<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328</id><updated>2011-04-22T06:43:14.071+07:00</updated><category term='Simple Life Lesson'/><category term='4B-GKI Residen Sudirman'/><category term='Apa itu 4B?'/><category term='Women&apos;s Devotionals'/><category term='Saksi-saksi Ebenezer'/><category term='Inspirational Stories'/><category term='Sermons'/><category term='Senyum itu Sehat'/><title type='text'>Ebenezer - Stone of Help</title><subtitle type='html'>Stone of help, the memorial stone set up by Samuel to commemorate the divine assistance to Israel in their great battle against the Philistines, whom they totally routed (1 Sam. 7:7-12) at Aphek, in the neighborhood of Mizpeh, in Benjamin, near the western entrance of the pass of Beth-horon.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ingeadriana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>406</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-332409859905344846</id><published>2008-12-15T11:30:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T11:32:16.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Minggu, 21 Desember 2008 (Mazmur 89:1-5, 20-27 )</title><content type='html'>Mazmur 89 adalah nyanyian pengajaran yang digubah oleh Etan.  Etan dan Heman (Maz 88) adalah orang –orang bijak yang cukup dikenal di zaman raja Daud dan raja Salomo (1 Raj 4:31).  Oleh raja Daud mereka juga ditugaskan memimpin nyanyian di rumah Tuhan (1 Taw 6:31, 33, 44).  Anak kalimat “orang yang Kau urapi” (ayat 51-52) menunjukkan bahwa Mazmur ini digubah khusus untuk raja Daud (mengenai raja Daud).&lt;br /&gt;Dalam bagian ini pemazmur mengajak umat Tuhan mengenal lebih jauh janji Tuhan kepada Daud (ay. 4).  Dibandingkan bagian sebelumnya yang penuh dengan seruan dan ungkapan sukacita, bagian ini lebih tenang karena mengajak umat Tuhan merenungkan kembali apa yang telah Tuhan lakukan dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;1. Ayat 20-22.  Pemazmur mengingat proses yang terjadi ketika Daud dipilih, diurapi dan diteguhkan sebagai raja Israel (band. 1 Sam 16:1, 12, 13).  Apa yang dapat Anda pelajari mengenai peranan Tuhan dalam keseluruhan proses ini?  Apa pentingnya hal ini bagi Daud dan bagi seluruh umat Israel?&lt;br /&gt;2. Ayat 23-26. Apa dampak dari “urapan” yang diterima Daud dalam menjalankan tugasnya sebagai raja?  &lt;br /&gt;3. Ay. 27.  Bagaimana hal tersebut mempengaruhi hubungan Daud dengan Tuhan? (Perhatikan cara Daud memanggil Tuhan: ”Bapaku, Allahku dan gunung batu keselamatanku.”)&lt;br /&gt;4. Sebagai anggota jemaat Tuhan, kita semua juga telah dipilih, diurapi dan diteguhkan.  Sejauh manakah hal ini mempengaruhi hubungan Anda dengan Tuhan?  Sejauh manakah hal ini mempengaruhi perjuangan Anda menjalani hidup sebagai umat-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;Mazmur ini mengajarkan aspek-aspek spiritual (yang tidak nampak namun nyata berdampak) dalam prosesi pengurapan seorang raja.  Ketika seorang raja diurapi, Tuhan sendirilah yang hadir dan bertindak dalam peristiwa itu. Tuhanlah yang memilih dan mengangkatnya sebagai pemimpin atas umat-Nya (ay.20).  Tuhan juga yang menguduskan dia agar layak mengerjakan tugasnya (ay. 21).  Tuhan juga yang senantiasa menyertai dan mendukung dia agar mampu melaksanakan tugasnya (ay.22).&lt;br /&gt;Pengurapan seorang raja, yang menandai pemilihan dan memeteraikan penyertaan Tuhan itu, sangat penting bagi umat yang dipimpinnya.  Mereka akan menerima dan menghayati setiap keputusan, sikap, dan tindakan Daud sebagai wujud pemerintahan Tuhan atas mereka.  Demikian pula bagi Daud sendiri.  Dia akan mengerjakan tugasnya sebagai mandat yang dipercayakan Tuhan kepadanya.  Dengan demikian dia akan mampu menjalankan tugas kepemimpinan itu dengan baik (ay. 23-26).&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kehidupan kita?  Kita memang bukan seorang raja, namun sebagai murid-murid Kristus kita juga dipilih dan diutus oleh Tuhan untuk mengerjakan karya-Nya di dunia.  Kita bahkan diberi mandat dan dipercaya untuk menjalankan fungsi kepemimpinan di tempat kita masing-masing (di keluarga, di gereja, atau di di masyarakat).  Kita juga dikuduskan dan disertai agar layak dan mampu menjalankan tugas kita itu.  Jika kita menyadari semua itu, seharusnya kita menjalankan semua tugas panggilan kita dengan penuh sukacita dan sungguh-sungguh. (Tw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jika kita memahami penggilan dan pengutusan Tuhan atas kita, maka kita akan mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab kita dengan penuh sukacita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-332409859905344846?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/332409859905344846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/332409859905344846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/minggu-21-desember-2008-mazmur-891-5-20.html' title='Minggu, 21 Desember 2008 (Mazmur 89:1-5, 20-27 )'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8581848610008530236</id><published>2008-12-15T11:27:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T11:29:14.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Sabtu, 20 Desember 2008 (Lukas 1:46-56)</title><content type='html'>Di akhir masa adven ini kembali kita akan belajar dari nyanyian pujian Maria yang mengajak kita untuk hidup dalam penantian kedatangan Kristus kedua kalinya dengan jalan hidup persembahan kepadaNya.  Juga untuk mempersiapkan kita menyambut Natal agar kita dapat merayakannya dengan hidup yang tetap terpusat pada Kristus, inti Natal itu sendiri.&lt;br /&gt;1. Ayat 48-49: Alasan apakah yang membuat Maria secara pribadi bergembira dan memuliakan Tuhan? Sanggupkah Anda bersukacita dalam keadaan seperti Maria dengan alasan seperti yang disampaikannya?&lt;br /&gt;2. Ayat 50-53: Alasan lain apakah yang juga membuat Maria bersukacita di dalam Tuhan? Apakah hal tersebut juga membuat Anda bersukacita memuji Tuhan?&lt;br /&gt;3. Ayat 54-55: Bagaimana Maria memaknai apa yang terjadi dalam hidupnya pada saat itu? &lt;br /&gt;4. Simpulkanlah dengan satu kalimat: Apa yang bisa Anda teladani dari Maria dalam hal bersukacita/memuliakan Allah dalam hidup Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gegap gempita Natal di gereja-gereja, pusat perbelajaan, hotel dan restauran sudah bisa kita rasakan sejak awal bulan Desember.  Namun tidak jarang hal-hal tersebut menawarkan sukacita yang semu dan melenceng dari semangat Natal itu sendiri.  Kita senang karena ada banyak promo/diskon di pusat perbelanjaan, ada promo gala dinner di rumah makan terkenal, ada hadiah-hadiah natal menarik yang dberikan dalam perayaan Natal, dlsb.  Tidak ada salahnya bergembira menikmati itu semua. Namun satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah semangat Natal itu adalah memberi, berkorban, kasih, bukan sekadar diberi dan dikasihi orang lain. Maria, salah satu tokoh penting dalam peristiwa Natal juga memberikan kita teladan dalam hal ini.  Sukacitanya adalah karena Allah berkenan mempercayainya untuk rencana Allah yang begitu besar.  Allah yang berkenan memakainya menjadi saluran berkat Natal itu sendiri yaitu melahirkan Yesus. Walau itu semua mengandung risiko dan kesulitan, tetapi itu semua tetap terkalahkan dengan sukacita Natal.  &lt;br /&gt;Semua inti sukacita Maria adalah karena pekerjaan-pekerjaan Allah yang besar dan kudus, yang juga merupakan penggenapan janji Allah kepada Abraham dan keturunanNya. Walau ada penolakan dari masyarakat, Maria yakin semua yang terjadi dalam hidupnya tidak luput dari kasih setia Allah. Bahkan terutama Yesus sendiri pun, kelahiranNya merupakan bukti kasih, pengorbanan diri untuk menderita demi umatNya. Karena itu mari merayakan Natal dengan semangat yang sama, yaitu memberi, mengasihi, mempersembahkan diri bagi Allah melalui keterlibatan kita dalam pekerjaan Allah di dunia ini, di gereja kita.  Bukan menjadikan diri kita sebagai pusat untuk diperhatikan, dikasihi, disanjung, diberi, melainkan menjadikan Kristus sebagai pusat hidup kita.  Jika kita menjadikan Kristus sebagai pusat dalam hidup kita, maka kita tidak akan setengah-setengah melakukan segala sesuatu bagiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelahiran Yesus diperingati dengan cara melahirkan kasih, kepedulian, dan kemurahan, terutama dimulai diantara kita yang merayakan kelahiranNya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8581848610008530236?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8581848610008530236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8581848610008530236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/sabtu-20-desember-2008-lukas-146-56.html' title='Sabtu, 20 Desember 2008 (Lukas 1:46-56)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8322553585755823860</id><published>2008-12-15T11:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T11:27:41.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Jumat, 19 Desember 2008 (Lukas 1:26-38)</title><content type='html'>Berita kelahiran Yesus disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada Maria. Hari ini kita akan belajar dari Maria bagaimana hidup bergembira dalam rencana Allah, sekalipun rencana tersebut adakalanya membuat hidup kita terasa berat.&lt;br /&gt;1. Ayat 31-33: Berita baik apa yang diterima oleh Maria?&lt;br /&gt;2. Ayat 27, 34: Pergumulan apa yang dihadapi oleh Maria pada saat mendengar kabar baik tersebut? &lt;br /&gt;3. Bagaimana respon Maria terhadap berita itu pada akhirnya? (ay.46)  &lt;br /&gt;4. Mengapa dalam pergumulan yang demikian berat, Maria tetap dapat memuliakan Tuhan dan hatinya bergembira? (ay. 35-36)&lt;br /&gt;5. Belajar dari Maria, bagaimana caranya kita dapat bergembira dalam rencana Allah?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kabar baik yang diterima Maria adalah kehadiran seorang bayi bernama Yesus, yang nantinya akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi. Ia adalah Raja untuk selama-lamanya dan KerajaanNya tidak berkesudahan. Ini adalah sebuah peristiwa yang luar biasa dan mencengangkan.  Sudah sepantasnyalah semua orang bergembira dengan kabar baik ini. Tetapi sebagaimana umumnya yang terjadi dalam keseharian kita, tidak semua kabar yang dinilai baik bagi seseorang akan menjadi kabar baik pula untuk orang yang lain.  Demikian pula yang terjadi pada Maria.  Berita yang sangat istimewa ini tidak membuat Maria lupa bahwa walau ia yang dipercaya untuk mengandung dan melahirkan bayi itu, tetapi ia tetap adalah seorang perawan yang masih terikat status pertunangan dengan Yusuf.  Ada risiko besar yang harus ditanggungnya bila sampai masyarakat mengetahui tentang kehamilannya. Kabar baik itu sepintas lalu memang sepertinya tidak baik untuk seorang Maria.  Tetapi tidak demikian kenyataannya. Maria bersukacita, bergembira karena kabar tersebut.  Bagaimana bisa itu terjadi dalam hidup kita? Bisa saja! Asalkan kita mau memilih jalan yang dipilih Maria, yaitu jalan kerendahan hati. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”  Hingga hari ini Tuhan terus menggemakan kabar baik bagi setiap kita yang hidup di dalamNya.  Namun sayang, tidak semua orang Kristen mau bergembira di dalam kabar baik rencana Allah.  Ada orang-orang yang lebih percaya kepada rencanaNya, kepada jalan hidupnya sendiri.  Sehingga kabar baik dari Allah tidak pernah dirasakan baik olehnya, melainkan ditolak, dihindari, dan bahkan diabaikan. Untuk bisa merasakan kegembiraan seperti Maria, maka marilah kita belajar merendahkan diri di hadapan Allah kita yang besar.  Karena Allah terlalu besar, terlalu tinggi untuk kita selami pikiranNya, karena itu cukuplah dengan percaya kepada kesetiaanNya dan merendahkan hati. Sama seperti Maria yakin bahwa situasi yang sulit bisa ia hadapi karena ‘kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi’ (ay.35), maka kuasa Allah yang sama juga sedang menaungi kita melewati perjalanan hidup kita sehingga kita sungguh dapat bergembira di dalam Dia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sukacita Natal hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang mau merendahkan hidupnya dalam rencana Allah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8322553585755823860?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8322553585755823860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8322553585755823860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/jumat-19-desember-2008-lukas-126-38.html' title='Jumat, 19 Desember 2008 (Lukas 1:26-38)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5492744501830276174</id><published>2008-12-15T11:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T11:26:12.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Kamis, 18 Desember 2008 (Roma 16:25-27)</title><content type='html'>Bagian penutup dari surat Roma ini memang mengesankan adanya duplikasi (pengulangan).  Kalimat berkat yang terdapat di ayat 20 biasanya menjadi kalimat terakhir yang menutup surat ini.  Namun, setelah menyampaikan kalimat berkat itu, rupanya Paulus masih ingin mengemukakan salam dari rekan-rekan sekerjanya.  Karena itu, setelah rangkaian salam tersebut Paulus menuliskan kalimat puji-pujian kepada Tuhan (yang juga dikenal dengan sebutan doksologi).  Di dapal puji-pujian ini kita dapat melihat dan mengenal kuasa dan keagungan Allah yang dinyatakan melalui Yesus Kristus.&lt;br /&gt;1. Ay. 25a.  Di awal surat ini Paulus mengungkapkan kerinduannya berjumpa dengan jemaat Roma untuk menguatkan mereka (1:11).  Namun di akhir surat ini Paulus justru menyebutkan Allah sebagai “Dia, yang berkuasa menguatkan kamu.”  Mengapa demikian?  Siapakah sesungguhnya yang sanggup menguatkan iman jemaat Roma?&lt;br /&gt;2. Ay. 25b-26.  Mengapa Injil tentang Yesus Kristus disebut sebagai pernyataan rahasia?  Kepada siapakah Injil diberitakan?  Apa tujuannya?&lt;br /&gt;3. Ay. 27.  Di sini Tuhan disebut sebagai “satu-satunya Allah.”  Menurut Anda, mengapa?  Apa hubungannya dengan pemberitaan Injil kepada segala bangsa?&lt;br /&gt;4. Dari puji-pujian Paulus ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai peranan Tuhan di dalam pekabaran Injil yang dilakukan Paulus?  Apakah prinsip-prinsip itu juga yang dapat kita terapkan untuk pelayanan di gereja masa kini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puji-pujian yang mengakhiri surat Roma ini mengungkapkan penghayatan Paulus mengenai campur tangan kuasa Allah di dalam pelayanan pekabaran Injil yang dilakukannya.  Pertama, pekabaran Iniil adalah perintah Allah sendiri.  Paulus mengabarkan Injil atas perintah Allah yang kekal.  Injil yang merupakan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad, sekarang justru harus diberitakan menurut perintah-Nya.  Paulus menyebutkan Allah sebagai ”Dia, yang berkuasa menguatkan kamu.”  Meski di awal suratnya Paulus menyatakan niatnya untuk menguatkan mereka, namun pada akhirnya Paulus berterus-terang bahwa sesungguh kuasa Allah sendirilah yang menguatkan mereka.  &lt;br /&gt;Kedua, jangkauan pemberitaan Injil haruslah meliputi ”segala bangsa.”  Harus diakui bahwa masih sangat sedikit gereja masa kini (terutama di Indonesia) yang mempunyai visi seperti ini.  Yang lebih sering kita jumpai adalah gereja-gereja yang cenderung bersikap eksklusif (tertutup, membatasi pelayanannya untuk sekelompok orang tertentu), sehingga tidak dapat menjangkau orang-orang dari berbagai lapisan sosial atau dari berbagai suku bangsa.  Perintah memberitakan Injil kepada segala bangsa sering dianggap remeh dan diabaikan oleh gereja-gereja masa kini yang sibuk memperbesar dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Ketiga, seluruh tujuan pemberitaan Injil bermuara pada kemuliaan Tuhan.  Dialah satu-satunya Allah, dan tidak ada seorang pun yang pantas mencuri kemuliaan-Nya.  Prinsip yang sama juga berlaku untuk semua bentuk pelayanan gerejawi.  Semua yang kita kerjakan harus kita persembahkan secara utuh bagi kemulian-Nya.  Anda juga aktif terlibat dalam pelayanan di gereja?  Baik.  Tapi, untuk siapa? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anda akan melayani dengan penuh sukacita bila Anda tahu karena siapa dan untuk siapa Anda melakukan pelayanan itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5492744501830276174?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5492744501830276174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5492744501830276174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/kamis-18-desember-2008-roma-1625-27.html' title='Kamis, 18 Desember 2008 (Roma 16:25-27)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8883567209816335698</id><published>2008-12-15T11:23:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T11:25:13.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Rabu, 17 Desember 2008 (Roma 16:17-20)</title><content type='html'>Di akhir suratnya kepada jemaat di Roma Paulus menyisipkan sebuah peringatan penting mengenai bahaya perpecahan.  Rupanya sejak zaman gereja purba perpecahan merupakan bahaya serius yang mengancam keutuhan jemaat, khususnya jemaat-jemaat besar (bandingkan dengan 1 Kor 3:1 dst.)  Dalam jemaat Roma bahaya perpecahan ini mungkin terkait dengan kondisi internal mereka di mana terdapat kesenjangan antara ”yang lemah” dan ”yang kuat” sebagaimana telah dibahas dalam Roma 14:1-15:13.  Kondisi seperti itu sangat rawan bila suatu ketika jemaat Roma berhadapan dengan orang-orang jahat seperti yang disebutkan dalam ayat 17-18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ay. 17-18.  Apa yang dilakukan orang-orang ini di dalam jemaat? (ay.17)  Apa motivasi mereka? (ay. 18).  Bagaimana jemaat Roma harus bersikap kepada mereka? (Sebutkan dua hal). &lt;br /&gt;2. Ay. 19.  Paulus memuji ketaatan mereka.  Menurut Anda, mengapa? (lihat Roma 6:16-17) Apa hubungan antara ketaatan dengan ancaman perpecahan yang disebutkan di ayat sebelumnya?&lt;br /&gt;3. Ay. 20.  Apa isi doa Paulus bagi jemaat Roma?  Mengapa Paulus berdoa seperti itu?&lt;br /&gt;4. Menurut Anda, apakah perpecahan di dalam jemaat masih merupakan ancaman bagi gereja masa kini?  Apa bentuknya?&lt;br /&gt;5. Belajar dari peringatan dan doa Paulus bagi jemaat Roma, apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi ancaman perpecahan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat yang digunakan Paulus (waspada terhadap mereka (ay.17); orang-orang demikian (ay.18- bukan, orang-orang itu) tidak secara khusus menunjuk kepada orang-orang tertentu, melainkan secara umum berbicara mengenai tujuan, cara, dan motivasi orang-orang yang harus mereka waspadai.  Rupanya peringatan ini diberikan berdasarkan pengalaman Paulus sebagai penginjil yang telah berkeliling ke berbagai gereja.  Meski kelompok pemecah itu belum hadir secara nyata di Roma, namun Paulus mengingatkan jemaat Roma terhadap kemungkinan tersebut.  Mereka adalah orang-orang yang memanfaatkan jemaat untuk keuntungan pribadi (melayani perut mereka sendiri), menggunakan kata-katanya untuk menipu orang lain, dan menggunakan pengajaran yang sesat untuk menimbulkan perpecahan dalam jemaat.&lt;br /&gt;Orang-orang seperti ini sangat mungkin muncul dalam gereja masa kini, meski kejahatan mereka tidak mencolok.  Kegiatan dan pelayanan yang dilakukan di gereja memang rawan disalahgunakan untuk mencari keuntungan pribadi dalam berbagai bentuk (yang berbentuk materi maupun non-materi, seperti menaikkan gengsi atau mewujudkan ambisi pribadi).  Terhadap orang-orang seperti ini Paulus menasihati jemaat Roma agar mewaspadai mereka, dan bila memang perlu menghindari mereka.  Namun, ada baiknya kita juga waspada terhadap diri sendiri: jangan-jangan kita sendirilah yang mengambil keuntungan pribadi dan yang kemudian menjadi sumber perpecahan dan perselisihan dalam jemaat.&lt;br /&gt;Syukurlah bahwa jemaat Roma mempunya senjata ampuh menghadapi ancaman perpecahan adalah ketaatan, yaitu ketaatan terhadap kebenaran (yaitu firman Tuhan).  Jika jemaat meremehkan atau mengabaikan pengajaran firman Tuhan, maka si jahat sudah mengintip di ambang pintu dan perpecahan pun tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bila ambisi dan kepentingan pribadi menyusup dalam pelayanan gerejawi, maka perselisihan dan perpecahan akan datang sebentar lagi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8883567209816335698?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8883567209816335698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8883567209816335698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/rabu-17-desember-2008-roma-1617-20.html' title='Rabu, 17 Desember 2008 (Roma 16:17-20)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3983413546859051202</id><published>2008-12-15T11:22:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T11:23:45.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Selasa, 16 Desember 2008 (2 Samuel 7: 18-29)</title><content type='html'>Perikop lanjutan ini menceritakan bagaimana respon Daud terhadap firman Tuhan yang disampaikan kepadanya sehubungan dengan rencana Daud membangun rumah Allah.  Melalui respon Daud, kita akan belajar darinya bagaimana menjadi orang-orang Kristen yang percaya dan tunduk dalam pimpinan Allah dan rencanaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pernahkah Anda mempunyai pengalaman gagal dalam rencana Anda? Apa yang Anda rasakan pada saat itu? &lt;br /&gt;2. Menurut Anda, mengapa orang terkadang sulit untuk menerima bila suatu ketika Allah menginterupsi rencana-rencana hidupnya?&lt;br /&gt;3. Ay.18, 20, 22: Mari belajar dari Daud, apa 3 rahasia keberhasilan Daud untuk tunduk dalam rencana Allah?&lt;br /&gt;4. Ay. 27-29: Bagaimana sikap Daud setelah ia mau tunduk dalam pimpinan/rencana Allah?&lt;br /&gt;5. Bagaimana Anda menunjukkan kepada orang lain dan juga kepada Tuhan dan diri sendiri bahwa Anda bersedia mengikuti rencana Allah dan penggenapan janjiNya dalam hidup Anda – walau itu mengubah banyak keinginan/rencana Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perubahan memang tidak selalu mudah untuk dihadapi. Apalagi bila perubahan itu terjadi pada tahap harapan, rencana, cita-cita, atau sesuatu yang sedang kita kejar, targetkan untuk mencapainya.  Setelah melakukan banyak usaha yang tidak mudah, tetapi ternyata yang kita kejar tidak kita dapatkan, target meleset, tidak jarang orang menjadi putus asa. Belum lagi bila perubahan itu terjadi karena faktor eksternal yang tidak bisa kita kendalikan dengan kemampuan kita sendiri, entah karena alam, keteledoran orang, kesengajaan orang lain atas kita, dlsb. &lt;br /&gt;Dalam kondisi yang demikian, maka kita orang percaya yang memiliki Tuhan harus mampu menyikapinya dengan berbeda. 3 (tiga) prinsip yang bisa kita tarik dari Daud adalah: 1) menyadari siapa kita di hadapan Tuhan: orang yang tidak layak tetapi dikasihi Allah; manusia terbatas yang tidak mampu mengetahui masa depan, sehingga tidak dapat memastikan mana yang benar-benar baik/tepat bagi hidup kita; 2) meyakini bahwa Tuhan yang paling kenal siapa kita, termasuk segala kebutuhan dan pergumulan kita; 3) meyakini akan kebesaran dan kebaikan Allah yang tiada tertandingi.&lt;br /&gt;Dengan tiga prinsip ini kita akan dapat menyikapi semua perubahan yang terjadi dalam hidup kita dengan tepat, baik itu perubahan yang menyebabkan kita naik, maupun yang sebaliknya.  Kita tidak perlu melambungkan diri di atas awan bila kita bergerak naik karena kesadaran ada Allah yang memampukan kita.  Sebaliknya kita tidak perlu takut bila perubahan yang terjadi membuat kita bergerak turun, sebab ada Allah bersama kita.&lt;br /&gt;Tiga prinsip tersebut membuat Daud bukan hanya berpasrah berpangku tangan menunggu penggenapan janji Allah, melainkan justru mengusahakan yang terbaik bagi Allah. Daud hidup dalam permohonan dan percaya kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tuhan Yesus yang tidak pernah berubah menjadi jaminan kita tetap aman dalam segala perubahan hidup kita&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3983413546859051202?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3983413546859051202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3983413546859051202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/selasa-16-desember-2008-2-samuel-7-18.html' title='Selasa, 16 Desember 2008 (2 Samuel 7: 18-29)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1646318579797962907</id><published>2008-12-15T11:11:00.001+07:00</published><updated>2008-12-15T11:13:35.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Senin, 15 Desember 2008 (2 Samuel 7: 1-11, 16)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daud sedang ada dalam masa kejayaannya pada waktu keinginan untuk membangun rumah Allah itu muncul.  Tetapi rupanya apa yang ia pandang baik, belum tentu sama dengan apa yang baik di hadapan Allah.  Tetapi justru melalui keinginan Daud inilah pada akhirnya kita bisa melihat ungkapan kasih setia Allah kepada Daud dan keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ayat 4-7: Bagaimana respon Tuhan terhadap keinginan/rencana Daud?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa maksud perkataan Tuhan di ayat-ayat tersebut di atas? Apa yang ingin Tuhan tegaskan kepada Daud dan juga kita mengenai keberadaanNya?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dimana letak perbedaan rencana Daud dg. rencana Allah? (ay.1-3, bdk. 12-16).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ayat 12-16: Apa maksud Tuhan mengungkapkan janji ini kepada Daud sehubungan dengan rencana Daud membangun Bait Suci Allah?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keindahan apakah yang Anda temukan dari rencana Allah terhadap Daud, bila dibandingkan dengan rencana Daud terhadap Allah?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rencana Allah dan rencana Daud berbeda. Sepertinya Tuhan menolak Daud, tetapi bukan berarti Allah tidak mengasihi Daud. Sebaliknya, melalui penolakan Tuhan terhadap rencana tersebut, Tuhan justru ingin menunjukkan otoritas dan kasih setiaNya kepada Daud, bahkan seluruh bangsa Israel.  Pada saat Daud berencana melakukan sesuatu yang besar bagi Allah, yaitu membangun Bait Suci, ternyata Allah justru menunjukkan rencanaNya yang lebih besar.  Bukan hanya membangun rumah bagiNya secara fisik dalam wujud Bait Suci, melainkan ’rumah’ yang nyata dalam diri Daud dan keturunannya, dimana Allah berdiam dalam kehidupan mereka untuk seterusnya.  Daud dan keturunannya akan tetap hidup dalam Allah sehingga mereka pun dapat merasakan kasih setia Allah yang tidak pernah hilang (ay.15-16). Tuhan berkata, ”Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadaanKu...” dan terhadap keturunan Daud, ”Aku akan menjadi Bapanya dan ia akan menjadi anakKu.”  Rencana Allah jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik rumah Allah.  Dengan kasih setiaNya sendiri, Ia akan membangun sebuah ’keluarga Allah’ yang terdiri dari orang-orang yang hidup takut akan Allah, dari satu generasi ke generasi yang berikutnya, Allah tetap tinggal dalam hidup mereka. Dan pembangunan rumah Allah itu adalah salah satu perwujudan cinta dan setia dari keturunan Daud, yaitu Salomo kepada Allah.  Rencana Daud memang mulia dan rencana Allah pun luar biasa, tetapi dari perbedaan kedua rencana tersebut, kita yang hidup di zaman sekarang belajar bahwa Allah senantiasa merindukan ada keluarga-keluarga yang menjadi ’rumah’ tempatNya berdiam. Keluarga dimana para anggotanya sungguh menyambutNya, menerimaNya, dan mengasihiNya dengan segenap hati, bukan hanya dengan simbol-simbol fisik agamawi yang bisa dilihat di dalam rumah, tetapi dengan kesediaan untuk menjadi anakNya, yang mau dididik oleh Allah dengan rotan/pukulan jika melakukan kesalahan, namun tetap percaya pada kasih setiaNya yang tak berkesudahan (ay.14-15).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Rumah Tuhan paling indah yang bisa Anda berikan untukNya adalah diri Anda sendiri&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1646318579797962907?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1646318579797962907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1646318579797962907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/senin-15-desember-2008-2-samuel-7-1-11.html' title='Senin, 15 Desember 2008 (2 Samuel 7: 1-11, 16)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2330970133641701862</id><published>2008-12-12T10:37:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T10:40:35.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 126:1-6 (Minggu, 14)</title><content type='html'>Sekali lagi, kita diajak melihat kembali salah satu pengalaman pahit dalam sejarah bangsa Israel, yaitu ketika mereka negara mereka dihancurkan dan penduduknya diangkut sebagai tawanan di Babel.  Dalam kondisi demikian, wajar bila mereka kehilangan pengharapan.  Namun, setelah sekitar 50 tahun dalam pembuangan, ternyata mereka bisa kembali ke Yerusalem untuk beribadah dan membangun negeri mereka. Penulis mazmur ini bersaksi bahwa di dalam pengalaman pahit itu Tuhan telah melakukan perkara besar bagi umat-Nya. &lt;br /&gt;1. Mengapa pemazmur menggambarkan keadaan pada waktu itu seperti orang-orang yang bermimpi? (ay.1)  Perasaan apa yang hendak diungkapkan di sini? (ay.2-3)&lt;br /&gt;2. Ketika mazmur ini ditulis, rupanya mereka kembali menghadapi masa-masa sukar.  Mereka menggambarkan keadaan mereka ‘seperti batang air kering’ (ay.4) dan seperti petani yang menabur benih dengan menangis (ay.5-6).  Apa yang hendak diungkapkan melalui dua gambaran tersebut?&lt;br /&gt;3. Dua gambaran di atas juga mengungkapkan dua macam cara yang berbeda, yang dapat Tuhan gunakan ketika menolong umat-Nya.  Cara-cara apakah itu?&lt;br /&gt;4. Dua gambaran di atas juga mengajarkan bagaimana seharusnya kita bersikap ketika menantikan pertolongan-Nya.  Sikap seperti apakah yang diajarkan melalui masing-masing ilustrasi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;Karya Tuhan dalam kehidupan kita selalu membuat kita terpesona.  Selain takjub oleh kebesaran kuasa-Nya, kita juga selalu terkesan dengan berbagai cara yang digunakan-Nya.  Tak diragukan lagi, Tuhan adalah Pencipta yang kreatif, yang sanggup menolong umat-Nya dengan berbagai cara.  Justru kita, yang karena sempitnya pemikiran kita, sering kali membatasi cara kerja Tuhan itu.  Orang-orang beriman selalu terbuka untuk berbagai kemungkinan yang dapat terjadi oleh kuasa-Nya.  Orang-orang beriman tahu bahwa masih ada pintu yang terbuka, masih ada jalan keluar untuk persoalan yang dihadapinya.&lt;br /&gt;Hanya dengan menurunkan hujan, Tuhan bisa dengan seketika memulihkan ‘batang air yang kering’ menjadi sumber mata air yang berlimpah-limpah.  Namun, yang seketika dan sekejap itu bukanlah satu-satunya cara yang dapat dipakai Tuhan. Bagi para petani, pertolongan Tuhan justru terjadi berangsur-angsur, nyaris tak terlihat namun nyata, sejak benih ditaburkan hingga waktu panen tiba.  Karena itulah, selain mengharap mujizat-Nya, pemazmur juga mengajak kita bersikap seperti petani: tetap menabur benih, walau sambil menangis.&lt;br /&gt;Memperhatikan krisis ekonomi yang sedang melanda di seluruh dunia, banyak orang berkata bahwa kita akan memasuki tahun 2009 dengan awan suram yang menggantung di depan kita.  Tentu saja, pandangan seperti ini tidak dilontarkan secara sembarangan dan karenanya kita juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya.  Namun, haruskah kita membiarkan hati kita dihantui oleh kecemasan dan ketakutan?  Firman Tuhan mengajar kita untuk tetap bersandar kepada-Nya dan tetap “menabur benih” dengan setia. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mujizat selalu menjadi milik mereka yang bersandar kepada kuasa-Nya dan tetap mengerjakan bagiannya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2330970133641701862?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2330970133641701862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2330970133641701862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/mazmur-1261-6-minggu-14.html' title='Mazmur 126:1-6 (Minggu, 14)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4511766796649271579</id><published>2008-12-12T10:32:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T10:36:56.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 5:12-18 (Sabtu, 13)</title><content type='html'>Surat kepada jemaat di Tesalonika ditulis Paulus untuk menjawab keresahan yang terjadi di dalam jemaat, khususnya mengenai akhir zaman dan mengenai mereka yang telah meninggal dunia.  Namun, tentu saja, Paulus juga menggunakan surat ini untuk memberikan beberapa nasihat mengenai tata tertib hidup berjemaat.  Rupanya dengan waktu yang singkat (hanya sekitar tiga minggu di Tesalonika), Paulus belum sempat mengatur hal ini dengan tuntas.  Dalam bacaan hari ini kita akan melihat nasihat Paulus agar mereka melakukan tanggung jawab mereka kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;1. Ay. 12-13.  Pada bagian ini Paulus menjelaskan tanggung jawab jemaat kepada para pemimpin mereka.  Apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin itu kepada jemaat Tesalonika?  Bagaimana jemaat harus bersikap kepada mereka?&lt;br /&gt;2. Ay. 14-15.  Pada bagian ini Paulus menjelaskan tanggung jawab jemaat kepada orang banyak.  Bagaimana tanggung jawab ini dilaksanakan?  Sebutkan minimaldua hal.&lt;br /&gt;3. Ay. 16-18. Setelah tanggung jawab kepada pemimpin dan kepada orang banyak, sekarang tanggung jawab kepada diri sendiri.  Tanggung jawab apa yang diajarkan Paulus di sini?  Mengapa semua itu penting bagi mereka?&lt;br /&gt;4. Dalam gereja kita, tanggung jawab manakah yang belum dapat dilakukan dengan baik?  Apa yang perlu kita lakukan untuk mengerjakan tanggung jawab itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;Dalam bacaan hari ini Paulus menguraikan tiga macam tanggung jawab: kepada para pemimpin, kepada sesama, dan kepada diri sendiri.  Paulus mengawali uraiannya dengan tanggung jawab anggota jemaat kepada pemimpin mereka.  Paulus menasihati jemaat Tesalonika agar mereka menghormati (ay.12) dan menjunjung (ay.13) para pemimpin mereka.  Hal ini perlu ditekankan karena Paulus harus meninggalkan Tesalonika dengan tergesa-gesa.  Dan bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila jemaat tidak menghormati para pemimpin mereka.  Di gereja kita kepemimpinan dikerjakan secara kolektif (bersama-sama), dan ini berarti tanggung jawab saling menghormati dan saling mendukung mutlak diperlukan.&lt;br /&gt;Kedua, Paulus menguraikan tanggung jawab mereka terhadap sesama. Setiap anggota jemaat mempunyai tanggung jawab untuk menegor mereka yang hidup tidak tertib, menghibur yang tawar hati, membela yang lemah, dan sabar terhadap semua orang.  Tentu saja, tanggung jawab ini tidak mudah dilakukan.  Kita harus melakukannya dengan penuh kasih dan dengan bijaksana.  Di sekitar Anda tentu juga ada orang-orang yang hidupnya tidak tertib, atau orang-orang yang tawar hati, orang-orang yang lemah.  Apa yang telah Anda lakukan bagi mereka?&lt;br /&gt;Ketiga, tanggung jawab terhadap diri sendiri.  Paulus menasihat jemaat untuk hidup dalam sukacita, dalam doa, dan dalam pengucapan syukur.  Dengan kata lain, setiap anggota jemaat bertanggung jawab memelihara kerohanian mereka.  Tiga hal yang disebutkan Paulus di bagian ini (ay.16-18) merupakan ciri-ciri penting kehidupan seorang Kristen.  Jika seorang Kristen kehilangan sukacitanya, tidak lagi hidup di dalam doa, dan kehilangan rasa syukurnya, maka dia juga tidak bisa menjadi “terang” bagi orang-orang di sekitarnya. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Roma 12:10)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4511766796649271579?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4511766796649271579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4511766796649271579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/1-tesalonika-512-18-sabtu-13.html' title='1 Tesalonika 5:12-18 (Sabtu, 13)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8171034137501360272</id><published>2008-12-10T14:11:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T14:15:37.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yesaya 61:4-9 (JUmat, 12)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama dalam pembuangan, umat Tuhan bukan hanya menderita secara fisik.  Kondisi spiritual mereka pun hancur lebur.  Bait Allah – pusat kegiatan rohani mereka – telah dihancurkan.  Dan, tentu saja, dalam kondisi seperti itu juga menghancurkan panggilan dan fungsi mereka sebagai umat Tuhan.  Pemulihan yang Tuhan kerjakan bagi umat-Nya bukan hanya terbatas pada memulihkan keadaan fisik mereka, namun juga pemulihan secara spiritual.  Lebih dari sekadar memulihkan kehormatan mereka sebagai suatu bangsa, Tuhan juga memulihkan panggilan dan peran mereka sebagai umat-Nya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ay. 4.  Ayat ini menubuatkan pembangunan kembali kota Yerusalem.  Menurut Anda, mengapa pembangunan kota Yerusalem menjadi sangat penting bagi pemulihan mereka?&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ay. 5-7.  Dalam hal apa sajakah Tuhan mengerjakan pemulihan bagi umat-Nya?  Mengapa di ayat 6 mereka disebut imam Tuhan? (bandingkan dengan Keluaran 19:5-6)&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ay. 8-9.  Terkait dengan posisi mereka sebagai “imam Tuhan” (ay.6), bagaimanakah mereka harus bersikap dan berperilaku?  Berkat apakah yang tersedia bagi mereka?  Mengapa anak-cucu mereka disebutkan di sini?&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal apa sajakah gereja (sebagai umat Tuhan di masa kini) membutuhkan pemulihan?  Apa yang harus kita lakukan agar peran dan fungsi kita sebagai umat-Nya dapat kita lakukan dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yerusalem adalah pusat pemerintahan sekaligus pusat kerohanian umat Israel.  Dari kota Yerusalem itulah raja (yang merupakan perwujudan pemerintahan Allah) mengatur seluruh negeri.  Di kota Yerusalem itulah, di Bait Allah, umat datang beribadah kepada Tuhan.  Pemulihan pemerintahan ilahi dan pemulihan kerohanian ini merupakan syarat mutlak sebelum mereka mengalami pemulihan di berbagai bidang yang lain.&lt;br /&gt;Setelah pemulihan spiritual itulah mereka baru dapat menikmati berbagai bentuk kesejahteraan fisik dan materi.  Mereka tidak lagi menjadi budak bangsa asing, melainkan justru akan mempekerjakan orang-orang asing di lahan peternakan dan lahan pertanian mereka.  Namun, yang lebih penting dari semua itu, mereka akan disebut ”imam Tuhan.”  Bangsa-bangsa lain akan melihat dan mengakui kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka.  Jika mereka setia terhadap perjanjian-Nya (yaitu setia melakukan hukum-hukum-Nya) maka Tuhan akan memberkati mereka sampai ke anak cucu mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemulihan yang Tuhan kerjakan bagi umat Israel ini penting untuk menjadi pelajaran bagi kita, umat-Nya di masa kini.  Gereja dan orang-orang Kristen masa kini cenderung mengejar kemakmuran secara fisik: gedung gereja yang besar, jumlah jemaat yang banyak, dan aset (kekayaan) yang melimpah.  Di lain pihak, kita justru sering mengabaikan pemulihan dan pertumbuhan kerohanian kita.  Tanpa dilandasi dengan kualitas kerohanian yang memadai maka kemakmuran fisik hanya akan digunakan untuk melayani diri kita sendiri.  Bahkan, tidak jarang kejayaan secara fisik justru menjadi awal perselihan dan perpecahan di dalam gereja. Pemulihan yang Tuhan kerjakan bagi umat Israel mengajarkan kepada kita agar kita mengutamakan pemulihan rohani daripada kesejahteraan fisik.   (tw)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0); font-style: italic;"&gt;Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. (Markus 8:36)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8171034137501360272?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8171034137501360272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8171034137501360272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/yesaya-614-9-jumat-12.html' title='Yesaya 61:4-9 (JUmat, 12)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4855142451350723770</id><published>2008-12-10T14:04:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T14:07:58.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yesaya 61:1-3 (Kamis, 11)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti penjelasan bacaan minggu yang lalu, sejak pasal 60 sebagian besar nubuatan Yesaya berbicara mengenai kemuliaan bangsa Israel di masa yang akan datang.  Kepulangan mereka ke Yerusalem mendapat perhatian khusus dari Yesaya.  Dalam pasal 61 diuraikan keadaan mereka setelah mereka mendapat perkenan Tuhan.  Seorang penafsir memberikan judul isi pasal ini sebagai ”Tahun Perkenan Tuhan.”  Berdasarkan isi ayat 1 dan 2, para penafsir pada umumnya sepakat bahwa gambaran dari pasal ini didasarkan pada perayaan tahun Yobel (tentang tahun Yobel, lihat Imamat 25), tahun ketika kebebasan dan pemulihan diproklamasikan.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ay. 1a.  Ayat ini menggambarkan sebuah peristiwa khusus, yaitu pengurapan yang diterima oleh hamba Tuhan yang akan mewartakan kabar baik kepada umat-Nya.  Menurut Anda, mengapa seorang pemberita kabar baik perlu mendapatkan pengurapan seperti ini?  (Pertimbangkanlah dari dua sisi: si pemberita itu sendiri dan orang-orang yang menerima berita tersebut).&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ay. 1b-3. Apa isi berita yang harus disampaikan kepada umat-Nya?  Bagaimanakah kondisi mereka pada waktu itu?&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kabar baik seperti apakah yang diperlukan oleh masyarakat di sekitar kita sekarang ini? &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat dipakai Tuhan untuk menyampaikan kabar baik bagi mereka?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun Yobel – yang disebut juga Tahun Pembebasan – adalah tahun yang ditunggu-tunggu oleh umat Tuhan.  Pada tahun Yobel umat Tuhan mengenang, merayakan,dan mengalami kembali kasih dan kuasa Tuhan yang membebaskan umat-Nya dari berbagai macam penindasan.  Agar umat Tuhan dapat mempersiapkan diri menyambut Tahun Yobel, maka Tuhan mengirim hamba-Nya untuk mewartakannya pada masa-masa menjelang datangnya saat pembebasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hamba Tuhan yang memberitakan kabar baik itu harus mendapat pengurapan Roh Tuhan.  Pengurapan ini diperlukan agar kuasa Tuhan senantiasa menyertai hamba Tuhan itu sehingga ia mampu melakukan tugas perwartaan itu dengan baik. Kuasa ilahi ini diperlukan karena pada waktu itu umat Tuhan sedang tertindas oleh penderitaan yang hebat.  Mereka berada dalam kondisi tidak berdaya dan putus asa. Hal ini nampak jelas dari serangkaian panjang kata-kata yang dipergunakan di ayat 1b-3: sengsara, remuk hati, tawanan, dari penjara, berkabung, dan semangat yang pudar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar baik yang berisi pemulihan, pembebasan, dan penghiburan itu juga diperlukan bagi masyarakat masa kini.  Di sekitar kita begitu mudah ditemui orang-orang yang terhimpit oleh berbagai macam penderitaan: kesulitan ekonomi, sakit-penyakit, kekurangan pangan, dan sebagainya.  Tidak sedikit dari mereka yang tidak berdaya dan putus asa.  Siapakah yang harus memberitakan kabar baik bagi mereka?  Tentu saja Tuhan tetap mengutus hamba-Nya, yaitu gereja dan kita, orang-orang percaya.  Sudahkah kita mengerjakan tugas ini dengan baik?  Terus terang, masih jauh dari yang semestinya.  Bahkan, tidak sedikit gereja dan orang-orang Kristen tidak peduli dengan keadaan masyarakat di sekitar mereka.  Bagaimana dengan gereja kita?  Bagaimana dengan Anda sendiri?&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (TW)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. (1 Petrus 2:9)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4855142451350723770?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4855142451350723770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4855142451350723770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/yesaya-611-3-kamis-11.html' title='Yesaya 61:1-3 (Kamis, 11)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-702284186866143934</id><published>2008-12-07T18:17:00.001+07:00</published><updated>2008-12-07T18:19:07.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yohanes 1: 19-28 (Rabu, 10)</title><content type='html'>Bacaan hari ini adalah dialog yang terjadi antara Yohanes Pembaptis dengan para imam dan orang-orang Lewi, para pemuka agama Yahudi pada waktu itu.  Melalui dialog ini kita akan belajar dari seorang Yohanes Pembaptis bagaimana menempatkan diri dengan tepat di hadapan Tuhan dan juga sesama, sebagai seorang pelayan Tuhan.&lt;br /&gt;1. Ay. 19-20: Jawaban apa yang diberikan oleh Yohanes ketika ia ditanya mengenai siapa dia sebenarnya?&lt;br /&gt;2. Ay. 21-23: Jawaban apa yang diberikan oleh Yohanes ketika ia ditanya mengenai pekerjaannya?&lt;br /&gt;3. Ay. 24-28: Jawaban apa yang diberikan oleh Yohanes ketika ia diminta pertanggungjawaban tugasnya tentang membaptis, dalam hubungannya dengan Mesias maupun Elia sebagai nabi yang mereka hormati?&lt;br /&gt;4. Dari jawaban-jawaban Yohanes ini, apa yang bisa Anda teladani dalam hal bagaimana menempatkan diri sebagai seorang pelayan Tuhan di hadapanNya?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melalui jawaban-jawaban Yohanes Pembaptis, kita akan melihat beberapa teladan darinya untuk kita praktikkan dalam kehidupan kita sebagai pelayan Tuhan, yaitu:&lt;br /&gt;- Seorang pelayan Tuhan mengetahui dan menyadari status dirinya sebagai hamba Allah.  Ini bukanlah sesuatu yang memalukan, tetapi membanggakan karena ada kepercayaan yang besar dari Tuhan untuk kita. Bukan hanya mengetahui dan menyadari, tetapi terus membawa dirinya demikian. &lt;br /&gt;- Seorang pelayan Tuhan mengetahui pelayanan apa yang telah dipercayakan kepadanya dan melakukannya.  Yohanes bukan melakukan pelayanan dengan sembarangan.  Ia melakukannya dengan baik seperti yang dinubuatkan tentang keberadaannya.  Apalah artinya menempatkan diri dengan status yang jelas sebagai pelayan Tuhan, tetapi tidak melakukan pekerjaanNya.  