Walau bangsa Yehuda mengetahui bahwa penderitaan yang terjadi tidak luput dari kesalahan mereka sendiri yang tetap melawan Allah, namun itu bukan berarti penderitaan itu menjadi mudah bagi mereka. Tetap saja penghukuman Allah itu terasa menyakitkan bagi mereka dan berat untuk dilalui. Tetapi dalam kondisi demikianlah, Tuhan justru semakin dapat menyatakan kasih dan penghiburan kepada bangsa yang dikasihiNya.
1. Ayat 27: Apa yang dikeluhkan bangsa Yehuda pada saat menerima kenyataan penghukuman Allah tersebut?
2. Pernahkah Anda memiliki perasaan dan pikiran yang demikian terhadap Allah saat Anda dihadapkan dengan kesulitan hidup? Bagaimana akhirnya Anda dapat bangkit kembali dalam kepercayaan Anda kepada Allah?
3. Ayat 28: Apa isi berita penghiburan dari Allah kepada umatNya? Bagaimana Allah menyampaikan berita tersebut kepada umatNya?
4. Ayat 30-31: Apa perbedaan yang akan terjadi pada diri orang-orang yang tetap berharap kepadaNya dan yang putus asa tidak mau lagi berharap kepada Allah?
5. Bersediakah Anda berperan seperti Yesaya hari ini: menyampaikan penghiburan Allah kepada seseorang yang Anda kenal sedang lelah dalam pergumulannya? Sampaikanlah dengan berbagai cara-kemudahan yang Anda miliki!
Renungan
Dalam penderitaannya, bangsa Yehuda merasa bahwa Allah meninggalkan mereka. Bangsa Yehuda berkata ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan dan hakku tidak diperhatikan Allah’. Mereka merasa bahwa Allah tidak lagi peduli, bahkan hak-hak mereka sudah tidak diperhitungkan lagi oleh Allah. Tetapi Allah tidak tinggal diam, Allah tidak seperti yang mereka pikirkan. Melalui nabi Yesaya, Allah menyampaikan bahwa Ia adalah penguasa hidup mereka dan tidak pernah lelah memperhatikan kehidupan umatNya, sekalipun umatNya cenderung memberontak terhadap pimpinanNya. Ia mengajak umatNya untuk terus menantikan pertolongan Tuhan dan tidak menjadi lelah. Sebab orang yang tetap berharap pada Tuhan akan kuat seperti burung rajawali. Terkadang bila kita mendapati kesulitan dalam hidup ini, tidak jarang kita melakukan hal yang sama seperti bangsa Yehuda. Kita menilai Allah dalam penilaian kita sendiri, memikirkan tentang Allah seperti yang kita kehendaki. Sehingga kita sampai pada kesimpulan bahwa penderitaan menjadi tanda bahwa Allah mengabaikan kita. Kita dengan mudahnya menyamakan pikiran Allah dengan pikiran kita. Sehingga akhirnya kita menjadi lelah dan lesu, bahkan menyerah. Hal seperti itu terkadang tidak bisa dihindari, tetapi firman Tuhan mengingatkan kepada kita, jika saat ini kita letih lesu karena beban hidup kita, mari tetap percaya kepada Allah untuk mendapatkan kekuatan kembali. Jangan batasi Allah dengan pikiran manusia yang terbatas untuk menyelami hikmat dan rencanaNya. Jika kita mengetahui ada orang-orang tertentu yang sedang lelah dalam pergumulan, mari kita menyampaikan berita penghiburan Allah ini kepada mereka, sama seperti Yesaya menyampaikan kepada bangsa Yehuda.
Ketika Anda mulai membatasi Allah dalam pikiran Anda sendiri, maka keadaan Anda akan benar-benar menjadi terbatas
GOD SAID...
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-
Dont’t look to the bigness of your need
Look to the bigness of your GOD!
Your circumstances are hindrances to seeing MY ABILITIES
If you keep your eyes on your circumstances,
the devil will use your circumstances to defeat you
and accuse the Word of GOD...
the written and the Living Word.
YOUR VICTORY
is in keeping your eyes
on the bigness of your GOD and His ability
HE HAS PROMISED
to take you STEP by STEP... not all at once...
But step...by step and...
each step will be a MIRACLE!
-Morris Cerullo World Evangelism-



