pada hari Tuhan? Bagaimana dengan zaman kita sekarang menurut Anda?
2. Ayat 2: Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang percaya dalam menghadapi tantangan yang demikian?
3. Ayat 1: Apa yang dimaksud Petrus dengan “menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan”?
4. Simpulkanlah, dengan cara apa orang Kristen membentengi dirinya dari berbagai pengaruh yang menyesatkan di zaman ini? Apakah benteng pertahanan ini sudah Anda bangun dari sekarang? Bagaimana caranya Anda membangunnya?
Renungan
Guru-guru dan nabi-nabi palsu memasukkan pengajaran yang membinasakan jemaat pada waktu itu. Mereka mengarang cerita untuk menyangkal Kristus, Jalan Kebenaran. Menyebarkan gaya hidup bebas, yang penting hawa nafsu mereke terpenuhi. Situasi yang tidak jauh berbeda pula dengan tantangan yang dihadapi orang Kristen sekarang. Iblis bekerja bukan semata dengan hal-hal yang mistis dan spektakuler, melainkan menyusup dengan perlahan melalui pandangan hidup (worldview), gaya hidup (lifestyle) yang bebas dan menyangjung pemenuhan ego dan nafsu manusia di atas segala-galanya. Ajaran-ajaran yang menyesatkan juga banyak beredar, baik dari yang terselubung hingga yang terang-terangan melawan kekristenan. Dan tidak sedikit yang munculnya dari orang-orang dalam tubuh persekutuan itu sendiri yang tidak murni imannya sehingga mencemari gereja dan memecah belahnya. Sama seperti guru-guru dan nabi palsu yang menyusup di kalangan jemaat pada waktu itu. Nasihat yang diberikan rasul Petrus tetap berlaku hingga sekarang. Dalam menghadapi tantangan terhadap ajaran kekristenan, maka tidak ada cara lain selain kita membentengi diri dengan ajaran Kristen itu sendiri. Mengingat perkataan Tuhan yang disampaikan para rasul dan nabi-nabi. Mengingat disini mengandung penekanan arti ‘sepenuhnya mengingat’, bukan sekedar mengingat begitu saja. Bahkan bukan hanya mengingat, tetapi menghidupkan pengertian yang murni. Ada banyak pengaruh dunia yang mengotori hati dan pikiran kita, termasuk dalam memahami firman Tuhan. Karena itu, kita harus memiliki pengertian yang murni, benar dan tepat atas firman Tuhan, bukan dipahami sesuka kita. Mengingat dan mengerti firman Tuhan dengan murni adalah senjata ampuh untuk bertahan dari kecemaran dunia ini. Sebelum Anda mampu memiliki dua senjata ini, maka langkah awal yang kecil namun penting adalah memiliki waktu untuk mengetahui isi firmanNya dengan membaca Alkitab dengan rajin. Jika ada bagian yang sulit Anda mengerti, jangan ragu untuk bertanya kepada para pengajar/pembimbing rohani Anda.
“Atas petunjuk peringatan-peringatanMu aku bergembira, seperti segala harta.” – Mzm.119:14
GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-