Identitas saja tidaklah cukup. &lt;br /&gt;- Seorang pelayan Tuhan mengetahu tujuan dari status dan pelayanannya. Ia bekerja untuk kebesaran nama Tuhan, bukan nama dirinya sendiri. Bukan hanya ketika dalam keberhasilan, tetapi juga pada saat situasi terancam atau tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri. Ada pelayan-pelayan Tuhan yang mudah menyaksikan nama Tuhan ketika pekerjaannya berhasil, tetapi tidak demikian ketika karena statusnya sebagai pelayan Tuhan dan apa yang dikerjakannya bagi Tuhan ternyata membuat dirinya dalam posisi sulit.  Terkadang nama Tuhan itu tidak disebutkan lagi, tetapi ‘aku’nya yang dikedepankan. Sebaliknya, ada pelayan Tuhan yang pada saat melakukan sesuatu yang sulit dalam pekerjaan Tuhan seperti perintisan, pengorbanan (dll) mudah sekali mengingat Tuhan dan menyaksikan nama Tuhan.  Tetapi ketika pelayanannya berhasil dan dipuji banyak orang, muncullah arogansi diri yang bersuara dalam hati, “Semua itu karena saya yang mengurus, coba kalau tidak ada saya, belum tentu hasilnya seperti ini.”  Masing-masing orang bergumul dengan pengendalian dirinya terhadap keinginan untuk memuliakan dirinya, entah dalam situasi yang sulit maupun pada saat meraih keberhasilan. Yang pasti Yohanes Pembaptis terbukti lulus dalam dua keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seorang pelayan tidak pernah lebih tinggi dari Tuannya: dalam kemuliaanNya, maupun dalam kesengsaraanNya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-702284186866143934?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/702284186866143934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/702284186866143934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/yohanes-1-19-28-rabu-10_07.html' title='Yohanes 1: 19-28 (Rabu, 10)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1894812185496475582</id><published>2008-12-07T18:15:00.001+07:00</published><updated>2008-12-07T18:16:43.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 5: 14-28 (Selasa, 9)</title><content type='html'>Di bagian yang kedua ini, Paulus lebih berbicara pada soal-soal yang umum dalam kehidupan jemaat sebagai orang-orang yang percaya pada Kristus, yang sedang menderita aniaya dan menantikan kedatanganNya yang kedua kali.&lt;br /&gt;1. Ayat 14-15: Membaca isi nasihat Paulus, ketidakseimbangan atau masalah apa yang terjadi dalam persekutuan jemaat yang mungkin saja terjadi pada waktu itu karena penderitaan yang terjadi? Bagaimana cara mengatasi keadaan tersebut? Siapa yang harus melakukan hal tersebut?  &lt;br /&gt;2. Dengan demikian, menjaga keseimbangan dan keharmonisan persekutuan di antara orang percaya merupakan tanggung jawab siapa? &lt;br /&gt;3. Penderitaan jemaat Tesalonika karena aniaya pasti memberikan dampak secara sosial seperti yang sudah kita bahas di atas. Dan juga akan membawa dampak secara spiritual. Karena itu, apa yang harus dijaga dalam kehidupan masing-masing jemaat? (ay. 16-22)&lt;br /&gt;4. Ayat 23: Pengharapan apa yang ada dalam diri orang percaya walau kita sedang menderita dalam dunia ini? Berdasarkan renungan dan panduan pertanyaan hari ini, simpulkan 3 hal yang harus dimiliki orang Kristen dalam menghadapi penderitaan? (ay.23; 16-22; 14-15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan seringkali membawa dampak bagi kehidupan seseorang, baik secara psikis, secara sosial dan bahkan secara spiritual. Dalam kehidupan jemaat Tesalonika, ada jemaat yang mulai hidup tidak tertib (kata ini diterapkan kepada seorang prajurit yang tidak mau mengikuti barisan dan ingin keluar mengikuti jalannya sendiri), yang menjadi tawar hati, putus asa dan menyerah, lemah iman, jahat kepada sesamanya karena hidup yang serba sulit.  Dalam keadaan yang demikian, bukan orang-orang tertentu yang harus memikul tanggung jawab, melainkan semua anggota harus memainkan peranannya sebagai bagian dari persekutuan itu sendiri. Adapun yang harus tetap dimiliki oleh masing-masing anggota adalah: (1) Ay.23: memiliki pengharapan dalam Kristus bahwa Ia senantiasa memelihara kita dan menghayati semua kesulitan hidup ini adalah bagian dari proses pengudusan hidup kita menyerupai Kristus yang sedang kita nantikan kedatanganNya. (2) Ay. 16-22: dalam pengharapan kepada Kristus yang tetap utuh dan tak tergoyahkan, maka kita bisa tetap menjaga kualitas iman dan persekutuan kita denganNya melalui doa, ucapan syukur, yang pada akhirnya melahirkan sukacita dan kesediaan kita menjaga kekudusan hidup kita sendiri bagi Tuhan. (3) Ay. 14-15: jika pengharapan kepada Kristus dan kehidupan spiritual kita tetap terjaga, maka dalam hubungan dengan sesama anggota yang lain akan ada kepedulian untuk saling menjaga agar hidup tetap lurus dalam jalan Tuhan, kesabaran untuk memahami dan menolong orang-orang yang mulai lemah dalam iman, kasih dan pengampunan kepada orang yang telah berbuat jahat kepada dirinya. Dengan demikian, dampak penderitaan secara sosial bisa diredam dan diolah menjadi sesuatu yang justru membangun kehidupan jemaat, baik sebagai gereja maupun perorangan didalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Walau persoalan datang silih berganti, Gereja tetap dapat menjaga kekudusannya selama pengharapan kepada Kristus tidak pernah tergantikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1894812185496475582?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1894812185496475582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1894812185496475582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/1-tesalonika-5-14-28-selasa-9.html' title='1 Tesalonika 5: 14-28 (Selasa, 9)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2027091277499990542</id><published>2008-12-07T18:14:00.001+07:00</published><updated>2008-12-07T18:14:55.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 5: 12-13 (Senin, 8)</title><content type='html'>Surat ini ditulis Paulus untuk mengajar jemaat mengenai kedatangan Kristus yang kedua kali, dan meyakinkan mereka akan perhatian serta doa-doa Paulus bagi mereka, juga mendorong mereka supaya hidup dalam kehidupan yang patut sebagai orang Kristen. Pasal 5 secara merupakan nasihat-nasihat yang diberikan Paulus dalam konteks hidup berjemaat atau persekutuan orang-orang percaya.  Di bagian yang pertama ini kita akan merenungkan tanggung jawab kita sebagai bagian dari persekutuan Kristen terhadap para pemimpin rohani kita, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;1. Ayat 12: Siapa yang dimaksud dengan pemimpin-pemimpin rohani di ayat ini?&lt;br /&gt;2. Ayat 12-13: Apakah tanggung jawab kita terhadap para pemimpin rohani tersebut?&lt;br /&gt;3. Bagaimana 2 tanggung jawab tersebut Anda wujudkan terhadap orang-orang yang Anda tempatkan sebagai pemimpin rohani dalam hidup Anda?&lt;br /&gt;4. Menurut Anda, mengapa Paulus perlu menasihatkan hal seperti ini? Apa yang menjadi tujuan Paulus atas nasihat tersebut, baik bagi pemimpin maupun orang-orang yang dipimpin? Cobalah Anda renungkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melalui nasihat yang diberikan Paulus terkait dengan hubungan antara jemaat dengan para pemimpin rohaninya, baik dalam kehidupan bergereja maupun secara pribadi, maka kita dapat merenungkan beberapa hal prinsip yaitu:&lt;br /&gt; Hanya seorang pemimpin yang menjaga hidupnya dalam Tuhan dapat memimpin orang lain untuk memiliki kehidupan yang sama. Setiap kita mengambil posisi dan peranan sebagai pemimpin rohani, setidaknya bagi satu orang: bagi istri dan anak, bagi adik, bagi karyawan, rekan kerja, orangtua, dll.  Prinsip ini akan tetap berlaku. &lt;br /&gt; Kharisma seorang pemimpin yang menjaga hidupnya dalam Tuhan akan membuat orang lain menghormati dan mengasihinya tanpa perlu dikondisikan khusus. Bahkan termasuk ketika sudah tidak ada lagi jabatan/kedudukan sebagai pemimpin secara formal, orang lain tetap akan menghormati dan mengasihinya.&lt;br /&gt; Bila tidak ada hormat dan kasih, maka fungsi kepemimpinan itu tidak akan berjalan dan menghasilkan sesuatu yang baik.  Paulus berkata, “... menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka.” Sikap menghormati dan kasih kepada para pemimpin adalah demi tercapainya tujuan membawa kita semua yang dipimpinnya benar-benar hidup dalam Tuhan. Terkait dengan poin pertama dan kedua di atas, bila seorang pemimpin itu sendiri tidak hidup dalam Tuhan, ia tidak akan mungkin bisa memimpin orang dalam Tuhan, dan akan sulit sekali mendapat hormat dan kasih dari orang-orang yang dipimpinnya. Jikalau ada, tentu membutuhkan usaha yang keras, baik dari pihak yang dipimpin untuk bisa menerima pemimpin yang demikian, maupun dari pihak pemimpin yang biasanya terjebak dalam pemaksaan terhadap orang lain untuk mau menghormati dan mengasihinya. Dan pada akhirnya yang terjadi adalah kekacauan dan perpecahan umat Tuhan. Karena itu Paulus mengakhiri nasihatnya di bagian ini dengan kalimat, “Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keberhasilan seorang pemimpin dalam memimpin ditentukan oleh seberapa besar kesediaannya menundukkan diri di bawah pimpinan oleh Allah&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2027091277499990542?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2027091277499990542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2027091277499990542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/1-tesalonika-5-12-13-senin-8.html' title='1 Tesalonika 5: 12-13 (Senin, 8)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2673737267771473736</id><published>2008-12-04T08:42:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T08:43:47.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 85: 1-13 (Minggu, 7)</title><content type='html'>Mazmur ini berasal dari zaman sesudah pembuangan. Keadaan mereka sudah dipulihkan, tetapi belum pulih seperti keadaan semula. &lt;br /&gt;1. Ayat 5-8: Apa yang menjadi permohonan pemazmur?&lt;br /&gt;2. Bagaimana kesan Anda terhadap keseriusan doa permohonan pemazmur?  Bagaimana bila Anda coba membandingkan dengan doa pengakuan dosa Anda? &lt;br /&gt;3. Ayat 1-4: Keyakinan apa yang melatarbelakangi permohonan pemazmur?&lt;br /&gt;4. Ayat 9-13: Apa yang menjadi kerinduan dan ajakan pemazmur kepada seluruh umat setelah mengalami pemulihan dari Tuhan? &lt;br /&gt;5. Kehidupan kita sebagai orang Kristen tidak luput dari dosa, karena itu melalui renungan hari ini, simpulkanlah apa yang harus dilakukan orang Kristen terhadap Tuhan dalam jatuh bangun perjuangannya hidup dalam kekudusan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mazmur ini dibuka dengan pengakuan iman pemazmur yang melatarbelakangi keberanian pemazmur menaikkan permohonan kepada Allah.  Pemazmur meyakini bahwa Tuhan sudah memulihkan keadaan Yakub, ini berarti Tuhan mengampuni umatNya. Tuhan tidak terus menyatakan murkaNya.  Namun pengakuan iman ini tidak disampaikan dengan nada gembira, tetapi dengan kepedihan hati.  Mengapa? Karena pengakuan iman ini diucapkan oleh orang yang menderita (ay.6-7).  Apa yang menjadi penderitaannya tidak dikatakan, tetapi bagaimanapun juga pemazmur sedang memohon agar mereka kembali mengalami kasih setia Allah dan keselamatan yang dariNya. Permohonan agar Tuhan memulihkan umatNya. Permohonan seperti pemazmur ini mengajak kita untuk merenungkan betapa seriusnya dosa di hadapan Allah dan seserius itu pula kita harus mengakui dan memohon pengampunan Tuhan. Bukan doa asal mengakui dan memohon.  &lt;br /&gt;Di ayat-ayat selanjutnya, pemazmur menyatakan tekad dan kerinduannya agar umat tidak jatuh kembali dalam kebodohan, melainkan hidup makin dekat dengan Tuhan.  Hidup dalam suasana keadilan dan kasih dengan sesama, sehingga murka Tuhan tidak akan terjadi lagi dan mereka semua mengalami kebaikan Tuhan. Semua pengalaman pahit membuat pemazmur sadar bagaimana umat harus menjalani kehidupan yang lebih di masa yang akan datang, walau ia tahu Allah tidak akan menolak memberikan pengampunan dan pemulihanNya.  Kasih setia dan kebaikan Allah bukan untuk dipermainkan, tetapi untuk membuat kita sadar bagaimana meresponi kasih setia Allah.  Pengampunan yang diberikan tidak membuat kita bermain-main dengan anugerahNya, melainkan hidup dalam kebenaran firmanNya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keseriusan kita memandang kekudusan Allah akan melahirkan keseriusan yang sama dalam pengakuan ketidakkudusan kita dan permohonan pengampunanNya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2673737267771473736?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2673737267771473736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2673737267771473736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/mazmur-85-1-13-minggu-7.html' title='Mazmur 85: 1-13 (Minggu, 7)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8183249861845701429</id><published>2008-12-04T08:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T08:42:17.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Markus 1: 1-8 (Sabtu, 6)</title><content type='html'>Kedatangan Yohanes Pembaptis merupakan penggenapan dari apa yang pernah tertulis dalam Yesaya pasal 40. Hal ini sekaligus ingin menunjukkan kepada kita bahwa kedatangan Mesias itu sudah sejak lama dinubuatkan dalam kitab Suci dan kini sudah tergenapi.&lt;br /&gt;1. Ayat 1-4: Siapa Yohanes Pembaptis dan apa yang menjadi tugasnya? Apa inti pemberitaan yang dilakukan Yohanes Pembaptis?&lt;br /&gt;2. Ayat 5: Perubahan apa yang terjadi pada orang-orang di daerah Yudea setelah mereka mendengar seruan Yohanes Pembaptis?&lt;br /&gt;3. Ayat 4 dan 7-8: Apa hubungan antara isi pemberitaan Yohanes Pembaptis dengan peristiwa kedatangan Yesus itu sendiri?&lt;br /&gt;4. Bagaimana pula dengan kedatangan Yesus dalam hidup Anda? Perubahan seperti apa yang Anda alami setelah Anda menyambutNya masuk dalam hidup Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Mesias datang, Allah terlebih dahulu mempersiapkan kedatanganNya dengan mengutus Yohanes Pembaptis.  Ia adalah nabi yang mendapat tugas untuk memberitakan mengenai kedatanganNya dengan seruan, “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis, dan Allah akan mengampuni dosamu.”  Seruan ini menyatakan bahwa kedatangan Kristus membawa perubahan dalam kehidupan di dunia ini, dan itu ditunjukkan dengan pertobatan mereka yang percaya pada kedatangan Mesias itu. Dan Yohanes menyadari bahwa ia hanyalah utusan untuk mempersiapkan kedatangan Mesias, sehingga ia berkata, “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku...Aku akan membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”  Tindakan pembaptisan yang dilakukan Yohanes hanyalah tindakan simbolik pertobatan, tetapi Kristus itu sendiri yang akan melahirbarukan mereka di dalam kuasa Roh Kudus sehingga mereka bukan lagi menjadi milik Iblis dengan cengkraman dosa dan hukumannya, melainkan sepenuhnya menjadi milik Allah dan ada dalam pengampunan Allah.  Sejak awal Allah sudah menyatakan bahwa Mesias itu datang membawa perubahan dan pemulihan.  Pemulihan yang bersifat menyeluruh dalam  hidup manusia, baik di kehidupan sekarang maupun kehidupan yang akan datang, baik tubuh maupun jiwa.  Sebuah pemulihan yang membuktikan bahwa hanya Tuhanlah Allah penguasa hidup kita, dan memang hanya Allah saja yang sanggup mengadakan pemulihan yang demikian.  Demikian pula dengan kita, kedatangan Kristus dalam hidup kita pun membawa perubahan karena adanya pemulihan demi pemulihan yang Ia kerjakan. Setiap orang yang menerimaNya masuk dalam hati akan mengalami perubahan, dan perubahan yang paling awal itu adalah kelepasan kita dari perbudakan dosa dan hukumannya, dan keterikatan kita dengan kasih Allah yang terus menerus.  Bagaimana dengan Anda? Sudahkah perubahan ini menjadi bagian dalam hidup Anda? &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Kristus dalam hidup Anda membuat hidup Anda tidak pernah sama lagi dengan yang dulu&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8183249861845701429?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8183249861845701429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8183249861845701429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/markus-1-1-8-sabtu-6.html' title='Markus 1: 1-8 (Sabtu, 6)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4289017960026846600</id><published>2008-12-04T08:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T08:40:51.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>II Petrus 3: 8-18 (JUmat, 5)</title><content type='html'>Janji kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kali yang belum juga mereka dapati pada akhirnya menjadi bahan ejekan dari guru-guru palsu.  Mereka mempertanyakan kebenaran janji tersebut.&lt;br /&gt;1. Ayat 8: Apa maksud perkataan Petrus di ayat ini? Lihat juga ayat 10a.&lt;br /&gt;2. Ayat 10, 13: Apa yang akan terjadi pada saat kedatanganNya yang kedua?&lt;br /&gt;3. Apa arti keadaan tersebut bagi Anda secara pribadi?&lt;br /&gt;4. Ayat 9: Bagaimana kita menghayati masa-masa penantian kedatangan Kristus yang kedua kali?&lt;br /&gt;5. Ayat 9, 14-15: Dalam penghayatan seperti tersebut di atas, bagaimana kita seharusnya menjalani hidup dalam masa penantian tersebut?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan waktu Tuhan tidak dapat disamakan dengan hitungan waktu manusia. Karena itu tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui kapan Tuhan akan datang kembali.  Masa penantian seperti ini bagi sebagian orang akan digunakan sebagai kesempatan untuk meragukan kebenarannya dan kemudian menganggapnya tidak akan pernah ada kedatangan kembali.  Namun tidak sedikit pula orang percaya yang tetap antusias menanti kedatangan Kristus. &lt;br /&gt;Firman Tuhan menjelaskan bahwa pada saat kedatanganNya nanti, akan ada kehancuran atas bumi yang sekarang dan ada pemulihan hidup yang baru, yang tidak tercemari oleh dosa dan penderitaan.  Langit dan bumi yang baru itu hanya dijanjikan kepada orang-orang yang percaya kepada kebangkitan dan kedatanganNya kembali, berarti kehancuran dunia ini tidak dapat dihindari oleh mereka yang mengeraskan hati memberontak terhadap Allah.  Petrus menyebutkan peristiwa ini bukan untuk menakut-nakuti orang Kristen, melainkan untuk mengingatkan mereka bahwa segala sesuatu yang mereka perbuat atau bangun di atas bumi ini hanya bersifat sementara. Hanya hidup dalam ketaatan sepenuhnya kepada Allah akan memberikan hidup kekal, dan "hari Allah" merupakan saat mereka menerima ganjaran tersebut. Dengan demikian, penantian kedatangan Kristus ini akan dinanti dengan penuh pengharapan bagi orang percaya, sebaliknya, menjadi kengerian bagi orang-orang yang tidak percaya.  &lt;br /&gt;Karena itu melalui renungan hari ini Tuhan ingin mengingatkan kita agar waspada dan setia dalam masa-masa penantian ini.  Waspada berarti tidak mempergunakan waktu-waktu ini dengan sembarangan, apalagi dengan bergelimang dosa.  Waspada berarti tidak menunda-nunda waktu untuk membereskan hidup di hadapan Tuhan.  Setia berarti menghayati bahwa sepanjang hidup kita dengan segala sesuatu yang kita lakukan adalah bagian dari perwujudan hidup untuk Tuhan, hidup yang tidak terus kedapatan cacat cela dan noda, melainkan hidup yang makin bersih dan indah dari hari ke hari. Bukan hanya aktivitas hidup belaka yang berlalu begitu saja tanpa makna dan guna.  Sebab waktu yang masih kita miliki ini adalah ungkapan kesabaran Tuhan yang masih memberi kesempatan kepada kita untuk percaya dan hidup dalam pertobatan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;“Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat…” – 2 Petrus 3:15 -&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4289017960026846600?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4289017960026846600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4289017960026846600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/ii-petrus-3-8-18-jumat-5.html' title='II Petrus 3: 8-18 (JUmat, 5)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5543216110016152544</id><published>2008-12-04T08:38:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T08:39:32.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>II Petrus 3: 1-3 (Kamis, 4 )</title><content type='html'>Jemaat penerima surat ini sedang menghadapi guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran-ajaran lain yang menentang keilahian Kristus dan mempengaruhi orang banyak untuk hidup mengikuti hawa nafsunya sendiri dengan bebas.  Surat ini ditulis oleh rasul Petrus untuk mengarahkan jemaat agar tetap hidup sesuai iman mereka dalam Kristus.&lt;br /&gt;1. Ayat 3: Situasi seperti apa yang akan dihadapi jemaat pada hari Tuhan?  Bagaimana dengan zaman kita sekarang menurut Anda?&lt;br /&gt;2. Ayat 2: Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang percaya dalam menghadapi tantangan yang demikian?&lt;br /&gt;3. Ayat 1: Apa yang dimaksud Petrus dengan “menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan”?&lt;br /&gt;4. Simpulkanlah, dengan cara apa orang Kristen membentengi dirinya dari berbagai pengaruh yang menyesatkan di zaman ini? Apakah benteng pertahanan ini sudah Anda bangun dari sekarang? Bagaimana caranya Anda membangunnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru dan nabi-nabi palsu memasukkan pengajaran yang membinasakan jemaat pada waktu itu.  Mereka mengarang cerita untuk menyangkal Kristus, Jalan Kebenaran. Menyebarkan gaya hidup bebas, yang penting hawa nafsu mereke terpenuhi.  Situasi yang tidak jauh berbeda pula dengan tantangan yang dihadapi orang Kristen sekarang.  Iblis bekerja bukan semata dengan hal-hal yang mistis dan spektakuler, melainkan menyusup dengan perlahan melalui pandangan hidup (worldview), gaya hidup (lifestyle) yang bebas dan menyangjung pemenuhan ego dan nafsu manusia di atas segala-galanya. Ajaran-ajaran yang menyesatkan juga banyak beredar, baik dari yang terselubung hingga yang terang-terangan melawan kekristenan.  Dan tidak sedikit yang munculnya dari orang-orang dalam tubuh persekutuan itu sendiri yang tidak murni imannya sehingga mencemari gereja dan memecah belahnya. Sama seperti guru-guru dan nabi palsu yang menyusup di kalangan jemaat pada waktu itu. Nasihat yang diberikan rasul Petrus tetap berlaku hingga sekarang.  Dalam menghadapi tantangan terhadap ajaran kekristenan, maka tidak ada cara lain selain kita membentengi diri dengan ajaran Kristen itu sendiri. Mengingat perkataan Tuhan yang disampaikan para rasul dan nabi-nabi.  Mengingat disini mengandung penekanan arti ‘sepenuhnya mengingat’, bukan sekedar mengingat begitu saja. Bahkan bukan hanya mengingat, tetapi menghidupkan pengertian yang murni.  Ada banyak pengaruh dunia yang mengotori hati dan pikiran kita, termasuk dalam memahami firman Tuhan.  Karena itu, kita harus memiliki pengertian yang murni, benar dan tepat atas firman Tuhan, bukan dipahami sesuka kita.  Mengingat dan mengerti firman Tuhan dengan murni adalah senjata ampuh untuk bertahan dari kecemaran dunia ini. Sebelum Anda mampu memiliki dua senjata ini, maka langkah awal yang kecil namun penting adalah memiliki waktu untuk mengetahui isi firmanNya dengan membaca Alkitab dengan rajin.  Jika ada bagian yang sulit Anda mengerti, jangan ragu untuk bertanya kepada para pengajar/pembimbing rohani Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Atas petunjuk peringatan-peringatanMu aku bergembira, seperti segala harta.” – Mzm.119:14&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5543216110016152544?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5543216110016152544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5543216110016152544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/ii-petrus-3-1-3-kamis-4.html' title='II Petrus 3: 1-3 (Kamis, 4 )'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8323608805837789820</id><published>2008-12-01T19:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-01T19:18:30.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yesaya 40: 27-31 (Rabu, 3)</title><content type='html'>Walau bangsa Yehuda mengetahui bahwa penderitaan yang terjadi tidak luput dari kesalahan mereka sendiri yang tetap melawan Allah, namun itu bukan berarti penderitaan itu menjadi mudah bagi mereka.  Tetap saja penghukuman Allah itu terasa menyakitkan bagi mereka dan berat untuk dilalui.  Tetapi dalam kondisi demikianlah, Tuhan justru semakin dapat menyatakan kasih dan penghiburan kepada bangsa yang dikasihiNya.&lt;br /&gt;1. Ayat 27: Apa yang dikeluhkan bangsa Yehuda pada saat menerima kenyataan penghukuman Allah tersebut?&lt;br /&gt;2. Pernahkah Anda memiliki perasaan dan pikiran yang demikian terhadap Allah saat Anda dihadapkan dengan kesulitan hidup? Bagaimana akhirnya Anda dapat bangkit kembali dalam kepercayaan Anda kepada Allah?&lt;br /&gt;3. Ayat 28: Apa isi berita penghiburan dari Allah kepada umatNya?  Bagaimana Allah menyampaikan berita tersebut kepada umatNya?&lt;br /&gt;4. Ayat 30-31: Apa perbedaan yang akan terjadi pada diri orang-orang yang tetap berharap kepadaNya dan yang putus asa tidak mau lagi berharap kepada Allah? &lt;br /&gt;5. Bersediakah Anda berperan seperti Yesaya hari ini: menyampaikan penghiburan Allah kepada seseorang yang Anda kenal sedang lelah dalam pergumulannya? Sampaikanlah dengan berbagai cara-kemudahan yang Anda miliki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;Dalam penderitaannya, bangsa Yehuda merasa bahwa Allah meninggalkan mereka. Bangsa Yehuda berkata ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan dan hakku tidak diperhatikan Allah’.  Mereka merasa bahwa Allah tidak lagi peduli, bahkan hak-hak mereka sudah tidak diperhitungkan lagi oleh Allah.  Tetapi Allah tidak tinggal diam, Allah tidak seperti yang mereka pikirkan. Melalui nabi Yesaya, Allah menyampaikan bahwa Ia adalah penguasa hidup mereka dan tidak pernah lelah memperhatikan kehidupan umatNya, sekalipun umatNya cenderung memberontak terhadap pimpinanNya. Ia mengajak umatNya untuk terus menantikan pertolongan Tuhan dan tidak menjadi lelah.  Sebab orang yang tetap berharap pada Tuhan akan kuat seperti burung rajawali. Terkadang bila kita mendapati kesulitan dalam hidup ini, tidak jarang kita melakukan hal yang sama seperti bangsa Yehuda.  Kita menilai Allah dalam penilaian kita sendiri, memikirkan tentang Allah seperti yang kita kehendaki.  Sehingga kita sampai pada kesimpulan bahwa penderitaan menjadi tanda bahwa Allah mengabaikan kita. Kita dengan mudahnya menyamakan pikiran Allah dengan pikiran kita. Sehingga akhirnya kita menjadi lelah dan lesu, bahkan menyerah. Hal seperti itu terkadang tidak bisa dihindari, tetapi firman Tuhan mengingatkan kepada kita, jika saat ini kita letih lesu karena beban hidup kita, mari tetap percaya kepada Allah untuk mendapatkan kekuatan kembali.  Jangan batasi Allah dengan pikiran manusia yang terbatas untuk menyelami hikmat dan rencanaNya.  Jika kita mengetahui ada orang-orang tertentu yang sedang lelah dalam pergumulan, mari kita menyampaikan berita penghiburan Allah ini kepada mereka, sama seperti Yesaya menyampaikan kepada bangsa Yehuda.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika Anda mulai membatasi Allah dalam pikiran Anda sendiri, maka keadaan Anda akan benar-benar menjadi terbatas&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8323608805837789820?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8323608805837789820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8323608805837789820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/12/yesaya-40-27-31-rabu-3.html' title='Yesaya 40: 27-31 (Rabu, 3)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5392699731261757733</id><published>2008-11-30T21:00:00.001+07:00</published><updated>2008-11-30T21:08:36.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yesaya 40: 9-26 (Selasa, 2)</title><content type='html'>Peringatan-peringatan Allah tidak ditanggapi serius oleh bangsa Yehuda, padahal mereka mengetahui bahwa semakin mereka melawan Allah, maka itu berarti semakin menambah penderitaan hidup mereka sendiri pada akhirnya. Bangsa Yehuda terus hidup dalam penyembahan berhala sehingga Allah menghukum mereka kembali dengan menyerahkan Yerusalem dihancurkan oleh Babel dan mereka dibawa ke dalam pembuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ayat 10-11: Tuhan seperti apakah yang diperlihatkan kepada bangsa Yehuda melalui nubuatan nabi Yesaya?&lt;br /&gt;2. Ayat 12-14, 22-24:  Tuhan seperti apa yang disebutkan dalam ayat-ayat ini ini? &lt;br /&gt;3. Ayat 18, 25: Melalui ungkapan di ayat 12-14, dengan siapa Tuhan diperbandingkan? (Ayat 16-17 dan  19-20)&lt;br /&gt;4. Ayat 21, 26: Apa ajakan Tuhan kepada bangsa Yehuda melalui firman tersebut?&lt;br /&gt;5. Jika dalam kehidupan bangsa Yehuda, Tuhan acapkali diperbandingkan dengan patung-patung berhala dan kekuatan bangsa lain yang lebih menjadi sandaran hidup mereka daripada Tuhan sendiri, kini renungkanlah: Dengan siapa kekuasaan dan kekuatan Tuhan acapkali diperbandingkan dalam hidup Anda, sehingga membuat Anda ragu untuk berserah total dalam iman kepadaNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;Dalam keadaan terpuruk, bangsa Yehuda masih mengandalkan kekuatan bangsa asing untuk menolongnya. Karena itu mereka kembali hidup mengikuti penyembahan berhala bangsa lain. Apa yang menjadi sumber kekuatan bangsa kafir menjadi sumber kekuatan bangsa Yehuda juga. Patung-patung buatan manusia disembah dan dipercaya mampu mengeluarkan mereka dari kesulitan.  Tuhan menyaksikan bahwa kehidupan umat yang dikasihiNya berusaha menandingkan kuasa Tuhan dengan ilah-ilah mereka. Karena itu Tuhan berfirman bahwa tidak ada yang sebanding dengan kuasa dan hikmatNya.  Manusia tidak dapat mengatur Allah dan kehendakNya.  Kekuatan bangsa-bangsa lain sehebat apapun tidak bisa menandingi Allah. Juga patung-patung yang terbuat dari emas sekalipun tidak bisa disamakan dengan Allah. Dalam keadaan demikian, firman Allah datang untuk mengajak bangsa Yehuda kembali hidup dalam penyembahan yang benar kepada Allah.  Sebab hanya Allah satu-satunya Allah.  Ia yang menciptakan dunia dan memegang kendali atasnya. Ia yang menetapkan segala sesuatu dalam kekuasaanNya. Ia tidak layak untuk diperbandingkan dengan siapapun dan apapun.  Ia memiliki kekuasaan mutlak atas hidup kita, karena itu sudah seharusnya kita menyerahkan diri dalam genggaman kuasaNya yang sempurna mengatur jalan hidup kita.  Hingga kini terkadang orang Kristen masih cenderung menghadirkan ‘saingan-saingan’ bagi Allah dalam dirinya.  Mitos, takhayul, benda tertentu dan pribadi tertentu kita percaya lebih daripada kepercayaan kita secara penuh kepada Allah.  Seakan-akan ada bagian-bagian tertentu dalam jalan hidup kita yang bukan ditentukan Allah tetapi ditentukan ketaatan atau kepercayaan kita kepada hal-hal semacam itu.  Mari percaya penuh kepada kekuasaan Allah atas hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak layak dibandingkan sebab tidak ada pembanding yang setara denganNya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5392699731261757733?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5392699731261757733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5392699731261757733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/yesaya-40-9-26-selasa-2.html' title='Yesaya 40: 9-26 (Selasa, 2)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8645134915144121188</id><published>2008-11-30T20:57:00.000+07:00</published><updated>2008-11-30T20:59:20.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yesaya 40: 1-8 (Senin, 1)</title><content type='html'>Yesaya 40-66 berisi nubuat tentang pembebasan bangsa Yehuda dari pembuangan. Mereka telah kalah dan dibuang ke Asyur. Melalui para nabiNya, Tuhan terus memperingatkan bangsa Yehuda untuk bertobat supaya terhindar dari penghukuman yang sama. Allah terus berusaha menyadarkan umatNya akan siapa mereka dan siapa Allah. &lt;br /&gt;1. Ayat 6-7: Dalam kondisi terpuruk karena penghukuman Allah atas kekerasan hati mereka, bagaimana Allah mengingatkan bangsa Yehuda akan keberadaan mereka sebagai manusia?  &lt;br /&gt;2. Apa maksud dari penggambaran manusia seperti rumput di ayat?&lt;br /&gt;3. Ayat 8: Dalam kehidupan manusia yang seperti itu, apa yang tidak boleh manusia lupakan tentang Allah? &lt;br /&gt;4. Apa akibatnya bila keyakinan “firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” tidak manusia miliki dalam hidupnya yang seperti rumput? &lt;br /&gt;5. Sebaliknya, apa yang akan terjadi bila manusia tidak mau menyadari hidupnya seperti rumput?  Bagaimana ia memperlakukan firman Allah dalam hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Yehuda dalam penderitaannya seharusnya bisa mengambil hikmah atas semua yang sudah terjadi. Melalui nabi Yesaya, Tuhan memperingatkan bangsa Yehuda bahwa kehidupan manusia seperti rumput yang bisa mengering dan bunga yang dapat menjadi layu karena tiupan angin.  Manusia bisa menggalang kekuatannya sedemikian rupa bak rumput dan bunga yang tumbuh subur, tetapi semua itu tidak ada bandingnya dengan kekuasaan Allah.  Hembusan nafas Allah dapat menghancurkan semuanya. Dengan kata lain, melalui penderitaan hukuman yang harus ditanggung bangsa Yehuda, Tuhan Allah bermaksud memperingatkan mereka akan keterbatasan dan kemuliaan manusia yang hanya semu belaka.  Dalam kesadaran yang demikian, maka seharusnya bangsa Yehuda tidak terus memberontak di hadapan Allah, melainkan tunduk kepada kekuasaan Allah.  Namun meski demikian kenyataannya, Allah tidak membiarkan manusia terpuruk dalam keterbatasannya, melainkan mengajak umatNya untuk percaya kepada kesetiaan Allah dalam firmanNya, sebab firman Allah itu tetap untuk selama-lamanya.  Apabila kita menolak untuk percaya dan mengandalkan firmanNya, maka kehidupan kita akan diwarnai dengan keputusasaan, pesimisme, dan kesia-siaan belaka sebab kita tahu semuanya akan berlalu begitu saja dalam kefanaan manusia.  Sebaliknya, apabila kita mencoba untuk terus mengingkari bahwa kita dihadapkan dengan keterbatasan dan kefanaan, maka kita akan menjadi orang yang sepertinya tidak membutuhkan Tuhan dan firmanNya, berdiri dalam dunia mimpi, dan ketika kenyataan rapuhnya manusia itu terjadi, kita akan menjadi orang yang tidak bisa berdamai dengan keadaan.  Bila tidak mampu berdamai dengan keadaan, maka tentunya akan sulit pula untuk berdamai dengan Tuhan dan firmanNya saat kerapuhan manusia itu mulai dirasakan dan dialami dengan sendirinya.  Padahal tanpa Allah, manusia itu sendiri akan semakin rapuh dan nampak kefanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kekuasaan Allah memperlihatkan dengan jelas keterbatasan manusia yang hidup tanpa Allah&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8645134915144121188?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8645134915144121188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8645134915144121188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/yesaya-40-1-8-senin-1.html' title='Yesaya 40: 1-8 (Senin, 1)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7215747474624122024</id><published>2008-11-28T14:52:00.001+07:00</published><updated>2008-11-28T14:56:33.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 80:1-8 (Minggu, 30)</title><content type='html'>Berdasarkan isinya, Mazmur 80 dapat digolongkan sebagai mazmur ratapan.  Sedangkan beberapa penafsir yang lebih melihat pada fungsinya menyebutnya sebagai mazmur permohonan.  Peristiwa sejarah yang melatar-belakangi mazmur ini sulit dipastikan.  Tema peperangan memang menonjol dalam mazmur ini.  Namun, perang yang mana dan kana?  Seperti kita kita tahu, umat Israel telah berulang kali mengalami penderitaan karena perang.  Ada beberapa penafsir yang menduga mazmur ini berasal dari zaman raja Hizkia, namun bukti untuk pendapat ini tidaklah terlalu kuat.  Karena itu, daripada memaksakan latar belakang sejarah tertentu, lebih baik kita mendekati mazmur ini melalui tema besarnya, yaitu permohonan kelepasan dari penindasan.&lt;br /&gt;1. Ay. 2-3.  Di sini Allah disebutkan sebagai Gembala Israel.  Menurut Anda , mengapa?  Tindakan apa yang mereka harapkan dari Allah?&lt;br /&gt;2. Ayat 5-7.  Penderitaan apa saja yang mereka alami?  Menurut mereka, apa yang menyebabkan penderitaan itu? (ay.5)&lt;br /&gt;3. Ay.4 dan 8.  Dua ayat ini (dan juga ay.15 dan ay.20) merupakan refrain dari nyanyian ini.  Apa isi refrain ini? Apa hubungannya dengan keadaan yang mereka alami?&lt;br /&gt;4. Penderitaan terberat apakah yang pernah Anda alami dalam hidup Anda?  Bagaimana Anda menghadapinya?  Sejauh manakah campur tangan Tuhan dalam situasi tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bait pertama dari Mazmur ini membawa mereka kepada kenangan indah pada masa lalu ketika Tuhan menjadi gembala mereka.  Mereka ingat keperkasaan Tuhan yang telah menyertai nenek moyang mereka, Yusuf.  Keperkasaan Allah itulah yang sekarang mereka rindukan.  Mereka berseru agar Allah yang perkasa datang menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka.  &lt;br /&gt;Namun, keindahan hubungan mereka dengan Tuhan itu hanya tinggal kenangan bagi mereka.  Keadaan yang terjadi sekarang sangat berbeda.  Alih-alih merasakan hubungan yang indah itu, mereka justru sedang merasakan murka-Nya.  Ratapan dan tangisan menjadi makanan mereka setiap hari.  Mereka juga mengalami penderitaan secara sosial.  Mereka menjadi bahan olok-olokan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka.&lt;br /&gt;Dalam keadaan itulah mereka berseru.  Seruan mereka berisi pengakuan iman sekaligus permohonan.  Dalam pengakuan iman itu terungkap dua sifat Tuhan yang penting, yaitu kuasa-Nya (pencipta dan penguasa alam semesta) dan kasih-Nya kepada mereka (digambarkan dengan wajah-Nya yang bersinar).  Dilandasi pengakuan iman seperti itulah mereka memohon agar Tuhan memulihkan dan menyelamatkan mereka.&lt;br /&gt;Kita semua tentu pernah mengalami hubungan yang manis dengan Tuhan.  Kita juga berulang kali melihat ”keperkasaan” Tuhan yang terjadi dalam kehidupan kita sendiri, atau dalam keluarga kita.  Namun, masihkah Anda mengalami semua itu sampai sekarang?   Atau, semua itu hanya menjadi kenangan masa lalu?  Pemikiran dan perasaan seperti itu kerap muncul ketika Anda sedang menghadapi penderitaan dan kesukaran besar dalam hidup Anda.  Jika demikian, sudah waktunya untuk menyegarkan kembali iman Anda.  Nikmatilah kembali persekutuan indah dengan-Nya, ketika Anda berdoa, membaca firman-Nya dan memuji nama-Nya. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jika kita kehilangan indahnya persekutuan dengan Dia, kita tidak akan sanggup menghadapi kesulitan hidup yang menghadang kita.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7215747474624122024?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7215747474624122024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7215747474624122024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/mazmur-801-8-minggu-30.html' title='Mazmur 80:1-8 (Minggu, 30)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7049756418671626857</id><published>2008-11-28T14:46:00.001+07:00</published><updated>2008-11-28T14:50:48.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Markus 24:24-32 (lanjutan; Sabtu, 29)</title><content type='html'>Menjawab pertanyaan para murid mengenai tanda akhir zaman (13:4), Yesus sekali lagi mengajak mereka memperhatikan alam di sekitar mereka.  Selain memperhatikan gejala alam yang besar: matahari, bulan dan bintang-bintang, mereka juga harus memperhatikan tanda lain yang lebih sederhana namun lebih dekat dengan mereka, yaitu pohon ara.  Di tanah Palestina kebanyakan pohon tetap hijau daunnya di sepanjang tahun.  Tapi tidak demikian dengan pohon ara.  Daun-daun pohon ara akan habis berjatuhan selama musim gugur.  Pada musim semi cabang-cabangnya mulai mengeluarkan getah dan kemudian bertunas.  Jika tunas-tunas daun ara mulai bermunculan, itu berarti bahwa musim panas akan segera datang.  &lt;br /&gt;1. Ay. 28-29.  Dengan ilustrasi pohon ara ini, pelajaran apa yang hendak Yesus sampaikan kepada para murid-Nya?  Apa hubungannya dengan keadaan murid pada waktu itu?  Apa hubungannya dengan para pembaca Injil Markus (yaitu gereja mula-mula)?  Apa hubungannya dengan kita, anggota jemaat masa kini?&lt;br /&gt;2. Ay. 30-31.  Menurut Anda, siapakah yang dimaksudkan Yesus dengan ”angkatan ini”: para murid-Nya, atau semua orang yang sezaman dengan Yesus, atau anggota jemaat gereja mula-mula, atau orang-orang Kristen masa kini?  Apa tujuan Yesus mengungkapkan kalimat ini?  Apa hubungannya dengan perkataan-Nya yang tidak akan berlalu?&lt;br /&gt;3. Ay. 32.  Apa hubungan kalimat ini dengan tanda-tanda yang diungkapkan Yesus di ayat-ayat sebelumnya?  Apa tujuan Yesus menegaskan misteri waktu akhir zaman?&lt;br /&gt;4. Menurut Anda, bagaimanakah cara yang terbaik bagi murid-murid Kristus (termasuk orang-orang Kristen masa kini) untuk mempersiapkan diri menghadapi akhir zaman?  Apa yang harus kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat-ayat terdahulu, Yesus telah menyatakan bahwa menjelang datangnya akhir zaman para murid akan mengalami siksaan yang berat (13:14 dst).  Tahapan perkembangan daun pohon ara yang digunakan sebagai ilustrasi di sini akan sangat penting artinya bila dihubungkan dengan penderitaan yang harus mereka hadapi itu.  Setelah musim gugur (yaitu masa ketika daun-daun pohon ara berjatuhan) akan datang musim semi (yaitu ketika daun-daun itu bertunas) , dan akan segera disusul dengan musim panas (pohon ara itu akan berbunga dan kemudian menghasilkan buah).  Seperti mereka mengamati dan menantikan siklus pertumbuhan pohon ara ini, demikianlah seharusnya mereka menghadapi datangnya akhir zaman: dengan hati yang mantap dan penuh pengharapan.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan gereja di sepanjang sejarah, di segala tempat, kita dapat melihat siklus itu terjadi berulang-ulang.  Masa-masa penuh penderitaan, tekanan, bahkan penganiayaan terjadi terhadap murid-murid Kristus dari zaman ke zaman.  Sampai kapan?  Sampai seluruh ”angkatan ini” berlalu. Bagaimanapun kita memahami istilah tersebut, sangat jelas bahwa kita termasuk dalam ”angkatan” yang disebutkan Yesus itu karena kita juga melihat (bahkan,sebagian dari kita juga mengalami) penderitaan dan penganiayaan terhadap murid-murid Kristus.  Bersandarlah kepada firman-Nya yang kekal, agar Anda mampu melewati masa-masa sukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Markus 13:31)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7049756418671626857?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7049756418671626857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7049756418671626857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/markus-2424-32-lanjutan-sabtu-29.html' title='Markus 24:24-32 (lanjutan; Sabtu, 29)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2163200409639984843</id><published>2008-11-25T23:20:00.000+07:00</published><updated>2008-11-25T23:21:15.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Markus 13:24-32 (Jumat, 28)</title><content type='html'>Bacaan kita hari ini merupakan bagian dari rangkaian khotbah Yesus mengenai akhir zaman.  Khotbah panjang ini dicatat oleh Markus sejak pasal 13:1.  Menjawab pertanyaan para murid-Nya (13:4), Yesus menyampaikan beberapa tanda yang akan terjadi menjelang datangnya akhir zaman.  Perlu dicatat bahwa tanda-tanda ini tidak disusun secara kronologis (berurut-urutan waktu kejadiannya).  Yesus hanya mengungkapkan apa yang akan terjadi, bukan kapan waktunya.  Jadi tanda-tanda ini tidak dapat digunakan untuk meramalkan waktu terjadinya akhir zaman.  Tanda-tanda ini diungkapkan supaya murid-murid-Nya selalu berjaga-jaga (13:33).&lt;br /&gt;1. Ay. 24-25.  Kedatangan Mesias di akhir zaman ditandai dengan gejala-gejala alam yang terjadi di angkasa, melibatkan matahari, bulan dan bintang-bintang.  Menurut Anda, apakah Yesus sedang membicarakan gejala-gejala di angkasa itu  sebagai suatu kejadian yang nyata (hurufiah) atau sebagai sebuah kiasan?  Dari ungkapan Yesus ini, hal apa yang dapat kita pelajari tentang akhir zaman?&lt;br /&gt;2. Ay. 26-27.  Dengan cara bagaimanakah Messias akan datang di akhir zaman?  Apa yang hendak diungkapkan dengan cara tersebut?  Menurut Anda, suasana seperti apakah yang akan mengiringi kedatangan-Nya?&lt;br /&gt;3. Dari dua keadaan yang disampaikan Yesus (yaitu alam semesta yang bergoncang dan suasana di awan-awan), apa yang hendak Yesus ajarkan kepada mereka? Bagaimanakah seharusnya murid-murid Yesus menyambut kedatangan-Nya di akhir zaman?&lt;br /&gt;4. Bagi Anda sendiri, apakah akhir zaman merupakan saat-saat yang menakutkan?  Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Walter W. Wessel dalam 49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. tafsirannya untuk Inji lMarkus dengan terus terang mengakui bahwa memang sulit untuk memastikan apakah gejala-gejala alam yang disebutkan di sini harus dipahami secara hurufiah atau figuratif (sebagai kiasan).  Namun demikian, cukup jelas untuk dimengerti bahwa Yesus menyebutkan tanda-tanda alam ini untuk mengajarkan dua hal penting tentang akhir zaman.  Pertama, akhir zaman itu bersifat universal (melibatkan seluruh alam semesta).  Kedua, akhir zaman itu akan datang secara tiba-tiba, tidak dapat diramalkan waktunya secara pasti meskipun kita dapat melihat tanda-tandanya (seperti datangnya bencana alam yang juga mendadak).&lt;br /&gt;Kedahsyatan gejala alam yang terjadi secara tiba-tiba itu memang menakutkan bagi siapa saja.  Namun, ada suasana berbeda terjadi di angkasa: Sang Juruselamat datang dengan kekuasaan dan kemulian-Nya, diiringi oleh malaikat-malaikat-Nya.  Bagi mereka yang percaya kepada-Nya, kemegahan ini akan melenyapkan segala ketakutan mereka.   Di samping adanya rasa ingin tahu, di dalam pertanyaan para murid mengenai tanda-tanda akhir zaman rupanya juga terselip kecemasan.  Kecemasan yang sama juga sering kita jumpai pada mereka yang ingin meramal dan mengetahui waktu akhir zaman itu secara rinci dan pasti.  Sebaliknya, kecemasan yang sama juga tersembunyi di hati mereka yang bersikap tidak peduli.  Bagaimana dengan Anda?  Masihkah ada hal-hal yang membuat Anda cemas akan akhir zaman?  Sudah siapkah Anda bertemu dengan Dia, sang Juruselamat dunia? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagi mereka yang percaya kepada-Nya akhir zaman bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan saat-saat yang agung dan penuh kemuliaan.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2163200409639984843?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2163200409639984843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2163200409639984843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/markus-1324-32-jumat-28.html' title='Markus 13:24-32 (Jumat, 28)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1723441021105579849</id><published>2008-11-25T23:19:00.000+07:00</published><updated>2008-11-25T23:20:04.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Korintus 1:10-17 (Kamis, 27)</title><content type='html'>Setelah menyampaikan salam dan memanjatkan syukur, Paulus langsung membahas salah satu masalah penting dalam jemaat ini: bahaya perpecahan.  Rupanya setelah Paulus meninggalkan kota ini ada beberapa pengajar dan pengkhotbah yang datang melayani jemaat ini.  Di antara mereka termasuk Apolos – seorang pengkhotbah muda yang berbakat – dan Kefas yang juga lebih dikenal sebagai Petrus.  Di kalangan jemaat ini, mereka masing-masing mempunyai “penggemar” mereka sendiri.  Sayang sekali, perkembangan lebih lanjut justru menjurus kepada gejala yang tidak sehat, yaitu terbentuknya golongan-golongan di dalam jemaat.&lt;br /&gt;1. Ay. 10.  Paulus menegaskan bahwa nasihatnya ini diberikan “demi nama Tuhan Yesus Kristus.”  Mengapa hal ini perlu ditegaskan?&lt;br /&gt;2. Ay. 11-12.  Menurut Anda, apakah gejala perpecahan semacam ini dapat terjadi pada gereja masa kini?  Apa kesimpulan Anda?  Dan bagaimana mencegahnya?&lt;br /&gt;3. Ay. 13-16.  Perhatikan cara Paulus memberikan nasihat untuk menyatukan kembali golongan-golongan yang sudah terlanjur terbentuk itu.  Hal apa saja yang dapat kita pelajari dari cara Paulus ini?&lt;br /&gt;4. Ay. 17.  Apa yang ditegaskan Paulus dengan kalimatnya ini?  Sebutkanlah minimal dua hal.  Bagaimana Anda menerapkan dua hal tersebut dalam pelayanan Anda?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti diuraikan kemarin, jemaat Korintus sedang dirundung berbagai persoalan, baik yang bersifat eksternal maupun internal.  Di antara kedua macam masalah ini, ternyata Paulus memilih untuk lebih dahulu membahas yang bersifat internal, yaitu ancaman perpecahan.  Sebuah pilihan yang bijaksana, bukan?  Jika anggota jemaat tidak dapat bersatu, bagaimana mungkin mereka mampu menghadapi tantangan-tantangan dari luar?&lt;br /&gt;Terbentuknya golongan-golongan di dalam sebuah jemaat merupakan gejala yang sangat berbahaya.  Selain mempunyai tokohnya masing-masing, di dalam golongan-golongan semacam ini sering kali juga terselip kepentingan-kepentingan pribadi.  Golongan-golongan semacam itu sesungguhnya merupakan benih-benih perpecahan dan karenanya harus segera diatasi.  Harus diakui, bahwa upaya menghilangkan golongan-golongan semacam itu bukanlah sesuatu yang mudah.  Bahkan jika ketika hal semacam ini terjadi di gereja modern, sering kali akan berujung pada perpecahan.  Untuk mencegah dan mengatasinya diperlukan kesungguhan dan kerja sama, baik dari pihak pemimpin maupun anggota jemaat.&lt;br /&gt;Daalam bacaan hari ini, ada dua hal yang dilakukan Paulus untuk mengatasi perpecahan dalam jemaat.  Pertama, Paulus mengajak jemaat untuk menempatkan Yesus Kristus di tempat yang seharusnya, yaitu sebagai pusat dari semua kegiatan ibadah dan pelayanan kita.  Tidak ada tokoh, pendeta atau pemimpin – sebagaimanapun hebat kharismanya – yang dapat menggantikan sentralitas Kristus dalam hidup bergereja.  Jika sentralitas Kristus digeser, perpecahan akan segera terjadi.  Kedua, Paulus mulai dari dirinya sendiri.  Secara terbuka Paulus menolak dirinya ditokohkan dan diidolakan. Sungguh tidak mudah bersikap dewasa seperti ini. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam hidup bergereja, jika sentralitas Yesus Kristus tergusur, maka perpecahan akan segera terjadi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1723441021105579849?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1723441021105579849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1723441021105579849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/1-korintus-110-17-kamis-27.html' title='1 Korintus 1:10-17 (Kamis, 27)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3838087917735234068</id><published>2008-11-25T23:17:00.000+07:00</published><updated>2008-11-25T23:19:09.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Korintus 1:4-9 (Rabu, 26)</title><content type='html'>Seperti layaknya sebuah kota pelabuhan, kota Korintus dipenuhi oleh imigran yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia.  Selain meramaikan perekonomian di kota ini, para pendatang ini juga membawa berbagai masalah sosial.  Kebobrokan moral (terutama yang berkait dengan dosa seksual) yang bercampur-aduk dengan pemujaan dewa-dewi Yunani-Romawi adalah tantangan berat yang harus dihadapi oleh jemaat Kristen di Korintus.  Masalah eksternal ini masih diperparah oleh berbagai masalah internal di antara anggota jemaat sendiri.  Tidak mengherankan bila jemaat Korintus dikenal sebagai jemaat yang paling bermasalah di antara jemaat purba.&lt;br /&gt;1. Ay. 4.  Meski jemaat Korintus dirundung banyak masalah, namun Paulus tetap mengawali suratnya dengan ucapan syukur.  Kepada siapakah Paulus mengucap syukur?  Mengapa?  Apa yang dapat kita pelajari dari sikap Paulus ini?&lt;br /&gt;2. Ay. 5-7.  Anugerah apa sajakah yang dikaruniakan Tuhan kepada jemaat Korintus? (ay.5,7)  Apa kesimpulan Anda mengenai kasih karunia Tuhan kepada mereka?&lt;br /&gt;3. Ay. 8-9.  Kepada jemaat Korintus, Paulus menegaskan kesetiaan Allah.  Dalam hal apakah mereka membutuhkan kesetiaan Allah itu? (ay.8)  Apa hubungannya dengan kondisi moral kota Korintus?&lt;br /&gt;4. Jika Anda adalah anggota jemaat Korintus, apa yang akan Anda lakukan untuk membalas kebaikan dan kesetiaan Allah itu?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jemaat Korintus dapat disebut sebagai jemaat yang sarat dengan masalah, dan yang sangat menyusahkan Paulus.  Namun demikian Paulus tetap mengawali suratnya dengan ungkapan syukur.  Tentu saja, Paulus bukan bersyukur atas banyaknya masalah itu.  Paulus bersyukur karena di tengah tantangan yang demikian berat, kasih karunia Tuhan bagi jemaat ini juga berlimpah-ruah.  Selain kaya dalam segala macam perkataan dan pengetahuan (dengan kata lain unggul dalam dogma dan pengajaran), anggota jemaat mereka juga memiliki karunia-karunia pelayanan yang sangat lengkap.  Bukankah kenyataan ini sangat pantas untuk disyukuri?&lt;br /&gt;Berbagai masalah yang menerpa hidup kita – baik dalam keluarga, pekerjaan, atau pelayanan – sering membuat kita kehilangan rasa syukur kita.  Perhatian kita tertuju hanya kepada masalah-masalah tersebut sehingga kita tidak mampu melihat anugerah Tuhan kepada kita.  Sikap seperti inilah yang sering membuat kita semakin terpuruk.  Paulus mengajak kita melihat sebuah fakta penting bahwa sebanyak dan seberat apapun masalah kita, itu semua tidak akan mengurangi kasih karunia Tuhan kepada kita.&lt;br /&gt;Sebaliknya, justru semakin berat tantangan yang harus kita hadapi maka semakin nyata pula kesetiaan Tuhan kepada anak-anak-Nya.  Mereka tidak mungkin memisahkan diri dari lingkungan/ masyarakat mereka.  Namun, membendung pengaruh buruk dari masyarakat yang rusak moral juga tidak mudah.  Syukurlah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya berjuang sendirian.  Dialah yang meneguhkan umat-Nya hingga tak bercacat sampai kesudahannya.  Kesetiaan Allah yang sama juga akan menyertai pergumulan dan perjuangan umat-Nya di masa kini. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebanyak dan seberat apapun masalah yang Anda hadapi tidak akan dapat mengurangi kasih karunia Tuhan kepada Anda.  Jadi, tetaplah bersyukur!&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3838087917735234068?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3838087917735234068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3838087917735234068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/1-korintus-14-9-rabu-26.html' title='1 Korintus 1:4-9 (Rabu, 26)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8153262203270767263</id><published>2008-11-23T19:26:00.001+07:00</published><updated>2008-11-23T19:28:59.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yesaya 64:8-12 (Selasa, 25)</title><content type='html'>Rasa bersalah sering membuat seseorang menghindar dari orang lain, terutama orang yang terkait langsung dengan tindakannya itu.  Demikian juga, kesadaran akan dosa membuat seseorang cenderung menghindar dari Tuhan.  Dengan kata lain, dosa memberi dampak sosial dan spiritual yang menghancurkan hubungan seseorang dengan Tuhan dan sesamanya.  Padahal ketika jatuh di dalam dosa, seseorang justu membutuhkan pertolongan, baik dari Tuhan maupun dari sesama.  Syukurlah bahwa seperti itu tidak terjadi pada umat Israel.  Ketika menyadari keberdosaannya mereka justru mengarahkan pandangan mereka kepada kasih Tuhan.  Bagian inilah yang hendak kita pelajari dalam bacaan hari ini.  &lt;br /&gt;1. Ay. 8-9.  Dengan sebutan apakah mereka memanggil Tuhan?  Apa hubungannya dengan keadaan mereka?&lt;br /&gt;2. Ay. 10-11.  Dosa ternyata membawa dampak bagi beberapa aspek kehidupan mereka.  Dampak apa saja yang disebutkan di sini?&lt;br /&gt;3. Ay. 12.  Apa yang mereka harapkan dari Tuhan?&lt;br /&gt;4. Pada waktu Anda jatuh dalam dosa, aspek-aspek apa sajakah dalam hidup Anda yang terkena dampaknya?  Hal apa yang biasanya membuat Anda bangkit kembali?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu seseorang sadar akan dosa-dosanya, apa yang harus dilakukannya kemudian?  Bertobat, tentu saja.  Namun, sebelum sampai ke titik pertobatan ada baiknya kita mengingat sebuah hal penting yang terkait dengan hubungan kita dengan Tuhan.  Dalam pergumulannya menghadapi dosa Yesaya memanggil Tuhan dengan sebutan yang unik, yaitu Bapa.  Sebutan Bapa mengungkapkan beberapa aspek penting hubungan kita dengan Tuhan.  Pertama, sebutan itu menyadarkan kita akan keagungan-Nya sebagai Pencipta (ay.8).  Kita memanggil Dia Bapa karena Dialah yang menciptakan kita.  Kedua, sebutan itu memantapkan posisi kita sebagai umat kepunyaan-Nya (ay. 9b).&lt;br /&gt;Sebutan Bapa mengungkapkan adanya jaminan bahwa Tuhan akan menerima kita yang telah jatuh dalam dosa.  Sebutan Bapa juga membangkitkan pengharapan kita bahwa Dia akan memulihkan kehidupan kita.  Separah apapun dosa telah merusak keadaan kita dan memporak-porandakan hidup kita, Dia sanggup memulihkannya.  Kita mempunyai Bapa yang mempedulikan umat-Nya, dan yang akan bertindak untuk menolong kita.&lt;br /&gt;Ketika jatuh dalam dosa kita sering merasa putus asa.  Kita putus asa melihat begitu parahnya keadaan kita.  Kita menganggap hidup kita sudah hancur dan tidak ada seorangpun yang sanggup menolong kita.  Benarkah demikian?  Tentu saja, tidak!  Kita mempunyai Tuhan yang sentiasa peduli terhadap kita.  Kita mempunyai Tuhan yang siap menolong kita.  Kita mempunyai Bapa yang selalu mengasihi kita. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. (Yesaya 49:16)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8153262203270767263?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8153262203270767263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8153262203270767263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/yesaya-648-12-selasa-25.html' title='Yesaya 64:8-12 (Selasa, 25)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7631342355669878815</id><published>2008-11-23T19:23:00.001+07:00</published><updated>2008-11-23T19:25:48.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yesaya 64:1-7 (Senin, 24)</title><content type='html'>Sejak pasal 60, sebagian besar nubuatan Yesaya berbicara mengenai kemuliaan bangsa Israel di masa yang akan datang.  Mereka akan membangun kembali negeri mereka dan mendiaminya dengan aman.  Tentu saja, setiap orang yang mendapatkan penglihatan seperti ini akan dipenuhi dengan kerinduan yang besar untuk segera melihat semua itu menjadi kenyataan.  Namun, ditengah berkobarnya pengharapan di hatinya, Yesaya teringat akan dosa-dosa umat Tuhan.  Mewakili rekan-rekan sebangsanya, Yesaya meratap dan mohon ampun atas dosa-dosa mereka.  Bacaan hari ini merupakan bagian dari pengakuan dosa yang sudah dimulai dari pasal 63:7.&lt;br /&gt;1. Ay. 1-4.  Peristiwa apa yang hendak diungkapkan di ayat 1-2? (bandingkan dengan Keluaran 19:16-19).  Apa sajakah sifat-sifat Tuhan yang terungkap dari ayat 3-4?  Sebutkan minimal tiga hal.&lt;br /&gt;2. Ay. 5-7.  Melalui pengakuan ini kita juga dapat menemukan beberapa aspek pemahaman Perjanjian Lama mengenai dosa.  Temukanlah paling sedikit tiga aspek penting mengenai dosa dalam ayat-ayat ini.&lt;br /&gt;3. Memperhatikan sifat-sifat Tuhan dan membandingkannya dengan dosa-dosa umat-Nya, apa kesimpulan Anda mengenai masa depan mereka?&lt;br /&gt;4. Dalam kehidupan Anda sendiri, masih adakah dosa yang Anda pelihara sampai sekarang?  Apa dampaknya bagi kehidupan Anda?  Apa sajakah langkah-langkah konkrit yang akan Anda lakukan untuk membereskan hal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa alam yang dahsyat (badai besar, petir di angkasa, gempa bumi, dan gunung yang bergoncang) sering dihubungankan dengan kehadiran Tuhan.  Kedatangan Tuhan dari sorga membuat langit terkoyak dan bumi bergetar.  Semua itu mempunyai arti penting bagi umat-Nya.  Kehadiran-Nya (yang disertai dengan tanda-tanda keperkasaan-Nya) sangat dinanti-nantikan oleh umat-Nya.  Mereka berharap Tuhan yang perkasa akan segera bertindak, menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka.&lt;br /&gt;Namun, bacaan kita hari ini mengajak kita melihat sisi lain dari kehadiran-Nya.  Kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya ternyata juga membuat mereka sadar akan dosa-dosa mereka.  Di hadapan Tuhan yang mulia, kesalehan (atau kerohanian) mereka hanyalah seperti kain kotor, jauh dari standar kualitas yang seharusnya.  Hubungan mereka dengan Tuhan sedemikian buruk (tidak ada yang memanggil nama Tuhan).  Sedangkan dosa semakin berkuasa atas hidup mereka.&lt;br /&gt;Keadaan umat Tuhan pada waktu itu memang sangat memprihatinkan.  Namun, keadaan umat Tuhan di masa kini juga tidak kurang memprihatinkan dibandingkan mereka.  Tidak sedikit orang-orang Kristen yang mengabaikan hubungan mereka dengan Tuhan.  Kerohanian mereka tidak bertumbuh, dan bahkan dibiarkan terbengkalai tidak terurus.  Mereka menjalani hidup dengan standar kualitas yang jauh lebih rendah dari yang seharusnya, bahkan lebih buruk dari orang-orang yang tidak mengenal Allah.  Mereka membiarkan dosa menguasai hidup mereka.&lt;br /&gt;Prihatin terhadap keadaan orang lain tentu tidak salah.  Namun, jauh lebih penting untuk bertanya kepada diri Anda sendiri: ”Bagaimana keadaan saya?”  Bila Anda telah menyadari keberadaan Anda, tentu tidak cukup berhenti di sana.  Pulihkanlah hubungan Anda dengan-Nya. (tw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:2)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7631342355669878815?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7631342355669878815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7631342355669878815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/yesaya-641-7-senin-24.html' title='Yesaya 64:1-7 (Senin, 24)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1444927872137335193</id><published>2008-11-22T20:51:00.001+07:00</published><updated>2008-11-22T20:52:28.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Efesus 1: 3-23 (Minggu, 23)</title><content type='html'>Dalam tiga pasalnya yang pertama, surat Paulus kepada Jemaat Efesus ini ditulis dengan gaya penulisan meditatif dan puitis sebagai ungkapan doa Paulus. Melalui doa-doanya inilah kita bisa melihat titik berangkat pemikiran Paulus mengenai kesatuan orang percaya dengan Kristus yang pada akhirnya akan terjemahkan dalam praktik hidup sesehari orang-orang percaya.&lt;br /&gt;1. Di ayat 3-8 Paulus berbicara tentang berkat rohani. Dari semua ungkapan Paulus, hal-hal apakah yang diyakini Paulus sebagai berkat rohani yang dimiliki oleh orang-orang Kristen?&lt;br /&gt;2. Ayat 4, 17-18: Apa yang menjadi keyakinan dan permohonan Paulus setelah Ia mengucap syukur atas semua berkat rohani yang diterimanya?&lt;br /&gt;3. Simpulkanlah, apa keistimewaan doa Paulus yang Anda baca hari ini? Apa yang harus berubah dalam kehidupan doa Anda dengan Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama doa Paulus diawali dengan ucapan syukur untuk berkat rohani yang Allah berikan.  Berkat-berkat itu adalah tindakan pemilihan Allah atas kita untuk dapat menjadi anak-anak Allah di dalam penebusan Kristus. Bagian kedua Paulus menyatakan bahwa semua ini Allah lakukan dengan tujuan untuk membuat kita hidup kudus seperti tujuan awal rencana Allah dalam penciptaan manusia. Ungkapan ini sekaligus menyatakan kegagalan manusia untuk hidup sesuai rencana Allah.  Sehingga di bagian ketiga dalam doanya Paulus melahirkan permohonan agar Allah sendiri yang menolong kita, menjadikan mata hati kita terang supaya kita mengerti betapa mulianya karya Allah dan panggilan Allah atas diri kita semua untuk mengambil bagian dalam kekudusan Allah.  Melalui makna doa yang begitu dalam maka kita bisa melihat beberapa keistimewaan doa Paulus dan menarik teladan darinya, yaitu: ia tidak berdoa untuk hal-hal yang berbau materi atau segala kesenangan hidupnya sendiri, padahal surat ini ditulis pada saat Paulus sedang dalam penjara. Ia lebih berfokus pada berkat-berkat rohani yang Allah berikan dan tanggung jawabnya ‘mengelola’ berkat rohani tersebut dalam hidupnya sebagai pengikut Kristus. Ia justru meminta Allah memampukan dirinya dan jemaat memiliki mata hati yang terang (diterangi Allah) untuk dapat mengambil bagian dalam kekudusan hidup Allah dan akhirnya memuji kemuliaan Allah.  Hati di sini bukanlah semata sisi emosional manusia, melainkan batin manusia yang meliputi perasaan, pikiran, dan kehendak.  Jika semuanya diterangi oleh Allah, maka semuanya akan tersingkap, tidak akan ada lagi sisi yang gelap dalam hidup kita. Ketidakmampuan kita mengambil bagian dalam hidup kudus adalah karena hati yang gelap dan tidak mau diterangi oleh firman Tuhan.  Karena itu Paulus menyadari persoalan hati manusia dan meminta Allah yang membuat mereka memiliki hati yang terang sebagai perwujudan syukur yang tiada henti atas berkat-berkat rohani yang sudah Allah berikan. Bagaimana dengan doa-doa Anda? Sudahkah Anda mensyukuri berkat-berkat rohani Anda dari Allah? Bagaimana ucapan syukur tersebut mempengaruhi permohonan-permohonan doa Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjadi milik Allah adalah berkat hidup terbesar yang pernah kita miliki, tidak ada hal-hal lain yang mampu menandinginya&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1444927872137335193?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1444927872137335193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1444927872137335193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/efesus-1-3-23-minggu-23.html' title='Efesus 1: 3-23 (Minggu, 23)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3628821645911171943</id><published>2008-11-19T21:25:00.000+07:00</published><updated>2008-11-19T21:26:55.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 25: 31-46 (lanjutan; Sabtu 22)</title><content type='html'>Pengajaran Yesus mengenai penghakiman terakhir dilanjutkan dengan penjelasan mengenai cara hidup orang-orang yang akan masuk dalam kerajaanNya.&lt;br /&gt;1. Ayat 35-37 dan 42-43:  Bagaimana perbedaan cara hidup antara kambing dan domba itu diperlihatkan dengan jelas oleh Yesus?&lt;br /&gt;2. Apa yang menjadi pembelaan dari golongan kambing terhadap sikapnya? (ay.44)&lt;br /&gt;3. Ay. 40-41 dan 45: Bagaimana jawaban yang diberikan Yesus?  Siapa yang dimaksud dengan ‘saudara’ Yesus di ayat-ayat tersebut?&lt;br /&gt;4. Belajar dari perikop ini, bagaimana seharusnya praktik hidup orang-orang yang telah diselamatkan Allah terhadap sesama dan secara khusus kepada saudara seiman dalam Yesus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Renungan hari ini mengajak kita untuk memeriksa kembali kehidupan kita sebagai orang-orang beriman.  Orang yang masuk dalam Kerajaan Allah atau yang ditempatkan Allah di sisi kanan Allah memiliki karakteristik hidup yang penuh kasih dan kepedulian kepada sesama, sama seperti Kristus ketika Ia berada di dunia.  Karakteristik hidup yang mendatangkan syalom bagi sekitarnya.  Dan Tuhan Yesus memberikan contoh-contoh yang sederhana saja, tetapi seringkali luput dari perhatian kita.  Ia memperhatikan bagaimana sikap dan kepedulian kita kepada mereka yang sakit, kepada mereka yang membutuhkan makan dan minum, kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan moral yang lebih karena hidup dalam tekanan.  Yesus berkata, “...segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”  Sebutan saudara secara khusus mengacu kepada orang-orang percaya.  Bahkan ketika pengajaran ini disampaikan, Yesus sedang mengungkapkan keadaan para murid, utusan-utusan Injilnya yang mendapat perlakuan yang tidak layak dari orang-orang yang menolak Yesus.  Persoalan yang membedakan cara hidup kambing dan domba bukanlah urusan yang besar dan menakutkan seperti membunuh, menganiaya, merampas dan lain sebagainya. Melainkan karena kelalaian terhadap panggilan Allah untuk hidup dalam kasih kepada sesama, kelalaian untuk menangkap kesempatan melakukan sesuatu bagi Allah melalui sesamanya. Karena itu sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Allah, marilah kita memeriksa diri apakah hidup kita semakin hari semakin mirip dengan Kristus melalui hubungan dan interaksi kita dengan orang lain, kepada saudara seiman khususnya.  Proses identifikasi atau imitasi dengan Kristus sudah seharusnya melekat dalam hati kita, menjadi sebuah kerinduan yang mendalam dan perjuangan yang sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebagai saudara seiman, marilah bersama-sama saling menampakkan wajah Allah melalui kasih dan kepedulian kita satu sama lain &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3628821645911171943?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3628821645911171943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3628821645911171943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/matius-25-31-46-lanjutan-sabtu-22.html' title='Matius 25: 31-46 (lanjutan; Sabtu 22)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7887683475496586502</id><published>2008-11-19T21:22:00.000+07:00</published><updated>2008-11-19T21:24:53.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 25: 31-34; 41, 46 (Jumat, 21)</title><content type='html'>Sesuai dengan perkataan Alkitab, Kristus memang sudah datang untuk pertama kali dan sudah menegakkan kerajaanNya, tetapi belumlah sempurna.  KedatanganNya yang kedua akan menjadi puncak penyempurnaan pemerintahan Allah.  Kita yang hidup sekarang sedang menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali.  Bacaan hari ini mengajak kita mengingat akan nasib akhir manusia yang sudah Allah tentukan.  &lt;br /&gt;1. Ayat 31-33: Apa yang Allah lakukan pada saat kedatanganNya? Siapa saja yang akan menghadapi peristiwa ini?  &lt;br /&gt;2. Ayat 32-33: Siapa yang dimaksud dengan domba dan kambing? Apa yang dimaksud dengan kiri dan kanan Allah?&lt;br /&gt;3. Ayat 34, 41 dan 46: Bagaimana akhir hidup domba dan kambing itu ditentukan? Ada berapa kemungkinan yang bisa terjadi?&lt;br /&gt;4. Ayat 34: Bagaimana domba itu akhirnya bisa ditentukan untuk berada di sebelah kanan Allah? Jika demikian, apa yang dapat orang lakukan bila ingin mendapat tempat di sebelah kanan Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disepanjang Injil Matius terbentang tema tentang pemisahan dan penghakiman (3:12; 13:30).  Pasal 25 adalah bagian dari rangkaian pengajaran Yesus mengenai kedatangan kerajaan Allah dan semua hal yang akan terjadi pada saat pemerintahan Allah itu ditegakkan secara penuh pada kedatangan Kristus yang kedua kali nanti.  Melalui bagian pertama dari perikop ini kita mendapat beberapa inti pengajaran, diantaranya adalah:&lt;br /&gt; Penghakiman akhir akan menjadi penghakiman universal.  Semua orang dari berbagai suku bangsa dan budaya akan berdiri di hadapan tahta pengadilan Allah.  Hal ini berarti tidak ada seorang pun yang dapat menghindari penghakiman Allah.  Dan kebenaran ini pun menyaksikan bahwa Allah adalah penguasa dunia ini beserta segala kehidupan di dalamnya, sehingga hanya Dialah yang layak menjalankan penghakiman tersebut.&lt;br /&gt; Domba dan kambing menjadi gambaran keberadaan orang yang percaya dan yang tidak. Orang jahat dan orang baik. Warna bulu domba yang putih melambangkan kebenaran, sedangkan kambing melambangkan kejahatan. Domba adalah mereka yang telah mendengar suara Bapa.  Mereka diselamatkan karena Bapa telah menyediakan tempat dan memberkati mereka.  Keselamatan itu berakar pada kebaikan dan kemurahan hati Bapa.&lt;br /&gt; Penghakiman akhir hanya memberikan dua alternatif akhir hidup manusia. Sebelah kanan Allah atau surga, dan sebelah kiri atau neraka. Tidak ada pilihan tengah atau netral.  Semua orang bergerak ke arah ini, surga atau neraka.  Jika kita tidak percaya kepada Kristus, maka itu berarti kita sedang berjalan ke arah neraka.&lt;br /&gt;Surga dan neraka bukan omong kosong belaka, pemisahan itu akan terjadi. Merenungkan kembali tentang penghakiman akhir membuat kita lebih bijaksana dalam menentukan jalan hidup kita sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” – Matius 25:46&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7887683475496586502?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7887683475496586502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7887683475496586502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/matius-25-31-34-41-46-jumat-21.html' title='Matius 25: 31-34; 41, 46 (Jumat, 21)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-60581141159510425</id><published>2008-11-19T21:18:00.000+07:00</published><updated>2008-11-19T21:20:34.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 100 (Kamis, 20)</title><content type='html'>Mazmur ini merupakan nyanyian pembukaan ibadah atau nyanyian perarakan masuk ke Bait Suci.  &lt;br /&gt;1. Di bagian pertama dari pujian pemazmur ini, ayat 1-2, ada berapa ajakan pemazmur yang Anda temukan? Apa saja isi ajakan tersebut?&lt;br /&gt;2. Ayat 3: Ada berapa alasan pemazmur memuji Tuhan? Apa saja alasan tersebut?&lt;br /&gt;3. Di bagian yang kedua dari pujian pemazmur ini, ayat 4, ada berapa ajakan pemazmur yang kembali Anda temukan? Apa saja isi ajakan tersebut?&lt;br /&gt;4. Ayat 5: Ada berapa alasan yang dikemukakan pemazmur untuk ajakan tersebut? Apa saja alasan itu?&lt;br /&gt;5. Berdasarkan pola susunan mazmur yang sudah Anda perhatikan hari ini, renungkanlah, apa yang seharusnya menjadi dasar kita beribadah? Apa yang harus Anda lakukan pada diri Anda sendiri untuk bisa menikmati ibadah? Bagaimana Anda mengamati penyelewengan dasar orang beribadah belakangan ini?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari strukturnya, Mazmur 100 dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama (ayat 1-3) terdiri dari tiga ajakan: Bersorak-soraklah; beribadahlah; datanglah ke hadapan-Nya! Tiga alasannya: hanya Tuhanlah yang adalah Allah; Dialah yang menjadikan kita, punya Dialah kita; umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Bagian kedua (ayat 4-5) terdiri dari tiga ajakan: Masuklah; bersyukurlah; dan pujilah nama-Nya. Tiga alasan pemazmur yaitu: Tuhan itu baik; kasih setia-Nya untuk selama-lamanya; dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun. Mazmur 100 membukakan pada kita bahwa keindahan sebuah ibadah bergantung pada kesadaran kita tentang siapa Tuhan yang kita puji dan sembah. Seruan ‘ketahuilah’ (ay.3) mengandung arti sadarlah, akuilah, dan hiduplah sesuai kebenaran-kebenaran iman yang diakui.  Bukan hanya asal tahu, tetapi sampai pada tingkat kesadaran dan pengakuan secara total dalam keseluruhan hidup kita. Jika dalam sebuah pertemuan ibadah, setiap orang beribadah dengan dasar ini, maka ibadah itu akan indah, bagi bagi Tuhan yang kita sembah, maupun diri kita sebagai penyembah-penyembahNya. Bukan beribadah dengan hitungan untung rugi secara material dalam penyelenggaraan sebuah ibadah, bukan beribadah karena ingin ‘setor wajah’ ke orang-orang tertentu karena tidak ingin dikunjungi, bukan pula beribadah semata karena sudah menjadi kebiasaan tiap hari Minggu ke gereja, tetapi keluar masuk ibadah tanpa bisa memaknai ibadah itu sendiri. Bukan pula beribadah hanya karena tugas pelayanan.  Kita bukan semata bertanggung jawab terhadap tugas itu sendiri, tetapi kepada Tuhan.  Tuhan tidak hanya ingin laporan pekerjaan pelayanan kita yang beres, tetapi ia menginginkan totalitas hati, waktu, perhatian kita dalam ibadah kepadaNya. Karena itu mari menyeimbangkan kesehatan ibadah kita. Jika tuntutan tugas membuat kita tidak bisa mencurahkan hati dan konsentrasi pada Tuhan, melainkan hanya kepada kelancaran tugas, tidak ada salahnya kita mengambil waktu khusus untuk beribadah secara total (waktu, perhatian, hati) kepada Tuhan.  Gereja kita menyediakan 4x alternatif jam ibadah yang cukup untuk menyehatkan rohani kita bila situasi demikian terjadi dalam diri Anda. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertemuan ibadah yang membangun ditentukan oleh kebangunan rohani setiap orang didalamnya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-60581141159510425?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/60581141159510425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/60581141159510425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/mazmur-100-kamis-20.html' title='Mazmur 100 (Kamis, 20)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6714298639511742878</id><published>2008-11-17T10:57:00.001+07:00</published><updated>2008-11-17T10:58:47.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yehezkiel 34: 17-31 (lanjutan; Rabu 19)</title><content type='html'>Bacaan kita hari ini memperlihatkan bagaimana Tuhan memulihkan keadaan umatNya yang dipimpin oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tuhan akan menunjukkan kuasaNya atas mereka yang berbuat jahat dan juga umat yang menjadi korban kejahatan para pemimpinnya.&lt;br /&gt;1. Ayat 20: Bagaimana Tuhan memposisikan diriNya dalam persoalan yang terjadi di antara bangsa Israel?&lt;br /&gt;2. Ayat 22-31: Tindakan apa yang Tuhan lakukan bagi domba-domba yang disia-siakan? Apakah dapat dikatakan bahwa pemulihan yang dialami bangsa Israel nantinya mencakup pemulihan yang menyeluruh dalam hidup mereka? (tanah, kedamaian, berkat-berkat jasmani, keamanan)&lt;br /&gt;3. Ayat 23: Siapa gembala yang dijanjikan? Ayat 24: Bagaimana hubungan antara gembala itu dengan Allah Israel?&lt;br /&gt;4. Ayat 31: Mengapa Allah mau melakukan hal tersebut di atas kepada bangsa Israel?&lt;br /&gt;5. Merenungkan apa yang Allah janjikan kepada Israel, bagaimana perenungan ini membuat Anda tahu apa yang harus Anda yakini bila Anda diperlakukan semena-mena oleh orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan renungan kita hari ini menjadi berita penghiburan bagi orang yang tertindas dan sekaligus peringatan bagi orang yang menindas dan menyengsarakan hidup orang lain.  Tuhan berkata di ayat 22, “Aku akan menolong domba-dombaKu, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa...”. Hal ini berarti kekuatan, kejayaan prilaku semena-mena mereka yang kuat tidak akan berjaya selamanya.  Ada kekuatan dan kekuasaan lain yang sanggup mengendalikan semuanya, yaitu Allah sendiri.  Ia akan menjadi hakim diantara kita semua.  Itu berarti Ia akan menyatakan kesalahan dan membela kebenaran, bahkan Ia sendiri bertindak sebagai penolong.  Daud adalah gembala Israel yang dijanjikan akan membawa pemulihan bagi Israel, dan pemulihan yang mengarah pada kesempurnaan hidup itu terus akan terjadi melalui karya Kristus yang lahir dari keturunan Daud.  Janji penyertaan dan pemulihan ini diberikan semata-mata karena bangsa Israel adalah domba-domba Allah, atau milik Allah.  Ia tidak akan menelantarkan umatNya. Janji ini pun berlaku untuk kita sekarang.  Allah tidak akan tinggal diam melihat penderitaan umatNya.  Ia akan tampil sebagai Hakim atas hidup kita. Ia tahu siapa yang bersalah dan siapa yang perlu untuk ditolong.  Keyakinan bahwa Allah bertindak sebagai Gembala dan sekaligus Hakim membuat kita (1) kuat menanggung dan menghadapi segala persoalan ketika kita merasa hidup ini tidak adil bagi Anda.  Anda tidak ditinggalkan sendirian. Ada Gembala yang senantiasa menuntun dan menaungi kita, apalagi ketika kita merasa sangat lemah karena segala sesuatu yang terjadi di hidup kita (2)   kuat berpegang dalam iman untuk tidak terpengaruh dalam jebakan lingkaran ketidakadilan (karena kita diperlakukan tidak adil, maka kita pun bersikap tidak adil terhadap orang lain).  Karena Ia bukan hanya menjadi Hakim atas hidup orang lain, tetapi juga menjadi Hakim atas hidup kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan bahwa Allah berdiri sebagai Hakim ditunjukkan mula-mula dari keseriusan kita menjaga hidup kita dari cacat cela&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6714298639511742878?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6714298639511742878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6714298639511742878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/yehezkiel-34-17-31-lanjutan-rabu-19.html' title='Yehezkiel 34: 17-31 (lanjutan; Rabu 19)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-29609178667442587</id><published>2008-11-17T10:53:00.001+07:00</published><updated>2008-11-17T10:56:07.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yehezkiel 34: 1-16 (lanjutan; Selasa, 18)</title><content type='html'>Dalam perikop ini Tuhan Allah memaparkan diriNya sebagai Gembala yang baik.  Gambaran ini diberikan sebagai perbandingan antara Allah dengan para pemimpin Israel yang gagal dalam menjalankan tugasnya. &lt;br /&gt;1. Ayat 2-6:  Apa yang dilakukan oleh para pemimpin Israel sehingga Tuhan menegur mereka dengan keras?&lt;br /&gt;2. Ada beberapa gambaran prilaku para gembala Israel yang disebutkan oleh Tuhan melalui nabi Yeremia.  Mana yang lebih dekat dengan kehidupan Anda? Kehidupan seperti domba-domba gemuk yang diperlakukan istimewa, atau domba yang disia-siakan, atau gembala yang memperlakukan domba-dombanya demikian? &lt;br /&gt;3. Ayat 10-23: Bagaimana Tuhan Gembala Sejati itu memberikan teladan dan pelajaran melalui hukuman kepada para gembala yang jahat? &lt;br /&gt;4. Jika Anda memiliki Gembala Hidup yang demikian, maka apa saja yang harus Anda lakukan dalam keseharian Anda: dalam hubungan Anda dengan Tuhan, Gembala Anda dan juga dengan orang-orang di sekitar Anda?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti tidak suka dengan yang namanya ketidakadilan.  Kita akan protes, marah bila kita diperlakukan dengan tidak adil oleh orang lain.  Kita kecewa bila pimpinan kita, pendeta kita, orangtua kita, saudara kita lebih peduli dengan orang-orang yang lebih kaya dari kita, yang lebih pandai, yang lebih tampan/cantik, yang lebih terkenal, dan semua kelebihan lain yang orang lain miliki daripada kita.  Bangsa Israel pun mengalami keadaan yang sama. Pemimpin mereka memimpin dengan tidak adil. Domba-domba yang gemuk saja yang diperhatikan, sedangkan yang lain ditelantarkan.  Perlakuan yang demikian juga motifnya bukan kasih, tetapi mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri.  Ay.3 menunjukkan apa yang dilakukan oleh para gembala yang jahat.  Mengambil susu dan bulunya, tetapi ketika domba itu lemah dan sakit tidak diperhatikan. Kehidupan bangsa Israel menjadi ceminan kehidupan relasional antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.  Hubungan yang dijalin bukan untuk saling menggembalakan, melainkan untuk menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain.  Tidak jarang kita orang Kristen terjebak dalam relasi yang demikian.  Kita tidak suka diperlakukan tidak adil, tidak suka didiskriminasi, tetapi tidak jarang kita memperlakukan orang lain dengan tidak adil.  Status sosial ekonomi seseorang menjadi penentu tingkat kasih, pengorbanan, waktu yang kita berikan kepada orang lain. Kehadiran Allah sebagai Gembala yang Agung mengajak kita semua domba-dombaNya untuk melihat kepada figur gembala kita, yang kemudian dalam Perjanjian Baru dinyatakan dalam diri Yesus Kristus.  Ia tidak menolak bersentuhan dengan orang yang sakit, yang miskin, dan Ia pun tetap bisa membawa diri dengan baik di kalangan masyarakat berada.  Kemiskinan dan penyakit tidak menjadi penghalang kasih Yesus dan sebaliknya, kekayaan dan status sosial tidak membuat Yesus selalu bersikap manis ketika ada kesalahan yang dijumpaiNya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda ingin belajar bagaimana bersikap adil, belajarlah dari Yesus. Bila Anda diperlakukan tidak adil, belajarlah pula dari Yesus.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-29609178667442587?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/29609178667442587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/29609178667442587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/yehezkiel-34-1-16-lanjutan-selasa-18.html' title='Yehezkiel 34: 1-16 (lanjutan; Selasa, 18)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6467090751189632086</id><published>2008-11-17T10:51:00.001+07:00</published><updated>2008-11-17T10:53:43.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yehezkiel 33:23-32; 34:11-16 (Senin, 17)</title><content type='html'>Kitab ini penuh dengan penglihatan, perumpamaan, dan perbuatan simbolik sebagai sarana penyataan nubuat Allah. Tujuan nubuat-nubuat Yehezkiel terutama bersifat ganda: (1) untuk menyampaikan berita Allah mengenai hukuman atas Yehuda dan Yerusalem yang sudah dan (2) untuk menopang iman sisa umat Allah dalam pembuangan mengenai pemulihan umat perjanjian-Nya dan kemuliaan akhir dari kerajaan-Nya. Pasal 34 ini menyatakan hukuman, penghakiman, dan sekaligus penyampaian berita keselamatan.&lt;br /&gt;1. Keadaan seperti apa yang sedang dihadapi oleh bangsa Israel? (33:23-29)&lt;br /&gt;2. Jika Anda menempatkan diri sebagai bangsa Israel, bagaimana tanggapan Anda terhadap pernyataan Tuhan tersebut: Apa yang Anda pikirkan tentang Tuhan? Apa yang harus Anda lakukan menanggapi berita tersebut? &lt;br /&gt;3. Dalam situasi demikian, bagaimana Tuhan terbukti tetap adalah Tuhan yang penuh kasih? (Ay. 11-16)&lt;br /&gt;4. Jika Anda pernah berbuat kesalahan dan sekarang harus menanggung konsekuensi dari kesalahan Anda, menghadapi kesulitan demi kesulitan.  Pikiran seperti apa yang biasanya muncul dalam perenungan Anda tentang Tuhan Allah?&lt;br /&gt;5. Dalam persoalan dan beban hidup Anda yang menekan, mampukah Anda tetap bisa merasakan bahwa Allah tetap mengasihi Anda? Renungkanlah kembali pengalaman-pengalaman Anda bersama Tuhan, berceritalah kepada satu orang di dekat Anda  tentang kasih Tuhan yang tetap Anda rasakan walau Anda sedang dihadapkan dengan beban hidup yang menekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang terpuruk di tanah pembuangan, bangsa Israel masih mengeraskan hati dan berani menyombongkan diri bahwa kalau Abraham saja seorang diri bisa mendapat tanah Kanaan, apalagi mereka yang berjumlah banyak, maka tanah yang akan mereka miliki tidak diragukan lagi.  Mereka bukannya menyesal dan malu dengan dosa-dosa mereka, tetapi justru bersikap demikian di hadapan Tuhan.  Karena itulah Tuhan semakin murka dan menyatakan hukuman kepada bangsa yang tegar tengkuk tersebut. Tuhan akan membuat tanah mereka musnah dan sepi sunyi yang berarti kengerian hukuman itu tidak terlukiskan lagi. Tuhan jijik dengan semua perbuatan keji yang mereka lakukan. Namun di sisi lain, ketika bangsa Israel diperlakukan dengan tidak adil oleh ulah para pemimpin mereka yang jahat, Tuhan pun tidak tinggal diam.  Tuhan menyatakan kasih dan pemeliharaanNya bak Gembala terhadap domba-dombanya yang tidak berdaya. Dalam hal inilah kasih dan keadilan Allah dinyatakan. Kasih Tuhan bukan berarti Ia menutup mata terhadap kekejian hidup kita, tetapi menarik kita keluar dari kekejian yang demikian dan mendekap kita kembali sebagai milik kesayanganNya. Ketika kita melakukan kesalahan, kasih Tuhan tidak selalu menghilangkan akibat dari kesalahan kita.  Terkadang Ia membiarkan kita menghadapinya sebagai pembelajaran, tetapi kasih dan pemeliharaan Tuhan tetap cukup bagi kita untuk menghadapinya.  Mari menghayati pernyataan kasih Tuhan dengan tepat dalam hidup kita dan bukan menyalahartikan, apalagi menyalahgunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penghayatan yang tepat akan kasih Allah akan melahirkan respon yang tepat pula&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6467090751189632086?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6467090751189632086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6467090751189632086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/yehezkiel-3323-32-3411-16-senin-17.html' title='Yehezkiel 33:23-32; 34:11-16 (Senin, 17)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4146385632921768973</id><published>2008-11-14T15:40:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T15:41:07.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 123:1-4 (Minggu, 16)</title><content type='html'>Judul yang dicantumkan di awal mazmur ini menunjukkan bahwa mazmur ini digolongkan sebagai nyanyian ziarah.  Nyanyian ziarah secara hurufiah berarti nyanyian kenaikan.  Istilah ini muncul karena untuk sampai ke Bait Allah di Yerusalem mereka harus menempuh perjalanan yang menanjak (naik).  Umat Israel yang hendak beribadah ke Yerusalem, khususnya pada hari-hari raya, biasanya menyanyikan nyanyian-nyanyian ziarah di sepanjang perjalanan mereka.  Nyanyian-nyanyian ziarah (seperti halnya Mazmur 123 ini) menolong mereka untuk mengarahkan hati kepada Tuhan.&lt;br /&gt;1. Ay. 1-2.  Pemazmur sedang menantikan pertolongan dari Tuhan.  Dengan apakah sikap itu diumpamakan? (ay.2).  Sikap apa saja yang hendak ditegaskan melalui perumpamaan ini? &lt;br /&gt;2. Ayat 3-4. Perhatikanlah isi doa pemazmur.  Situasi seperti apakah yang sedang dihadapinya?  Siapakah musuh-musuh mereka?&lt;br /&gt;3. Ada orang yang memang sengaja menyakiti kita dengan kata-katanya (menghina dan mengolok-olok), namun ada juga perkataan yang menyakitkan hati kita karena kesalahpahaman.  Manakah yang lebih menyakitkan bagi Anda?  Belajar dari mazmur ini, bagaimana seharusnya Anda bersikap terhadap kata-kata yang menyakitkan?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan sejarah mereka, umat Israel cukup kenyang dengan penindasan.  Mereka bahkan sering tidak berdaya menghadapi musuh-musuh yang menindas mereka.  Namun, mereka tidak berputus asa oleh beratnya penindasan itu.  Mereka masih memiliki sumber kekuatan untuk menghadapi penderitaan mereka, yaitu Tuhan yang bersemayam di sorga.  Kepada Tuhanlah pandangan mata mereka tertuju.&lt;br /&gt;Seperti orang-orang Israel, kita juga sering tidak berdaya menghadapi kesulitan dan penderitaan kita.  Masalah yang kita hadapi datang secara bergantian, atau bahkan menghantam secara bersamaan.  Bagaimana kita harus bersikap menghadapi semua itu?  Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari mazmur ini.  Pertama, kita harus mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan.  Jika pandangan kita tertuju hanya kepada masalah-masalah kita, maka kita akan jatuh di dalam keputusasaan.  Namun, ketika melayangkan mata kita kepada Tuhan, kita akan menemukan pengharapan.&lt;br /&gt;Kedua, kita harus memohon belas kasihan kepada Tuhan.  Agar tidak hanyut dalam keputusasaan kita justru harus mengakui ketidakmampuan kita.  Kita membutuhkan belas kasihan Tuhan.  Perhatikanlah bagaimana pemazmur memohon belas kasih-Nya: seperti seorang hamba yang memandang tangan tuannya.  Ketiga, kita harus tetap rendah hati.  Memang, hal ini tidak mudah dilakukan.  Banyak orang yang gagal mendapatkan pertolongan dari Tuhan justru karena kesombongannya sendiri.  Karena itu, hal pertama yang harus kita pelajari dari setiap kesulitan kita adalah kerendahan hati.(TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hal pertama yang harus Anda pelajari dari setiap kesulitan yang Anda hadapi adalah kerendahan hati.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4146385632921768973?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4146385632921768973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4146385632921768973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/mazmur-1231-4-minggu-16.html' title='Mazmur 123:1-4 (Minggu, 16)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6259991193126950371</id><published>2008-11-14T15:31:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T15:32:41.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 25:14-30 (Sabtu, 15)</title><content type='html'>Dalam perikop bacaan kita hari ini sekali lagi Yesus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Sorga.  Sama seperti bacaan kemarin, Kerajaan Sorga di sini secara khusus menunjuk pada kedatangan Messias.  Dalam perumpamaan ini Yesus mengangkat situasi yang umum terjadi pada masa itu.  Tokoh-tokoh yang ditampilkan pun tidak asing bagi para pendengarnya.  Ada seorang tuan (sebagai pemilik modal) dan para hamba yang bertugas menjalankan modal tersebut.  Uang yang dipergunakan sebagai modal di sini disebut sebagai talenta.  Pada umumnya 1 talenta dianggap setara dengan 6.000 dinar, sedangkan 1 dinar adalah upah kerja buruh harian pada masa itu.  Jadi satu talenta adalah sejumlah uang yang lumayan besar nilainya.&lt;br /&gt;1. Ay. 14-17. Apa yang dilakukan oleh para hamba yang menerima lima talenta dan dua talenta?  Apa yang mereka hasilkan?&lt;br /&gt;2. Ay. 18.  Apa yang dilakukan oleh hamba yang menerima satu talenta?  Menurut Anda, mengapa dia berbuat demikian?&lt;br /&gt;3. Ay. 19-23.  Perhatikan bagaimana sang tuan memuji para hambanya.  Menurut Anda, apa sesungguhnya yang dituntut oleh tuan itu dari para hambanya?&lt;br /&gt;4. Ay. 24-30.  Perhatikan kecaman dan hukuman yang diberikan tuan itu kepada hambanya.  Menurut Anda, sikap manakah yang membuat hamba itu menerima hukuman dari tuannya?&lt;br /&gt;5. Dalam kehidupan Anda, hal apa yang dapat disamakan dengan talenta dalam perumpamaan ini?  Apakah Anda sudah mengelolanya dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita di masa kini talenta sering dibatasi pengertiannya hanya pada bakat atau potensi seseorang.  Namun, perumpamaan di atas bukan hanya berbicara tentang bakat.  Talenta dalam perumpamaan di atas juga mewakili semua hal yang Tuhan percayakan kepada kita: keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan sebagainya.  Bagaimana kita mengerjakan semua itu?  Sangatlah penting merenungkan hal ini dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;Perumpamaan di atas mengajak kita mengelola semua itu sebaik mungkin, sambil mengingat bahwa kita sedang menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali.  Perumpamaan di atas mengingatkan bahwa pada akhirnya akan dituntut pertanggungjawaban dari kita masing-masing atas semua hal yang telah Tuhan percayakan kepada kita.  Perumpamaan di atas juga mengajarkan kepada kita beberapa sikap dasar yang harus kita miliki sebagai orang-orang yang telah diberi kepercayaan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;Pertama, kita harus percaya sepenuhnya kepada Tuhan yang telah mempercayakan ”talenta” itu kepada kita.  Hamba yang menyembunyikan talentanya adalah seorang hamba yang menuduh tuannya sebagai seorang yang kejam.  Kedua, kita harus setia mengerjakan apa yang menjadi bagian kita.  Sang tuan dalam perumpamaan itu tidak mempersoalkan berapa banyak keuntungan yang diperoleh, melainkan melihat kesungguhan hamba-hambanya mengelola apa yang telah dipercayakannya kepada mereka.&lt;br /&gt;Sekarang saatnya melihat kehidupan Anda sendiri.  Mungkin ada beberapa bagian dari hidup Anda yang ternyata tidak Anda kelola dengan baik. Tidakkah Anda ingin memperbaikinya sekarang?  Lakukanlah sesuatu untuk itu, dan Tuhan akan menolong Anda.(TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (Mikha  6:8)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6259991193126950371?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6259991193126950371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6259991193126950371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/matius-2514-30-sabtu-15.html' title='Matius 25:14-30 (Sabtu, 15)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-175123572583225479</id><published>2008-11-12T16:32:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T16:33:32.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 25:1-13 (Jumat, 14)</title><content type='html'>Di bagian pendahuluan (ay.1) dijelaskan bahwa perumpamaan ini memang berbicara mengenai Kerajaan Sorga.  Namun, dari isinya kita tahu bahwa Yesus tidak bermaksud menjelaskan arti Kerajaan Sorga secara keseluruhan.  Perumpamaan ini hanya mengajarkan salah satu aspek dari Kerajaan Sorga, yaitu ketidakpastian atau kemendadakan waktu kedatangan Kerajaan Sorga.  Istilah Kerajaan Sorga bisa secara luas berarti kehadiran pemerintahan Allah di tengah manusia.  Namun, kedatangan Kerajaan Sorga juga secara khusus berarti waktu kedatangan Messias.  Pengertian yang kedua inilah yang berlaku untuk perumpamaan ini.&lt;br /&gt;1. Ay. 1-4.  Perhatikan kesepuluh gadis yang diceritakan dalam perumpamaan ini.  Apa saja kesamaan di antara mereka?  Apa saja perbedaan antara lima gadis yang bijaksana dengan lima gadis yang bodoh?&lt;br /&gt;2. Ay. 5-11.  Perbedaan antara lima gadis yang bijaksana dengan lima gadis yang bodoh tidak nampak nyata sampai mereka menghadapi situasi yang tidak terduga.  Situasi apakah itu? (ay.5)  Apa yang terjadi pada lima gadis yang bodoh? (ay.8)  Apa akibatnya bagi mereka? (ay.12)&lt;br /&gt;3. Ay. 13.  Yesus menutup perumpamaannya dengan sebuah kesimpulan yang juga berisi nasihat.  Nasihat apa yang diberika Yesus kepada murid-murid-Nya?&lt;br /&gt;4. Menurut Anda, apa hubungan antara perumpamaan ini dengan situasi yang harus dihadapi oleh orang-orang Kristen di masa kini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti gadis-gadis dalam perumpamaan ini, orang-orang Kristen di masa kini dapat dibagi menjadi dua kelompok: orang Kristen yang berjaga-jaga dan orang Kristen yang tidak berjaga-jaga.  Apa perbedaan di antara mereka?&lt;br /&gt;Patut diperhatikan bahwa pada mulanya kita tidak dapat melihat perbedaan antara gadis-gadis yang bijaksana dengan gadis-gadis yang bodoh.  Mereka semua berada dalam sebuah rombongan penyambut mempelai.  Juga, mereka semua membawa pelita di tangan mereka.  Bahkan, jika mempelai laki-laki itu datang tepat waktu sesuai dengan perkiraan mereka maka gadis-gadis yang bodoh pun akan berhasil melakukan tugas mereka dengan baik.  Namun, situasi yang terjadi tidak selalu sesuai dengan apa yang mereka harapkan.  Ketika itulah kebodohan gadis-gadis yang tidak membawa minyak itu menjadi nyata, dan mereka gagal mencapai tujuan mereka.&lt;br /&gt;Antara orang Kristen yang berjaga-jaga dan yang tidak berjaga-jaga tidak nampak perbedaan yang mencolok, sepanjang keadaan berjalan dengan baik.  Namun, perbedaan di antara mereka akan menjadi nyata dan penting ketika harus menghadapi krisis.  Mereka yang berjaga-jaga akan mampu melewati krisis itu, sedangkan mereka yang tidak berjaga-jaga akan dikalahkan oleh situasi yang buruk itu.  Pada kenyataannya, masih banyak orang Kristen yang termasuk dalam kategori ini.  Bila semua hal berjalan lancar mereka nampak baik-baik saja, namun bila kesulitan datang mereka tidak mampu bertahan.  Anda sendiri, termasuk yang mana? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kita tidak selalu bisa menghindar dari situasi sulit yang menghadang di depan kita, namun kita dapat mempersiapkan diri agar mampu menghadapinya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-175123572583225479?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/175123572583225479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/175123572583225479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/matius-251-13-jumat-14.html' title='Matius 25:1-13 (Jumat, 14)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3934762318094270899</id><published>2008-11-12T16:30:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T16:31:28.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 5:1-11 (Kamis, 13)</title><content type='html'>Melanjutkan topik mengenai kedatangan Yesus yang kedua (yang disebut parousia), setelah menjelaskan keadaan orang-orang yang telah meninggal, Paulus juga merasa perlu menegaskan mengenai waktunya.  Pembicaraan mengenai parousia selalu membangkitkan pertanyaan: kapan hal itu akan terjadi?  Pertanyaan yang didorong oleh rasa ingin tahu ini sering kali memunculkan berbagai pendapat yang spekulatif (tanpa dasar yang jelas) mengenai waktu kedatangan Kristus yang kedua. Sejak dulu hingga sekarang kita sering berjumpa dengan perkiraan (dan bahkan ramalan) mengenai tahun, bulan, tanggal dan bahkan jam kedatangan Kristus itu.  Bagaimana Paulus bersikap terhadap hal ini?&lt;br /&gt;1. Ay. 1-2.  Apa yang dikatakan Paulus tentang waktu kedatangan Kristus yang kedua?  Apa yang hendak ditegaskan Paulus dengan ilustrasi kedatangan seorang pencuri? (bandingkan dengan Mat 24:42-44)&lt;br /&gt;2. Ay. 3. Paulus memberikan contoh sikap yang salah dalam menantikan kedatangan-Nya. Sikap seperti apakah yang harus dihindarkan? &lt;br /&gt;3. Ay.4-10.  Kepada jemaat Tesalonika Paulus juga menjelaskan sikap yang benar dalam menantikan kedatangan-Nya.  Apa hubungannya dengan status/ keberadaan mereka sebagai orang-orang Kristen?  Bagaimana seharusnya mereka bersikap?&lt;br /&gt;4. Coba perhatikan nasihat Paulus agar selama menantikan kedatangan Kristus orang-orang Kristen berjaga-jaga.  Menurut Anda, apakah nasihat ini masih berlaku bagi kita?  Apa saja yang harus kita lakukan untuk berjaga-jaga?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasa ingin tahu (yang sering juga disebut penasaran) mendorong beberapa tokoh Kristen mencoba meramal waktu kedatangan Yesus yang kedua kali, meski dengan informasi dan petunjuk yang sangat minim.  Rasa ingin tahu juga yang membuat banyak orang Kristen percaya kepada ramalan-ramalan tersebut.  Kita semua berharap bahwa kedatangan Yesus yang kedua dapat dipastikan waktunya sehingga kita tidak terus-menerus gelisah oleh ketidakpastian.  Benarkah bahwa ramalan-ramalan semacam itu merupakan jawaban terbaik bagi kegelisahan kita?&lt;br /&gt;Bagi Paulus, tidak.  Seperti ditegaskan Paulus – dan juga telah diajarkan oleh Yesus sendiri – waktu parousia itu tidak mungkin kita ketahui. Dengan kata lain, kita tidak bisa menghindarkan diri dari ketidakpastian waktu kedatangan-Nya.  Namun, kita tidak perlu gelisah dengan ketidakpastian waktu parousia, melainkan kita justru harus berjaga-jaga.  Ilutrasi yang diberikan – seperti kedatangan seorang pencuri – cukup jelas menggambarkan misteri waktu parousia, yaitu ketidakpastian yang membuat kita harus berjaga-jaga.&lt;br /&gt;Paulus juga menegur orang-orang yang merasa aman sehingga membiarkan dirinya lengah.  Memang kita telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus, namun kepastian keselamatan itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak lagi berjaga-jaga.  Sungguh memprihatinkan melihat banyak orang Kristen hidup dengan sikap yang salah seperti itu.  Mereka tidak lagi berjaga-jaga, tidak lagi mempelajari firman-Nya, tidak lagi berdoa, tidak lagi terlibat di dalam pelayanan, dan bahkan membiarkan dirinya hidup di dalam dosa. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu kedatangan Yesus yang kedua tetap menjadi sebuah misteri bukan untuk membuat kita hidup dalam kegelisahan, melainkan agar kita senantiasa berjaga-jaga.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3934762318094270899?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3934762318094270899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3934762318094270899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/1-tesalonika-51-11-kamis-13.html' title='1 Tesalonika 5:1-11 (Kamis, 13)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4653877427387092278</id><published>2008-11-10T16:07:00.002+07:00</published><updated>2008-11-10T16:09:38.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 4:13-18 (Rabu, 12)</title><content type='html'>Topik mengenai akhir zaman merupakan bagian dari khotbah dan pengajaran yang telah populer sejak gereja purba.  Paulus juga mengangkat topik ini dalam pekabaran Injil yang dilakukannya (lihat misalnya, Kis 17:31).  Topik ini – khususnya mengenai parousia, yaitu kedatangan Yesus yang kedua kali – rupanya  menjadi pokok pembicaraan hangat dalam jemaat Tesalonika.  Itulah sebabnya Paulus menyinggung topik tersebut di beberapa bagian awal dari surat ini (1 Tes 1:10; 2:19; 3:13).  Dalam bacaan kita hari ini Paulus memberikan penjelasan lebih rinci tentang hal ini.  Paulus mendengar bahwa di jemaat Tesalonika terdapat kesalahpahaman mengenai parousia.&lt;br /&gt;1. Ay. 13-15.  Kesalahpahaman yang beredar di jemaat Tesalonika terkait dengan orang-orang yang telah meninggal.  Apa yang dikatakan Paulus tentang keberadaan orang-orang yang telah meninggal?&lt;br /&gt;2. Ay. 16-17.  Apa yang akan terjadi dengan mereka pada waktu kedatangan Yesus yang kedua?&lt;br /&gt;3. Ay. 18.  Mengapa Paulus menyuruh mereka saling menghiburkan? (lihat ay.13b)  Menurut Anda, apa yang harus mereka lakukan agar dapat saling menghiburkan?&lt;br /&gt;4. Kesalahpahaman mengenai ajaran (atau teologi) juga masih terjadi pada jemaat Kristen masa kini, dan berdampak buruk dalam kehidupan pribadi maupun hidup bergereja.  Berikanlah beberapa contohnya.  Menurut Anda, bagaimana mengatasinya?&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran tentang kedatangan Yesus yang kedua sangat berkesan bagi orang-orang Tesalonika.  Mereka menantikan-nantikan saat yang penuh kemuliaan itu.  Namun, ketika memikirkan ”nasib” orang-orang yang telah meninggal sebelum parousia itu, mereka menjadi sedih.  Mereka berpikir bahwa orang-orang yang telah meninggal sebelum parousia akan kehilangan kesempatan untuk menikmati saat-saat yang penuh kebahagiaan itu.  Benarkah demikian?&lt;br /&gt;Paulus dengan tegas mengoreksi kesalahpahaman mereka.  Orang-orang yang telah meninggal tidak selama-lamanya terbaring dalam kubur. Mereka akan dibangkitkan dan hidup bersama-sama dengan Kristus.  Begitu juga pada waktu kedatangan-Nya yang kedua, mereka juga ikut ambil bagian dalam peristiwa yang agung ini.  Bahkan, kata Paulus, orang-orang yang masih hidup pada waktu parousia tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.&lt;br /&gt;Kesalahpahaman pengajaran ternyata bisa menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan berjemaat maupun kehidupan pribadi kita.  Orang-orang di Tesalonika sedih dan gelisah untuk alasan yang salah.  Hal ini juga bisa terjadi pada jemaat masa kini.  Bagaimana mengatasinya?  Pertama, peranan seorang teolog (seperti Paulus) dalam meluruskan pengajaran yang beredar di kalangan jemaat sangatlah penting.  Kedua, antar anggota jemaat sendiri juga harus mampu saling menguatkan dan menghiburkan.  Dengan kata lain, setiap anggota jemaat juga harus peduli terhadap pengajaran yang beredar di dalam jemaat.  Agar dapat berperan seperti itu tentu diperlukan kesediaan dan kesungguhan untuk belajar, belajar,dan belajar.  Anda mau? (TW)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tidak ingin diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran yang menyesatkan di zaman ini, maka teruslah belajar agar semakin mengenal kebenaran-Nya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4653877427387092278?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4653877427387092278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4653877427387092278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/1-tesalonika-413-18-rabu-12.html' title='1 Tesalonika 4:13-18 (Rabu, 12)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4802492809439632518</id><published>2008-11-10T16:06:00.001+07:00</published><updated>2008-11-10T16:07:31.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Hakim-Hakim 4:1-10 (Selasa, 11)</title><content type='html'>Kitab Hakim-hakim mencatat kehidupan bangsa Israel setelah mereka berhasil menduduki tanah Kanaan.  Pada masa itu mereka belum memiliki seorang raja, sedangkan Yosua telah mati.  Jika demikian, siapakah yang memimpin mereka?  Secara bergantian mereka dipimpin oleh tokoh-tokoh yang muncul sebagai ”pahlawan” pada masa-masa tertentu.  Tokoh pahlawan inilah yang dikenal dengan sebutan hakim.  Pada masa itu peranan para hakim ini sangat penting.  Para hakim ini adalah orang-orang yang dipakai dan disertai oleh Tuhan (Hak 2:16, 18-19).  Selain dipakai Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel dari musuh-musuh yang mengganggu mereka, para hakim juga berperan sebagai pemimpin spiritual dan pengatur kehidupan sosial umat Tuhan.  Hari ini kita akan mempelajari seorang hakim perempuan yang bernama Debora.&lt;br /&gt;1. Ay. 1-3.  Siapakah yang menindas umat Tuhan pada waktu itu?  Berapa lama hal itu terjadi?  Mengapa umat Tuhan mengalami masa suram seperti ini?&lt;br /&gt;2. Ay. 4-5.  Siapakah Debora?  Apa saja peranannya pada masa itu?&lt;br /&gt;3. Ay. 6-7.  Siapakah Barak?  Suku-suku manakah yang berada di bawah kepemimpinannya?  Apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya?&lt;br /&gt;4. Ay. 8-10.  Bagaimana sikap Barak ketika mendengar perintah itu?  Menurut Anda, pantaskah bila Barak menyuruh Debora maju berperang juga?  Menurut Anda, mengapa Debora bersedia ikut maju berperang?&lt;br /&gt;5. Cobalah lihat diri Anda sendiri.  Pernahkah Anda bersikap seperti Barak?  Atau seperti Debora?  Mengapa Anda bersikap demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh lima tahun bangsa Israel takluk di bawah kekuasaan Yabin, raja Kanaan.  Yabin mempunyai panglima perang yang perkasa, Sisera.  Kondisi inilah yang mungkin membuat Barak kecil hati.  Padahal Barak mempunyai banyak modal untuk berperang.  Dia punya pasukan dalam jumlah yang cukup besar.  Lagipula, dengan jelas Tuhan memberikan visi-Nya dan bahkan berjanji akan menyerahkan Sisera ke tangannya.  Tapi, apa artinya semua itu bila Barak tidak mempunyai keberanian.  Tantangannya agar Debora ikut berperang merupakan cara untuk menghindar dari tanggung jawab ini.  Mengingat bahwa Debora adalah seorang perempuan dan seorang nabiah, maka sangat kecil kemungkinan bagi Debora untuk menerima tantangan tersebut.&lt;br /&gt;Namun, Debora justru menerima tantangan itu.  Keperkasaan Sisera tidak membuatnya takut.  Debora percaya sepenuhnya kepada janji Tuhan yang akan menyerahkan Sisera ke tangan mereka.  Debora juga menegur Barak karena sikapnya yang penakut itu akan membuatnya kehilangan kehormatan sebagai seorang lelaki dan seorang pemimpin.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita di masa kini, khususnya dalam pelayanan gerejawi, kita juga membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mempunyai visi dan iman.  Pemimpin seperti ini tahu persis apa yang harus dilakukannya sebagai hamba Tuhan.  Pemimpin seperti ini juga percaya bahwa Tuhan yang mengutusnya juga akan menyertai dan memampukannya menyelesaikan tugas tersebut.  Pemimpin seperti inilah yang dicari Tuhan dari zaman ke zaman.  Barak menolak. Debora percaya dan berjaya.  Bagaimana dengan Anda? (TW)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Visi dan iman membuat seorang pemimpin berani dan mampu menghadapi tantangan.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4802492809439632518?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4802492809439632518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4802492809439632518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/hakim-hakim-41-10-selasa-11.html' title='Hakim-Hakim 4:1-10 (Selasa, 11)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6892776510456555263</id><published>2008-11-09T23:04:00.001+07:00</published><updated>2008-11-09T23:05:23.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yosua 24:1-3, 14-25 (Senin, 10)</title><content type='html'>Yosua telah menyelesaikan tugasnya dan telah lanjut usia (Yos 23:1).  Sekarang telah tiba waktunya bagi Yosua untuk mengucapkan kata-kata perpisahan dengan umat Israel yang dipimpinnya.  Yosua mengumpulkan semua suku Israel, juga para tua-tua dan para kepalanya, para hakim dan para pengatur pasukannya.  Pada saat-saat yang sangat penting ini, apa yang akan Yosua sampaikan kepada mereka?&lt;br /&gt;1. Ay. 1-3.  Mereka berkumpul dan ”berdiri di hadapan Allah” (ay.1).  Menurut Anda, apa artinya?  Mengapa Yosua mengingatkan mereka kepada Abraham, nenek moyang mereka?&lt;br /&gt;2. Ay. 14-15.  Bagaimana seharusnya mereka beribadah kepada Tuhan?  Bagaimana Yosua mendorong mereka agar setia beribadah kepada-Nya?  &lt;br /&gt;3. Ay. 16-18.  Komitmen apa yang dibuat oleh orang Israel?  Apa yang mendorong mereka mengambil komitmen ini?&lt;br /&gt;4. Ay. 19-23.  Menanggapi komitmen mereka, Yosua justru mengungkapkan kesulitan yang akan mereka hadapi.  Menurut Anda, mengapa?  Bagaimana mereka menanggapi tantangan Yosua ini?&lt;br /&gt;5. Ay. 24-25.  Dengan cara apakah mereka meneguhkan komitmen mereka?  Mengapa hal tersebut perlu dilakukan?&lt;br /&gt;6. Dalam keluarga Anda, sejauh manakah pentingnya komitmen dalam beribadah?  Apa yang Anda lakukan untuk mendorong komitmen ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;Pidato perpisahan merupakan sebuah kesempatan terbaik untuk menyampaikan pesan-pesan yang paling penting. Demikian pula pidato perpisahan Yosua dengan umat Israel.  Yosua menyadari bahwa waktunya bersama-sama mereka tidaklah lama lagi.  Tentu Yosua ingin agar pesan-pesannya kepada mereka dapat memberi dampak penting bagi kehidupan mereka di masa mendatang.  Apa yang Yosua pesankan kepada mereka?&lt;br /&gt;Yosua tidak berpesan agar mereka belajar berperang dengan baik sehingga negeri mereka aman dari serangan musuh.  Yosua juga tidak berpesan agar mereka belajar bertani atau beternak sehingga mereka hidup dalam kemakmuran.  Yosua jutsru mendorong mereka untuk setia beribadah kepada Tuhan.  Inilah hal terpenting yang tidak boleh mereka lupakan seumur hidup mereka.&lt;br /&gt;Bagaimanakah cara Yosua mendorong kesetiaan ibadah mereka kepada Tuhan? Pertama-tama, Yosua mengingatkan kepada mereka terhadap kesetiaan Tuhan yang telah memanggil Abraham untuk beribadah kepada-Nya dan mengerjakan rencana-Nya.  Kedua, Yosua menempatkan dirinya dan keluarganya sendiri sebagai contoh nyata bagi mereka. Ketiga, Yosua menantang mereka mengambil komitmen untuk tetap setia kepada Tuhan.  Yosua bahkan mengingatkan bahwa berlaku setia kepada Tuhan bukanlah hal yang mudah dilakukan.&lt;br /&gt;Sebagai orang-orang yang telah melihat dan mengalami kesetiaan Tuhan, hal apakah yang hendak Anda wariskan kepada keluarga Anda?  Tidakkah Anda rindu bahwa keluarga Anda, dari generasi ke generasi, menjadi keluarga yang setia beribadah kepada Tuhan?  Jika demikian, janganlah berhenti bersyukur atas kesetiaan-Nya dan setialah beribadah kepada-Nya.  Tentu saja, semua itu harus dimulai dari diri Anda sendiri.(TW)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;”Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Timotius  4:8)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6892776510456555263?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6892776510456555263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6892776510456555263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/yosua-241-3-14-25-senin-10.html' title='Yosua 24:1-3, 14-25 (Senin, 10)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3821920595376589563</id><published>2008-11-07T21:13:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T21:14:35.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 34: 1-11 (Minggu, 9)</title><content type='html'>Mazmur ini menceritakan pengalaman seseorang yang mendapat pertolongan Tuhan dan melalui pengalaman itu ia menarik kesimpulan tentang cara hidup yang baik agar bisa merasakan pertolongan Tuhan.&lt;br /&gt;1. Ayat 5-7:  Berdasarkan pengalaman yang disaksikan oleh pemazmur, apa yang harus kita lakukan untuk dapat menerima pertolongan Tuhan pada waktu dalam kesesakan?&lt;br /&gt;2. Ayat 9-10: Orang yang bagaimana yang disebut ‘berbahagia’ dan ‘tidak kekurangan sesuatupun yang baik’?&lt;br /&gt;3. Ayat 4: Apa yang menjadi ajakan pemazmur kepada para pembacanya?&lt;br /&gt;4. Dengan membaca kesaksian iman pemazmur hari ini, apa yang bisa Anda teladani darinya pada waktu Anda mengalami pergumulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemazmur yang tadinya rendah tertindas, kini diselamatkan Allah. Hal ini membuat pemazmur menyimpulkan bahwa jika seseorang ingin mengalami pertolongan Allah, kita harus secara aktif mencari Allah, memusatkan hidup pada Allah dan berseru kepadaNya. Bahkan pemazmur mengimani bahwa orang yang hidup takut akan Allah tidak akan pernah mengalami kekurangan untuk seterusnya.  Orang yang senantiasa mencari Allah dan perlindunganNya akan berbahagia.  Hal ini pula yang dialami pemazmur.  Dalam penderitaannya ia mencari perlindungan Allah sehingga akhirnya Allah melepaskan dia dari rasa takut dan gentar, dan bahkan menyelamatkannya.  Keputusan yang sama juga harus menjadi bagian dalam hidup kita pada saat kita menghadapi pergumulan. Mencari Allah, memusatkan diri pada rencana dan kehendak Allah akan membuat kita mampu merasakan bahwa Allah tetap melindungi kita dalam menghadapi kesulitan.  &lt;br /&gt;Dan bukan hanya itu yang dilakukan pemazmur, dalam penderitaannya ia juga mampu mengajak orang lain untuk memuliakan Allah dan mengecap kebaikan yang sama dari Allah. Kenyataan ini diperlihatkan dengan empat kata kerja yang sejajar digunakan oleh pemazmur: memuji, bermegah, memuliakan/membesarkan, memasyurkan/meninggikan. Pada segala waktu (ay.2) sehingga orang lain yang juga rendah dan miskin juga diperbaharui mengenal Tuhan berdasarkan perkataan yang didengarnya dan memuliakan Tuhan.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Adakah kita tetap sedia memusatkan diri pada rencana dan kehendak Allah pada saat kita menghadapi pergumulan?  Bukan terus mempertahankan ego dan rancangan kita sendiri.  Apakah justru dalam pergumulan kita dapat mengajak orang lain memuliakan Allah dan sama-sama mengecap kebaikan Allah? Atau justru hanya keluhan dan jeritan yang orang lain dengar dari kita? &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya!” – Mzm.34:9&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3821920595376589563?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3821920595376589563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3821920595376589563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/mazmur-34-1-11-minggu-9.html' title='Mazmur 34: 1-11 (Minggu, 9)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7011036002714701061</id><published>2008-11-07T21:10:00.001+07:00</published><updated>2008-11-07T21:12:53.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 5: 13-16 (Sabtu, 8)</title><content type='html'>Jika Delapan Ucapan Bahagia melukiskan jati diri murid-murid Yesus dalam ciri-ciri watak mereka yang hakiki, maka lukisan itu kemudian Yesus lanjutkan dengan menggunakan metafora garam dan terang untuk menjelaskan peranan mereka bagi dunia.&lt;br /&gt;1. Ayat 13 a dan 14 a: Bagaimana peranan orang Kristen ditegaskan di ayat ini? Apa sebabnya dunia kita membutuhkan ‘garam’ dan ‘terang’?&lt;br /&gt;2. Jika dikaitkan dengan perkataan-perkataan Yesus sebelumnya di ayat 3-12, bagaimana mungkin orang-orang yang dalam keadaan demikian (terkesan rapuh, lemah, kalah) dapat memainkan peranan penting bagi dunia?&lt;br /&gt;3. Dengan jalan apakah Anda dapat kehilangan rasa asin ‘garam’ dan ‘terang’ Anda?&lt;br /&gt;4. Ayat 16: Apa yang dimaksud dengan menjadi terang di ayat ini? &lt;br /&gt;5. Sebutkan langkah praktis apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk menjalankan peranan Anda sebagai garam dan terang dunia!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tuhan Yesus menyatakan dengan jelas “Kamu adalah garam dunia”, “Kamu adalah terang dunia.”  Penegasan ini menjelaskan bahwa jika setiap masyarakat hidup semaunya sendiri dan tetap seperti yang sekarang, maka dunia ini akan membusuk dan semakin gelap.  Karena itulah kita orang Kristen harus menjalankan peranan sebagai garam dan terang.  Garam dan terang ini hanya akan dapat dihasilkan bila orang Kristen hidup dalam perbuatan-perbuatan baik (ay.16) dan memiliki watak Kristiani seperti yang Yesus sebutkan di ayat 3-12.  Watak hidup Kristiani seperti di ayat 3-12 memang bagi dunia yang hambar dan gelap ini akan dinilai aneh, bodoh, lemah dan kalah.  Tetapi tidak demikian bagi Yesus.  Justru untuk berperan besar, kita harus menempuh jalan hidup demikian.  Jika orang Kristen tercemar oleh kotoran-kotoran dunia, maka ia akan kehilangan peranannya dan menjerumuskan dunia menjadi semakin gelap. &lt;br /&gt;Dengan demikian renungan kita hari ini mngingatkan kita bahwa menjadi orang Kristen tidak berhenti sampai pada urusan membangun kesalehan pribadi, tetapi menjalankan peranan untuk membuat keadaan di sekitar kita menjadi lebih baik.  Jika kita kaitkan kembali dengan renungan kemarin, maka dapat disimpulkan bahwa peranan kita sebagai orang Kristen bergantung pada watak dan jalan hidup yang kita tempuh. Dengan memiliki watak dan jalan hidup Kristiani seperti yang disebutkan kemarin, maka kita sendiri akan diberkati; kita sudah melakukan cara yang paling tepat untuk melayani dunia hingga akhirnya dunia menyatakan kemuliaan Allah. &lt;br /&gt;Kehadiran kita membawa perubahan yang lebih positif dari keadaan sebelumnya.  Baik kehadiran sebagai suami, istri, orangtua, anak, pekerja, pimpinan, pelajar, bahkan termasuk sebagai warga penduduk suatu wilayah, masing-masing kita bertugas memberikan rasa baru dan suasana terang yang lebih lagi.  Mulailah dengan melakukan sesuatu hari ini setelah Anda menutup Saat Teduh Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sama seperti kedatangan Kristus mendatangkan perubahan bagi dunia, maka kehadiran anak-anakNya pun mendatangkan kebaikan bagi sekitarnya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7011036002714701061?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7011036002714701061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7011036002714701061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/matius-5-13-16-sabtu-8.html' title='Matius 5: 13-16 (Sabtu, 8)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-9177887444983436023</id><published>2008-11-04T15:47:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T15:49:17.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 5: 1-12 (Jumat, 7)</title><content type='html'>Pernyataan Yesus yang dikenal dengan Delapan Ucapan Bahagia dapat dijadikan semacam rangkuman kualitas hidup umat Kristen yang Tuhan Yesus kehendaki.  Semua pernyataan ini adalah ciri khas semua orang yang ingin menjadi pengikutNya.&lt;br /&gt;1. Renungkanlah, apa yang seringkali menjadi patokan/ukuran orang menilai hidupnya berbahagia? Dengan patokan/ukuran kebahagiaan yang demikian, usaha apa yang biasanya orang lakukan untuk memperolehnya? &lt;br /&gt;2. Perhatikan keadaan atau gambaran orang-orang yang disebutkan Yesus di ayat 13-12. Mengapa orang-orang dalam keadaan demikian justru disebut berbahagia?&lt;br /&gt;3. Melalui delapan ucapan bahagia ini, kebahagiaan seperti apa yang Yesus tawarkan?  Bagaimana jalan hidup yang harus ditempuh untuk mendapatkan kebahagiaan seperti yang Yesus katakan?&lt;br /&gt;4. Jika orang tidak mau menempuh jalan hidup seperti yang Yesus sampaikan, mungkinkah itu ada kaitannya dengan standar kebahagiaan yang dipahaminya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang biasanya memiliki standar tersendiri untuk mengukur apakah hidupnya sudah cukup berbahagia atau tidak.  Ada orang yang sudah merasa bahagia bila tubuhnya sehat, ada orang yang merasa bahagia bila cukup makan tiga kali sehari, ada yang baru bisa merasakan bahagia bila mempunyai mobil keluaran terbaru atau menduduki jabatan tertentu.  Namun jika diamati, pada akhirnya semua ukuran kebahagiaan yang dipakai manusia pada umumnya mengacu pada apa saja yang mereka miliki secara jasmani. Karena itu orang rela melakukan berbagai usaha untuk mengejar kebahagiaannya.&lt;br /&gt;Ucapan Tuhan Yesus ini mengajak kita memiliki paradigma yang berbeda tentang sebuah kebahagiaan.  Ia mengajak kita berpikir bukan hanya untuk urusan jasmani, sekarang dan di dunia ini, tetapi juga mengejar kebahagiaan kekal yang melampaui semuanya itu.  Dan kebahagiaan yang Yesus tawarkan ini adalah kebahagiaan yang sanggup menutupi semua keadaan tidak bahagia yang silih berganti dalam hidup manusia.  Semua kebahagiaan yang bersumber dari berkat-berkat Allah dan tentunya akan diberikan lewat jalan-jalan Allah.  Jadi, siapa yang ingin menikmati kebahagiaan yang Yesus tawarkan harus menempuh hidup yang juga sesuai dengan yang Allah mau.  Bahkan jalan itu tidak umum bagi sebagian besar manusia di muka bumi ini, tetapi bila ingin mendapatkannya, jalanilah jalan yang tidak umum itu.   &lt;br /&gt;Ketika orang tidak mau mengikuti jalan hidup yang Allah ajarkan, maka dapat diduga bahwa kebahagiaan yang Allah janjikan ini bukan sesuatu yang menarik untuk diperhatikan.  Orang yang demikian biasanya memiliki standar kebahagiaannya sendiri dan karena itu ia pun menempuh jalannya sendiri.  Apakah tawaran kebahagiaan dalam bacaan hari ini menarik bagi Anda?  Apakah kebahagiaan ini menjadi patokan kebahagiaan hidup Anda? Jika Ya, maka berusahalah menggapainya dengan menempuh cara hidup yang Allah paparkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;“Bukan harta dan benda kubawakan bersembah, hanya salib kupeluk dan lututku kutekuk.  Angkat aku yang penat, hibur jiwa yang berat.” – Kidung Jemaat 37 a&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-9177887444983436023?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/9177887444983436023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/9177887444983436023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/matius-5-1-12-jumat-7.html' title='Matius 5: 1-12 (Jumat, 7)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5774307000552440061</id><published>2008-11-04T15:44:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T15:45:40.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Yohanes 3: 11-18 (Kamis, 6)</title><content type='html'>Jika di perikop sebelumnya Rasul Yohanes hanya menyampaikan secara umum bahwa orang percaya harus memiliki kehidupan yang berbeda dengan dunia, di bagian lanjutan ini kita akan melihat lebih jelas nasihat praktis bagaimana orang Kristen menjadi berbeda, khususnya dalam hal kasih.&lt;br /&gt;1. Ayat 16: Apa yang menjadi alasan mengapa kehidupan yang penuh kasih begitu melekat dalam diri setiap orang Kristen?&lt;br /&gt;2. Ayat14-15:  Siapa sasaran kasih kita yang dibahas secara khusus oleh Rasul Yohanes? (hub.dg. ay.12) &lt;br /&gt;3. Jika Anda membaca kembali ayat 1 dan 13, Yohanes berbicara tentang kehidupan orang Kristen dalam konteks dunia (general).  Lalu mengapa di perikop ini Yohanes berbicara dalam konteks yang jauh lebih kecil/sempit, yaitu “saudara”? Pesan apa yang tersirat dalam tulisan Yohanes ini?&lt;br /&gt;4.  Ayat 17-18: Apa yang menjadi klimaks penutup nasihat Yohanes di perikop ini? Bagaimana Anda memahami  “menyatakan kasih dengan perbuatan dan kebenaran” dalam kehidupan Anda sebagai orang Kristen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan kristiani tidak dapat dilepaskan dari tema ‘kasih’.  Tema kasih ini harus terus melekat dalam diri setiap orang percaya, tidak bergantung pada perubahan-perubahan situasi dan kondisi yang terjadi di sekitarnya.  Sama halnya dengan kasih yang melekat pada diri Allah yang membuat Allah menyerahkan Putra TunggalNya untuk mati bagi manusia berdosa.  Kasih Allah yang seperti itulah yang menjadi dasar dari semua praktik kasih orang-orang Kristen.  &lt;br /&gt;Rasul Yohanes ingin mendaratkan praktik kasih tersebut dimulai dari konteks yang paling kecil yaitu saudara atau keluarga.  Orang-orang yang paling dekat dengan kita adalah kelompok yang harus dapat merasakan perwujudan kasih yang ada pada diri kita.  Hal ini menimbulkan sebuah tantangan bahwa jika dengan yang terkecil saja kasih kita tidak bisa dirasakan dan diwujudkan, apalagi untuk konteks kehidupan yang lebih besar, yaitu dunia atau orang-orang yang tidak mengenal Allah.  &lt;br /&gt;Karena itu, kasih bukan hanya untuk diketahui atau diperbincangkan, melainkan harus diwujudnyatakan menjawab kebutuhan orang yang kita kasihi, mendatangkan syalom di antara kita.  Namun janganlah lupa, perbuatan kasih kita harus sejalan dengan penyataan kebenaran.  Karena kasih kita bukan kasih dari diri kita sendiri melainkan dari Allah, sehingga bagaimana pun manifestasi kasih kita kepada orang lain, pada akhirnya orang yang kita kasihi akan dituntun sampai pada kebenaran, mengenal Allah yang ada dalam diri kita.  Jika ada pernyataan kasih yang justru menjerumuskan orang lain, maka perlu adanya koreksi atas kasih itu sendiri.  Jika tidak ada pernyataan kasih, maka perlu adanya introspeksi kebenaran tentang keberadaan Allah dalam diri kita, sungguhkah ada Allah yang kita tempatkan dalam hidup kita?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kasih tidak akan pernah dapat dirasakan keberadaannya bila belum terwujud dalam perbuatan dan kebenaran&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5774307000552440061?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5774307000552440061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5774307000552440061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/1-yohanes-3-11-18-kamis-6.html' title='1 Yohanes 3: 11-18 (Kamis, 6)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8085934324220974482</id><published>2008-11-04T15:40:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T15:42:55.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Yohanes 3:1-8 (Rabu, 5)</title><content type='html'>Surat Rasul Yohanes ini ditujukan kepada orang-orang Kristen yang sedang menghadapi tantangan maraknya ajaran palsu mengenai keselamatan dalam Kristus dan cara bekerjanya di dalam diri orang percaya.  Karena itu Rasul Yohanes menegaskan kembali status mereka di hadapan Allah dan memberi nasihat-nasihat bagaimana mereka hidup sebagai orang Kristen di tengah-tengah banyaknya kesesatan.&lt;br /&gt;1. Ayat 1: “Dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah.” Bagaimana Anda memahami maksud perkataan ini? Berilah contoh keadaan yang membuktikan bahwa status Anda sebagai anak-anak Allah membawa Anda dalam konteks hubungan yang demikian dengan dunia!&lt;br /&gt;2. Ayat 2: Apa yang menjadi tujuan akhir dari hidup orang Kristen?  Sudahkah tujuan ini juga menjadi kerinduan atau target yang ingin Anda capai dalam hidup Anda?&lt;br /&gt;3. Ayat 3: Bacalah dengan saksama ayat ini sekali lagi dan coba Anda hafalkan! Bagaimana pengharapan dan tujuan hidup Anda (spt di pertanyaan no.2) itu mempengaruhi cara hidup Anda?&lt;br /&gt;4. Ayat 4-6: Tindakan konkrit apa yang harus Anda lakukan untuk mewujudkan harapan/tujuan hidup Anda tersebut di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasih karunia Bapa yang telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya, bukan hanya mengubahkan status kita, melainkan juga mengubahkan cara hidup kita secara total.  Karya Allah bukan hanya membawa kita pada hubungan yang baru dengan Bapa, tetapi juga hubungan yang baru dengan dosa.  Karena dosa berasal dari Iblis (ay.8), maka anak-anak Allah tidak berhubungan lagi dengan dosa. Dunia adalah gambaran dari dosa yang memisahkan kita dari Allah.  Dunia tidak mengenal kita karena dunia juga tidak mengenal Allah.  Jika demikian kebenarannya, maka tidak perlu heran jika orang Kristen nampak berbeda dengan dunia pada umumnya.  Cara pandang, cara berpikir, cara berprilaku orang Kristen berbeda dengan dunia atau orang-orang yang tidak mengenal Allah. Justru mengherankan apabila orang Kristen tidak ada bedanya dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Hubungan yang baru dengan Allah mengarahkan kita semua anak-anakNya untuk mencapai tujuan hidup yang sama yaitu menjadi sama seperti Kristus.  Hal ini adalah sebuah kerinduan yang harus dimiliki oleh semua orang Kristen dan diupayakan dengan sungguh-sungguh dengan cara menyucikan diri terus menerus.  Tindakan menjaga kesucian diwujudkan dengan tidak terus melibatkan diri dalam dosa melainkan meninggalkannya hari demi hari. Dan jangan lupa, bukan hanya terus memerangi dosa itu sendiri dengan menjauhinya, melainkan melakukan segala daya upaya untuk mengenal Allah dengan baik (ay.6).  Jika kita hanya lari dan menjauhi dosa tetapi tidak menambah kedekatan kita dengan Allah, maka semua usaha kita akan sia-sia. Tetaplah berada di dalam Dia supaya Anda semakin mengenalNya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jika dosa menggoda Anda, jangan hanya menjauh darinya dan kemudian berdiam di posisi aman Anda sendiri, melainkan berlarilah mendatangi Allah dan lakukan apa yang Ia minta.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8085934324220974482?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8085934324220974482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8085934324220974482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/1-yohanes-31-8-rabu-5.html' title='1 Yohanes 3:1-8 (Rabu, 5)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1838026804478851600</id><published>2008-11-02T22:43:00.001+07:00</published><updated>2008-11-02T22:45:06.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Wahyu 7: 9-17 (lanjutan; Selasa 4)</title><content type='html'>Kemarin kita sudah mempelajari bagaimana orang-orang yang disebutkan di bacaan ini dapat mengenakan jubah yang putih.  Jubah putih yang mereka gunakan itu bukan karena milik mereka sendiri, melainkan karena darah Anak Domba Allah yang membasuhnya menjadi putih.  Hari ini kita akan memperhatikan secara khusus suasana dan aktivitas sekelompok orang berjubah putih ini di hadapan tahta Anak Domba Allah.&lt;br /&gt;1. Ayat 9: Apa yang mereka lakukan di hadapan Anak Domba?  Daun-daun palem itu melambangkan apa? (lih. juga Yohanes 12:12-13)&lt;br /&gt;2. Ayat 10-12: Apa yang dilakukan oleh orang-orang berbaju putih itu dengan para malaikat dan tua-tua di hadapan tahta?&lt;br /&gt;3. Ayat 15 a: Apa lagi yang mereka lakukan bagi Allah di Bait SuciNya?&lt;br /&gt;4. Ayat 14: Apakah orang-orang yang berbaju putih ini adalah orang-orang yang hidupnya jauh dari kesusahan?&lt;br /&gt;5. Setelah membaca ayat demi ayat di perikop ini, kini sebagai orang-orang yang juga telah diselamatkan oleh darah Domba Allah (‘berbaju putih’), bagaimana Anda melatih diri Anda mengembangkan suasana dan aktivitas ‘kaum berbaju putih’ dalam kehidupan Anda sekarang yang tentunya juga tidak luput dari masalah dan kesulitan?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Darah Anak Domba Allah yang telah mengaruniakan jubah putih kepada orang-orang yang mau percaya kepadaNya seharusnya membuat ada perbedaan sikap dalam menjalani kehidupan dan dalam membangun suasana persekutuan yang indah dengan Allah.  Suasana pujian dan penyembahan yang dilakukan oleh kaum berjubah putih ini sangat kuat terasa di hadapan tahta Allah.  Daun-daun palem yang mereka bawa melambangkan suasana kemenangan yang mereka yakini berasal dari Allah dan mereka adalah kaum yang dimenangkan. Mereka tidak jemu-jemunya melayani Allah di Bait SuciNya.  Ini adalah suasana dan karakteristik orang-orang berjubah putih bersama dengan Allah.&lt;br /&gt;Suasana dan karakteristik seperti inilah yang juga seharusnya kita miliki dalam menjalani hidup sekarang.  Realita penderitaan sama-sama terpampang di depan kita, tidak berbeda dengan pergumulan orang-orang percaya pada waktu surat ini ditulis.  Alkitab mencatat bahwa dengan jubah putihnya, mereka ini dapat keluar dari kesusahan yang besar.  Memang benar bahwa perlindungan dan pemeliharaan Allah yang melepaskan mereka dari kesusahan tersebut, tetapi tentunya dibarengi dengan kesediaan mereka untuk bertahan dalam penderitaan itu hingga akhirnya menikmati kemenangan.  Tanpa adanya kesediaan untuk bertahan dan setia, maka kemenangan itu pun tidak akan dapat dinikmati.  Akhir perjuangan itu belum sempat dinikmati karena yang bersangkutan sudah terburu-buru berubah menjadi tidak setia dan menyerah. Mari menjalani hidup sebagai kaum berjubah putih dimulai dari kesediaan untuk tetap percaya bahwa keselamatan datangnya dari Allah,  kerinduan yang dalam untuk memuji dan melayani Allah, bahkan ketika hidup berubah menjadi penuh masalah dan kesulitan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suasana kedamaian Surga bukan hanya menjadi sesuatu yang kita impikan, tetapi juga yang dapat kita bangun dan hadirkan dari sekarang.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1838026804478851600?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1838026804478851600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1838026804478851600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/wahyu-7-9-17-lanjutan-selasa-4.html' title='Wahyu 7: 9-17 (lanjutan; Selasa 4)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5695630419910084892</id><published>2008-11-02T22:39:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T22:41:32.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Wahyu 7: 9-17 (Senin, 3)</title><content type='html'>Kitab ini ditulis oleh Rasul Yohanes, ditujukan kepada tujuh jemaat di Asia Kecil (Ay.4).  Latar belakang politik dan social dari kitab ini sangat dipengaruhi oleh warna penjajahan Romawi atas bangsa Yahudi. Orang Kristen pada waktu itu dihadapkan pada risiko hukuman mati apabila tidak memilih Kaisar untuk disembah.  Rasul Yohanes menghibur dan menguatkan jemaat melalui surat Wahyu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ayat 9: Disebutkan bahwa kumpulan besar orang banyak yang dilihat oleh Rasul Yohanes memakai jubah putih.  Jubah putih ini melambangkan apa?&lt;br /&gt;2. Ayat 14 a: Siapa yang dimaksud dengan orang-orang berjubah putih ini? &lt;br /&gt;3. Ayat 14 b: Bagaimana cara mereka bisa mengenakan jubah putih?&lt;br /&gt;4. Ayat 16-17: Apa yang mereka nikmati di hadapan tahta Anak Domba?&lt;br /&gt;5. Melalui bacaan hari ini, simpulkanlah apa saja karya Kristus, Anak Domba Allah, yang dinyatakan kepada Anda, baik dimasa lalu dan yang menjadi jaminan iman Anda di masa yang akan datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasul Yohanes dalam penglihatannya menyaksikan ada sekelompok besar orang-orang berjubah putih yang berdiri di hadapan tahta Anak Domba.  Disebutkan di ayat 14 bahwa jubah mereka putih karena mereka mencucinya dengan darah anak Domba.  Dengan demikian tanpa darah Anak Domba, tidak mungkin mereka memiliki jubah putih tersebut dan itu juga berarti mereka tidak akan layak berdiri di hadapan tahta Anak Domba.  Dengan demikian hanya karena karya Kristuslah mereka dilayakkan berada di hadapan Allah.  Tanpa Kristus, tidak mungkin semua itu terjadi. Usaha apa pun itu tidak akan bisa membuat mereka diterima oleh Allah, karena yang dapat membuat “jubah mereka menjadi putih” hanya darah Kristus, Anak Domba Allah yang menjadi tebusan bagi kita yang mau percaya kepadaNya.&lt;br /&gt;Ayat 14 juga menyebutkan bahwa orang-orang berjubah putih ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar.  Kesusahan yang terjadi akibat dosa yang masuk dalam kehidupan umat manusia, maupun secara khusus kesusahan yang sedang dihadapi oleh orang-orang Kristen pada waktu itu karena mempertahankan imannya kepada Kristus.  Darah Domba Allah yang telah melepaskan mereka dari kesusahan tersebut dan bukan hanya itu, Kristus telah mempersiapkan kehidupan yang jauh lebih baik bahkan sempurna untuk dinikmati oleh orang-orang yang percaya kepadaNya dan bertahan dalam imannya. Allah berjanji tidak akan ada lagi kelaparan, dahaga, panas terik, air mata dan duka bagi kita orang percaya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, melalui bacaan hari ini kita diajak untuk melihat kedahsyatan darah Kristus, yang telah menjadi Anak Domba Allah bagi penebusan dunia.  Ia bukan hanya meluputkan kita dari neraka atau maut kekal, melainkan Ia juga telah menyediakan kita tempat terbaik dan kehidupan terindah bersama denganNya.  Kristus yang sama juga tetap memelihara dan melindungi kita melewati segala tantangan hidup kita hari-hari ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Darah Kristus bukan hanya berkuasa merebut Anda dari neraka untuk selamanya, tetapi juga seterusnya menarik Anda hidup dalam perlindungan dan pemeliharaanNya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5695630419910084892?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5695630419910084892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5695630419910084892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/wahyu-7-9-17-senin-3.html' title='Wahyu 7: 9-17 (Senin, 3)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3895098277543884185</id><published>2008-11-01T10:50:00.000+07:00</published><updated>2008-11-01T10:51:32.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 107:1-9 (Minggu, 2)</title><content type='html'>Banyak penafsir yang membagi Mazmur 107 ini menjadi dua bagian.  Bagian pertama, yaitu ayat 1-32 diperkirakan berasal dari zaman pembuangan.  Dugaan ini didasarkan pada isi bagian tersebut.  Bagian ini mencatat pengalaman orang-orang yang berada dalam kesesakan namun memperoleh pertolongan dari Tuhan.  Dalam perkembangannya, mazmur ini digunakan dalam ibadah sebagai nyanyian untuk mengantarkan korban syukur kepada Tuhan.&lt;br /&gt;1. Ay. 1-3.  Mazmur ini diawali dengan seruan untuk bersyukur karena kebaikan Tuhan.  Kepada siapakah seruan itu ditujukan? (perhatikan lebih khusus ayat 3)&lt;br /&gt;2. Ay. 4-5.  Bagian ini menceritakan keadaan sekelompok orang yang mengalami kesesakan.  Siapakah orang-orang ini?  Kesulitan apakah yang sedang mereka hadapi?&lt;br /&gt;3. Ay. 6-7.  Apa yang mereka lakukan dalam kesesakan mereka?  Apa yang Tuhan lakukan bagi mereka?&lt;br /&gt;4. Ay. 8-9.  Bacalah dua ayat ini sebagai satu kesatuan.  Dari dua ayat ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai kasih setia Tuhan?&lt;br /&gt;5. Cobalah ingat teman-teman Anda yang berada dalam kesesakan seperti yang digambarkan dalam mazmur ini.  Adakah sesuatu yang dapat Anda lakukan bagi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan dan kasih setia Tuhan telah ditunjukkan secara nyata melalui karya penebusannya.  Karena itu orang-orang yang ditebus Tuhan diajak untuk bersyukur kepada-Nya.  Siapakah mereka?  Dari ayat 3 kita dapat melihat bahwa mereka adalah orang-orang yang dikumpulkan dari berbagai penjuru arah.  Dengan demikian sangat beralasan bila kita menyimpulkan bahwa mereka adalah orang-orang yang kembali dari pembuangan.  Selama di dalam pembuangan mereka berada dalam cengkeraman penguasa yang telah menaklukkan negeri mereka, yang di sini disebut sebagai ”kuasa yang menyesakkan” (ay.2)&lt;br /&gt;Agar orang-orang yang telah ditebus ini dapat menanggapi ajakan itu secara positip, pemazmur mengingatkan mereka kepada pengalaman mereka di masa lampau.  Keadaan mereka digambarkan seperti sekelompok orang yang berjalan di padang belantara.  Mereka tidak tahu jalan untuk pulang, mereka menderita kelaparan, dan kondisi batin mereka juga memprihatinkan.  Dalam kondisi seperti itu, hanya satu hal yang dapat mereka lakukan: berseru kepada Tuhan.  Dan Tuhan pun menjawab mereka. Tuhan membawa mereka pulang ke tempat kediaman mereka.&lt;br /&gt;Gambaran mengenai orang-orang yang berjalan di padang belantara sangat tepat untuk melukiskan kondisi masyarakat kita dewasa ini.  Banyak orang yang kehilangan arah dan tujuan hidupnya.  Banyak pula orang atau keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka.  Apa yang harus mereka lakukan?  Tentu saja, mereka harus berseru kepada Tuhan.  Dan, tentunya kita percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan seruan mereka dan bertindak bagi mereka.  Namun, bagaimana bila Tuhan hendak memakai Anda untuk menolong mereka?  Bersediakah Anda melakukannya? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mazmur 107:1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3895098277543884185?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3895098277543884185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3895098277543884185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/mazmur-1071-9-minggu-2.html' title='Mazmur 107:1-9 (Minggu, 2)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2400387408291468133</id><published>2008-11-01T10:46:00.000+07:00</published><updated>2008-11-01T10:50:02.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 23:8-12 (Sabtu, 1)</title><content type='html'>Dalam bacaan kemarin kita telah melihat bagaimana Yesus memperingatkan orang banyak dan para murid-Nya agar mereka tidak meniru perilaku para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.  Jika demikian, bagaimanakah mereka seharusnya bersikap?  Dalam bacaan hari ini Yesus menjelaskan bagaimana seharusnya sikap mereka, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama.  Peringatan dan nasihat Yesus itu tentunya juga sangat penting bagi kita, para pemimpin dan pelayan gerejawi di masa kini.&lt;br /&gt;1. Ay. 8-10.  Ada tiga peringatan senada yang diberikan di ayat-ayat ini.  Apa arti peringatan itu?  Apa hubungannya dengan sikap para ahli Taurat dan orang-orang Farisi?&lt;br /&gt;2. Ay. 11-12.  Sikap seperti apakah yang diajarkan Yesus dalam ayat-ayat ini? Hukuman apa yang tersedia bagi orang yang meninggikan dirinya? Berkat apa yang tersedia bagi orang yang merendahkan diri?&lt;br /&gt;3. Apakah bacaan hari ini berarti bahwa kita tidak boleh mengajar atau memimpin?  Bagaimana pendapat Anda?&lt;br /&gt;4. Dalam kehidupan Anda sendiri, hal apakah yang paling sering membuat Anda meninggikan diri?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contoh buruk perilaku keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi menjadi peringatan bagi orang banyak dan para murid.  Dengan kedudukan mereka yang terhormat, para ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menyimpang dari pusat hiduup dan pelayanan mereka yang seharusnya, yaitu Allah sendiri.  Sebaliknya, mereka telah menjadikan diri mereka sendiri sebagai pusat, menggantikan tempat yang seharusnya mutlak milik Allah.  Mereka bukan hanya menduduki kursi Musa, melainkan juga menggeser Allah dari tempat-Nya. Kedudukan yang tinggi dan terhormat memang bisa membuat seseorang lupa diri.&lt;br /&gt;Karena itulah Yesus memperingatkan orang banyak dan para murid-Nya agar mereka tidak lupa diri, setinggi apapun posisi mereka.  Mereka harus senantiasa ingat bahwa siapakah Rabi yang sesungguhnya, Bapa yang sesungguhnya, dan Pemimpin yang sesungguhnya.  Bagi kita orang-orang Kristen, peringatan semacam ini sangatlah penting.  Boleh saja kita menjadi seorang pengajar atau seorang pemimpin, namun kita tidak boleh lupa bahwa pengajar dan pemimpin kita yang sesungguhnya adalah Yesus Kristus itu sendiri.  Dengan kata lain, Kristus harus tetap menjadi pusat dari seluruh kehidupan dan pelayanan kita.&lt;br /&gt;Peringatan di atas berhubungan erat dengan karakter yang harus senantiasa ada di dalam diri seorang pemimpin dan pelayanan kristiani, yaitu kerendahan hati.  Keberhasilan dalam pelayanan, atau jabatan tinggi dalam organisasi, atau peranan penting dalam sebuah kelompok, sangat mudah memudarkan kerendahan hati seorang pelayan Tuhan.  Jika kerendahan hati telah pudar, sangatlah mudah menemukan alasan untuk meninggikan diri.  Bukankah semua itu sudah sering menjadi awal kehancuran sebuah pelayanan gerejawi? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanpa kerendahan hati Anda sesungguhnya tidak lagi melayani Tuhan, melainkan melayani diri sendiri.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2400387408291468133?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2400387408291468133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2400387408291468133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/11/matius-238-12-sabtu-1.html' title='Matius 23:8-12 (Sabtu, 1)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8422848822688715109</id><published>2008-10-28T23:54:00.001+07:00</published><updated>2008-10-28T23:55:41.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 23:1-7 (Jumat, 31)</title><content type='html'>Oleh beberapa penafsir Matius 23 dilihat sebagai puncak dari pertentangan Yesus dengan para pemimpin agama Yahudi (ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki) yang telah dicatat dalam pasal-pasal sebelumnya.  Perdebatan panjang itu mengungkapkan siapa mereka sesungguhnya.  Dalam pasal 23 inilah Yesus membeberkan kemunafikan mereka, sambil memperingatkan orang banyak dan para murid-Nya agar berhati-hati terhadap mereka.&lt;br /&gt;1. Ay. 1-2.  Dalam penelitiannya E.L. Sukenik menunjukkan bahwa di dalam rumah ibadat orang Yahudi (yang disebut Sinagog) terdapat sebuah batu yang biasanya dipakai sebagai tempat duduk seorang guru yang sangat dipercaya dan dihormati.  Mereka dipandang sebagai penerus Musa.  Dengan latar belakang ini, apa yang Yesus maksudkan bahwa ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menududuki kursi Musa?&lt;br /&gt;2. Ay. 3-7.  Apa saja kesalahan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dalam memperlakukan hukum Taurat?  Sebutkan minimal dua hal.&lt;br /&gt;3. Dari bacaan hari ini, prinsip-prinsip apa saja yang dapat kita pelajari mengenai hukum Taurat? (baik dalam rangka melakukan maupun mengajarkannya)  Apakah prinsip-prinsip tersebut juga berlaku bagi ajaran Yesus Kristus?  Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hukum Taurat mempunyai tempat yang penting dalam kehidupan agama Yahudi. Karena itu orang yang diberi kepercayaan dan kehormatan untuk mengajarkan hukum Taurat juga mempunyai posisi penting di dalam sinagog.  Orang seperti inilah yang dianggap pantas duduk di kursi batu yang disebut kursi Musa itu.  Dan rupanya kursi-kursi semacam itu di rumah-rumah ibadat orang Yahudi telah dikuasai oleh para ahli Taurat dan orang Farisi.  Apakah ajaran mereka masih layak dihormati?&lt;br /&gt;Yesus menjawab dengan jelas, ya.  Ajaran mereka harus dituruti dan dilakukan, namun perbuatan mereka tidak pantas ditiru.  Selama berurusan dengan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu Yesus tidak pernah mempersoalkan hukum Taurat, melainkan cara mereka memperlakukan hukum Taurat itu.&lt;br /&gt;Ada dua kesalahan serius yang disebutkan Yesus di sini.  Pertama, mereka mengajarkan – bahkan, menuntut – orang lain untuk melakukan hukum Taurat, namun mereka sendiri tidak melakukannya.  Kedua, kalaupun mereka melakukan aturan dan ritual dalam hukum Taurat, mereka tidak melakukannya dengan motivasi yang benar.  Mereka melakukannya untuk mendapatkan penghormatan dari orang-orang di sekitar mereka.&lt;br /&gt;Kesalahan yang sama juga dapat terjadi pada orang-orang Kristen masa kini.  Bahkan mungkin lebih parah lagi.  Betapa memperihatinkan melihat bahwa banyak orang Kristen tidak peduli lagi dengan apa yang diajarkan Yesus.  Bagaimana kita dapat melakukan ajaran Yesus dengan baik bila kita enggan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.  Di lain pihak, ada sebagian orang Kristen yang dengan bersemangat berkhotbah mengenai Kristus, namun tidak melakukan apa yang diajarkannya.  Bagaimana dengan Anda? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ajarkanlah apa yang Anda lakukan, bukan apa yang mendatangkan keuntungan.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8422848822688715109?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8422848822688715109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8422848822688715109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/matius-231-7-jumat-31.html' title='Matius 23:1-7 (Jumat, 31)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3162889674124571293</id><published>2008-10-28T23:52:00.000+07:00</published><updated>2008-10-28T23:53:59.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 2:13-20 (Kamis, 30)</title><content type='html'>Kesulitan dan hambatan dalam pelayanan sering membuat kita kehilangan rasa syukur kita kepada Tuhan.  Tidaklah demikian dengan Paulus.  Meski menghadapi tekanan yang luar biasa dari orang-orang Yahudi yang menghalang-halangi pelayanannya, Paulus tetap tidak kekurangan alasan untuk menaikkan syukur kepada Allah.&lt;br /&gt;1. Ay. 13-14.  Apa yang Paulus katakan mengenai rasa syukurnya kepada Allah?  Hal apa saja yang membuat Paulus bersyukur kepada Allah? (sebutkan minimal dua hal)  Apa yang dapat kita pelajari dari ungkapan syukur Paulus ini?&lt;br /&gt;2. Ay. 15-16.  Paulus membandingkan sikap mereka dengan sikap orang-orang Yahudi.   Apa yang salah dari sikap orang-orang Yahudi ini?  &lt;br /&gt;3. Ay.17-18.  Paulus mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka.  Menurut Anda, mengapa? (baca kembali Kis 17:1-9).  Apa yang menghalangi Paulus mengunjungi mereka?&lt;br /&gt;4. Ay. 19-20.  Sebutan apa sajakah yang digunakan Paulus mengenai jemaat Tesalonika?  Apa hubungannya dengan rasa syukur Paulus di awal perikop ini?&lt;br /&gt;5. Carilah beberapa hal yang patut Anda syukuri dalam pelayanan Anda.  Apa yang akan Anda lakukan untuk mengungkapkan rasa syukur Anda atas hal-hal tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;Meski harus melayani di tengah kesulitan, Paulus tidak pernah kehilangan rasa syukurnya kepada Allah.  ”Kami tidak putus-putusnya mengucap syukur . . .,” kata Paulus.  Hal pertama yang membuat Paulus bersyukur adalah sikap mereka Injil.  Mereka menerima Injil yang diberitakan Paulus bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai firman Allah.  Sikap ini sangat berbeda dibandingkan dengan sikap orang-orang Yahudi yang telah menolak dan membunuh Tuhan Yesus (Firman Allah yang menjadi manusia).&lt;br /&gt;Hal kedua yang membuat Paulus bersyukur adalah kerelaan mereka untuk ikut menderita demi Injil.  Seperti kita tahu, jemaat-jemaat di Yudea hidup dalam penderitaan karena dianiaya oleh orang-orang Yahudi.  Orang-orang Tesalonika juga mendengar hal tersebut, namun mereka tidak gentar.  Mereka menerima Injil tanpa ragu-ragu meskipun penderitaan menghadang di depan mereka.  Sikap ini sangat berbeda dibandingkan dengan sikap orang-orang Yahudi yang justru menghambat pemberitaan Injil.&lt;br /&gt;Di samping dua hal di atas, sukacita dan rasa syukur Paulus juga dilabuhkan pada sebuah pengharapan yang pasti: kedatangan Kristus yang kedua.  Bagi Paulus, tidak ada yang patut dibanggakan pada waktu kedatangan-Nya kecuali orang-orang yang telah dimenangkan dalam pemberitaan Injil.  Paulus menyebut jemaat Tesalonika sebagai ”mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus.”  (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesulitan dan penderitaan selalu menjadi bagian dari pemberitaan Injil, namun semua itu tidak berarti dibandingkan sukacita kekal yang tersedia bagi kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3162889674124571293?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3162889674124571293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3162889674124571293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/1-tesalonika-213-20-kamis-30.html' title='1 Tesalonika 2:13-20 (Kamis, 30)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3745898285193600241</id><published>2008-10-28T23:49:00.000+07:00</published><updated>2008-10-28T23:51:43.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 2:9-12 (Rabu, 29)</title><content type='html'>Dari penjelasan bacaan minggu yang lalu kita tahu bahwa surat Tesalonika ditulis Paulus untuk menjawab berbagai tuduhan yang dilontarkan oleh musuh-musuhnya.  Serangkaian tuduhan telah dibantah oleh Paulus di bagian awal pasal ini (2:1-8).  Namun, seperti kita lihat dari bacaan hari ini, Paulus tidak sekadar membela diri sendiri.  Paulus tahu bahwa tekanan dan serangan dari orang-orang Yahudi bukan hanya ditujukan kepada dirinya, melainkan juga kepada seluruh jemaat di Tesalonika, terutama kepada para pemimpin mereka (lihat Kis 17:6).  Karena itu dalam bagian ini Paulus juga menasihati dan menguatkan hati mereka. &lt;br /&gt;1. Ay. 9.  Selama memberitakan Injil, bagaimanakah Paulus mencukupkan kebutuhan hidupnya? (lihat Kis 18:3)  Mengapa Paulus mengingatkan mereka akan hal ini?&lt;br /&gt;2. Ay. 10.  Melalui ayat ini apa yang dapat Anda pelajari mengenai cara Paulus memberitakan Injil?  Mengapa Paulus mengingatkan mereka akan hal ini?&lt;br /&gt;3. Ay. 11. Selain berkhotbah, pelayanan apa yang Paulus lakukan bagi mereka?  Mengapa Paulus mengingatkan mereka akan hal ini?&lt;br /&gt;4. Ay. 12. Nasihat apa yang Paulus berikan kepada mereka?  Apa hubungannya dengan tekanan yang mereka hadapi dari orang-orang Yahudi yang memusuhi mereka?&lt;br /&gt;5. Dari ayat-ayat bacaan hari ini, hal apa saja yang dapat kita pelajari mengenai pemberitaan Injil?  Sebutkanlah paling sedikit tiga hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sambil memberitakan Injil ternyata Paulus juga bekerja untuk mencukupkan hidupnya sendiri.  Paulus bekerja sebagai tukang kemah.  Di Tesalonika Paulus bahkan harus melakukan pekerjaannya dengan berjerih-lelah, siang dan malam.  Dari sikap Paulus ini kita belajar mengenai seorang pemberita Injil yang tidak mau memanfaatkan orang-orang yang dilayaninya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.  Terus terang, tidak banyak lagi pelayan Kristus yang setia seperti ini.  Sebaliknya, kita sering berjumpa dengan orang-orang yang melayani Tuhan sambil mencari keuntungan sendiri, meski tidak selalu berwujud uang atau materi.&lt;br /&gt;Selain menjadi teladan dalam bekerja, Paulus juga menjadi teladan dalam perilakunya.  Karakter kristiani: saleh, adil, tidak bercacat dapat mereka lihat dalam kehidupan Paulus setiap hari.  Mempertahankan perilaku yang baik di tengah serangan gencar para musuh tentu bukanlah sesuatu yang mudah.  Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika agar mereka juga dapat mempertahankan karakter dan perilaku kristiani mereka di hadapan orang-orang Yahudi yang memusuhi mereka.&lt;br /&gt;Dari ayat 11 kita tahu bahwa Paulus melayani jemaat di Tesalonika bukan hanya dengan berkhotbah.  Ternyata Paulus juga melaksanakan pelayanan pribadi (seorang demi seorang), untuk menasihati dan menguatkan orang yang dilayani, dengan sikap seorang bapa.  Pelayanan semacam ini sekarang sering kita sebut sebagai pelayanan konseling.  Di bagian akhir nasihatnya Paulus mengingatkan mereka akan panggilan ilahi yang telah mereka terima. Panggilan seperti inilah yang telah membuat Paulus rela dan sanggup memberitakan Injil, meskipun menghadapi tantangan/ hambatan yang besar. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang. (1 Tes 2:11)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3745898285193600241?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3745898285193600241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3745898285193600241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/1-tesalonika-29-12-rabu-29.html' title='1 Tesalonika 2:9-12 (Rabu, 29)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4024658901900243045</id><published>2008-10-27T23:04:00.001+07:00</published><updated>2008-10-27T23:06:19.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yosua 3:7-17 (Selasa, 28)</title><content type='html'>Dalam bacaan kemarin kita telah melihat bagaimana orang-orang Israel mempersiapkan diri mereka untuk melihat perbuatan ajaib yang akan dilakukan Tuhan di tengah-tengah mereka.  Para imam yang bertugas mengangkat tabut perjanjian itu juga diberitahu apa yang harus mereka lakukan, dan mereka pun mempersiapkan diri mereka.&lt;br /&gt;Dalam bacaan hari ini kita akan melihat bagaimana penyeberangan itu dilakukan.  Yosua, para imam, para pemimpin suku, dan seluruh orang Israel melihat perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan bagi mereka.  Namun, perhatian mereka seharusnya tidak berhenti pada mujizat yang tersebut.  Ada sesuatu yang lebih penting daripada hanya mengalami mujizat.&lt;br /&gt;1. Ay. 7-8.  Berhubungan dengan regenerasi kepemimpinan, dari Musa kepada Yosua, Tuhan mempunyai tujuan khusus dalam penyeberangan ini.  Tujuan apakah itu?  Untuk kepentingan siapakah hal ini: Yosua atau orang-orang yang dipimpinnnya?&lt;br /&gt;2. Ay. 9-13.  Di samping memberitahukan apa yang harus mereka lakukan, Yosua juga memberitahukan apa yang harus mereka pelajari dari peristiwa ini.  Hal apa saja yang harus mereka pelajari tentang Allah?&lt;br /&gt;3. Ay. 14-17.  Bandingkan peristiwa ini dengan Keluaran 14:21-22, 31.  Melihat peristiwa yang serupa itu, apa yang mereka pikirkan tentang Yosua?  Apa yang mereka lihat tentang Tuhan?&lt;br /&gt;4. Perhatikan peranan masing-masing orang yang terlibat dalam peristiwa ini.  Apa peranan Yosua?  Apa peranan para imam?  Apa peranan para pemimpin suku?  Apa peranan umat Israel?  Apa kesimpulan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;Kitab Yosua diawali dengan penunjukkan Tuhan kepada Yosua untuk meneruskan peran Musa memimpin bangsa Israel berjalan masuk ke negeri yang telah dijanjikan-Nya (1:1-4).  Mandat itu kemudian juga disusul dengan janji Tuhan kepada Yosua, ” . . . seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau;” (1:5).  Tidaklah cukup bila pemberian mandat dan  janji penyertaan itu hanya didengar dan diketahui oleh Yosua sendiri.  Segenap bangsa Israel harus tahu bahwa Yosualah yang ditunjuk untuk menggantikan Musa, dan bahwa Tuhan menyertainya.  Karena itulah Tuhan menggunakan kesempatan ini untuk membesarkan nama Yosua di mata seluruh orang Israel.  Ketika mereka melihat air sungai Yordan tersibak sehingga mereka bisa menyeberang di tanah kering, tentu mereka akan teringat pada pengalaman yang serupa di laut Teberau.  Mereka akan tahu bahwa Tuhan menyertai Yosua seperti Dia menyertai Musa.&lt;br /&gt;Bagi Yosua, tentu sangatlah penting mendapat pengakuan seperti itu.  Namun, ada yang lebih penting baginya: orang Israel harus melihat bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah mereka dan bertindak bagi mereka.  Yosua bukanlah seorang pemimpin egois yang berjuang untuk kewibawaannya sendiri. Dalam penyeberangan ini setiap bagian umat Israel mempunyai peranan masing-masing.  Mereka harus setia mengerjakan bagian mereka, dan pandangan mata mereka harus tertuju ke arah yang sama: Allah yang hidup. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seorang pemimpin Kristen yang sejati selalu mengarahkan mata orang-orang yang dipimpinnya kepada Allah, bukan kepada dirinya sendiri.  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4024658901900243045?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4024658901900243045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4024658901900243045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/yosua-37-17-selasa-28.html' title='Yosua 3:7-17 (Selasa, 28)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8231771758833857322</id><published>2008-10-26T22:24:00.001+07:00</published><updated>2008-10-26T22:26:42.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Yosua 3:1-6 (Senin, 27)</title><content type='html'>Sungai Yordan adalah batas akhir perjalanan Musa memimpin bangsa Israel (Ulangan 31:2).  Setelah kematian Musa, Yosualah yang harus menggantikannya memimpin umat Israel menyeberangi sungai Yordan dan masuk ke tanah perjanjian.  Itulah sebabnya Yosua melepaskan dua orang pengintai untuk mengamat-amati keadaan kota Yerikho (Yos 2:1a).  Kedua pengintai ini menceritakan bagaimana seluruh penduduk Yerikho ketakutan menghadapi mereka (Yos 2:24).  Tentu saja, kabar baik ini membuat Yosua yakin bahwa Tuhan telah menyerahkan kota Yerikho kepada mereka.  Yosua pun bangung pagi-pagi dan bergegas melanjutkan perjalanannya menuju Yerikho.&lt;br /&gt;1. Ay. 1-2.  Sesampainya di tepi sungai Yordan mereka bermalam dan menunggu hingga tiga hari.  Menurut Anda, mengapa?  (Selain mempertimbangkan dua ayat ini, lihat juga penjelasan mengenai sungai Yordan dalam 3:15b)&lt;br /&gt;2. Ay. 3-4.  Dalam penyeberangan ini tabut perjanjian Tuhan akan berjalan mendahului mereka.  Apa arti keberadaan tabut Tuhan dalam penyeberangan ini?  (Tentang tabut perjanjian dan artinya bagi mereka, bacalah kembali Keluaran 25:10-22).&lt;br /&gt;3. Ay. 5-6.  Apa yang harus mereka lakukan sebagai persiapan untuk penyeberangan itu?  Apakah mereka sudah tahu mujizat seperti apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;4. Menurut Anda, dari pengalaman ini apa yang hendak Tuhan ajarkan kepada umat Israel?&lt;br /&gt;5. Pernahkah Anda tidak berdaya menghadapi ”sungai Yordan” yang meluap di hadapan Anda?  Apa yang Anda lakukan dalam keadaan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di bagian awal perikop ini kita dapat melihat semangat Yosua dan orang-orang Israel yang bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka, merebut kota Yerikho.  Setelah berangkat dari Sitim dan berjalan sepanjang 16 Km, mereka pun sampai di tepi sungai Yordan.  Sampai di sini mereka pun segera menyadari bahwa perjalanan menuju Yerikho bukanlah sebuah perjalanan yang mudah.  Sungai Yordan yang berada di hadapan mereka sedang meluap di sepanjang tepinya.  Mereka menunggu selama tiga hari karena memang tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk melewati sungai itu.&lt;br /&gt;Haruskah perjalanan mereka terhenti oleh air sungai Yordan?  Tentu saja, tidak.  Justru ketika menghadapi hambatan seperti inilah Tuhan menyatakan kehadiran-Nya untuk memimpin mereka.  Tabut perjanjian – yang merupakan simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya – akan berjalan di depan mereka. Mereka hanya diminta berjalan di belakang tabut itu dengan menjaga jarak sekitar satu kilometer. Mereka harus menjalaninya dengan iman dan ketaatan.  Karena itulah mereka juga harus menguduskan diri.  &lt;br /&gt;Perlu diperhatikan bahwa sampai sejauh ini belum diberitahukan adanya mujizat yang akan terjadi.  Namun, mereka harus mempersiapkan diri mereka.  Kita sering tidak tahu apa yang akan Tuhan lakukan bagi kita.  Tapi kita harus senantiasa mempersiapkan diri kita.  Kekudusan dan ketaatan adalah persiapan yang penting untuk melihat karya ajaib Tuhan di dalam hidup kita. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menghadapi hidup yang penuh kesulitan, iman dan ketaatan jauh lebih penting dari pada semangat yang menggebu-gebu.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8231771758833857322?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8231771758833857322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8231771758833857322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/yosua-31-6-senin-27.html' title='Yosua 3:1-6 (Senin, 27)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-451082953338268505</id><published>2008-10-22T14:04:00.001+07:00</published><updated>2008-10-22T14:08:39.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 2:5-8 (Minggu, 26)</title><content type='html'>Bacaan hari ini adalah lanjutan dari bacaan kemarin.  Ada baiknya Anda melihat kembali catatan mengenai orang-orang Yahudi yang menghambat pelayanan Paulus di Tesalonika.  Dalam perikop hari ini kita masih dapat melihat Paulus membela diri terhadap beberapa tuduhan yang dilontarkan oleh musuh-musuhnya itu.  Kita dapat belajar dari cara Paulus menghadapi tuduhan-tuduhan tersebut.  Di samping itu kita juga dapat melihat komitmen Paulus terhadap pelayanan pekabaran Injil.  Cobalah temukan apa yang membuat Paulus mempunyai komitmen yang sedemikian kuat terhadap jemaat yang dilayaninya.&lt;br /&gt;1. Ay. 5-6.  Ada tiga macam tuduhan yang disanggah oleh Paulus di ayat-ayat ini.  Tuduhan apa sajakah itu?&lt;br /&gt;2. Ay. 7.  Dengan apakah Paulus menggambarkan sikapnya terhadap jemaat di Tesalonika?  Apa yang hendak ditegaskan dengan gambaran ini?&lt;br /&gt;3. Ay. 8.  Paulus menyatakan bahwa ia rela membagi hidupnya dengan orang-orang yang dilayaninya.  Apa yang dimaksudkan Paulus di sini?  Apa yang mendorong Paulus rela membagikan hidupnya kepada mereka?&lt;br /&gt;4. Kesulitan terbesar apakah yang pernah Anda hadapi dalam pelayanan Anda?  Bagaimanakah sikap Anda menghadapi kesulitan itu?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah kita bahas kemarin, orang-orang Yahudi di Tesalonika yang merasa iri hati terhadap Paulus melancarkan tuduhan dan fitnah bertubi-tubi terhadapnya.  Dari ayat 1-4 kita sudah melihat betapa hebatnya serangan yang harus dihadapi oleh Paulus.  Di ayat 5-6 masih ada tiga tuduhan yang harus disanggah Paulus.  Musuh-musuh Paulus menuduhnya bermulut manis, loba (serakah), dan mengejar pujian manusia.  Tuduhan-tuduhan itu tidak hanya dijawab dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan yang nyata.  Sikap baik Paulus terhadap jemaat Tesalonika adalah jawaban paling ampuh terhadap tuduhan-tuduhan itu.&lt;br /&gt;Paulus menggambarkan sikapnya terhadap jemaat Tesalonika seperti seorang ibu yang mengasuh dan merawat anaknya.  Gambaran ini melukiskan kasih sayang dan perhatian Paulus yang besar kepada mereka.  Sikap Paulus juga dibuktikan dengan tindakan nyata.  Paulus bertindak sebagai seorang pemberita Injil yang sejati, yang tidak hanya berbagi berita Injil, namun juga rela berbagai hidup kepada orang-orang yang dilayaninya.  Ungkapan dapat menunjuk kepada kesediaan Paulus berkorban – bahkan berkorban nyawa – bagi mereka.  Namun, ungkapan ”berbagi hidup” juga bisa berarti kesediaan Paulus untuk datang dan tinggal di Tesalonika, meskipun di tengah tantangan yang sukar.  Paulus memberitakan Injil bukan hanya dengan kata-kata, melainkan juga dengan tindakan nyata, yaitu seluruh kehidupannya.&lt;br /&gt;Memberitakan Injil dengan kata-kata memang bukan hal yang mudah.  Namun, adalah jauh lebih sulit untuk berbagi hidup dengan orang-orang yang kita layani.  Memang, tidak selalu berarti bahwa kita harus mengorbankan nyawa kita. Namun, hidup kita harus menjadi wujud nyata dari Injil Yesus Kristus itu sendiri.  Itu berarti kita harus mewujudkan kasih dan karya Kristus di dalam hidup kita.  Tidak mudah. Tapi, itulah sikap seorang pemberita Injil yang sesungguhnya. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. (Filipi 3:17)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-451082953338268505?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/451082953338268505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/451082953338268505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/1-tesalonika-25-8-minggu-26.html' title='1 Tesalonika 2:5-8 (Minggu, 26)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4292160282120526370</id><published>2008-10-22T14:02:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T14:04:01.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 2:1-4  (Sabtu, 25)</title><content type='html'>Kesuksesan Paulus memberitakan Injil di Tesalonika (1:6,9) tidaklah dicapai dengan mudah.  Di Tesalonika ada orang-orang Yahudi yang menentang pemberitaan Injil.  Mereka berusaha menangkap dan mengadili Paulus dan Silas (Kis 17:5). Selain mengancam secara fisik, musuh-musuh Paulus juga melancarkan berbagai macam fitnah atasnya (Kis 17:6-7).  Keributan itu memaksa Paulus dan Silas meninggalkan kota Tesalonika dengan tergesa-gesa (Kis 17:10).  Meski demikian, fitnah dan tuduhan terhadap Paulus belum berhenti.  Dari perikop bacaan hari ini kita dapat melihat bahwa Paulus berusaha menjawab tuduhan-tuduhan tersebut.&lt;br /&gt;1. Ay. 1.  Dari ayat ini kita dapat membaca salah satu tuduhan yang dilontarkan musuh-musuh Paulus mengenai hasil pelayanannya.  Tuduhan apakah itu?  Mengapa mereka melontarkan tuduhan seperti itu?&lt;br /&gt;2. Ay. 2.  Bagaimana musuh-musuh Paulus menggunakan pengalaman buruknya di Filipi (Kis 16:19-24) untuk menghancurkan reputasi Paulus? Bagaimana Paulus menanggapi serangan tersebut?&lt;br /&gt;3. Ay. 3.  Terkait dengan pelayanan Paulus, dalam ayat ini kita menemukan tiga tuduhan sekaligus.  Sebutkanlah tiga tuduhan itu.&lt;br /&gt;4. Ay. 4.  Tuduhan apa yang dilontarkan kepada Paulus?  Mengapa Paulus dituduh demikian? (ingatlah bahwa orang-orang yang memusuhi Paulus adalah orang-orang Yahudi yang sangat ketat memegang hukum Taurat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak tuduhan yang dilontarkan orang-orang Yahudi yang memusuhi Paulus.  Pertama, mereka menuduh bahwa kedatangan Paulus di Tesalonika adalah sia-sia. Mungkin ini terkait dengan kehadiran Paulus yang sangat singkat dan kepergiannya yang tergesa-gesa.  Mereka menuduh Paulus tidak menghasilkan apa-apa di Tesalonika.  Pernahkah Anda dituduh bahwa apa yang Anda lakukan adalah sia-sia?&lt;br /&gt;Kedua, musuh-musuh rupanya Paulus juga menyebutkan pengalaman Paulus di Filipi untuk menghancurkan nama baik mereka.  Para musuh itu menyebutkan bahwa Paulus adalah pembuat onar dan mantan narapidana di Filipi.  Pernahkah Anda merasa bahwa nama baik Anda telah dihancurkan seseorang?&lt;br /&gt;Ketiga, musuh-musuh Paulus juga melancarkan fitnah mengenai pemberitaan Injil yang dilakukannya.  Tiga tuduhan sekaligus dapat kita baca di sini: Injil yang diberitakan Paulus adalah sesat, diberitakan dengan tidak tulus (dengan maksud tersembunyi – bandingkan dengan ay.5), dan dilakukan dengan tipu daya.  Bagaimana perasaan Anda ketika orang-orang di sekitar Anda mencurigai dan mengkritik pelayanan Anda?&lt;br /&gt;Keempat, musuh-musuh Paulus juga menuduh bahwa Paulus tidak layak di hadapan Allah karena Paulus hanya berusaha menyenangkan manusia.  Tuduhan ini terkait dengan isi Injil yang diberitakan Paulus bahwa orang-orang Kristen tidak lagi terikat pada tradisi Yahudi (seperti sunat, dsb).  Pernahkah Anda, ketika menyampaikan kebenaran, mendapat tantangan besar dari orang-orang yang merasa dirugikan?&lt;br /&gt;Tuduhan dan fitnahan seperti di atas tentu sangat menyakitkan hati kita dan dapat melemahkan semangat pelayanan kita.  Namun, jika Anda hendak tetap melayani Dia dan memberitakan Injil-Nya, Anda akan menghadapi semuanya.  Siapkah Anda? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seorang pemberita Injil bukan hanya mengkhotbahkan salib Kristus, melainkan juga memikulnya di bahunya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4292160282120526370?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4292160282120526370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4292160282120526370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/1-tesalonika-21-4-sabtu-25.html' title='1 Tesalonika 2:1-4  (Sabtu, 25)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6821508966499204279</id><published>2008-10-22T14:00:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T14:02:22.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 22:41-46 (Jumat, 24)</title><content type='html'>Diskusi Yesus dengan para pemimpin agama (para ahli Taurat, orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki) telah dimulai sejak Mat 21:23, dan bacaan kita hari ini dapat disebut sebagai puncak sekaligus akhir dari rangkaian panjang tanya-jawab tersebut.  Berbeda dari babak-babak sebelumnya, di mana Yesus selalu berada di pihak yang ditanya (dengan berbagai pertanyaan jebakan), sekarang Yesuslah yang memberikan pertanyaan kepada mereka.  Dan pertanyaan telak Yesus inilah yang membuat mereka berhenti bertanya.&lt;br /&gt;1. Ay. 41-42.  ”Anak Daud” adalah sebutan yang umum dipakai oleh orang-orang Yahudi sebagai gelar bagi Mesias yang mereka nantikan.   Jika demikian, mengapa Yesus mempertanyakan gelar tersebut?  Apakah ini berarti bahwa Yesus tidak setuju dengan sebutan ini?  (untuk mempertimbangkan hal ini Anda perlu melihat Mat 9:27; 12:23; 15:22; 20:30-31, juga Mat 21:9)&lt;br /&gt;2. Ay. 43-45.  Pertanyaan Yesus dimaksudkan untuk mengoreksi cara berpikir mereka yang keliru mengenai gelar “Anak Daud”.  Cara berpikir seperti apakah yang hendak dikoreksi oleh Yesus?&lt;br /&gt;3. Ay. 46.  Setelah mereka tidak mampu menjawab pertanyaan Yesus, mereka tidak lagi bertanya apapun terhadap-Nya.  Menurut Anda, mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita tahu, ”Anak Daud” adalah sebutan yang umum dipakai sebagai gelar bagi Mesias yang dinanti-nantikan orang Yahudi.  Yesus sendiri menggunakan istilah ini dalam berbagai kesempatan mengajar orang banyak (Mat 9:27; 12:23; 15:22; 20:30-31).   Oleh orang banyak, Yesus juga pernah dielu-elukan sebagai ”Anak Daud” (Mat 21:9).   Bahkan, penulis Injil Matius juga telah membuktikan sejak awal bahwa Yesus adalah keturunan Daud (Mat 1:17).  Dengan demikian cukup jelas bahwa Yesus tidak menolak istilah ”Anak Daud” sebagai gelar mesianik.  &lt;br /&gt;Kalau begitu, apa tujuan Yesus bertanya mengenai istilah ini kepada mereka?  Kita dapat melihat dua hal penting yang terkait dengan pertanyaan itu.  Pertama, Yesus bukan sedang mempersoalkan gelar ”Anak Daud”, melainkan hendak meluruskan pemahaman mereka mengenai gelar tersebut.  Yesus hendak mengoreksi mereka yang cenderung berpikir secara hurufiah.  Yesus membuktikan bahwa cara berpikir mereka yang sempit itu pada akhirnya akan berujung pada kontradiksi yang membingungkan.  Mereka hanya memahami Mesias sebagai Anak Daud, namun mereka lupa bahwa Mesias juga Anak Allah.  Pemahaman yang sempit itu membuat mereka gagal menerima Yesus sebagai Anak Allah.&lt;br /&gt;Kedua, Yesus hendak menghentikan kesombongan rohani para pemimpin agama ini.  Pertanyaan-pertanyaan dalam perikop-perikop sebelumnya mereka ajukan untuk mencobai Yesus.  Jelaslah bahwa mereka memandang diri mereka lebih pintar dari Yesus. Sekarang, oleh pertanyaan Yesus ini, mereka sadar akan kebodohan mereka sendiri.  Pemahaman mengenai Mesias adalah hal yang penting dan mendasar bagi orang Yahudi.  Dan ternyata, mereka belum memahaminya dengan baik.  Banyak orang yang merasa memiliki peranan penting dalam kehidupan bergereja, namun ternyata tidak cukup memahami pokok-pokok iman Kristen yang paling dasar sekalipun. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mereka yang sombong adalah mereka yang sesungguhnya tidak banyak tahu.  Hal ini juga berlaku dalam kehidupan rohani.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6821508966499204279?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6821508966499204279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6821508966499204279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/matius-2241-46-jumat-24.html' title='Matius 22:41-46 (Jumat, 24)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3371912916462651876</id><published>2008-10-22T13:57:00.001+07:00</published><updated>2008-10-22T14:00:04.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 22:34-40 (Kamis, 23)</title><content type='html'>Berhadapan dengan orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki, Yesus seperti berjalan di atas ladang ranjau.  Jebakan demi jebakan terus dipasang, bukan hanya untuk menjatuhkan reputasi-Nya, melainkan juga untuk membuat-Nya mengatakan sesuatu yang dapat mereka pakai untuk menuntut-Nya ke pengadilan agama.  Demikian pula jebakan yang kita baca di perikop ini.  Matius memaparkan dengan jelas bahwa jebakan ini telah direncanakan.  Kekalahan orang-orang Saduki membuat orang-orang Farisi lebih cermat memasang jebakan bagi Yesus.  Karena itulah mereka ”berkumpul” (ay.34) untuk merundingkan siasat mereka. Tujuan pertanyaan mereka pun jelas, ”untuk mencobai Dia” (ay.35).&lt;br /&gt;1. Ay. 34-36. Salah seorang dari orang-orang Farisi itu, yang juga seorang ahli Taurat bertanya tentang hukum yang terutama dalam hukum Taurat.  Apa yang diharapkan orang-orang Farisi dengan pertanyaan ini?  Apa yang terjadi bila Yesus langsung menyebutkan salah satu dari sepuluh hukum itu sebagai hukum yang terutama?&lt;br /&gt;2. Ay. 37-39.  Untuk menjawab pertanyaan itu Yesus mengutip dua ayat dari Perjanjian Lama.  Menurut Anda, mengapa?  Hal apa yang ditegaskan dalam kedua ayat tersebut?&lt;br /&gt;3. Ay. 40. Dari pernyataan Yesus ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai hubungan antara kasih dan peraturan (dalam hal ini hukum dan aturan keagamaan)?&lt;br /&gt;4. Dari bacaan hari ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai cara Yesus menghadapi musuh-musuh-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang akan mati-matian membela diri apabila menyadari bahwa dirinya sedang diserang.  Tapi, tidak demikian dengan Yesus.  Hal ini dapat kita lihat dari cara Yesus menghadapi pertanyaan-pertanyaan jebakan dari musuh-musuh-Nya.  Jawaban Yesus bukan hanya bertujuan untuk membela diri, melainkan juga untuk memberikan pengajaran yang positif, yang akan mencerahkan hati dan pikiran mereka.&lt;br /&gt;Jika Yesus langsung menyebutkan salah satu dari sepuluh hukum itu sebagai hukum yang terutama, maka Yesus bisa dituduh merendahkan hukum-hukum yang lainnya.  Karena itu Yesus tidak melayani jebakan mereka.  Yesus justru mengutip Ulangan 6:5 dan Imamat 22:39 untuk menjawab pertanyaan mereka. Ulangan 6:4-9 dibacakan dua kali sehari oleh orang-orang Yahudi yang saleh, sebagai bagian dari ibadah harian mereka. Jadi, mereka telah tahu bahwa perintah itu memang sangat penting.  Yesus mulai dari apa yang telah mereka ketahui, sehingga mereka tidak punya alasan untuk mempertanyakannya lagi.&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan bahwa Yesus juga mengingatkan mereka akan perintah untuk mengasihi sesama.  Bahkan, meski disebut sebagai yang kedua, namun Yesus menempatkannya sebagai perintah ”yang sama” dengan perintah pertama.  Keduanya memerintahkan kita untuk mengasihi. Dan karenanya disebut juga sebagai hukum kasih.  Dalam hukum kasih inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Artinya, apapun yang diperintahkan oleh hukum Taurat dan kitab para nabi haruslah kita lakukan dengan penuh kasih. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama, itulah yang tidak mereka miliki. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanpa kasih semua bentuk peraturan agama hanya akan menciptakan fanatisme yang kejam dan mematikan.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3371912916462651876?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3371912916462651876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3371912916462651876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/matius-2234-40-kamis-23.html' title='Matius 22:34-40 (Kamis, 23)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8787742271396648849</id><published>2008-10-19T23:19:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T23:20:56.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 90:1-17 (Rabu, 22)</title><content type='html'>Mazmur ini menceritakan tentang penderitaan yang dialami bangsa Israel. Memang tidak disebutkan secara persis penderitaan apa yang dimaksudkan, yang tersirat adalah penderitaan akibat murka Tuhan karena dosa bangsa Israel.  Yang lebih banyak diuraikan adalah perenungan dan doa pemazmur dalam menghadapi kenyataan adanya penderitaan tersebut.  Penderitaan membuat pemazmur lebih bisa menghayati tentang siapa manusia dan bagaimana Tuhan yang dipercayainya.&lt;br /&gt;1. Ayat 5-10: Adanya penderitaan membuat pemazmur merenungkan tentang siapa dan bagaimana manusia itu sebenarnya.  Perenungan seperti apa yang diungkapkan pemazmur tentang keadaan manusia?&lt;br /&gt;2. Ayat 1-2: Dalam keadaan menderita, keyakinan apa yang tetap dimiliki oleh pemazmur tentang Allah?&lt;br /&gt;3. Ayat 11-17: Bagaimana pemazmur menyikapi penderitaannya setelah ia merenungkan dua hal tersebut di atas?&lt;br /&gt;4. Apakah Anda baru-baru ini mengalami masalah/penderitaan? Apakah melalui masalah tersebut Tuhan kembali mengingatkan Anda tentang siapa Anda dan siapa Tuhan yang Anda percayai? &lt;br /&gt;5. Apa yang akan terjadi jika manusia hanya sampai pada perenungan di ayat 5-10 tanpa memiliki keyakinan seperti di ayat 1-2? Jika dua perenungan di atas juga menjadi perenungan Anda, sikap bagaimanakah yang harus Anda miliki dalam menghadapi penderitaan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan seringkali membuat manusia berhenti sejenak dari semua rutinitas hidup dan membuat kita merenungkan sejenak apa yang sebenarnya sedang terjadi.  Demikian pula dengan pemazmur pada saat menyaksikan bangsa Israel yang rasanya sudah kenyang dengan hukuman Tuhan karena keberdosaan mereka.  Penderitaan datang silih berganti untuk menghajar bangsa Israel agar mau bertobat.  Dalam situasi yang demikianlah pemazmur diingatkan bahwa manusia keberadaannya sangat terbatas.  Manusia rapuh dan mudah sekali hancur.  Kesadaran demikian makin kuat ketika dihadapkan dengan kekuasaan Allah yang tidak terbatas.  Murka Allah makin menyatakan dengan jelas kedahsyatan kuasa Allah. Dua kenyataan ini membuat pemazmur menentukan sikap yang tepat dalam menghadapi penderitaannya.  Ia menyadari ia hanya bisa mengandalkan belas kasihan dan kemurahan Allah. Karena itu ia datang memohon kepada Allah. Dua keyakinan tentang siapa manusia dan siapa Allah harus dimiliki secara berimbang.  Adakalanya memang penderitaan membuat kita sadar akan keterbatasan manusia, tetapi kadang keyakinan itu justru membuat sebagian orang menilai bahwa Tuhan pun terbatas kuasaNya.  Adakalanya kesadaran akan keterbatasan manusia membuat sebagian orang menjadi putus asa dan menyerah dengan keadaan.  Karena itu belajar dari pemazmur, kesadaran akan keterbatasan manusia tidak boleh dilepaskan dari penghayatan akan kebesaran Allah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kekuasaan Allah yang tidak terbatas menyadarkan akan kekuatan manusia yang terbatas.  Karena itu andalkanlah kuasaNya, bukan kekuatan Anda.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8787742271396648849?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8787742271396648849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8787742271396648849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/mazmur-901-17-rabu-22.html' title='Mazmur 90:1-17 (Rabu, 22)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6661415122906307695</id><published>2008-10-19T23:17:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T23:19:10.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Ulangan 34:1-12 (lanjutan; Selasa 21)</title><content type='html'>Hari ini kita masih akan merenungkan firman Tuhan dari bacaan yang sama.  Kita akan merenungkan teladan hidup yang lain yang Musa tinggalkan bagi kita.&lt;br /&gt;1. Ayat 1: Apa yang Tuhan tunjukkan kepada Musa?&lt;br /&gt;2. Ayat 4: Untuk apa Tuhan menunjukkan semua itu kepada Musa sementara Musa tidak akan ikut menikmatinya? Mengapa Musa tidak diperkenankan menikmati negeri tersebut? (lihat Bilangan 20:12)&lt;br /&gt;3. Jika Musa sudah mengetahui bahwa dirinya tidak diperkenankan masuk tanah perjanjian, mengapa ia masih menjalankan tugas kepemimpinannya dengan baik? Mengapa Musa mau meletakkan tangannya atas Yosua sebagai penggantinya?&lt;br /&gt;4. Apa yang menjadi target Anda (yang Anda inginkan) ketika Anda dekat dengan Allah? Apa yang bisa Anda teladani dari hidup Musa sebagai hamba Allah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada bermacam-macam tujuan orang mendekat kepada Allah.  Bila ditanyakan kepada sebagian besar orang, maka akan muncul jawaban-jawaban spontan seperti, ”Ingin mendapatkan kedamaian, ketenangan, berkat, pengampunan, kesembuhan, kecukupan”, dan lain sebagainya. Semua orang pasti mendambakan hal-hal tersebut diberikan oleh Allah.  Namun jika mau direnungkan lebih mendalam, ada kecenderungan kita sebagai manusia terjebak dalam ego kita yang memperjuangkan kepentingan diri kita sendiri, atau mendapatkan keuntungan atau nilai plus-plus pada saat kita dekat dengan Allah.  Dan jika Allah tidak memberikannya, kita merasa ada yang salah dengan keputusan/rencana Allah.&lt;br /&gt;Musa dalam hidupnya berjuang untuk taat dan setia pada Allah.  Ada kalanya ia gagal, seperti di Bilangan 20:12.  Karena kegagalannya, ada konsekuensi yang harus diambilnya sebagai wujud tanggung jawabnya atas kesalahan yang telah diperbuatnya.  Musa tidak diperkenankan mengambil bagian dalam tanah perjanjian Kanaan, walau ia sudah berjerih lelah memimpin bangsa yang keras dan tidak mudah diatur.  Hal ini tidak menyurutkan semangat dan perjuangan Musa hingga akhir tugasnya selesai.  Ia terbukti tetap giat dan kuat mengemban semua yang Tuhan perintahkan kepadanya.  Melalui ini kita bisa melihat teladan Musa yang benar-benar mengabdikan hidupnya hanya untuk kesenangan/kepuasan dan kebanggaan Tuhan.  Bukan untuk kenyamanan dan kenikmatan hidupnya sendiri.  Ia melayani Tuhan bukan karena ingin mendapatkan sesuatu dari Tuhan, melainkan karena kasih dan setianya kepada Tuhan.  Berbeda dengan orang-orang percaya yang melayani Tuhan dengan menuntut balasan setimpal dari Tuhan dan akan mengendur semangat dan imannya bila merasa apa yang ia lakukan untuk Tuhan tidak berdampak apa-apa bagi hidupnya.  Mari sekali lagi kita belajar dari Musa, dan bahkan Kristus yang jauh menjadi teladan yang lebih jelas bagaimana arti hidup untuk Tuhan itu diterjemahkan dengan mudah dalam praktik hidupNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” – Lukas 1:38&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6661415122906307695?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6661415122906307695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6661415122906307695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/ulangan-341-12-lanjutan-selasa-21.html' title='Ulangan 34:1-12 (lanjutan; Selasa 21)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3138784682971400695</id><published>2008-10-19T23:13:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T23:16:53.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Ulangan 34:1-12 (Senin, 20)</title><content type='html'>Kitab Ulangan ditulis untuk mengingatkan kembali umat Israel akan perbuatan-perbuatan besar yang telah dilakukan oleh Allah, sebagai kesetiaan-Nya pada janji yang telah dibuat-Nya kepada nenek moyang mereka dan agar mereka beriman dan taat kepada hukum-hukum yang telah Allah berikan kepada mereka.  Ulangan pasal 34 diakhiri dengan kisah kematian Musa.  Melalui catatan yang tidak banyak inilah kita akan merenungkan tentang teladan hidup yang ditinggalkan oleh seorang tokoh besar bernama Musa.&lt;br /&gt;1. Ayat 4 dan 9: Bagaimana keadaan pelayanan Musa menjelang kematiannya? Apakah Musa sudah menyelesaikan tugasnya?  &lt;br /&gt;2. Ayat 7: Bagaimana keadaan fisik Musa menjelang kematiannya?&lt;br /&gt;3. Ayat 10-12:  Bagaimana profil seorang Musa dicatat di Alkitab dan dikenang hingga sekarang?&lt;br /&gt;4. Mengingat bahwa kehidupan manusia tidak ada yang kekal di dunia ini, manusia dibatasi dengan kematian, maka setelah merenungkan catatan Alkitab tentang kematian Musa, bagaimana seharusnya Anda mengisi hidup Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kematian memang tidak bisa diperhitungkan dengan tepat kapan akan datang menjemput seseorang.  Walau semua orang tahu bahwa hidup manusia itu sangat terbatas, tidak ada yang bisa memperkirakan akan hidup berapa lama, namun tidak semua orang dapat menerima fakta kematian itu sendiri bila kematian itu terjadi pada orang-orang terdekatnya.  Walau semua orang tahu akan dihadapkan dengan kematian, tetapi tidak semua orang mau tahu bagaimana mengisi atau menjalani hidup yang masih ada padanya. Banyak orang menjalani hidup seakan-akan akan hidup seterusnya di dunia ini 100 tahun lagi.  Hari demi hari disia-siakan, tidak dijalani dengan sesuatu aktivitas yang berguna. &lt;br /&gt;Melihat catatan akhir hidup Musa, kita seakan dibawa pada suatu kesimpulan bahwa skenario hidup yang Tuhan tentukan bagi Musa telah Musa jalani dengan baik.  Hidupnya berakhir pada saat tanggung jawab pelayanannya sudah berakhir.  Tanah Kanaan sudah di depan mata, calon pemimpin pengganti juga sudah siap.  Keadaan fisik Musa yang masih baik-baik saja menjelang kematian menyiratkan pesan bahwa memang kematian tidak selalu diakhiri dengan gejala sakit penyakit atau kondisi fisik yang makin menurun.  Tidak selalu seperti yang kita bayangkan.  Sekali lagi, jika kita melihat Musa mungkin kita tidak mengetahui bahwa hidupnya akan diakhiri oleh Tuhan seturut dengan rencana Tuhan atas Musa.  Musa telah menjalani masa hidupnya dengan bertanggung jawab. Walau ia tidak luput dari kelemahan, tetapi Alkitab mencatatnya sebagai tokoh iman yang besar dalam sejarah bangsa Israel.  Sama halnya dengan Musa yang tidak mengetahui bentangan masa hidup yang Tuhan rencanakan atas masing-masing kita, mari kita menjalani hidup dengan penuh arti.  Kehadiran kita sungguh menjadi berkat, mendatangkan perubahan untuk orang-orang di sekitar kita, sehingga ’rapor’ hidup kita kelak pun bagus di hadapan Tuhan dan orang-orang yang kita tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketidaktahuan panjang pendeknya umur manusia membuat manusia harus menjalani hidup dengan produktif dalam bentangan waktu yang masih ada.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3138784682971400695?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3138784682971400695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3138784682971400695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/ulangan-341-12-senin-20.html' title='Ulangan 34:1-12 (Senin, 20)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3297018686925058559</id><published>2008-10-17T00:10:00.000+07:00</published><updated>2008-10-17T00:11:26.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>1 Tesalonika 1:1-10 (MInggu, 19)</title><content type='html'>Kedatangan Paulus di Tesalonika dicatat dalam Kisah Para Rasul 17:1-10.  Di sana Paulus memberitakan Injil dan tinggal selama sekitar tiga minggu (Kis 17:2).  Meski relatif singkat, namun Paulus mendapatkan kesuksesan yang luar biasa. Keberhasilan ini sangat penting karena Tesalonika adalah kota yang sangat strategis pada masa itu.  Bagi Paulus, keberhasilan pemberitaan Injil di Tesalonika merupakan bukti bahwa pemberitaan Injil ke seluruh dunia bukanlah sesuatu yang mustahil.&lt;br /&gt;1. Ay. 2-3.  Ada tiga hal penting yang diingat Paulus mengenai jemaat Tesalonika.  Hal apa sajakah itu?  Apakah tiga hal itu juga penting untuk gereja masa kini?  Mengapa?&lt;br /&gt;2. Ay. 4-7.  Paulus menunjukkan adanya karya Roh Kudus yang membuktikan bahwa jemaat Tesalonika adalah orang-orang yang dipilih Allah.  Dalam hal apa sajakah Roh Kudus bekerja di antara mereka?  Apa dampaknya bagi kualitas hidup jemaat?&lt;br /&gt;3. Ay. 8-10.  Menurut Anda, apakah jemaat Tesalonika juga berperan dalam pekabaran Injil pada masa itu?  Dalam hal apa mereka berperan?&lt;br /&gt;4. Sebagai gereja masa kini kita juga harus berusaha meningkatkan kualitas iman, kasih dan pengharapan kita.  Apa yang dapat kita upayakan sebagai gereja? Sebagai pribadi orang-orang percaya?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;Tiga hal yang senantiasa diingat Paulus mengenai jemaat Tesalonika adalah: iman, kasih dan pengharapan mereka.  Jemaat Tesalonika selalu mengerjakan pertumbuhan iman mereka.  Jemaat Tesalonika juga melakukan pelayanan kasih dengan baik.  Mereka juga sanggup menghadapi kesulitan dan tantangan dengan tekun karena mereka memiliki pengharapan kepada Kristus.  Paulus selalu berdoa agar tiga hal ini selalu bertumbuh di dalam jemaat Tesalonika.  Kita juga, sebagai bagian dari jemaat, perlu senantiasa berdoa dan berupaya agar terus-menerus bertumbuh dalam iman, kasih dan pengharapan.&lt;br /&gt;Tentu saja, upaya-upaya itu tidak mungkin kita lakukan dengan mengandalkan kemampuan manusia saja.  Paulus tahu bahwa Roh Kudus benar-benar bekerja dalam jemaat Tesalonika.  Sejak awal, yaitu sejak Injil diberitakan, Paulus melihat campur tangan kuasa Roh Kudus dalam pemberitaan Injil itu.  Roh Kudus yang menyuruh Paulus menyeberang ke daerah Makedonia (Kis 16:4 dst) hingga Paulus tiba di Tesalonika.  Pekabaran Injil di Tesalonika pun menghadapi tantangan berat dari orang-orang Yahudi (Kis 17:5, mereka menggunakan kekerasan dengan melibatkan preman-preman pasar), namun Roh Kudus bekerja di dalam hati orang-orang yang mendengarkan Injil sehingga mereka ”dengan mudah” bersedia menerima Kristus.  Pekerjaan Roh Kudus itulah yang memungkinkan jemaat Tesalonika menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar mereka.&lt;br /&gt;Jemaat Tesalonika memang tidak secara langsung mengutus orang-orang untuk memberitakan Injil, namun mereka terlibat dalam pemberitaan Injil dengan keteladan mereka.  Sikap mereka terhadap Injil yang diberitakan, pertobatan mereka, serta ketekunan mereka menghadapi kesulitan adalah bentuk-bentuk kesaksian yang menarik orang-orang di sekitarnya kepada Injil.  Tidakkah Anda merindukan hal yang sama terjadi pada gereja kita?  Jika demikian, mulailah dari diri Anda sendiri. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gereja yang hidup ditandai oleh adanya pertumbuhan yang terus-menerus di dalam iman, kasih, dan pengharapan, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3297018686925058559?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3297018686925058559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3297018686925058559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/1-tesalonika-11-10-minggu-19.html' title='1 Tesalonika 1:1-10 (MInggu, 19)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7192597064947762202</id><published>2008-10-17T00:07:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T00:14:04.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 22:23-33 (Sabtu, 18)</title><content type='html'>Setelah mengalahkan jebakan orang-orang Farisi, Yesus harus berhadapan dengan orang-orang Saduki. Orang-orang Saduki berpendapat bahwa jiwa manusia akan hancur bersama dengan tubuhnya.  Karena itu mereka menolak ajaran mengenai kebangkitan orang mati.  Orang-orang Saduki mengklaim diri mereka sebagai orang-orang yang setia kepada hukum Musa.  Pengajaran mengenai kebangkitan dalam Perjanjian Lama (seperti Yesaya 26:19 dan Daniel 12:2) dipandang sebagai perkembangan yang menyimpang dari hukum Musa yang sejati.&lt;br /&gt;1. Ay. 23-28.  Kasus yang disampaikan oleh orang-orang Saduki ini dikenal sebagai “perkawinan ipar” (lihat Ulangan 25:5-6 dan Kejadian 38:8).  Apa tujuan mereka mempertanyakan kasus ini kepada Yesus?&lt;br /&gt;2. Ay. 29.  Mengapa Yesus menegur mereka sebagai orang-orang yang tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah? &lt;br /&gt;3. Ay. 30-32.  Ada dua hal penting mengenai kebangkitan yang dijelaskan Yesus di sini.  Hal apakah itu? (lihat ay.30 dan ay.31-32). Apa hubungannya dengan teguran di ayat 29?&lt;br /&gt;4. Ay. 33.  Menurut Anda, mengapa kehadiran dan respon orang banyak perlu ditegaskan di sini?&lt;br /&gt;5. Dari bacaan hari ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai hubungan antara mengerti Kitab Suci dan mengenal kuasa Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Saduki bermaksud menunjukkan kepada Yesus bahwa pengajaran mengenai kebangkitan akan berujung pada situasi yang sulit, dan bahkan tidak masuk akal, berkaitan dengan hubungan perkawinan.  Orang-orang Saduki yang membanggakan kesetiaan mereka terhadap hukum Musa tentu menganggap peraturan ”perkawinan ipar” sebagai sebuah kewajiban yang mutlak, karena dituliskan di kitab Kejadian dan kitab Ulangan.  Mereka yang percaya dan setia terhadap hukum ”perkawinan ipar” (yang merupakan bagian dari hukum Musa) seharusnya menolak ajaran tentang kebangkitan (yang ditulis kemudian dan hanya terdapat pada kita nabi-nabi).&lt;br /&gt;Yesus tahu bahwa orang-orang Saduki memberikan bobot yang berbeda-beda atas bagian-bagian dari Kitab Suci.  Hal ini terjadi karena mereka memandang Kitab Suci hanya dengan kemampuan akal mereka.  Mereka tidak mengerti Kitab Suci karena mereka tidak percaya kepada kuasa Allah.  Itulah sebabnya mereka tidak percaya kepada kebangkitan orang mati.  Sikap inilah yang langsung ditegur dengan keras oleh Yesus.&lt;br /&gt;Berhubungan dengan teguran di atas, ada dua hal yang dijelaskan Yesus mengenai kebangkitan orang mati.  Pertama, keadaan di sorga tidaklah sama dengan keadaan di dunia.  Karenanya, urusan perkawinan (sebagai urusan penting bagi orang-orang Saduki) sudah tidak berlaku lagi di sorga.  Kedua, kebangkitan terjadi karena kuasa Allah.  Mereka yang percaya kepada Allah sebagai Allah orang-orang hidup, seharusnya juga percaya akan kebangkitan. Dengan demikian Yesus menunjukkan masalah yang sesungguh di dalam diri orang-orang Saduki: mereka tidak percaya kepada kuasa Allah.&lt;br /&gt;Kehadiran orang banyak, meski hanya sebagai ”silent participant”, sangat penting dituliskan di sini.  Pengajaran Yesus bukan hanya ditujukan kepada orang Saduki, melainkan bagi semua orang.  Termasuk kita. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jika Anda tidak percaya kepada kuasa Allah, Anda juga tidak akan dapat memahami Kitab Suci dengan benar.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7192597064947762202?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7192597064947762202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7192597064947762202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/matius-2223-33-sabtu-18.html' title='Matius 22:23-33 (Sabtu, 18)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1053010922050744405</id><published>2008-10-17T00:04:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T00:17:14.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 22:15-22 (Jumat, 17)</title><content type='html'>Selama berada di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi, orang-orang Yahudi wajib membayar pajak kepada Kaisar.  Tentu saja, ini bukan kewajiban yang menyenangkan.  Di kalangan orang-orang Yahudi pada masa itu terdapat beberapa kelompok pemberontak yang mempropagandakan penolakan untuk membayar pajak kepada kekaisaran Romawi.  Tidak mengherankan bahwa kelompok-kelompok ini mendapat dukungan dan sangat populer di kalangan orang-orang Yahudi.  Situasi itulah yang dimanfaatkan orang-orang Farisi untuk mengajukan pertanyaan jebakan kepada Yesus.&lt;br /&gt;1. Ay. 15-17.  Apa yang terjadi bila Yesus langsung menjawab ”Tidak boleh membayar pajak kepada Kaisar”?  Apa yang terjadi bila Yesus menjawab ”Boleh membayar pajak kepada Kaisar”?  Apa yang diharapkan orang-orang Farisi dari jebakan ini?&lt;br /&gt;2. Ay. 18.  Sebelum menjawab pertanyaan orang-orang Farisi, Yesus terlebih dahulu memberikan teguran keras atas niat jahat mereka.  Mengapa Yesus menyebut mereka orang-orang munafik?&lt;br /&gt;3. Ay. 19-22.  Untuk menjawab pertanyaan mereka Yesus menggunakan uang dinar sebagai alat peraga.  Apa yang unik mengenai uang tersebut?&lt;br /&gt;4. Dari bacaan hari ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai pengelolaan keuangan kita?  Mengenai pembayaran pajak?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para penanya itu berharap bahwa Yesus akan memberikan jawaban yang merugikan reputasi-Nya sebagai seorang guru dan pemimpin rohani.  Jika Yesus berkata ”Tidak boleh membayar pajak kepada Kaisar”, maka Dia akan berhadapan langsung dengan orang-orang yang setia kepada Kaisar.  Bahkan, Yesus bisa ditangkap dengan tuduhan memberontak terhadap perintah Kaisar.  Itulah sebabnya mereka juga membawa orang-orang Herodian untuk ikut mendengarkan jawaban Yesus.  Namun, jika Yesus menjawab ”Boleh membayar pajak kepada Kaisar”, maka orang-orang Yahudi akan menganggap-Nya sebagai pemimpin yang penakut atau bahkan berpihak kepada penjajah.  Jawaban seperti ini akan membuat Yesus ditinggalkan oleh para pengikut-Nya.  Orang-orang Farisi memasang jebakan yang berbahaya bagi Yesus.&lt;br /&gt;Kelicikan – kepandaian yang digunakan untuk melayani niat jahat – itu diketahui oleh Yesus.  Itulah sebabnya Yesus menegur mereka sebagai orang-orang munafik.  Orang-orang munafik menyembunyikan niat jahat di dalam hati mereka, sementara mulut mereka mengucapkan pujian dan sanjungan (ay.16b).   Yesus mengajak mereka bertobat dari kemunafikan mereka, dan setelah itu barulah Yesus memberikan jawaban tepat untuk mengalahkan kelicikan mereka, &lt;br /&gt;Uang dinar yang digunakan sebagai alat peraga di sini memang unik. Di kalangan orang Yahudi uang ini ”ditolak” dan dianggap sebagai penyembahan berhala karena bergambar kepala Kaisar.  Dan sekarang, gambar kepala Kaisar itu yang digunakan Yesus untuk memberikan jawaban yang cerdik.  Jika memang orang-orang Yahudi ”menolak” uang dinar itu, apa salahnya bila mereka mengembalikannya kepada Kaisar.  Perlu diperhatikan bahwa Yesus juga mengingatkan mereka akan kewajiban mereka kepada Allah.  Sudahkah Anda melakukan kewajiban Anda, baik kepada Allah maupun kepada pemerintah? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." (Matius 22:21b)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1053010922050744405?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1053010922050744405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1053010922050744405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/matius-2215-22-jumat-17.html' title='Matius 22:15-22 (Jumat, 17)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4662065994386419040</id><published>2008-10-14T20:59:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T21:00:31.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 99 (Kamis, 16)</title><content type='html'>Mazmur ini termasuk dalam madah Tuhan Raja. Isinya adalah mengagungkan Tuhan, Raja yang mahabesar. Melalui mazmur ini umat Tuhan diajak untuk mengakui kekudusan dan kedaulatan Tuhan.  &lt;br /&gt;1. Ayat 4:  Bagaimana keunggulan Raja yang disebutkan di ayat ini?&lt;br /&gt;2. Di bait-bait berikutnya, melalui teladan para pemimpin Israel terdahulu, pemazmur menjelaskan dengan lebih praktis bagaimana cara umat meninggikan dan menyembah Allah. Perhatikan ayat-ayat di bawah ini dan temukan bagaimana kita bisa menyatakan kekudusan Allah?&lt;br /&gt;o Ayat 5: __________________________________________________&lt;br /&gt;o Ayat 6: __________________________________________________&lt;br /&gt;o Ayat 7: __________________________________________________&lt;br /&gt;3. Bagaimana cara Anda menyatakan kekudusan Allah dalam diri Anda sebagai anak Allah? Katakanlah dalam sebuah kalimat dan berdoalah memohon kekuatan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mazmur ini menggambarkan bagaimana Tuhan itu Raja yang mahamulia dan berkuasa atas segala bangsa di dunia.  Tuhan digambarkan sebagai Raja yang kuat, yang mencintai hukum dan menegakkan kebenaran, dan keadilan.  Itu sebabnya segala bangsa patut menyanyikan syukur atas kebesaran dan kedahsyatan Tuhan dalam hidup kita.  &lt;br /&gt;Seringkali memang tidak sulit untuk mengakui bahwa Tuhan Allah kita itu kudus.  Kebenaran dan keadilan melekat pada pribadi Allah kita.  Tidak sulit juga untuk memuji Allah karena kekudusan dan kebenaranNya.  Tetapi tidak semua orang yang mengakui, memuji, dan meyembah Allah yang kudus itu memiliki kehidupan yang kudus yang pula. Terkadang kita terjebak dalam hidup yang terkotak-kotak, dimana ada kotak-kotak tertentu yang dapat dilihat orang dengan mudah adanya hidup yang kudus, tetapi di sisi lain ada kotak-kotak tertentu dalam hidup kita yang ditutup dengan sedemikian rapi karena ada kekotoran hidup di dalamnya.  Orientasi yang berlebihan pada penilaian orang  lain memicu kita untuk terjebak dalam hal ini. Orang menjadi lupa bahwa di hadapan Tuhan segala sesuatunya terbuka dan nyata-nyata dilihat oleh Allah, bahkan Allah menilainya dengan teliti.&lt;br /&gt;Melalui pujian pemazmur ini kita diajak untuk tidak hanya memuji Allah dan menyatakan kekudusanNya melalui perkataan kita.  Dibutuhkan langkah konkrit untuk menyatakan kekudusan Allah, yaitu melalui hidup yang dilandaskan pada kebenaran.  Hidup yang berpegang pada peringatan-peringatanNya.  Segala pujian dan pengakuan yang keluar dari mulut kita akan berbuah melalui praktik hidup yang nyata.  &lt;br /&gt;Totalitas hidup bagi Tuhan melalui pujian, penyembahan, dan persembahan hidup kita yang benar merupakan inti ajakan pemazmur bagi umat Israel dan bagi kita yang hidup pada zaman sekarang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Selidikilah aku ya Allah... lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal.”  – Mazmur 139: 23-24&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4662065994386419040?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4662065994386419040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4662065994386419040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/mazmur-99-kamis-16.html' title='Mazmur 99 (Kamis, 16)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4595913052136268189</id><published>2008-10-14T20:54:00.001+07:00</published><updated>2008-10-14T20:58:11.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 33: 11-33 (Rabu, 15)</title><content type='html'>Kemah pertemuan menjadi tempat pertemuan antara Musa dengan Tuhan. Di tempat itulah Tuhan berbicara kepada Musa menyatakan kehendakNya, dan Musa pun sebaliknya, menanggapi dan berbicara tentang Tuhan menaikkan beberapa permohonan.&lt;br /&gt;1. Ayat 11: Bagaimana kedekatan Musa dengan Tuhan dilukiskan di ayat ini? &lt;br /&gt;2. Evaluasilah kehidupan doa Anda, atau bahkan seluruh komunikasi yang Anda bangun dalam hubungan Anda dengan Allah: hubungan seperti apa yang terlukiskan di dalamnya? &lt;br /&gt;3. Ayat 13: Apa yang menjadi permohonan Musa? Apa alasan Musa memohonkan hal tersebut? (ay. 15 dan 16b) &lt;br /&gt;4. Apakah Tuhan mengabulkan permohonan Musa? (ay. 14 dan 17)&lt;br /&gt;5. Ayat 18: Apa lagi yang diinginkan Musa dari Tuhan? Bagaimana jawaban Tuhan kepada Musa di ay. 19-20?  Renungkanlah 2 (dua) hal yang ingin ditegaskan Allah kepada Musa secara implisit dari jawaban Allah di ay. 19-20 tersebut!&lt;br /&gt;6. Melalui percakapan Musa dengan Tuhan, ada hal yang yang bisa Anda pelajari dalam berhubungan/komunikasi dengan Allah.  Pada saat kita memohon kepadaNya, apa yang tidak boleh kita lupakan tentang pribadi Allah walau kita sering berkata, ”Tuhan Yesus itu Sobat kita”?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;Percakapan Musa dengan Tuhan di kemah pertemuan itu terasa begitu akrab dan dekat layaknya seseorang berbicara dengan temannya.  Kedekatan hubungan Musa dengan Tuhan  ini dinampakkan semakin jelas dengan isi percakapan tersebut.  Musa memohon penyertaan dan bimbingan Tuhan.  Ia tidak menghendaki tanah perjanjian itu tanpa Allah (ay 14), dan tanah itu tidak berarti apa-apa bagi bangsa itu tanpa kehadiran Allah (ay 16). Kehadiran Allah yang menandai mereka sebagai milikNya. Tuhan mengabulkan permohonan ini.  Setelah itu Musa menyatakan kembali permohonannya untuk lebih yakin akan kasih karunia Tuhan kepadanya dengan cara menyaksikan kehadiran Allah secara langsung. Untuk permohonan ini Allah menegaskan dua hal yaitu: (a) Ada otoritas Allah dalam menyatakan kehendak kasih karuniaNya yang tidak dapat dilanggar oleh manusia; (b) kemuliaan Allah tidak dapat dibandingkan dengan kemampuan manusia untuk melihat dan mengukurnya.  Kemuliaan Allah jauh di atas itu bahkan tidak sanggup kita pikirkan. Tidak akan ada orang yang tahan memandang wajah kemuliaan Allah. Melalui jawaban Allah ini maka dua hal tersebut juga dapat berlaku dan terus kita ingat dalam hubungan kita dengan Allah.  Biarpun Allah memang sangat dekat dengan kita, bahkan Ia menyebut diriNya Sahabat kita, tetap ada batasan atau hal-hal yang tidak bisa kita abaikan.  Seringkali manusia menjadi lupa batasan dan cara menempatkan diri karena hubungan yang terlalu dekat, termasuk dengan Tuhan.  Tuhan adalah Allah yang punya kuasa/otoritas dalam menentukan kehendak dan kasih karuniaNya, juga punya kuasa dalam menyatakan kemuliaanNya lebih dari apa yang sanggup kita pikirkan.  Karena itu mari menghampiri Allah, Sobat kita tetap dengan menghormatiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedekatan kita dengan Allah tidak membuat kita menjadi manusia yang lupa diri, justru menjadi semakin tahu menempatkan diri di hadapan Allah.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4595913052136268189?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4595913052136268189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4595913052136268189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/keluaran-33-11-33-rabu-15.html' title='Keluaran 33: 11-33 (Rabu, 15)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1827037818664579448</id><published>2008-10-12T22:44:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:46:13.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 33: 7-10 (Selasa, 14)</title><content type='html'>Tidak hadirnya Tuhan di tengah bangsa Israel tidak untuk terus menerus, melainkan untuk menyatakan kuasa dan pemeliharaan Tuhan, bahkan cinta kasihNya yang besar kepada bangsa Israel.  Melalui lanjutan bacaan kemarin, hari ini kita akan belajar dari bangsa Israel bagaimana mengambil sikap yang tepat jika kita sudah jatuh dalam dosa.&lt;br /&gt;1. Ayat 7: Apa yang dilakukan Musa? Apa arti tindakan Musa tersebut bila dikaitkan dengan pernyataan Tuhan di ayat-ayat sebelumnya? (ay.3 &amp; 5)&lt;br /&gt;2. Ayat 8: Apa yang dilakukan bangsa Israel setelah mereka melihat apa yang dilakukan Musa?&lt;br /&gt;3. Ayat 9: Tiang awan turun pada saat Musa masuk dalam kemah Pertemuan. Apa arti peristiwa tersebut bagi Musa dan bangsa Israel? &lt;br /&gt;4. Ayat 10: Apa yang dilakukan bangsa Israel pada saat melihat tiang awan itu turun di depan kemah pertemuan? &lt;br /&gt;5. Melalui perenungan kita hari ini, tindakan apa yang mula-mula harus kita lakukan setelah kita berbuat dosa?  Berangkat dengan keyakinan apa tentang Allah (seperti ay.9) sehingga kita tidak perlu ragu untuk melakukannya?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Musa membangun kemah pertemuan di luar perkemahan bangsa Israel menjadi tindakan simbolik yang menggambarkan situasi yang sedang terjadi.  Tuhan tidak mau ada di tengah Israel, karena itu kemah pertemuan di bangun di luar lokasi kemah bangsa Israel.  Kemah pertemuan ini menjadi tempat berkomunikasi Allah dengan Musa. Melihat apa yang dilakukan Musa, bangsa Israel mengikutinya tetapi tidak masuk ke kemah pertemuan.  Musa sebagai wakil bangsa Israel, perantara bangsa Israel dengan  Tuhan datang mencari Tuhan dan memohon kasih karunia Tuhan.  Dan sekali lagi kita menyaksikan kasih karunia dan kemurahan hati Tuhan. Pada saat Musa masuk dalam kemah pertemuan, tiang awan turun.  Tiang awan adalah lambang kehadiran Allah. Dengan demikian, pada saat Musa mencari Tuhan, maka Tuhan berkenan hadir.  Karena itu bangsa Israel segera sujud menyembah kepada Allah. Melalui peristiwa ini kita bisa merenungkan bahwa memang tidak untuk selamanya Allah murka. Murka dan segala tindakan Allah adalah untuk mengembalikan umatNya hidup sesuai kehendakNya.  Pada saat umatNya - walaupun sudah berdosa - datang kembali kepadaNya, mencariNya, pada saat itulah Allah berkenan hadir. Dengan kata lain, Allah memang tidak pernah menginginkan keterpisahan dengan umatNya, tetapi dosa telah memisahkannya.  Karena itu pertobatan selalu menjadi jalan untuk manusia kembali hidup dalam pimpinan Allah.  Tidak adanya kemauan untuk meninggalkan dosa akan terus menjadi penghalang kita hidup dalam pimpinan Allah.  Langkah awal yang harus kita ingin pada saat kita melakukan dosa adalah kembali mencari Allah yang sudah kita tinggalkan karena dosa tersebut.  Pada saat kita mencariNya, berarti ada pengakuan, penyesalan, dan keseriusan untuk menyembahNya kembali.  Pada saat kita mencariNya, maka kita akan tahu bahwa Allah tidak pernah jauh dari kita, tetapi dosa menghalanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati – Mzm.30:6&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1827037818664579448?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1827037818664579448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1827037818664579448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/keluaran-33-7-10-selasa-14.html' title='Keluaran 33: 7-10 (Selasa, 14)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4323720615242866365</id><published>2008-10-12T22:42:00.001+07:00</published><updated>2008-10-12T22:44:02.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 33: 1-6 (Senin, 13)</title><content type='html'>Peristiwa pembuatan dan penyembahan kepada patung anak lembu emas masih berlanjut dampaknya dalam perikop yang kita baca hari ini.  Tuhan menulahi bangsa Israel karena dosa yang telah mereka lakukan itu. Dan kemudian Tuhan berbicara dengan Musa tentang apa yang menjadi isi hati Tuhan setelah peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;1. Ayat 2, 5: Mengapa Tuhan tidak akan berjalan di tengah-tengah bangsa Israel lagi? &lt;br /&gt;2. Ayat 1-3: Dibalik murka Allah, apakah Anda melihat ada penegasan janji Tuhan disampaikan kembali kepada bangsa Israel?  Apakah Anda menemukan ada kasih yang Tuhan tunjukkan dibalik murkaNya?&lt;br /&gt;3. Ayat 4: Jika demikian kenyataannya, mengapa pernyataan Tuhan “Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu...” dirasa mengerikan bagi bangsa Israel? Bagaimana respon mereka setelah mendengar pernyataan tersebut?&lt;br /&gt;4. Mana yang lebih mengerikan: tidak mengalami kehadiran Tuhan atau tidak mengalami hal-hal yang menyenangkan bagi Anda sendiri? Apa yang bisa Anda pelajari dari respon bangsa Israel? (ay. 4 dan 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan patung anak lembu emas berikut dengan praktik penyembahan kepadanya telah menimbulkan sakit hati Allah kepada umat yang sangat dikasihiNya, Israel. Terhadap tindakan tersebut Allah menyatakan bahwa Ia tidak akan berjalan lagi di tengah-tengah bangsa Israel. Ketidakhadiran Allah menunjukkan murka Allah kepada bangsa Israel.  Tetapi dibalik murka Allah yang paling menakutkan sekalipun selalu kasih sayang yang besar yang melatarbelakanginya.  Hal ini terlihat dari pernyataan Allah bahwa ketidakhadiranNya adalah supaya bangsa ini tidak dibinasakan.  Juga terlihat melalui perintah Allah untuk melanjutkan perjalanan ke tanah perjanjian yang berarti Allah tidak membatalkan janjiNya karena ketidaksetiaan umatNya. Secara kasat mata, mungkin ketidakhadiran Allah tidak memberikan pengaruh berarti bagi Israel.  Mereka nampaknya masih bisa menikmati tanah perjanjian dan segala hasil tanah yang menggiurkan.  Namun keadaan yang sebenarnya tentulah tidak seperti keadaan kasat mata yang bisa kita lihat.  Karena itu bangsa Israel mendengar pernyataan tersebut sebagai berita yang mengerikan.  Tidak adanya Tuhan yang memimpin mereka, yang tidak mau menghajar mereka lagi ketika mereka berdosa benar-benar menimbulkan kengerian tersendiri.  Tidak bisa dibayangkan ketika Tuhan diam dan tidak mau peduli lagi kepada umatNya.  Tidak bisa dibayangkan ketika Tuhan tidak berkeberatan untuk memberi berkat-berkatNya sesuai yang manusia inginkan, sementara Ia tidak mau mengatur dan mengendalikan umatNya. Tidak bisa dibayangkan ketika Tuhan diam, memberi yang manusia inginkan, sementara manusia sibuk menggumpulkan berkat-berkatNya tetapi tidak mau mengindahkan Tuhan, Sang Pemberi berkat tersebut.  Syukurlah bangsa Israel sadar bahwa diamnya Tuhan lebih mengerikan ketimbang soal jadi melanjutkan ke tanah perjanjian atau tidak.  Kehadiran Tuhan yang memimpin mereka jauh lebih indah daripada indahnya tanah Kanaan sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Janganlah menutup telinga dan mengeraskan hati terhadap suara Tuhan, sebab ketika Ia bersuara dan memperingatkan, itu berarti Ia hadir.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4323720615242866365?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4323720615242866365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4323720615242866365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/keluaran-33-1-6-senin-13.html' title='Keluaran 33: 1-6 (Senin, 13)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-8856301380773603339</id><published>2008-10-10T11:03:00.001+07:00</published><updated>2008-10-10T11:05:34.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Filipi 4: 10-13 (Minggu, 12)</title><content type='html'>Menjelang akhir surat ini Paulus mengungkapkan dengan melimpah-limpah rasa terima kasihnya atas pemberian yang dikirimkan jemaat Filipi kepadanya.  Sekaligus Paulus memberikan kesaksian mengenai keadaannya dan bagaimana ia bertahan.&lt;br /&gt;1. Ayat 12: Keadaan seperti apa saja yang telah dihadapi Paulus dalam hidupnya selama ini?&lt;br /&gt;2. Ayat 13A: Bagaimana sikap Paulus dalam menjalani hidup yang demikian? &lt;br /&gt;3. Ayat 13 B: Keyakinan apa yang membuat Paulus sanggup berkata dan bersikap demikian?  Benarkah keyakinan yang salah tentang Tuhan membuat orang tidak sanggup menghadapi keadaan yang sulit?&lt;br /&gt;4. Ayat 11:  Cara hidup seperti apa yang dimiliki Paulus sehingga ia sanggup berkata ’Segala perkara dapat kutanggung...”? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Paulus sebagai hamba Allah telah menjalani kehidupan yang tidak luput dari kesusahan, kelaparan, penganiayaan, meski tidak berarti sama sekali tidak ada kesenangan/ kelimpahan yang pernah ia rasakan.  Baik kekurangan maupun kelimpahan sudah menjadi bagian dalam hidupnya.  Hal ini pasti terjadi dalam kehidupan setiap orang.  Tetapi yang belum tentu terjadi dalam hidup setiap orang adalah kemampuan untuk bertahan dalam segala situasi tersebut.  Ada orang yang mampu bertahan dalam kesulitan, tetapi justru jatuh ketika dihadapkan pada kekayaan dan kesuksesan.  Ada orang yang mampu bertahan dalam kesuksesan hidupnya, tetapi giliran mendapat kesulitan ia menjadi kehilangan pegangan.  Paulus berkata, ”Segala perkara dapat kutanggung... (baik kenyang maupun lapar, kelimpahan maupun kekurangan)”  Pernyataan ini bukan dinyatakan sebagai bentuk sikap takabur Paulus, sebab ia melanjutkannya dengan ’di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku.”  Paulus mampu bertahan dan menghadapi segala perkara itu karena keyakinannya pada Tuhan yang senantiasa ada bersamanya memberi kekuatan, sehingga ia tahu bahwa dalam situasi yang sulit sekalipun, ia tidak berjuang sendirian, ada Tuhan yang bersamanya.  Bukan hanya keyakinan tentang Tuhan yang membuat Paulus dapat menanggung segala perkara, melainkan pola hidup yang dipilihnya juga sangat mempengaruhi, yaitu belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Bukan sikap hidup pesimis dan pasrah, melainkan sebuah kesadaran bahwa ada hal-hal yang memang tidak dapat diubah dan terjadi di luar kontrol dirinya, namun yakin bahwa segala keadaan baik untuk dihadapi. Ketika orang senantiasa ingin yang lebih dan lebih, tidak mau belajar menerima keadaan, berontak dengan kenyataan hidup, maka pastilah ia akan kehilangan tenaga untuk sanggup menanggung segala perkaranya.  Bagaimana dengan kita hari ini? Mari meyakini bahwa ada Tuhan bersama kita, sehingga dalam segala keadaan kita tidak takut, melainkan siap menghadapi.  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;”Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.” – Filipi 4:13&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-8856301380773603339?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8856301380773603339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/8856301380773603339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/filipi-4-10-13-minggu-12.html' title='Filipi 4: 10-13 (Minggu, 12)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3774333502321601124</id><published>2008-10-10T10:58:00.000+07:00</published><updated>2008-10-10T11:03:32.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Filipi 4: 1-9 (Jumat, 10)</title><content type='html'>Sapaan dan salam yang diucapkan Paulus dalam surat-suratnya seringkali mengandung pesan yang dalam walau salam itu hanya diungkapkan dengan kalimat yang pendek.  Melalui sapaan dan salam itu kita dapat mengenal siapa Paulus dan bagaimana kualitas hubungan yang ia jalin dengan jemaatnya, dan bahkan kualitas pelayanan yang dikerjakannya.&lt;br /&gt;1. Hubungan seperti apa antara Paulus dengan jemaat Filipi yang terbaca melalui salam Paulus di ayat 1?&lt;br /&gt;2. Apa maksud Paulus menyebut mereka adalah ’sukacitaku dan mahkotaku’?&lt;br /&gt;3. Pernahkah Anda memenangkan jiwa bagi Kristus?  Bagaimana hubungan Anda dengan orang tersebut hari ini? Apa yang Anda rasakan selama berhubungan dengan orang tersebut, misal ketika membimbing, mengajar, dlsb.?  Adakah sukacita yang Anda rasakan, atau kelelahan dan rasa bosan?&lt;br /&gt;4. Apa yang bisa Anda teladani dari Paulus dalam pemberitaan Injilnya dan penggembalaan jemaat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melalui sapaan &amp; salam Paulus kita dapat menemukan sedikitnya dua hal yaitu:&lt;br /&gt;1. Kehangatan dan kasih sayang Paulus kepada orang-orang yang dilayaninya atau kepada rekan-rekan pelayanannya sangat terasa di ayat ini. Ia mengasihi dan merindukan mereka.  Paulus tidak merasa lelah, bosan, terganggu dengan keberadaan orang-orang yang dilayaninya.  Tentunya ada banyak macam orang yang Paulus jumpai dalam pelayanannya, bahkan termasuk yang mengecewakan dan membuat Paulus marah, tetapi secara umum Paulus mengasihi dan merindukan perjumpaan-perjumpaan dengan orang yang dilayaninya. &lt;br /&gt;2. Sukacita dan tujuan jerih payah Paulus difokuskan pada jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan melalui pelayanannya.  Ada gambaran yang hidup dibalik kata-kata Paulus bahwa orang-orang Filipi adalah mahkotanya (Yunani: stefanos). Kata ini mengacu pada mahkota yang dikenakan pada atlet pemenang dalam pesta olahraga Yunani.  Memperoleh mahkota ini adalah puncak kerinduan setiap atlet.  Stefanos juga adalah mahkota yang dikenakan pada para tamu yang diundang ke pesta dengan suasana penuh sukacita. Jadi, dengan perkataan ini Paulus ingin mengungkapkan bahwa jemaat Filipi adalah mahkota hidup yang dikejar oleh Paulus. Segala jerih lelah pelayanan Paulus dihayati sebagai pertandingan iman untuk memperoleh kemenangan rohani (mahkota) dari Allah. Dan pada pesta terakhir yang diadakan Allah, mereka semua adalah mahkota pesta yang mendatangkan sukacita baginya.&lt;br /&gt;Melalui dua hal di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Paulus adalah orang yang sungguh-sungguh mencintai pekerjaan Tuhan, dan itu berarti ia sangat mencintai Tuhan dan orang-orang yang dilayaninya. Mari belajar dari semangat hidup dan pelayanan Paulus sehingga ada kehangatan kasih yang bisa kita berikan kepada orang-orang yang kita layani/rekan-rekan pelayanan kita dan ada sukacita serta daya juang yang kuat dalam melakukan pelayanan ibarat seorang atlet mengejar mahkota kemenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta kepada Tuhan mendatangkan cinta pada pekerjaanNya dan cinta pada umatNya&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3774333502321601124?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3774333502321601124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3774333502321601124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/filipi-4-1-9-jumat-10.html' title='Filipi 4: 1-9 (Jumat, 10)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6116772125124256086</id><published>2008-10-08T09:42:00.001+07:00</published><updated>2008-10-08T10:10:19.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Filipi 4: 1-9 (lanjutan; Sabtu 11)</title><content type='html'>Situasi yang sedang terjadi di jemaat Filipi adalah adanya perbedaan pendapat/pandangan satu dengan yang lain, sementara Paulus tidak ada diantara mereka.  Pertengkaran antara Euodia dan Sintikhe telah memberikan pengaruh yang besar diantara jemaat. Belum lagi keadaan Paulus yang sedang ditangkap dan dipenjarakan.  Karena itu Paulus memberikan nasihat-nasihat kepada jemaat Filipi bagaimana menghadapi situasi yang demikian.&lt;br /&gt;1. Ayat 6A: Apa yang dirasakan oleh jemaat Filipi dalam situasi yang demikian? &lt;br /&gt;2. Ketika Anda menghadapi kekuatiran, bagaimana rasa itu memberikan pengaruh dalam aktivitas keseharian Anda dan juga hubungan Anda dengan Tuhan?&lt;br /&gt;3. Ayat 6 B-7: Apa yang Paulus nasihatkan untuk kita lakukan ketika kita bergumul dengan kekuatiran? Apa yang akan kita dapatkan ketika melakukan hal tsb?&lt;br /&gt;4. Bagaimana kekuatiran mempengaruhi pikiran/cara berpikir Anda? Perhatikan ayat 8, bagaimana kita menjaga pikiran kita pada saat menghadapi situasi yang sulit?&lt;br /&gt;5. Bagaimana kekuatiran mempengaruhi tingkat ketaatan seseorang pada Tuhan atau norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat?  Menjumpai kecenderungan ini, nasihat apa yang Paulus berikan di ayat 9?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata Yunani yang ’kuatir’  di ayat 6 berarti ’ditarik ke arah yang berlainan’.  Harapan-harapan dan keinginan kita menarik pada suatu arah, ketika muncul kekuatiran dan ketakutan, maka itu menarik kita ke arah yang berlawanan.  Kekuatiran bukan hanya membawa dampak secara rohani, tetapi juga secara jasmani. Paulus menasihati jemaatnya untuk tidak dikuasai kekuatiran, melainkan melakukan hal-hal di bawah ini:&lt;br /&gt;1. Berdoa: menaikkan permohonan dan ucapan syukur.  Kekuatiran seringkali membuat orang hanya berputar-putar dalam masalahnya sehingga sulit untuk berdoa apalagi mengucap syukur.  Seakan memang sudah tidak ada hal yang bisa disyukuri dalam hidupnya. Karena itu Paulus menasihatkan mereka untuk datang mendekat kepada Allah pada situasi yang sulit, dan bukan justru menjauh.  Semakin jauh dari Allah, kita akan semakin kehilangan damai sejahtera.  Datang kepada Allah dengan iman percaya bahwa Allah sanggup memelihara kita lebih dari apa yang dapat kita pikirkan.&lt;br /&gt;2. Menguduskan pikiran. Situasi yang sulit dapat membuat orang tidak dapat berpikir dengan baik.  Yang ada hanyalah pikiran yang negatif/buruk dan ini akan semakin menghancurkan hidupnya. Semakin jauh dari Allah, maka pikiran-pikiran jahat/buruk akan makin menguasai dan mencuri sukacita dan damai sejahtera kita.  Karena itu pikirkanlah perkara yang suci, yang mulia.&lt;br /&gt;3. Menjaga hidup kita tetap benar.  Kekuatiran dan situasi yang sulit seringkali mendesak orang untuk melakukan apa saja yang bisa menolongnya keluar dari kesulitan. Tidak lagi ada pertimbangan yang matang, bahkan pertimbangan benar atau tidaknya apa yang dilakukan.  Berkaitan dengan no.2, pikiran yang sudah gelap ikut membuat prilaku seseorang menjadi gelap.  Karena itu Paulus menasihati jemaat untuk tetap hidup seperti firman Tuhan yang sudah diajarkan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kekuatiran membutakan mata rohani, menutup pikiran yang sehat dan membuka celah untuk membenarkan prilaku yang salah.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6116772125124256086?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6116772125124256086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6116772125124256086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/filipi-4-1-9-lanjutan-sabtu-11.html' title='Filipi 4: 1-9 (lanjutan; Sabtu 11)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4465199415393385400</id><published>2008-10-08T09:36:00.002+07:00</published><updated>2008-10-08T09:38:34.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 22: 10-14  (Kamis, 9 )</title><content type='html'>Undangan pesta telah diterima oleh orang-orang yang jahat dan baik, orang-orang di persimpangan jalan yang mau untuk hadir.  Akan tetapi ada hal yang membuat Raja marah ketika ia melihat apa yang terjadi di pestanya.&lt;br /&gt;1. Ayat 11: Apa yang dilihat raja? Mengapa raja marah terhadap mereka?&lt;br /&gt;2. Siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang tidak berpakaian pesta dalam perumpamaan ini?&lt;br /&gt;3. Ayat 13: Bagaimana tindakan Raja terhadap kelompok orang-orang itu?&lt;br /&gt;4. Ayat 14: Apa maksud perkataan Yesus di sini?  &lt;br /&gt;5. Apa yang harus Anda lakukan setelah Anda mengetahui tentang kemarahan Raja terhadap orang-orang yang tidak berpakaian pesta dalam perjamuan kawin yang diadakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika raja memasuki ruang pesta dan mendapati ada orang-orang yang tidak berpakaian pesta, raja menganggapnya sebagai penghinaan yang disengaja.  Dia ingin tamu-tamunya menerima apapun yang dia berikan.  Tamu yang tidak memakai pakaian pesta di pesta itu melambangkan orang yang berdosa yang membenarkan diri sendiri dan menyatakan ia tidak membutuhkan kematian dan pengorbanan Yesus untuk masuk dalam kerajaan Surga.  Perumpamaan ini diakhiri dengan kata-kata, ”Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” Meskipun undangan Allah bersifat universal, hanya orang-orang yang menerimanya dengan iman dan pertobatan yang ditentukan untuk kehidupan yang kekal.  Kita harus datang kepada Allah untuk bertobat dan menyadari bahwa dalam kondisi kita tidak layak untuk memasuki hadirat Allah, karena itu kita memerlukan ’pakaian’ kebenaran yang disediakan Yesus.  Untuk menerima pakaian itu diperlukan ’jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk’ dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati (Mzm. 51:19).  &lt;br /&gt;Melalui keseluruhan perumpamaan yang kita renungkan hari ini dan kemarin, maka kita tahu bahwa memang undangan Injil diberitakan di seluruh dunia, tetapi tidak semua orang mau meresponi tawaran keselamatan.  Bahkan diantara mereka yang menerima undangan itu pun ada yang hanya puas dengan pengakuan iman semata-mata tanpa pertobatan.  Pengakuan iman harus memperlihatkan kehidupan baru yang sesuai dengan apa yang diimaninya.  Marilah kita sebagai orang-orang yang diundang Allah untuk masuk dalam kerajaanNya, kita menerima undangannya dengan memakai ’pakaian pesta’ yang tepat yaitu jubah kebenaran dan ketaatan yang melekat dalam diri kita.  Sehingga kita tidak ’salah kostum’ dan salah kaprah, sebab Allah hanya meghendaki mereka yang berpakaian pesta tetap ada dalam pestaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengakuan iman memang diucapkan di bibir, tetapi terbaca dan terdengar melalui sikap hidup kita&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4465199415393385400?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4465199415393385400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4465199415393385400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/matius-22-10-14-kamis-9.html' title='Matius 22: 10-14  (Kamis, 9 )'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2381100275070050211</id><published>2008-10-08T09:34:00.000+07:00</published><updated>2008-10-08T09:36:04.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 22:1-10 (Rabu, 8)</title><content type='html'>Perumpamaan perjamuan kawin ini merupakan perumpamaan yang ketiga dari rangkaian tiga perumpamaan dan membentuk klimaks pada perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur.  Ketiga perumpamaan tentang Kerajaan Surga ini diucapkan Yesus selama minggu terakhir keberadaanNya di dunia, ketika Dia mengalami peperangan tersembunyi dari orang-orang yang ingin menangkapNya.&lt;br /&gt;1. Ayat 1-6: Bagaimana macam-macam tanggapan orang terhadap undangan raja? Bagaimana orang-orang zaman sekarang menolak undangan Yesus untuk masuk dalam kerajaanNya?&lt;br /&gt;2. Raja tidak hanya satu kali menyampaikan undangan ini.  Walau ia mendapat respon yang tidak menyenangkan, undangan tetap disampaikan ulang.  Apa yang bisa Anda renungkan tentang Allah dari bagian ini? Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda merenungkan bahwa Anda memiliki Allah yang demikian?&lt;br /&gt;3. Raja akhirnya mengambil tindakan sesuai otoritasnya untuk membinasakan orang-orang yang menolakNya.  Apa yang bisa Anda renungkan tentang Allah dari bagian ini? Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda merenungkan bahwa Anda memiliki Allah yang demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dunia Timur, menolak undangan untuk datang ke pesta pernikahan mempunyai implikasi yang luas yang menimbulkan kesulitan dan permusuhan.  Hingga hari ini undangan Allah agar manusia mau masuk dalam kerajaanNya masih diberikan, tetapi masih tetap sama diresponi dengan berbagai cara.  Ada orang-orang yang menolak karena merasa tidak peduli soal kerajaan Allah, ada orang yang menolak karena merasa ada banyak hal yang lebih penting untuk diurus dan dipikirkan daripada memenuhi undangan tersebut.  Pekerjaan dan urusan lain lebih menarik dan penting daripada Allah.  Ada orang yang menolak karena merasa undangan itu berlaku kapan saja dan kelak akan ada waktunya untuk memikirkan itu, yaitu ketika usia sudah lanjut atau menjelang tutup usia. Bahkan ada yang ingin membinasakan utusan-utusan Allah.  Melalui perumpamaan ini kita melihat besarnya kasih dan kemurahan Allah, sehingga walaupun orang-orang menolakNya, Ia tetap mengundang dan menantikan kesediaan mereka untuk mengikut Dia dan mengambil bagian dalam kerajaanNya.  Bukankah kita sebagai utusanNya juga harus memiliki kasih dan kemurahan yang sama?  Sama seperti Ia bersabar, kasih dan bermurah hati kepada kita orang berdosa, bukankah kita pun harus bersabar, kasih dan bermurah hati kepada orang-orang lain? Beberapa kali undangan itu disampaikan menggambarkan adanya kesempatan yang masih Allah berikan untuk kita meresponi panggilanNya dengan tepat, tetapi juga sekaligus menunjukkan bahwa tidak selamanya kesempatan itu ada.  Ada saatnya Allah menunjukkan murkaNya kepada orang-orang yang mengeraskan hati terhadapNya. Kesadaran ini membuat kita menanggapi dengan serius pekerjaan pemberitaan Injil bagi mereka yang belum percaya, dan sekaligus memperingatkan kita untuk tidak menyalahgunakan kesabaran Allah atas diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat.” – 2 Petrus 3: 15&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2381100275070050211?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2381100275070050211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2381100275070050211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/matius-221-10-rabu-8.html' title='Matius 22:1-10 (Rabu, 8)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4895522252076792614</id><published>2008-10-06T21:40:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T21:42:12.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 32: 15-35 (Selasa, 7)</title><content type='html'>Seorang pemimpin memegang peranan yang besar untuk keberhasilan/kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya.  Hari ini kita akan memperhatikan kepemimpinan Musa dan Harun atas Israel, dan kita akan belajar dari kegagalan dan juga teladan mereka.&lt;br /&gt;1. Bacalah Kel. 24: 14! Tugas apa yang dipercayakan kepada Harun selama Musa ada di Gunung Sinai?&lt;br /&gt;2. Kel. 32: 2: Bagaimana Harun mengambil keputusan mengenai problema yang disampaikan umat Israel kepadanya? Menurut Anda, mengapa Harun mengambil keputusan demikian?&lt;br /&gt;3. Dalam hal ini, dimana letak kegagalan Harun sebagai seorang pemimpin?&lt;br /&gt;4. Ayat 19, 21, 26: Apa yang Musa lakukan ketika mengetahui apa yang terjadi pada bangsa Israel? Dalam hal ini, dimana letak perbedaan Musa dengan Harun?&lt;br /&gt;5. Ayat 22-24:  Bagaimana sikap Harun ketika Musa meminta pertanggungjawaban?  Perbedaan apa yang Anda temukan antara sikap Harun dengan Musa di ay. 30-33?&lt;br /&gt;6. Apa yang bisa Anda pelajari dari kedua tokoh ini dalam hal bagaimana menjadi pemimpin yang baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Musa naik ke Gunung Sinai, ia telah menunjuk Harun untuk memimpin bangsa Israel sementara waktu.  Namun sayang sekali ternyata Harun tidak cukup bijaksana menyikapi persoalan yang diajukan bangsa Israel kepadanya.  Desakan bangsa Israel membuat Harun tak kuasa untuk menolak dan menyatakan apa yang benar dan salah.  Ia mengikuti saja permintaan bangsa Israel walau permintaan itu merupakan sebuah pelanggaran terhadap hukum Allah.  Berbeda dengan Musa, pada saat turun dari gunung dan mendapati apa yang telah dilakukan bangsa Israel, Musa menunjukkan sikap yang tegas.  Musa tidak berkompromi sekalipun ia harus menghadapi bangsa yang sedemikian besar.  Musa tetap berani menyuarakan kebenaran.  Hukum Allah tidak tergantikan hanya karena sebagian besar orang melakukan apa yang tidak benar.  Standard hukum Allah tetap seperti yang Allah tentukan.  &lt;br /&gt;Kegagalan Harun yang kedua adalah ketika Musa meminta pertanggungjawaban Harun, ia justru mengelak dan menyalahkan umat Israel yang telah mendesaknya.  Lagi-lagi, nampak suatu perbedaan yang besar dengan Musa yang mengambil inisiatif berdoa syafaat memohon pengampunan Tuhan atas bangsanya, bahkan rela mengorbankan dirinya tidak masuk dalam kitab kehidupan yang Allah tulis. Hanya satu permohonan Musa, bangsa Israel diampuni.  Musa memohon sedemikian rupa padahal ia tidak ikut berbuat.  Tetapi sebagai pemimpin yang baik, Musa telah mengambil langkah yang tepat. Kegagalan Harun membuat ada banyak umat Israel yang binasa karena hukuman Tuhan, sementara permohonan Musa membuat Allah mengasihani bangsa Israel.  Mari belajar menjadi pemimpin yang tetap mempunyai standard kebenaran yang teguh dan tidak tergoyahkan hanya karena pengaruh orang-orang di sekitarnya; juga menjadi pemimpin yang berani bertanggung jawab dan bukan suka menyalahkan orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebelum Anda memimpin orang lain, pastikan Anda dapat memimpin diri Anda sendiri.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4895522252076792614?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4895522252076792614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4895522252076792614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/keluaran-32-15-35-selasa-7.html' title='Keluaran 32: 15-35 (Selasa, 7)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2286867683547715678</id><published>2008-10-06T21:36:00.001+07:00</published><updated>2008-10-06T21:40:06.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 32: 1-14 (Senin, 6)</title><content type='html'>Musa sedang tidak ada bersama bangsa Israel pada waktu peristiwa pembuatan anak lembu emas itu terjadi. Musa yang sudah mereka tunggu-tunggu ternyata tidak kunjung kembali, dan hal ini kemudian membuat bangsa Israel gelisah dan sampai pada keputusan dan tindakan yang tidak pantas untuk dilakukan.&lt;br /&gt;1. Ayat 1: Apa yang melatarbelakangi ide bangsa Israel membuat patung tersebut?&lt;br /&gt;2. Ayat 4-8:  Bagaimana bangsa Israel memperlakukan patung tersebut?  Jadi, dimanakah letak kesalahan bangsa Israel: pada upaya patung itu atau pada tujuan dan bagaimana mereka memperlakukan patung tersebut?&lt;br /&gt;3. Ayat 7-10: Bagaimanakah respon Tuhan terhadap tindakan bangsa Israel atau apa akibat dari perbuatan bangsa Israel?&lt;br /&gt;4. Simpulkanlah, dimana letak kegagalan bangsa Israel dalam hal ini? &lt;br /&gt;5. Bagaimanakah kegagalan bangsa Israel dimunculkan dalam prilaku kita yang hidup pada masa sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Musa sebagai pemimpin mereka diyakini sebagai wakil Allah dalam memimpin bangsa Israel.  Ketidakhadiran Musa diantara mereka pada akhirnya membuat mereka seakan kehilangan kehadiran Allah sehingga mereka menjadi seperti bangsa yang kehilangan arah dan pimpinan.  Mereka mencoba untuk menunggu dan menunggu kembalinya Musa.  40 hari 40 malam Musa ada di gunung Sinai. Bangsa Israel mulai tidak sabar menanti Musa yang tidak mereka ketahui kabar dan nasibnya.  Karena itu mereka kemudian mulai menghadirkan Allah menurut versi mereka sendiri, sesuai kebutuhan dan kepuasan mereka.  Cara yang mereka ambil adalah dengan membuat patung anak lembu emas dan kemudian mereka menyembah patung itu sama seperti menyembah Allah. Dalam hal ini bangsa Israel gagal  melakukan perintah Tuhan untuk menanti karena ketidaksabaran mereka dan kepuasan mereka yang lebih diutamakan daripada kepuasan Tuhan sehingga patung anak lembu emas dihadirkan di tengah-tengah mereka.  Padahal jelas Allah tidak dapat disamakan dengan patung itu, walau dari emas mahal sekalipun, apalagi Allah sudah menyampaikan bahwa penyembahan kepada patung adalah hal yang dibenci oleh Allah.  Tetapi ketidaksabaran dan kebutuhan akan rasa puas dan aman mereka mengalahkan ketaatan mereka untuk tetap hidup di jalan Tuhan.  Mereka lebih memilih mengikuti kata hati dan jalan mereka sendiri.  &lt;br /&gt;Kita pun kadang bersikap seperti bangsa Israel.  Ketika kita berurusan dengan Tuhan, seringkali kita menjadi tidak sabar dan ujung-ujungnya adalah keputusan untuk mengikuti kata hati diri sendiri.  Kepuasan dan kebutuhan kita untuk merasa aman dan nyaman kita kedepankan daripada menanti jawaban dan rencana Tuhan.  Doa dan permohonan kita yang tidak segera terjawab membuat kita merasa gelisah, tidak aman, seakan-akan Tuhan benar-benar tidak hadir dalam hidup kita.   Sehingga apa pun yang di depan mata kita anggap itu adalah kehendak Tuhan, cara-cara Tuhan menyelesaikan persoalan kita, padahal sudah jelas cara-cara itu bertentangan dengan firmanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketidaksabaran seringkali menghasilkan keputusan yang dangkal dan tindakan yang fatal.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2286867683547715678?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2286867683547715678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2286867683547715678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/10/keluaran-32-1-14-senin-6.html' title='Keluaran 32: 1-14 (Senin, 6)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1286934013024569229</id><published>2008-09-22T21:46:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T21:47:30.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 78:1-11 (Minggu, 28)</title><content type='html'>Dalam Mazmur 78 ini kita dapat membaca dengan jelas paparan sejarah umat Israel di masa lampau.  Meski kental dengan nuansa sejarah, banyak penafsir menggolongkannya sebagai wisdom psalm (mazmur hikmat) karena isinya juga padat dengan pengajaran yang ditujukan bagi generasi yang akan datang.  Mengenai struktur penulisannya, R.J. Clifford dalam bukunya “Sebuah Penafsiran Mazmur 78” menempatkan perikop bacaan kita hari ini, yaitu ayat 1-11, sebagai pengantar dari keseluruhan mazmur ini.  .&lt;br /&gt;1. Ay. 1-4.  Pemazmur mengajak para pendengarnya untuk memperhatikan pengajaran yang disampaikannya.  Dalam bentuk apakah pengajaran itu disampaikan?  Dari manakah pengajaran itu berasal?  Tentang apakah isi pengajaran itu?&lt;br /&gt;2. Ay. 5-8.  Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada umat-Nya dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Dengan cara apakah Tuhan memperkenalkan diri-Nya?  Apa tujuan Tuhan menyatakan diri kepada umat-Nya?&lt;br /&gt;3. Ay. 9-11.  Pemazmur menggunakan sejarah masa lalu, yaitu kegagalan bani Efraim, sebagai contoh dan peringatan bagi generasi berikutnya.  Bagaimana sikap mereka ketika menghadapi musuh?  Mengapa mereka bersikap demikian?&lt;br /&gt;4. Coba renungkan kembali perjalanan hidup Anda atau keluarga Anda di masa lampau.  Dalam peristiwa apakah Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Anda?  Dari peristiwa tersebut apa yang dapat Anda pelajari mengenai Tuhan?  Apa yang dapat Anda pelajari mengenai firman-Nya?  Sampaikanlah kesaksian kepada anak-anak Anda atau kepada orang-orang di sekitar Anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran yang disampaikan oleh pemazmur disampaikan dalam bentuk amsal (perumpamaan) atau teka-teki, yaitu cara-cara yang khas dan sering digunakan oleh para orang tua untuk mengajar anak-anak mereka.  Pemazmur juga mengakui bahwa ia menerima pengajaran itu secara turun-temurun dari nenek moyang mereka.  Karena itu mereka juga mempunyai wajib meneruskannya kepada generasi berikutnya.  Pengajaran itu berisi perbuatan-perbuatan ajaib yang telah Tuhan lakukan dalam sejarah hidup mereka sebagai umat-Nya.&lt;br /&gt;Tuhan menyatakan diri-Nya dengan dua cara, yaitu melalui firman-Nya dan melalui perbuatan-perbuatan yang dilakukan-Nya di tengah-tengah umat-Nya.  Dua cara ini memungkinkan generasi-generasi berikutnya juga mengenal Dia.  Dengan demikian umat Tuhan dari generasi ke generasi akan selalu memuliakan Dia, memegang perintah-perintah-Nya dan setia kepada-Nya.&lt;br /&gt;Pemazmur juga mengingatkan mereka agar tidak mengulangi kegagalan bani Efraim.  Mereka sesungguhnya memiliki tentara yang cukup dan senjata yang lengkap.  Namun, ketika menghadapi musuh mereka justru takut dan mundur.  Semua kekuatan mereka itu menjadi sia-sia dan tidak berguna karena ketakutan mereka.  Mengapa mereka takut?  Pertama, mereka tidak berpegang kepada firman-Nya. Kedua, mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.&lt;br /&gt;Ketakutan dan kegagalan yang sama juga bisa terjadi pada kita.  Karena itu tetaplah setia mempelajari firman-Nya dan janganlah lupakan perbuatan Tuhan dalam hidup Anda. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedalaman pengenalan Anda akan Allah sangat menentukan sikap dan cara Anda menghadapi masalah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1286934013024569229?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1286934013024569229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1286934013024569229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/mazmur-781-11-minggu-28.html' title='Mazmur 78:1-11 (Minggu, 28)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7963364590573058919</id><published>2008-09-22T21:45:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T21:46:25.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 21:28-32 (Sabtu, 27)</title><content type='html'>Dalam perikop sebelumnya Yesus mengajak para pemimpin agama Yahudi merenungkan sikap mereka terhadap Yohanes Pembaptis.  Mereka berkeras hati dan tidak mau percaya kepada Yohanes Pembatis meskipun mereka telah melihat segala sesuatu yang telah dilakukan Yohanes, yang telah membuat orang banyak menganggap dia sebagai seorang nabi.  Yesus melanjutkan tegoran itu dengan menyampaikan tiga perumpamaan berturut-turut.  Perikop bacaan kita hari ini merupakan perumpamaan pertama dari tiga perumpamaan itu.&lt;br /&gt;1. Ay. 28-30.  Yesus mengajak mereka membandingkan sikap dua orang anak laki-laki terhadap perintah bapanya.  Apa perbedaan di antara dua orang anak ini?&lt;br /&gt;2. Ay. 31.  Apakah para pemimpin agama itu dapat memahami arti perumpamaan itu dengan baik?  Menurut Anda, bagaimana kiranya reaksi mereka ketika Yesus menegor mereka dengan jawaban mereka sendiri?&lt;br /&gt;3. Ay. 32.  Yesus memberikan penjelasan lebih lanjut dengan mengajak mereka melihat perbedaan sikap mereka dengan para pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal.  Apa yang salah dari sikap para pemimpim agama ini?&lt;br /&gt;4. Bagi Anda sendiri, hal apakah yang paling sering membuat Anda sulit mempercayai firman-Nya?  Yang paling sering membuat Anda meragukan pimpinan-Nya dalam hidup Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering seseorang mencari kesalahan orang lain, semakin sulit baginya melihat kesalahannya sendiri.  Hal seperti itulah yang terjadi pada para pemimpin agama Yahudi ini.  Mereka tidak mampu melihat kesalahannya sendiri karena mereka sibuk mencari kesalahan orang lain.  Karena itu Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka.  Perumpamaan Yesus ini diberikan untuk memberikan landasan berpikir logis, sekaligus membantu mereka melihat kesalahan mereka sebagai ”anak sulung” dalam agama Yahudi.&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang menjadi pokok tegoran Yesus terhadap para pemimpin agama ini.  Pertama, sikap mereka terhadap perintah Allah.  Ketika mendengar perintah Allah para pemimpin agama itu mengatakan ”ya”, namun tidak melakukannya.  Kedua, ketidakpercayaan mereka kepada Yohanes Pembaptis.  Yohanes telah menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka,namun mereka tidak mau percaya kepadanya.  Ketiga, sikap mereka yang tidak mau menyesal (bertobat) atas ketidakpercayaan mereka.  Tiga sikap di atas dapat dirangkum dalam sebuah istilah yang sering menjadi penyakit khas para pemimpin agama, yaitu kesombongan rohani.  Perlu dicatat bahwa kesombongan rohani seperti itu juga masih sering menghinggapi kita, para ”pemimpin agama” (pendeta, penatua, aktivis yang terlibat gerejawi), seiring dengan bertambahnya senioritas dan pengalaman kita.&lt;br /&gt;Sikap yang benar justru ditunjukkan oleh ”anak bungsu” (orang-orang yang sering kita anggap kurang berpengalaman, kurang berpengetahuan mengenai kerohanian atau dunia pelayanan).  Mereka justru menyesali kekeliruan mereka , mau mengubah sikap mereka, dan bersedia melakukan perintah-Nya.  Sikap seperti hanya mungkin dimiliki oleh mereka yang cukup rendah hati menerima tegoran dan bertobat. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semakin sibuk mencari kesalahan orang lain, semakin sulit pula bagi Anda untuk melihat kesalahan Anda sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7963364590573058919?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7963364590573058919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7963364590573058919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/matius-2128-32-sabtu-27.html' title='Matius 21:28-32 (Sabtu, 27)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6281182648802695926</id><published>2008-09-22T21:42:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T21:43:17.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 21:23-27 (Jumat, 26)</title><content type='html'>Ketika melakukan pelayanan tentu kita berharap bahwa pelayanan kita berjalan lancar, tanpa hambatan apapun.  Namun, kenyataannya tidaklah demikian.  Keberhasilan pelayanan di satu pihak ternyata bisa membangkitkan kesulitan dan hambatan di pihak lain.  Hal seperti itu juga dialami oleh Yesus.  Perikop-perikop sebelumnya di pasal 21 ini memaparkan serangkaian keberhasilan pelayanan Yesus: dielu-elukan ketika masuk Yerusalem (21:1-11), dengan berwibawa melakukan pembersihan Bait Allah (21:12-17), dan mendemonstrasikan kuasa yang muncul dari iman (21:18-22).  Dari perikop bacaan hari ini ternyata bahwa keberhasilan-keberhasilan itu justru membangkitkan sikap permusuhan dari para pemimpin agama Yahudi.&lt;br /&gt;1. Ay. 23. Imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi disebutkan untuk mewakili otorita/ pihak yang berwenang atas Bait Allah. Hal apa saja yang mereka tanyakan mengenai kuasa Yesus?  Apa tujuan mereka menanyakan hal ini? (lihat juga 21:15)&lt;br /&gt;2.  Ay. 24-25a.  Bagaimana cara Yesus menjawab pertanyaan mereka?  Mengapa Yesus tidak menjawab mereka secara langsung?&lt;br /&gt;3. Ay. 25b-27.  Mengapa mereka memilih untuk menjawab “tidak tahu”?  Jika pada waktu itu Anda berada di antara orang banyak yang hadir di Bait Allah dan mendengarkan jawaban tersebut, kesimpulan apa yang dapat Anda ambil dari jawaban ini?  Apa tujuan Yesus membawa mereka kepada jawaban “tidak tahu” ini?&lt;br /&gt;4. Dari bacaan hari ini, apa yang dapat Anda pelajari mengenai cara Yesus menghadapi orang-orang yang memusuhi-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi mempertanyakan sumber kuasa Yesus.  Pertanyaan ini muncul dari perasaan jengkel yang muncul di dalam hati mereka ketika melihat orang banyak mengelu-elukan Dia.  Dengan kata lain, pertanyaan ini disampaikan dengan niat yang buruk kepada Yesus.  Sangat mungkin mereka sedang mengumpulkan ”peluru” yang dapat mereka gunakan untuk menyerang Yesus di kemudian hari pada waktu yang tepat.  Jika Yesus menjawab, ”Dari sorga,” maka sebagai pemimpin agama mereka dapat melontarkan tuduhan bahwa Yesus telah menghujat Allah.&lt;br /&gt;Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan cara khas seorang guru. Yesus menjawab pertanyaan dengan sebuah pertanyaan lain.  Cara ini ternyata sangat efektif untuk menjawab pertanyaan para pemimpin agama yang berniat buruk itu.  Pertama, cara ini melepaskan Yesus dari jebakan yang mereka buat.  Kedua, jawaban para pemimpin agama itu, ”Kami tidak tahu” menunjukkan bahwa mereka tidak mampu menjalankan fungsi mereka sebagai pemimpin agama, dan karena itu tidak layak menghakimi orang lain.  Ketiga, pertanyaan Yesus seharusnya membuat mereka sadar akan sikap mereka yang bersikeras tidak mau mengakui dan percaya bahwa kuasa Yohanes Pembaptis memang berasal dari sorga.  Sebagai pemimpin agama, mereka ternyata tidak setia kepada kebenaran.  Mereka berkeras hati menolak kebenaran yang sudah nyata di depan mereka.  Sikap seperti ini juga mereka tunjukkan terhadap Yesus.  Dan Yesus menjawab mereka dengan sangat penuh hikmat. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.” (Markus 13:11)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6281182648802695926?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6281182648802695926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6281182648802695926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/matius-2123-27-jumat-26.html' title='Matius 21:23-27 (Jumat, 26)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7738692568709401497</id><published>2008-09-22T21:40:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T21:42:07.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Filipi 2:12-18 (Kamis, 25)</title><content type='html'>Setelah memperoleh keselamatan di dalam Kristus, banyak orang Kristen yang justru terhenti pertumbuhan imannya.  Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama.  Setelah menyelesaikan katekisasi dan dibaptiskan, atau setelah aktif melayani semasa remaja, masa-masa pertumbuhan rohani Anda pun seakan-akan harus berhenti di sana.  Benarkah harus demikian?  Tidak!  Kita harus melanjutkan pertumbuhan rohani kita, betapapun sulitnya.&lt;br /&gt;1. Ay. 12-13.  Nasihat apa yang diberikan Paulus kepada jemaat Filipi?  Apa hubungannya dengan kehadiran dan ketidakhadiran Paulus?  Apa peranan Allah dalam pertumbuhan iman jemaat?&lt;br /&gt;2. Ay. 14-16a.  Di bagian ini Paulus memberikan beberapa nasihat praktis.  Nasihat apa saja yang diberikan kepada mereka?  Apa hubungannya dengan pertumbuhan iman mereka?&lt;br /&gt;3. Ay. 16b-18.  Sebagai seorang yang berperan besar dalam perintisan jemaat Filipi, apa yang Paulus katakan mengenai dirinya sendiri?  Hal positif apa saja yang dapat kita pelajari dari sikap Paulus ini?&lt;br /&gt;4. Apakah pertumbuhan rohani Anda masih bergantung pada seseorang atau sesuatu?  Bagaimana Anda melepaskan diri dari ketergantungan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang-orang Kristen yang pertumbuhan imannya bergantung pada tokoh-tokoh tertentu.  Tokoh-tokoh itu mungkin adalah orang-orang yang seorang pemimpin yang memang mempunyai kewibawaan rohani yang menonjol, dalam sebuah gereja atau lembaga Kristen, yang dikaguminya atau yang secara langsung berperan penting dalam pertobatannya.  Dalam batas tertentu, hal ini termasuk wajar.  Namun, apakah pertumbuhan iman kita harus seterusnya bergantung kepada sang tokoh tersebut?&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi bahwa peran Paulus bagi jemaat Filipi sangatlah penting.  Namun Paulus tidak ingin pertumbuhan iman mereka bergantung sepenuhnya kepadanya.  Paulus yakin bahwa tanpa kehadirannya pun jemaat Filipi dapat melanjutkan pertumbuhan iman mereka karena Allah akan bekerja di tengah-tengah mereka.  Di bagian akhir bacaan kita hari ini Paulus bahkan menegaskan bahwa dia tidak mengharapkan kemegahan kecuali pada akhir zaman (ay. 16, di hari Kristus).  Harus kita akui, tidak banyak pemimpin rohani yang mempunyai kedewasaan spiritual seperti ini.  Namun, perlu dicatat pula bahwa sikap kita sebagai jemaatlah yang sering kali juga membuat seseorang terjebak dalam perannya sebagai pemimpin tunggal yang menentukan semua hal.&lt;br /&gt;Paulus mengajak jemaat Filipi tetap mengerjakan keselamatan mereka , meski tanpa kehadirannya.  Ada tiga hal praktis yang disebutkan Paulus di sini. Mereka didorong untuk tetap melayani (tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantah), tetap menjaga sikap moral kristiani di tengah masyarakat, dan tetap mempelajari serta menerapkan firman Tuhan dengan setia.  Pertumbuhan iman kita memang tidak boleh bergantung kepada seseorang, namun juga tidak mungkin kita lakukan sendirian.  Gereja dan masyarakat adalah tempat terbaik untuk menerapkan firman Tuhan dan untuk mewujudkan pertumbuhan iman kita. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Janganlah menggantungkan pertumbuhan iman Anda kepada seseorang tokoh, namun bersandarlah kepada kuasa Allah yang hadir dalam jemaat-Nya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7738692568709401497?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7738692568709401497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7738692568709401497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/filipi-212-18-kamis-25.html' title='Filipi 2:12-18 (Kamis, 25)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2361828323720866670</id><published>2008-09-18T22:36:00.002+07:00</published><updated>2008-09-18T22:42:47.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Filipi 2:1-11 (Rabu, 24)</title><content type='html'>Dalam pasal 1 Paulus telah mengungkapkan sukacitanya karena mempunyai hubungan khusus dengan jemaat Filipi (1:4).  Paulus juga bersyukur karena jemaat Filipi tetap setia mengambil bagian dalam pemberitaan Injil (1:5). Namun, seperti semua gereja yang lain, jeemaat Filipi bukanlah sebuah persekutuan yang sempurna. Dalam bacaan hari ini Paulus dengan terus terang mengatakan bahwa sukacitanya akan menjad penuh bila jemaat Filipi juga dapat menyelesaikan masalah mereka .&lt;br /&gt;1. Ay. 1-4.  Bacalah bagian ini dan coba temukan masalah apa yang sedang terjadi dalam jemaat Filipi? (lihat juga 4:1)&lt;br /&gt;2. Ay. 1-2.  Paulus menyebutkan beberapa kekuatan khas orang-orang Kristen dalam menghadapi masalah dalam jemaat.  Kekuatan apa sajakah itu?  Apakah kekuatan-kekuatan ini juga ada dalam jemaat kita?&lt;br /&gt;3. Ay. 3-4. Dalam bagian ini Paulus secara khusus berbicara mengenai kerendahan hati.  Menurut Anda,mengapa? Dalam bentuk apa kerendahan hati itu diwujudkan?&lt;br /&gt;4. Ay. 5-8.  Sebagai teladan kerendahan hati Paulus mengajak kita melihat apa yang telah dilakukan oleh Kristus.  Terkait dengan kerendahan hati, sebutkan minimal tiga sikap yang telah ditunjukkan oleh Yesus Kristus kepada kita?  Bagaimana sikap tersebut dapat kita terapkan dalam hidup bergereja?&lt;br /&gt;5. Ay. 9-11.  Ketika Kristus menunjukkan kerendahan hati, apa yang terjadi pada-Nya?  Ketika kita saling rendah hati, apa yang akan terjadi pada diri kita?  Apa yang terjadi dalam jemaat kita?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari dorongan dan nasihat yang dituliskan Paulus dalam perikop ini kita dapat membaca sebuah persoalan yang ada dalam jemaat Filipi, yaitu ketidaksehatian atau bahkan perpecahan. Ketidakharmonisan ini rupanya terjadi di antara para pemimpin/ tokoh jemaat (4:1) hingga mempengaruhi suasan berjemaat secara keseluruhan. Paulus mengingatkan bahwa sebagai tubuh Kristus mereka memiliki kasih yang terwujud nyata dalam nasihat, penghiburan, kasih mesra (kelemahlembutan) dan belas kasihan.&lt;br /&gt;Tentu saja, Paulus juga mendorong adanya perubahan sikap dalam hubungan mereka satu dengan yang lain. Perpecahan dalam jemaat tidak dapat diselesaikan tanpa kerendahan hati.  Kerendahan hati merupakan langkah awal untuk mewujudkan kesatuan.  Kesatuan jemaat akan terwujud bila mereka bersedia mengubah sikap mereka yang cenderung mencari kehormatan (puji-pujian) untuk diri sendiri, mementingkan diri sendiri, dan tidak peduli terhadap orang lain. Karena itulah Paulus mengajak mereka meneladani Kristus.  Kristus rela melepaskan kehormatan-Nya (kesetaraan dengan Allah), melepaskan kepentingan-Nya (mengosongkan diri, menjadi hamba), dan mengorbankan diri-Nya bagi orang lain.&lt;br /&gt;Ketika Kristus merendahkan diri, Allah meninggikan Dia dan seluruh mahluk menyembah Dia.  Ketika kita saling merendahkan diri, kita juga akan mendapatkan anugerah dan sukacita yang tidak kalah besarnya dari itu.  Kita dapat menikmati dan menggunakan berkat-Nya dengan penuh sukacita dalam kesatuan, bukan dalam suasana perpecahan. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kerendahan hati adalah pintu keluar dari perpecahan, dan pintu masuk menuju kesatuan.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2361828323720866670?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2361828323720866670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2361828323720866670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/filipi-21-11-rabu-24.html' title='Filipi 2:1-11 (Rabu, 24)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5472340939241108525</id><published>2008-09-18T22:36:00.001+07:00</published><updated>2008-09-18T22:41:52.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 17:8-16 (Selasa, 23)</title><content type='html'>Dari Kejadian 36:12 kita tahu bahwa orang-orang Amalek adalah keturunan Elifas, anak Esau.  Itu berarti bahwa mereka adalah sepupu jauh orang Israel. Mereka tinggal di padang gurun di sekitar Kadesh di sebelah selatan tanah Kanaan (Kej 14:7).  Mereka adalah bangsa yang kuat dan disegani di daerah itu.  Ketika mendengar bahwa orang Israel telah sampai di Rafidim, mereka pun langsung menghadang para pendatang ini.  Dalam Bilangan 24:20 orang Amalek disebut ”yang pertama di antara bangsa-bangsa” (yang berperang melawan orang Israel).&lt;br /&gt;1. Ay. 9, 13.  Apa tugas Yosua dalam pertempuran ini? Apakah dia melakukan tugas itu dengan baik?&lt;br /&gt;2. Ay. 10-12.  Apa peranan Musa, Harun dan Hur?  Apa yang mereka lakukan?  Apa yang dapat kita pelajari dari cara mereka berbagi peranan?&lt;br /&gt;3. Ay. 14.  Dari peristiwa ini, hal apa yang perlu dipelajari oleh Yosua?  Mengapa Yosua perlu mengingat hal tersebut?&lt;br /&gt;4. Ay. 15-16.  Apa yang Musa lakukan setelah kemenangan ini?  Mengapa dia melakukan hal itu?&lt;br /&gt;5. Melalui kemenangan mereka, prinsip-prinsip apa yang dapat kita terapkan untuk menghadapi masalah-masalah hidup kita sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam perhitungan secara militer pertempuran orang Israel melawan tentara Amalek sungguh tidak seimbang.  Orang-orang Amalek jauh lebih kuat dan lebih menguasai medan dibandingkan orang-orang Israel yang baru saja keluar dari perbudakan.  Selama di Mesair orang-orang Israel hanyalah para pekerja kasar, bukan tentara yang terlatih untuk berperang.  Bagi mereka ini merupakan pertama kali terlibat dalam peperangan.&lt;br /&gt;Menghadapi musuh yang di atas kertas jauh lebih kuat, Musa menggunakan semua sumber kekuatan yang mereka miliki.  Musa menyuruh Yosua memimpin pasukan untuk berperang melawan orang Amalek.  Mereka adalah orang-orang terbaik, yang dipilih oleh Yosua di antara orang-orang yang sebelumnya hanyalah budak-budak di Mesir.  Yosua pun melakukan tugasnya dengan baik.  Mereka maju berperang dan mengalahkan orang Amalek.&lt;br /&gt;Namun, kemenangan tersebut bukanlah semata-mata karena kehebatan Yosua.  Di balik kemenangan gemilang Yosua ada Musa, Harun, dan Hur yang juga ikut terlibat dalam peperangan tersebut.  Meski tidak terlibat langsung di medan pertempuran, peranan mereka sangatlah penting.  Bahkan, di ayat 11 disebutkan bahwa apabila Musa mengangkat tangannya (simbol campur tangan Allah dalam peperangan tersebut), maka lebih kuatlah orang Israel.  Dan sebaliknya, apabila Musa menurunkan tangannya, maka lebih kuatlah orang Amalek. Itulah sebabnya Harun dan Hur membantu Musa agar tangannya tetap terangkat ke atas.&lt;br /&gt;Dari kemenangan ini kita bisa melihat pentingnya sebuah kerjasama untuk mencapai keberhasilan.  Namun, lebih penting dari itu, kita juga belajar bahwa campur tangan Tuhan mutlak diperlukan untuk keberhasilan kita.  Prinsip-prinsip itu juga berlaku untuk menghadapi masalah kita sehari-hari.  Jangan menghadapi masalah Anda sendirian dan jangan lupa melibatkan Tuhan.  Atau, dengan ungkapan yang lebih lugas: ”Jangan sok hebat!” (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kita sering lupa bahwa selalu ada peranan orang lain dan campur tangan Tuhan dalam setiap keberhasilan kita.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5472340939241108525?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5472340939241108525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5472340939241108525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/keluaran-178-16-selasa-23.html' title='Keluaran 17:8-16 (Selasa, 23)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5992738693625855869</id><published>2008-09-18T22:36:00.000+07:00</published><updated>2008-09-18T22:40:17.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 17:1-7 (Senin, 22)</title><content type='html'>Tempat-tempat persinggahan orang Israel di padang gurun dicatat lebih lengkap dalam Bilangan 33:1-49.  Dari Bilangan 33:12-14 kita tahu bahwa dari padang gurun Sin mereka singgah di Dofka, kemudian di Alus, hingga akhirnya sampai di Rafidim.  Para ahli Perjanjian Lama menduga bahwa yang disebut sebagai Rafidim adalah wadi besar Refayid yang terletak di barat daya gunung Sinai. Wadi adalah sungai kering di padang gurun, yang akan berair hanya bila hujan turun.  Itulah sebabnya orang-orang Israel berharap masih bisa mendapatkan air di sana.  Namun ternyata wadi itu telah kering dan mereka pun kecewa.&lt;br /&gt;1. Ay. 1-4. Bandingkan bagian ini dengan Kel 16:1-3.  Apa kesimpulan Anda?  Menurut Anda, apa salah dari sikap mereka?  Bagaimana sikap Musa menghadapi mereka?&lt;br /&gt;2. Ay. 5-6.  Apa yang Tuhan lakukan untuk menjawab mereka?  Bagi siapakah mujizat itu dilakukan Tuhan di depan mereka? (Bagi Musa atau bagi mereka yang kehausan?)  Mengapa Tuhan harus menunggu mereka bersungut-sungut sebelum memberikan air kepada mereka?&lt;br /&gt;3. Ay. 7.  Ayat ini mengungkapkan bahwa ada masalah yang lebih serius daripada masalah kekurangan air. Masalah apakah itu?&lt;br /&gt;4. Jika Anda berada dalam posisi Musa (sebagai seorang pemimpin), hal apa saja yang Anda pelajari dari peristiwa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan:&lt;br /&gt;Penting untuk dicatat bahwa orang Israel sampai di Rafidim atas pimpinan Tuhan (ay.1, ”sesuai dengan titah Tuhan”).  Dibandingkan sikap mereka di padang gurun Sin, sikap mereka di sini tidak jauh berbeda.  Di sana mereka bersungut-sungut karena tidak mendapatkan roti dan daging, sekarang mereka bersungut-sungut karena tidak mendapatkan air.  Cara mereka bersungut-sungut pun tidak berubah.  Mereka menuntut untuk diberi air, mengajak Musa bertengkar, dan menuduh Musa hendak membunuh mereka.  Mujizat manna dan burung puyuh rupanya hanya memuaskan perut mereka, namun tidak mengubah hati mereka.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Tuhan tidak sekedar menuruti permintaan mereka dan menyediakan apa yang mereka butuhkan, meskipun Tuhan sanggup melakukannya dengan segera.  Tuhan hendak mengajar mereka untuk sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.  Lagipula, Tuhan juga memakai para pemimpin mereka, Musa dan para tua-tua Israel, untuk melaksanakan mujizat-Nya.  Tuhan juga mengajarkan kepada mereka agar mereka juga percaya kepada para pemimpin mereka.  &lt;br /&gt;Kekurangan air (atau kekurangan apapun) hanyalah sebuah gejala yang nampak dari sebuah ”penyakit” yang lebih serius, yaitu kerdilnya iman mereka.  Mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, sehingga mereka selalu meragukan kehadiran-Nya di dalam hidup mereka. Kata mereka, ”Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?” &lt;br /&gt;Sebagai pemimpin, mungkin saja Anda berhadapan dengan situasi yang sukar yang tidak bisa Anda selesaikan dengan kemampuan Anda sendiri.  Mungkin orang-orang di sekitar Anda akan menuduh Anda tidak becus, dan sebagainya.  Namun, Allah yang memilih dan mengutus Anda selalu setia.  Anda tidak perlu membela diri hanya untuk mempertahankan gengsi, karena Allah sendiri yang akan melakukan bagi Anda.(TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Setiap pemberian dan pertolongan yang Anda terima dari Tuhan akan menjadi sia-sia jika tidak mendorong pertumbuhan iman Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5992738693625855869?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5992738693625855869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5992738693625855869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/keluaran-171-7-senin-22.html' title='Keluaran 17:1-7 (Senin, 22)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7396453286099443529</id><published>2008-09-02T21:59:00.001+07:00</published><updated>2008-09-02T21:59:58.218+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Roma 13: 1-8A (Minggu, 7)</title><content type='html'>Pada waktu surat ini ditulis, penganiayaan besar belum dimulai, tetapi akan segera terjadi.  Kekristenan pada waktu itu dianggap sebagai suatu bentuk pemberontakan terhadap Kaisar Romawi.  Dalam situasi yang demikian, Paulus memberikan nasihat bagaimana orang Kristen seharusnya bersikap terhadap pemerintah.&lt;br /&gt;1. Ayat 1 dan 4:  Bagaimana Paulus menasihati orang Kristen di Roma dalam memandang pemerintah mereka?&lt;br /&gt;2. Ayat 2 dan 5: Dalam hal/kondisi pemerintahan yang bagaimana ketentuan ini dapat berlaku?  Bagaimana jika orang Kristen dihadapkan dengan kondisi pemerintahan yang tidak ideal, apa yang harus kita lakukan tanpa menyalahi ketentuan Tuhan?&lt;br /&gt;3. Bagaimana kesaksian hidup Anda sebagai orang Kristen sudah Anda tunjukkan dalam keseharian Anda sebagai warganegara Indonesia?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Roma 13: 1-7 berbicara mengenai sikap orang-orang Kristen terhadap pemerintah.  Tidak boleh dilupakan bahwa surat ini ditujukan dalam kondisi yang khusus, kepada orang-orang tertentu dan dengan alasan tertentu sesuai konteks pada waktu itu. Dalam kitab Perjanjian Lama kita juga menemukan petunjuk-petunjuk bagaimana orang percaya bersikap terhadap pemerintahnya.  Yang menjadi tekanan adalah kesaksian hidup kita sebagai Allah harus ditampakkan dengan jelas pula dalam urusan dengan pemerintah/negara, baik sebagai warganegara maupun ketika orang percaya itu sendiri yang duduk dalam bangku pemerintahan.  Dengan kata lain, kita tidak bisa merumuskan ajaran Kristen mengenai negara hanya dari perikop ini, maupun sebaliknya, membuat sebuah konstitusi hukum melalui ayat ini. Namun penekannya tidak dapat kita lepaskan bahwa praktik hidup kekristenan itu bersifat holistik atau menyeluruh dalam setiap aspeknya.  Ketidakbenaran atau kegagalan pemerintah seringkali menjadi tameng rasa aman dan legalitas ketika kita ikut-ikutan menjadi tidak benar.  Paulus mengingatkan bahwa kewajiban kita tidak boleh terabaikan begitu saja dalam situasi pemerintahan yang sedang terjadi. Cara-cara kita hidup dalam keseharian kita bermasyarakat tidak lepas dari cerminan siapa pemerintah kita yang sesungguhnya memerintah dalam hidup kita, yaitu Allah sendiri. Karena itu mari merenungkan sejenak pertanyaan nomer 3 di atas, semoga masing-masing kita bisa menemukan jawabannya dan bukan justru hanya mencibir, memaki, menyalahkan para pemerintah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kepatuhan kita kepada Allah akan mewarnai banyak hal dalam kepatuhan kita terhadap hal-hal yang lain di sekitar kita&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7396453286099443529?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7396453286099443529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7396453286099443529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/roma-13-1-8a-minggu-7.html' title='Roma 13: 1-8A (Minggu, 7)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4445650892211367833</id><published>2008-09-02T21:58:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T21:59:06.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 18: 15-20 (Sabtu, 6)</title><content type='html'>Dalam bacaan kemarin kita telah membahas mengenai kerinduan dan panggilan Allah Bapa untuk menggembalakan anggota-anggota yang tersesat. Sekarang di ayat 15-20 diberikan peraturan-peraturan konkrit mengenai tindakan penggembalaan itu sendiri.&lt;br /&gt;1. Bagaimana tahapan-tahapan yang diberikan dalam menegur atau menyatakan kesalahan salah satu anggota?&lt;br /&gt;2. Mengapa tahapan-tahapan yang demikian diberikan?&lt;br /&gt;3. Apa maksud perkataan Yesus di ayat 18? (bdk. dg. pasal 16:19)? &lt;br /&gt;4. Melalui ketentuan ini, apa yang Allah ajarkan kepada kita/jemaat dan juga kepada orang yang ‘tersesat’ itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama tindakan penggembalaan bagi orang yang jatuh dalam dosa adalah datang kepadanya dan membicarakan masalah tersebut dengannya. Ungkapan “di bawah empat mata” berarti secara pribadi atau secara rahasia.  Jika orang tersebut sedia untuk mendengarkan atau memperhatikan dengan sungguh-sungguh, menyadari bahwa apa yang kita sampaikan benar dan ia mengakui kesalahannya, maka itu berarti kita telah memenangkannya kembali sebagai saudara (ay.15 ‘engkau telah mendapatkannya kembali’). Tahapan kedua bila ternyata orang tersebut tidak mau mengakui kesalahannya adalah dengan menghadirkan saksi (lihat juga Ulangan 19:15). Tahapan ketiga bila orang terus menolak untuk mengakui adalah dengan memperlakukannya sebagai seorang yang tidak mengenal Allah.  Karena itu diperlukan kembali langkah-langkah lain untuk mempertobatkan orang tersebut kembali.  &lt;br /&gt;Ayat 18 menggunakan kata ‘mengikat’ dan ‘melepas’.  Rabi Yahudi pada waktu itu biasa menggunakan kedua kata tersebut yang berarti melarang dan mengizinkan (membenarkan), atau juga mengucilkan dan melepaskan dari pengucilan.  Dengan demikian, maksud Yesus mengatakan hal itu adalah untuk menekankan bahwa gereja diberi otoritas untuk melakukan tindakan pendisiplinan atau penggembalaan kepada anggota jemaat yang jatuh dalam dosa.  Tindakan pendisplinan (siasat gerejawi) ini harus dimaknai sebagai tindakan Allah sendiri untuk memanggil orang yang terhilang, bukan sekadar tindakan yang dilakukan antar anggota jemaat.  Jadi, jika jemaat menegur seseorang supaya bertobat dan meninggalkan dosanya, maka melalui teguran itu Tuhan sendiri mencari dan memanggil orang itu, dan jika ia tetap menolak, maka Tuhan juga menolak orang itu. &lt;br /&gt;Karena itu sebagai orang percaya yang hidup dalam persekutuan dengan orang-orang percaya yang lain (gereja), kita memainkan peranan untuk saling menjaga kemurnian diantara anggotanya.  Jika ada yang bersalah, nyatakanlah kasih Allah dengan menggembalakan orang tersebut.  Dan jika kita yang bersalah, ketika ada orang lain menegur, maka maknailah itu sebagai tanda kasih sayang Allah yang mencari dan memanggil Anda kembali hidup dalam kekudusan sebagai anak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tindakan pendisiplinan Allah menggemakan besarnya kasih Allah kepada Anda. &lt;br /&gt; Ia tidak menghendaki Anda semakin menjauh dariNya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4445650892211367833?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4445650892211367833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4445650892211367833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/matius-18-15-20-sabtu-6.html' title='Matius 18: 15-20 (Sabtu, 6)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4687092498549275665</id><published>2008-09-02T21:57:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T21:58:07.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 18: 12-14 (Jumat, 5)</title><content type='html'>Diantara perumpamaan-perumpamaan yang diajarkan Yesus, perumpamaan tentang domba yang hilang merupakan salah satu perumpamaan yang menarik bagi anak-anak.  Kasih dan perhatian dari gembala, sukacita ketika domba dan gembala dipersatukan kembali menjadi sorotan yang kuat dalam pesan perumpamaan ini. Banyak nyanyian dan hymne yang telah ditulis mengenai perumpamaan ini.&lt;br /&gt;1. Apa tindakan Anda jika Anda mempunyai 100 domba dan 1 diantaranya sesat? &lt;br /&gt;2. Ayat 12-13: Peristiwa hilangnya satu domba di antara 100 domba memberikan pengaruh yang besar pada diri sang gembala. Sebutkan 2 hal yang akan terjadi pada diri sang gembala pada saat ia kehilangan dan juga pada saat ia berhasil menemukan kembali dombanya!&lt;br /&gt;3.  Apa yang seringkali menjadi penyebab manusia cenderung mengabaikan hilangnya ‘satu domba’ diantara 100 domba yang ada padanya?&lt;br /&gt;4. Gambaran Allah seperti apa yang dinyatakan dengan kuat melalui perumpamaan ini? Ungkapkan satu kalimat pengagungan Anda kepada Bapa untuk apa yang telah dikatakanNya kepada  Anda melalui renungan hari ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Yahudi menciptakan jarak yang besar dengan orang berdosa.  Mereka ditolak dalam persekutuan semeja.  Orang Yahudi tidak akan berhubungan dengan orang-orang yang terbuang secara moral. Mengetahui hal ini mungkin kita akan mencibir pandangan hidup dan prilaku orang-orang Yahudi.  Namun tanpa kita sadari hari-hari ini banyak orang Kristen terjebak dalam pandangan dan prilaku yang mirip dengan orang Yahudi. Banyak orang Kristen menjadi salah kaprah, bukan membenci dosa, melainkan membenci orang berdosa.  Orang masih lebih bisa ‘berdamai’ dengan dosa-dosa dalam kehidupannya maupun sekitarnya, sementara dengan pendosa (orang yang berbuat dosa), permusuhan dan kebencian itu seakan tak akan pernah bisa berakhir.  Sungguh merupakan sebuah ironi.  Penolakan terus dilakukan kepada orang yang jatuh dalam dosa di sebuah persekutuan.  Bukannya menggembalakan melainkan mengusir.  Bukan mencari, melainkan mensyukuri jika orang-orang seperti itu hilang dengan alasan demi ‘kemurnian sebuah persekutuan’. Berbagai upaya untuk menyatakan rasa tidak senang dan ketidaksetujuannya terhadap orang yang jatuh dalam dosa dilakukan dengan keras, jauh lebih keras ketimbang usaha memerangi dosa-dosa yang sebenarnya tumbuh subur dalam hidupnya sendiri. Dalam hal ini kita menjadi sangat berbeda dengan Bapa yang digambarkan sebagai gembala dalam perumpamaan ini. Melalui tindakan Allah yang pergi dan menyelamatkan satu domba yang hilang walau Ia masih mempunyai 99 domba yang lain menunjukkan dua hal sekaligus tentang siapa Allah kita.  Ia adalah Allah yang penuh dengan kasih kepada orang berdosa dan membenci dosa dengan berbagai pengaruh yang ditimbulkannya.  Dua hal ini melekat kuat pada Allah tanpa ada pergeseran antara hal yang pertama dan kedua. Selayaknya kita juga memiliki keduanya seimbang dalam hidup kita sebagai anak-anak Allah yang hidup berdampingan dengan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebencian yang besar terhadap dosa menimbulkan belas kasihan kepada mereka yang dijerat dan dipikat oleh dosa.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4687092498549275665?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4687092498549275665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4687092498549275665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/matius-18-12-14-jumat-5.html' title='Matius 18: 12-14 (Jumat, 5)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7451014699863429758</id><published>2008-09-02T21:55:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T21:56:29.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Roma 13: 8B-14 (Kamis, 4)</title><content type='html'>1. Ayat 9:  Apa yang menjadi dasar dari segala praktik hidup orang Kristen?&lt;br /&gt;2. Cobalah Anda renungkan apakah benar orang membunuh, berzinah, mencuri, mabuk, suka dengan percabulan, perselisihan dan iri hati semuanya ada hubungannya dengan masalah kasih dalam diri orang tersebut?  Bagaimana hubungannya? &lt;br /&gt;3. Renungkanlah bagaimana caranya memiliki kasih?  Bagaimana membuat orang-orang yang tidak memiliki kasih (defisit/minus kasih) dalam hidupnya menjadi memiliki kasih yang berlimpah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Isi nas kita hari ini tidak sulit untuk dipahami.  Ayat 9 memberi kesimpulan yang baik bahwa jika kita mengasihi, maka itu berarti kita sudah memenuhi seluruh hukum Tuhan. Orang yang punya kasih tidak akan membunuh, tidak terjebak dalam iri hati dan perselisihan yang berkepanjangan, tidak menghanyutkan diri dalam kemabukan dan percabulan yang merusak dirinya dan juga sesamanya.  Sebaliknya, orang yang memiliki kasih akan sanggup memaafkan orang lain, mengakui kelebihan orang lain, menghormati kesopanan diri dan juga orang lain.  Pada intinya, ketika seseorang memiliki kasih, ia akan tahu bagaimana memperlakukan dirinya sendiri dengan tepat dan memperlakukan orang lain dengan baik/bertanggung jawab.  Ia jauh dari keinginan untuk merusak dirinya sendiri sebab ia mengasihi dirinya; jauh dari niat melukai atau mencelakai orang lain karena kasihnya kepada orang lain.&lt;br /&gt;Persoalan yang ditimbulkan adalah tidak semua orang memiliki kasih dalam hidupnya.  Ada orang-orang yang oleh karena suatu sebab bertumbuh menjadi orang dewasa yang defisit/minus kasih dalam hidupnya.  Ia tumbuh menjadi orang yang merasa diri tidak berharga, tidak dikasihi, dan kekosongan kasih ini kemudian diproyeksikan kepada orang lain yang ia temui.  Ia sulit untuk mengasihi dengan tulus (total) karena ia sendiri tidak pernah merasakan mendapat kasih sayang yang tulus.  Ia tidak terlalu pusing dengan apa yang terjadi pada dirinya, juga kepada orang lain.  Sebagian orang ada yang memproyeksikan kekosongan kasih dalam hidupnya dengan cara mengasihi orang lain secara berlebihan, berkorban bagi orang lain hingga kebablasan dan meniadakan kasih kepada diri sendiri.  Itu semua dilakukan untuk membuat orang lain mengasihinya dan merasa dirinya berharga bagi orang lain.  Ada orang-orang yang mencari dan mengisi kebutuhan akan kasih dalam hidupnya dengan cara demikian, namun apakah benar bahwa kasih yang demikian akan bertahan lama? Apakah benar orang lain akan selalu balik mengasihi? Bagaimana jika tidak? Dengan demikian, tidak ada sumber kasih yang lain selain kasih Allah itu sendiri.  Orang hanya akan sanggup hidup dalam kasih ketika ia memiliki kasih.  Orang hanya akan memiliki kasih ketika ia memiliki dan dimiliki Allah dalam hidupnya.  Anda ingin dikasihi dengan tulus? Atau Anda ingin mengasihi orang lain dengan tulus? Belajarlah dari Allah dan hiduplah dalam Allah yang mengasihi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tidak ada kasih apa pun di dunia ini yang dapat disejajarkan dengan kualitas kasih Allah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7451014699863429758?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7451014699863429758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7451014699863429758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/roma-13-8b-14-kamis-4.html' title='Roma 13: 8B-14 (Kamis, 4)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2831973181080704302</id><published>2008-09-02T21:54:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T21:55:29.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 149 (Rabu, 3)</title><content type='html'>Para ahli berpendapat bahwa mazmur ini berasal dari periode sesudah pembuangan sebab dalam pujiannya terkandung kalimat yang memandang kepada kemenangan bangsa Israel pada masa yang akan datang “seperti yang tertulis” (ay.9).  Karena itu diduga mazmur ini adalah hasil permenungan seorang ahli kitab atas tulisan para nabi, khususnya tulisan nabi Yesaya (pasal 40-60).  Sukacita imannya dinyatakan melalui madah di mazmur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ayat 1-3:  Apa ajakan pemazmur di ayat-ayat ini?&lt;br /&gt;2. Ayat 4:  Apa yang menjadi keyakinan pemazmur? &lt;br /&gt;3. Ayat 6-9:  Bagaimana puji-pujian dan keyakinan pemazmur mempengaruhi pengharapan akan masa depan bangsanya (keselamatan yang Allah janjikan)? &lt;br /&gt;4. Melalui mazmur hari ini, bagaimana cara kita menghayati sebuah pujian kepada Allah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di ayat 1-3 pemazmur mengajak umat memuji Tuhan.  Undangan ini disampaikan dengan semangat yang meluap-luap.  Lima kali pemazmur berseru kepada bangsa Israel supaya ‘bernyanyi’, ‘bersukacita’, ‘bersorak-sorak’, ‘memuji-muji’, dan ‘bermazmur’ bagi Tuhan.   Israel diundang untuk menyanyikan nyanyian baru.  Nyanyian baru yang dimaksud di sini mengacu pada karya keselamatan baru yang akan Allah kerjakan di masa yang akan datang.  Keyakinan pemazmur adalah Tuhan akan memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.  Hal ini ditandai dengan kemenangan-kemenangan yang telah Tuhan nyatakan untuk bangsa Israel dan juga kemenangan yang akan Tuhan nyatakan lagi. Pujian yang sekaligus menjadi cerminan pengakuan iman pemazmur ini memberikan pengharapan yang baru dalam menyongsong masa depan bangsanya.  Pemazmur percaya bahwa dengan kekuatan Tuhan,  maka kemenangan demi kemenangan akan kembali mereka saksikan.  Hal ini sebagai penggenapan dari apa yang sudah Allah tentukan (ayat 9).  Masa depan yang walau tidak diketahui oleh pemazmur, namun nampak jelas semangat dan sukacita pemazmur dibagikan kepada umat untuk bersama-sama menantikan keselamatan dari Tuhan dengan sukacita dan semangat yang sama.  Melalui cara dan isi pujian pemazmur, kita belajar untuk memuji Tuhan dengan memberi penghayatan yang benar.  Pujian, apa yang keluar dari mulut kita adalah sekaligus pengakuan iman kita kepada Tuhan.  Karena itu jangan dilakukan dengan asal-asalan atau setengah hati.  Sebab jika demikian, maka pujian itu akan kehilangan kuasanya untuk memberi pengharapan yang baru bagi para pemujinya. Bernyanyilah bagi Tuhan dengan sungguh-sungguh, jadikan kalimat-kalimat pujian menjadi pengakuan kita akan Tuhan, barulah kita dapat merasakan bagaimana Tuhan bekerja memberikan pengharapan yang baru kepada kita para pemujiNya melalui bait-bait lagu yang kita nyanyikan.   Mengakhiri renungan kita, pilihlah sebuah lagu dan nyanyikanlah bagi Tuhan hari ini (jika Anda sedang mengadakan mezbah keluarga, ajaklah seluruh anggota keluarga Anda menyanyi bersama Anda.  Tidak ada salahnya Anda menjelaskan mengapa Anda memilih lagu tersebut untuk Anda pujikan kepada Tuhan hari ini. Selamat memuji Tuhan!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sama seperti ada sejuta alasan untuk memuji Allah, maka Allah pun memiliki sejuta pengharapan baru untuk Anda melalui pujian Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2831973181080704302?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2831973181080704302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2831973181080704302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/mazmur-149-rabu-3.html' title='Mazmur 149 (Rabu, 3)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-7360995886495880683</id><published>2008-09-02T21:52:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T21:54:01.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 12: 1-14 (lanjutan; Selasa 2)</title><content type='html'>1. Ayat 4-14: Bacalah rentetan peraturan yang Allah sampaikan kepada bangsa Israel. Ungkapkan dengan satu kata saja kesan Anda setelah membacanya! &lt;br /&gt;2. Menurut Anda, mengapa Allah sedemikian rinci membuat peraturan bagi bangsa Israel dalam rangka Paskah tersebut? Bandingkan dengan latar belakang pekerjaan/situasi hidup bangsa Israel di Mesir (pasal 1:11-13)&lt;br /&gt;3. Apa yang akan Anda lakukan jika Anda menjadi salah satu orang Israel pada waktu itu? Mengapa Anda memutuskan untuk melakukan hal tersebut?&lt;br /&gt;4. Dari perikop ini, apa yang bisa Anda renungkan hari ini mengenai cara-cara menikmati kebebasan hidup yang sesungguhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita membaca ayat demi ayat, bahkan kalimat demi kalimat pasal 12 ini maka mungkin kesan yang kita tangkap sehubungan dengan rentetan peraturan dari Allah bagi bangsa Israel adalah: rumit, sulit, detil, bingung, atau kesan-kesan yang lain. Kita yang hidup pada zaman sekarang mungkin akan bertanya-tanya, untuk apa Allah memberikan peraturan sedetil itu.  Bukankah hal itu terasa menyulitkan, apalagi bagi bangsa Israel yang juga sedang sulit sekali hidup. Bangsa Israel bisa saja menolak perintah Tuhan ini dengan alasan terlalu berbelit-belit dan menyusahkan mereka, tetapi mereka memilih taat dan tunduk pada apa yang Allah perintahkan. Andai saja bangsa Israel menolak, maka kebebasan itu tidak akan pernah menjadi bagian dari sejarah hidup mereka. Jika selama ini bangsa Israel bersusah-susah demi bangsa Mesir, sekarang mereka harus bersusah-susah demi Tuhan mereka sendiri, juga demi kebebasan mereka sendiri.  Jika selama ini mereka harus mengerjakan segala sesuatu dengan teliti dan benar, sekarang giliran mereka melakukannya untuk Allah.  Pilihan dan keputusan untuk taat dan mengerjakan apa yang Tuhan mau membuahkan perubahan hidup yang luar biasa bagi mereka hingga generasi-generasi berikutnya. Dengan demikian bisa kita pahami bahwa Allah memang bukan hanya mempersiapkan umatNya untuk menikmati tanah Kanaan, melainkan ada rencana besar Allah yang sedang dipersiapkan yaitu membawa umatNya menikmati Surga, kehidupan bersama dengan Allah.  Karena itu segala detil peraturan ini Allah lakukan untuk membentuk umatNya memiliki cara hidup yang sepadan dengan kerajaanNya, yaitu cara hidup yang mau tunduk dan taat pada Allah, mau diatur dan dipimpin oleh Allah.  Kebebasan hidup, kemerdekaan yang sejati didapatkan bangsa Israel di dalam Allah melalui jalan percaya dan taat pada kehendak Allah, bukan dengan cara-cara yang lain di luar Allah.  Bagaimana dengan kita? Adakah kita sudah memiliki cara hidup yang demikian sebagai orang-orang yang sudah ditebus Allah?  Ataukah kita masih mempunyai pengertian tersendiri mengenai kebebasan/kesenangan hidup dan cenderung mengejarnya dengan cara-cara kita sendiri di luar Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Segala sesuatu yang tidak bermula dari Tuhan dan tidak diakhiri untuk Tuhan tidak akan pernah memberi manusia kepuasan hidup&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-7360995886495880683?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7360995886495880683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/7360995886495880683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/keluaran-12-1-14-lanjutan-selasa-2.html' title='Keluaran 12: 1-14 (lanjutan; Selasa 2)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-4898655310596830134</id><published>2008-09-02T21:48:00.001+07:00</published><updated>2008-09-02T21:52:19.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Keluaran 12: 1-14 (Senin, 1 )</title><content type='html'>Konteks sejarah dari peristiwa Paskah yang mula-mula adalah tulah terakhir melawan Firaun, orang-orang Mesir, dan dengan dewa-dewa Mesir. Di pasal 12 inilah rangkaian peristiwa Paskah tersebut dimulai.&lt;br /&gt;1. Ayat 12: Apa tujuan Allah melakukan semua yang diperintahkanNya kepada bangsa Israel?&lt;br /&gt;2. Ayat 13: Tanda apa yang digunakan untuk menandai siapa yang akan selamat dan siapa yang tidak akan selamat dari tulah kesepuluh?&lt;br /&gt;3. Tanda tersebut besar sekali pengaruhnya untuk menentukan siapa yang akan terkena tulah dan yang akan luput. Pesan penting apakah yang tersirat bagi kita melalui perintah Allah mengoleskan tanda tersebut?&lt;br /&gt;4. Bagaimana peristiwa Paskah ini menjadi cikal bakal penyingkapan Paskah dalam Perjanjian Baru dan yang diperingati gereja pada masa kini? Dalam hal apakah hubungan-hubungannya bisa Anda temukan?&lt;br /&gt;5. Merenungkan bagian ini, apa yang akan Anda lakukan sehubungan dengan keselamatan yang Allah berikan bagi Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah sedang mempersiapkan bangsa Israel untuk mendapatkan kebebasan/kemerdekaan dari Mesir untuk menikmati tanah perjanjian Kanaan yang sudah Allah janjikan pada nenek moyang mereka.  Perjalanan menuju tanah Kanaan itu akan segera dimulai. Paskah yang ditandai dengan penyembelihan kambing domba menjadi peristiwa yang memberi arti penting bagi bangsa Israel maupun gereja masa kini.  Darah domba yang dioleskan di ambang pintu menjadi pembeda antara mereka yang luput dan mereka yang akan binasa karena tulah.  Hal ini menjadi penyingkapan akan Paskah dalam PB dimana darah Yesus yang menjadi tanda penentu.  Kemerdekaan hanya bisa diperoleh oleh karena ada korban darah Yesus.  Jika dulu hanya bangsa Israel yang bisa menikmati pembebasan itu, sekarang keselamatan itu sudah terbukan luas bagi seluruh manusia berdosa.  Namun hanya mereka yang percaya pada darah Yesus itu yang akan selamat, sama halnya hanya mereka yang mempunyai tanda darah anak domba Paskah yang akan Tuhan luputkan dari tulah maut.  Dengan demikian tanda darah itu memberikan pesan khusus bagi kita bahwa keselamatan hanya datang dari pihak Allah sendiri dan bukan dari pihak-pihak lain manapun juga.  Hal ini memberikan implikasi bagi kita untuk terus bersyukur atas keselamatan yang sudah Allah kerjakan bagi kita dan bekerja bagi Allah untuk mewartakan apa yang sudah Allah lakukan kepada orang-orang yang masih hidup di luar Tuhan.  Maut yang mengancam kehidupan kita sekarang jauh lebih mengerikan daripada tulah yang pernah Allah beikan kepada bangsa Israel.  Maut yang akan dihadapi di depan adalah bahaya maut yang kekal, sementara masih banyak orang – mungkin salah satunya adalah orang yang sangat kita kasihi – masih ‘sibuk berkeliaran di luar rumah bertanda darah anak domba’ alias masih hidup tanpa iman percaya kepada Tuhan sebagai satu-satunya penyelamat hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;enyepelekan tindakan penyelamatan Allah sama halnya dengan menyepelekan arti pentingnya hidup dan menikmati perjalanan menuju &lt;/span&gt;kebinasaan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-4898655310596830134?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4898655310596830134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/4898655310596830134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/09/konteks-sejarah-dari-peristiwa-paskah.html' title='Keluaran 12: 1-14 (Senin, 1 )'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-2722462022523325568</id><published>2008-07-27T22:28:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T22:29:54.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 14: 1-12 (Kamis, 31)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perikop ini menceritakan bagaimana Yohanes Pembaptis menjadi korban komplotan ratu Herodias dan anak perempuannya.  Matius memberi laporan yang agak panjang tentang pembunuhan Yohanes Pembaptis bukan semata-mata karena kengerian peristiwa itu tetapi karena di dalam pembunuhan Yohanes Pembaptis, kematian Yesus sendiri mulai kelihatan.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentu ada persoalan yang melatarbelakangi penangkapan dan pemenjaraan Yohanes Pembaptis oleh Herodes.  Persoalan apakah itu? (ayat 3-4, baca juga Lukas 3:19-20)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Saudara, tepatkah yang dilakukan Yohanes Pembaptis pada Herodes sehubungan dengan perbuatan Herodes tersebut? (bandingkan dengan Imamat 18: 16 dan 20:21) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Saudara ada dalam posisi seperti Yohanes Pembaptis yang harus berhadapan dengan Raja Herodes, apa yang akan Anda lakukan? Mengapa Saudara memilih melakukan hal tersebut?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang bisa Anda renungkan melalui sikap dan pengalaman Yohanes Pembaptis? &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Tugas pelayanan kenabian biasanya bersifat ganda: pertama, memberi semangat untuk melakukan yang baik dan berkenan kepada Allah dan kedua, mengkritik tingkah laku yang bobrok, memerangi kejahatan serta mengendalikan yang kejam.  Dalam pelaksanaan kenabian seperti itu, kita sebagai orang beriman akan menghadapi berbagai reaksi. Reaksi orang yang tersinggung, marah dan benci biasa terjadi.  Demikian juga halnya yang terjadi pada Yohanes Pembaptis.  Karena menegur raja Herodes akhirnya ia ditangkap dan dipenjara.  Padahal sudah jelas bahwa Yohanes Pembaptis menegur karena mewartakan kebenaran firman Tuhan.  Yang benar menjadi menderita, sedangkan yang salah makin bersuka.  Pengalaman Yohanes Pembaptis ini sudah menjadi peristiwa yang biasa dialami mulai dari zaman Alkitab ditulis, hingga sekarang.  Anak-anak pun sudah memahami bahwa untuk menjadi pahlawan kebenaran itu identik dengan kesulitan yang datang bertubi-tubi dari musuhnya.  Film-film kartun, komik yang mereka baca sudah menyiratkan hal tersebut.  Orang yang salah bisa bersenang-senang sedemikian rupa walau kesenangannya dilakukan dengan menginjak-injak hidup orang lain.&lt;br /&gt;Kenyataan hidup yang demikian seringkali memupuskan keberanian orang menyampaikan kebenaran. Orang tidak mau tahu dengan apa yang dilakukan orang lain dengan berdalih, “Biar saja ia seperti itu, itu urusan dia dengan Tuhan!” ‘Urusan dia dengan Tuhan’ memang benar, tetapi itu bukan untuk menutupi kemalasan dan ketidakberanian kita menyampaikan kebenaran.  ‘Urusan dia dengan Tuhan’ memang benar, tetapi bukankah kita juga memiliki urusan dengan Tuhan yaitu menjadi saksi kebenaran?  Sehingga pada waktu kita berkata demikian, maka urusan kita dengan Tuhan juga akan terganggu karena ada tugas dan panggilan Tuhan yang kita abaikan.  Bukankah kisah hidup Yohanes dan Yesus tidak jauh berbeda dalam hal ini? Mengapa kita takut menyampaikan kebenaran? Mengapa kita ingin menikmati hidup yang lebih ‘agung’ dari Yohanes dan Yesus dengan cara menolak menjadi saksi kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kemenangan anak-anak Allah adalah kemenangan yang diperoleh dengan cara dan perhitungan BapaNya, bukan dengan cara dan perhitungannya sendiri.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-2722462022523325568?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2722462022523325568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/2722462022523325568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/matius-14-1-12-kamis-31.html' title='Matius 14: 1-12 (Kamis, 31)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5259720269244384448</id><published>2008-07-27T22:27:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T22:28:40.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Roma 9:1-5 (Rabu, 30)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada bagian sebelumnya Paulus menegaskan pentingnya keyakinan iman di dalam Kristus Yesus (8:31-39).  Keyakinan iman itulah yang memulihkan hubungan kita dengan Allah.  Namun justru keyakinan iman seperti inilah yang tidak dimiliki dan bahkan tidak dipahami oleh bangsa Israel.  Mereka lebih mengandalkan perbuatan mereka (9:30-32), dan karenanya mereka tidak mampu meraih kebenaran itu.  Sekarang Paulus harus berterus-terang mengenai kenyataan pahit tersebut.  Bacaan kita hari ini merupakan bagian awal dari penjelasan Paulus mengenai kegagalan Israel itu.  Melalui bagian ini kita kita juga bisa belajar mengenai cara mengungkapkan sesuatu yang tidak menyenangkan kepada orang-orang yang kita kasihi.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 1-2.  Ketika mengungkapkan sebuah kebenaran, hal apa saja yang berperan/digunakan oleh Paulus? Bagaimana perasaan Paulus ketika itu?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 3.  Dari pernyataan Paulus ini apa yang dapat kita ketahui tentang hubungan Paulus dengan orang-orang Yahudi? (lihat juga 10:1)  Apa yang dapat kita teladani dari sikap Paulus ini?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 4-5.  Anugerah apa sajakah yang telah diterima orang-orang Yahudi?  Apa tujuan Paulus mengungkapkan semua ini? (lihat ayat 5b).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dibandingkan orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen juga menerima anugerah yang tidak kalah besar dari Allah.  Apa yang harus kita lakukan agar tidak mengulang kegagalan orang-orang Yahudi di masa lampau?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Sungguh tidak mudah berterus-terang mengenai sebuah kenyatan yang tidak menyenangkan.  Apalagi jika hal itu harus kita ungkapkan kepada orang-orang yang kita hormati atau yang mempunyai hubungan dekat dengan kita.  Hal itu juga yang dirasakan Paulus ketika harus berbicara mengenai kegagalan bangsa Israel memahami dan menerima kebenaran Allah.  Bagaimana Paulus mengatakan hal tersebut?&lt;br /&gt;Pertama, Paulus menggunakan suara hatinya.  Akal atau pikiran saja tidaklah cukup.  Untuk mengungkapkan hal-hal yang tidak menyenangkan mutlak diperlukan ketulusan.  Kedua, Paulus melibatkan Roh Kudus.  Menggunakan suara hati tentu saja sangat baik.  Namun, jauh lebih baik bila suara hati itu terlebih dahulu kita bawa ke hadapan Tuhan.  Tanggung jawab moral kita bukan hanya kepada manusia, namun juga kepada Tuhan.  Ketiga, Paulus mengungkapkannya dengan keprihatinan.  Kita harus mengungkapkan hal-hal yang tidak menyenangkan itu dengan penuh belas-kasihan, bukan dengan kemarahan dan bukan juga dengan kebanggaan atau keangkuhan.&lt;br /&gt;Belas-kasihan Paulus kepada orang-orang Israel bukan hanya berhenti di mulut saja.  Paulus bahkan menyatakan kerelaannya berkorban bagi mereka.  Paulus mengasihi orang-orang Israel, sekaligus juga menghormati mereka.  Paulus bukan hanya menunjuk kekurangan dan kegagalan mereka, melainkan Paulus juga mengakui kelebihan-kelebihan mereka.  Mereka adalah sebuah bangsa yang mendapatkan berbagai macam berkat ilahi.  Dan itu semua menunjukkan bahwa Allah memang mengasihi mereka.  Paulus mengajak mereka bersyukur dan senantiasa memuji Dia atas semua anugerah itu. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Teguran yang tulus tidak diungkapkan dengan kemarahan dan keangkuhan, melainkan dengan belas-kasihan dan rasa hormat.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5259720269244384448?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5259720269244384448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5259720269244384448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/roma-91-5-rabu-30.html' title='Roma 9:1-5 (Rabu, 30)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3163953347476834969</id><published>2008-07-27T22:25:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T22:27:14.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Kejadian 32:22-32 (Selasa, 29)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perikop bacaan kita hari ini memang harus dibaca dengan latar belakang perikop sebelumnya.  Ada dua hal yang patut menjadi perhatian kita.  Pertama, setelah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi ketakutannya, ternyata Yakub masih belum merasa tenang.  Itulah sebabnya dia masih membutuhkan waktu untuk menyendiri.  Kedua, kehadiran seorang laki-laki (ay.24) yang kemudian kita ketahui sebagai utusan Allah sendiri (ay.28, 30) dapat kita hubungkan dengan doa Yakub di perikop sebelumnya (ay.9-12).  Dengan kata lain, kedatangan laki-laki ini merupakan jawaban atas doa Yakub.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 22-23.  Sungai Yabok termasuk sungai yang arusnya cukup deras.  Dengan demikian, malam hari bukanlah waktu yang terbaik untuk menyeberangi sungai itu.  Namun, Yakub membawa seluruh keluarganya menyeberangi sungai itu pada malam hari.  Apa yang dapat kita simpulkan mengenai keadaan Yakub pada waktu itu?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 24-26.  Siapakah laki-laki yang bergulat dengan Yakub? (lihat 28-30)  Apa yang Yakub minta dari laki-laki ini?  Mengapa Yakub meminta hal itu?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 27-32.  Apa arti pergantian nama Yakub menjadi Israel? (ay.27-29, lihat juga 27:26)  Apa arti pergumulan ini bagi Yakub sendiri? (ay.30)  Apa arti pergumulan ini bagi seluruh orang Israel? (ay.31-32)  &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski tidak harus berganti nama, tentunya juga ada bagian-bagian dari hidup kita yang harus diubah.  Untuk kehidupan Anda sendiri, bagian-bagian manakah itu?  Dengan cara bagaimana Anda melakukan perubahan-perubahan itu?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Yakub membawa dua isteri dan anak-anaknya menyeberang sungai Yabik pada malam hari tentu bukan merupakan keputusan yang bijaksana.  Karena itu seorang penafsir menyimpulkan bahwa tindakan ini menunjukkan betapa kacaunya pikiran Yakub.  Seperti kebanyakan orang yang sedang gelisah dan kalut, Yakub juga ingin menyendiri.  Tetapi, untuk kesekian kalinya, Tuhan tidak membiarkan Yakub menghadapi persoalannya sendirian.  Tuhan mengutus seorang laki-laki mendatangi Yakub.  Dan terjadilah pergulatan semalam suntuk itu.&lt;br /&gt;Ketika laki-laki itu hendak bergegas pergi ketika fajar menyingsing, Yakub pun tahu dengan siapa dia bergumul.  Yakub tahu bahwa dia telah bergumul bukan dengan manusia biasa, melainkan dengan utusan Allah.  Karena itulah Yakub bertanya tentang namanya dan memaksanya untuk memberkatinya.  Laki-laki itupun memberkatinya.  Yakub menamai tempat itu Pniel (artinya, wajah Allah) karena ia telah melihat Allah berhadapan muka dan tetap selamat.  Itu berarti bahwa dia telah mendapat kasih karunia di hadapan-Nya.&lt;br /&gt;Perhatian khusus memang perlu diberikan kepada penggantian nama Yakub menjadi Israel.  Nama Yakub yang berarti ”penipu” (27:36) diganti menjadi Israel yang bisa diterjemahkan sebagai ”kamu telah bergumul dengan Allah” atau bisa juga berarti ”Allah yang berjuang/ berperang.”  Dengan pergantian nama ini maka Yakub tidak bisa terus-menerus mengandalkan kecerdikannya melainkan harus mengandalkan campur tangan Allah dalam hidupnya. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Anda tidak akan pernah melihat campur tangan Allah yang penuh kasih bila Anda terus-menerus mengandalkan kecerdikan dan kemampuan Anda sendiri.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3163953347476834969?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3163953347476834969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3163953347476834969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/kejadian-3222-32-selasa-29.html' title='Kejadian 32:22-32 (Selasa, 29)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3555127887534560623</id><published>2008-07-27T22:24:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T22:25:54.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Kejadian 32:1-21 (Senin, 28)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kejadian pasal 32 mengajak kita mengikuti perjalanan Yakub meninggalkan rumah Laban untuk kembali ke tanah kelahirannya.  Sebuah perjalanan pulang yang tidak mudah karena Yakub harus berhadapan dengan Esau, kakaknya.  Yakub pergi dengan membawa bayang-bayang ancaman Esau yang terbakar oleh dendam dan hendak membunuhnya karena berkatnya ”dicuri”oleh sang adik (Kej.27:41).  Sudah dua puluh tahun Yakub melarikan diri dan sekarang dia harus menghadapi kenyataan yang sangat menakutkan, bertemu kembali dengan Esau.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 1-2.  Malaikat-malaikat Allah menjumpai Yakub dalam perjalanan.  Menurut Anda, mengapa?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 3-8, 13-21.  Sehubungan dengan ketakutannya bertemu Esau, hal apa yang dilakukan Yakub?  (sebutkan minimal dua hal)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 9-12.  Perhatikan doa Yakub.  Hal apa yang Yakub ungkapkan kepada Tuhan?  Hal apa yang Yakub dimintanya? (ay.11)  &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sekitar kita juga ada banyak hal yang menimbulkan ketakutan kita.  Hal apa saja yang dapat kita pelajari dari cara Yakub menghadapi ketakutannya?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Yakub adalah seorang pria yang sangat cerdik.  Kita telah melihat bagaimana Esau, Ishak dan Laban dikalahkan oleh kecerdikannya.  Dan sekarang, Yakub pun menggunakan seluruh kecerdikannya untuk mempersiapkan pertemuannya dengan Esau.  Pertama, Yakub tahu persis bahwa dia harus melunakkan hati kakaknya.  Kata-kata yang disampaikan melalui utusannya kepada Esau (ay.4-5) dan persembahan melimpah yang disediakan (ay. 20-21) merupakan cara-cara yang ampuh untuk meredakan dendam sang kakak.  Dengan cara ini Yakub mengakui kesalahannya dan mengembalikan berkat yang telah dicurinya dari kakaknya.  Kedua, Yakub membagi rombongannya menjadi dua pasukan.  Meski telah memohon belas-kasihan sambil memberikan persembahan, Yakub tetap berjaga-jaga terhadap kemungkinan yang terburuk apabila Esau menolak berdamai (ay.8).  Cukupkah semua upaya itu?&lt;br /&gt;Bagi Yakub, tidak.  Itulah sebabnya Yakub juga berseru kepada Tuhan.  Yakub berdoa agar Tuhan melepaskannya dari tangan Esau (ay.11).  Bukan dengan sembarang Yakub memanjatkan doa ini.  Pertama, dengan rendah hati Yakub menyebutkan kembali janji Tuhan kepadanya (ay.9, 12).  Kedua, Yakub mengakui bahwa semua yang diperolehnya sampai sekarang ini adalah berkat kasih dan kesetiaan Tuhan kepadanya (ay.10).  Tentu ini merupakan pengakuan iman yang luar biasa bila kita ingat bahwa selama ini Yakub lebih suka mengandalkan kemampuan dan kepandaiannya sendiri.  Sangat menarik bila kita memperhatikan bahwa sebelum Yakub berdoa Tuhan telah mengutus malaikat-malaikat untuk menampakkan diri kepadanya.&lt;br /&gt;Kepandaian dan kegigihan Yakub merupakan anugerah Tuhan.  Namun, iman dan penyerahan diri yang tulus juga merupakan anugerah-Nya.  Ketika merasa sangat ketakutan menghadapi berbagai kesulitan kita memang harus menggunakan seluruh daya dan kemampuan kita.  Namun sering kali ketakutan-ketakutan itu juga menjadi lonceng yang memanggil kita untuk datang kepada-Nya dan meneguhkan kembali iman kita.  Jadi, kesulitan-kesulitan hidup juga bisa menjadi pendorong bagi pertumbuhan rohani kita. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Selain melatih kegigihan Anda, kesulitan-kesulitan hidup juga dapat menjadi pendorong pertumbuhan rohani Anda.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3555127887534560623?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3555127887534560623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3555127887534560623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/kejadian-321-21-senin-28.html' title='Kejadian 32:1-21 (Senin, 28)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-3289050233918721383</id><published>2008-07-23T08:23:00.000+07:00</published><updated>2008-07-23T08:24:56.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Mazmur 105: 1-11 (Minggu, 27)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mazmur 105 ini ditulis untuk Israel sesudah pembuangan yang mempertanyakan janji Tuhan kepada nenek moyang tentang tanah Kanaan. Pemazmur mengundang umat Tuhan untuk tetap percaya akan janji itu.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayat 1-5: Apa saja ajakan pemazmur yang bisa Anda temukan di ayat-ayat ini?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari ayat 1-11, temukan apa saja yang menjadi alasan pemazmur mengajak kita melakukan hal-hal seperti yang sudah Anda sebutkan di pertanyaan no 1!&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah Anda juga mempunyai alasan yang tepat untuk memuji/bersyukur dan mencari Allah?  Alasan-alasan apa yang seringkali mendominasi ucapan syukur Anda dan menggerakkan Anda untuk mencari Allah dengan sungguh-sungguh?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah Anda juga bisa meresponi dengan tepat semua perbuatan-perbuatan Allah dalam hidup Anda?  Jika tidak, apa yang menjadi kesulitan Anda?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Dalam masa penantian untuk menempati tanah Kanaan setelah pulang dari negri pembuangan, pemazmur mengajak umat untuk merenungkan perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan di masa lampau, baik yang mereka alami sendiri maupun yang dialami oleh nenek moyang.  Dengan merenungkan kembali, pemazmur mendapat kekuatan iman bahwa Tuhan pasti tidak akan lupa dengan janjiNya. Dalam perenungan akan perbuatan-perbuatan Tuhan di masa lampau, pemazmur mengajak umat Tuhan untuk bersyukur, bernyanyi, bermegah dalam namaNya dan juga mencari Tuhan.  Segala perbuatan Tuhan di masa lampau adalah bukti dan jaminan bahwa Ia adalah Allah yang berkuasa dan dapat diandalkan.  Sehingga walaupun mereka harus melewati sejarah hidup yang panjang untuk menikmati tanah perjanjian Kanaan (ay.8-11), mereka percaya bahwa janji itu akan Allah genapi. Dari pemazmur kita belajar untuk mengingat-ingat pekerjaan tangan Tuhan dalam sejarah hidup umat manusia, termasuk diri kita sendiri di dalamnya.  Setiap perenungan pada akhirnya mendatangkan kekuatan iman yang baru dan semakin teguh untuk menjalani hidup yang sekarang dan yang akan datang. &lt;br /&gt;Seringkali yang terjadi pada kita adalah ketika kita mengalami kesulitan hidup, hubungan kita dengan Allah pada akhirnya terganggu.  Kita sulit mengucap syukur, sulit memuji Tuhan, seakan-akan sudah tidak ada hal baik lagi yang Allah lakukan dalam hidup kita. Jika demikian, maka kita perlu mengoreksi jangan-jangan ucapan syukur kita kepada Allah hanya ketika semua keinginan, rancangan dan harapan kita tercapai, bukan ketika kehendak Tuhan yang terjadi atas hidup kita.  Ucapan syukur pemazmur sanggup bertahan karena tidak didasarkan pada kenyataan hidup yang ia alami, melainkan pada sifat-sifat Allah yang kekal, baik dan setia adanya. Dan keyakinan itu diteguhkan dengan banyaknya bukti kehebatan kuasa dan kesetiaan Allah pada nenek moyang mereka. Renungkanlah dengan saksama perbuatan-perbuatan Allah dalam hidup Anda, dan responilah dengan tepat melalui puji-pujian, ucapan syukur, dan kebergantungan Anda untuk selalu mencari Allah dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketika semua alasan kita berhubungan dengan Allah adalah semata-mata memperjuangkan kepentingan kita sendiri, maka ujung-ujungnya adalah kita tidak bisa meresponi perbuatan-perbuatan Allah dengan tepat seperti yang Allah maksudkan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-3289050233918721383?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3289050233918721383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/3289050233918721383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/mazmur-105-1-11-minggu-27.html' title='Mazmur 105: 1-11 (Minggu, 27)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5354505105275617775</id><published>2008-07-23T08:21:00.000+07:00</published><updated>2008-07-23T08:23:12.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 13:31-35 (lanjutan; Sabtu 26)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menjadi murid Kristus yang sejati tidaklah mudah.  Banyak orang yang menginginkannya, namun tidak banyak yang sanggup membayar harganya.  Untuk menjadi seorang murid yang sejati diperlukan keseriusan dan ketekunan untuk belajar. Belajar juga memerlukan proses yang memakan waktu yang tidak singkat.  Sedangkan sebagian besar kita menginginkan segala sesuatu berlangsung dengan mudah dan cepat.&lt;br /&gt;Kondisi serupa juga terjadi pada sebagian besar ”pengikut Yesus” pada masa itu.  Dan dengan kondisi para pendengar seperti itulah Yesus menyampaikan pengajarannya.  Hal ini terkait erat dengan cara Yesus menyampaikan pengajaran-Nya.  Seperti kita tahu, sebagian besar pengajaran Yesus disampaikan dalam bentuk perumpamaan.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 34.  Mengapa Yesus menyampaikan pengajaran-Nya kepada orang banyak dalam perumpamaan-perumpamaan? (lihat Mat 13:10-13)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 35.  Matius juga menghubungkan cara mengajar Yesus dengan nubuat Perjanjian Lama, khususnya dalam Mazmur 78:2.  Apa yang hendak ditegaskan oleh Matius dalam hal ini?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lihat Mat 13:53-58.  Apa yang dilihat oleh orang banyak mengenai cara Yesus mengajar?  Mengapa mereka tidak percaya kepada-Nya?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkah Anda mengalami kesulitan untuk memahami apa yang tertulis di Alkitab?  Apa yang Anda lakukan bila menemui kesulitan seperti itu?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Meski cara yang digunakan Yesus (yaitu dengan perumpamaan) memang merupakan cara yang cukup lazim digunakan para guru pada zaman itu. Namun demikian, Yesus menggunakannya dengan tujuan berbeda.  Ada dua hal penting yang bisa kita pelajari dalam hal ini.  Pertama, pertanyaan para murid (Mat 13:10 dst.) mengungkap bahwa Yesus menggunakan perumpamaan untuk menegaskan perbedaan antara mereka yang ”diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga” dan mereka yang ”sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mereka mendengar, mereka tidak mendengar dan mengerti.”  Kalimat Yesus ini tentu saja merupakan teguran kepada mereka yang tidak bersungguh-sungguh mendengarkan pengajaran Yesus.  Teguran itu juga berlaku bagi kita.  Memahami firman Tuhan bukanlah sesuatu yang mudah, dan karenanya tidak bisa dilakukan secara ”sambil lalu.”  Kita memang membutuhkan keseriusan untuk mempelajari firman-Nya.  Namun, tanpa kesungguhan seperti itu iman kita tidak akan bertumbuh.&lt;br /&gt;Kedua, Injil Matius juga mengajak kita melihat bahwa cara Yesus mengajar dengan perumpamaan merupakan penggenapan nubuat Perjanjian Lama (13:35).  Dengan demikian cara mengajar Yesus juga memberitakan dan menegaskan aspek mesianik Yesus.  Apakah para pendengar-Nya pada masa itu juga melihat hal ini?  Sayang sekali, tidak.  Mereka memang takjub dengan hikmat yang dimiliki Yesus, namun mereka tetap menolak Dia (13:53 dst.).&lt;br /&gt;Dua hal di atas patut kita renungkan.  Sebagai murid Kristus, apakah Anda masih terus belajar dan dengan sungguh-sungguh berusaha memahami firman-Nya?  Sebagai murid Kristus, apakah Anda menerima dan mengakui otoritas firman-Nya dalam kehidupan Anda? (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jika Anda berhenti belajar, masih pantaskah Anda menyebut diri Anda sebagai seorang murid?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5354505105275617775?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5354505105275617775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5354505105275617775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/matius-1331-35-lanjutan-sabtu-26.html' title='Matius 13:31-35 (lanjutan; Sabtu 26)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-6805633473299740921</id><published>2008-07-23T08:19:00.000+07:00</published><updated>2008-07-23T08:21:16.073+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Matius 13:31-35 (Jumat, 25)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kita sering merasa bahwa Tuhan terlalu lambat menjawab doa kita.  Lambatnya Tuhan menjawab doa kita akan semakin terasa bila kesulitan atau kebutuhan kita memang mendesak.  ”Saya sudah berdoa dengan serius, namun Tuhan diam saja,” begitulah keluhan kita.  Benarkah Tuhan terlalu lambat bertindak, atau bahkan diam saja dan tidak berbuat apa-apa?&lt;br /&gt;Dalam bacaan kita hari ini Yesus memberikan dua perumpamaan yang berbeda namun berbicara mengenai hal yang sama.  Perumpamaan-perumpamaan itu menjelaskan cara kerja kuasa Kerajaan Sorga – yaitu kuasa Allah – dalam kehidupan manusia.  &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 31-32.  Hal apa yang menarik dari bentuk dan ukuran biji sesawi?  Hal apa yang menarik dari proses pertumbuhannya?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 33.  Hal apa yang menarik dari bentuk dan ukuran ragi?  Hal apa yang menarik dari perubahan yang dihasilkannya?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hal apakah kedua perumpamaan itu mempunyai kesamaan?  Apa yang hendak diajarkan oleh Yesus mengenai cara kerja kuasa Allah dalam kehidupan manusia?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Anda, hal apa yang membuat kita sulit melihat kuasa Allah bekerja dalam kehidupan kita?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila Anda merasa bahwa Allah terlalu lambat bertindak, apa yang Anda lakukan?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dua perumpamaan dalam bacaan kita hari ini diberikan Yesus dengan maksud dan tujuan yang sama, yaitu agar para murid-Nya dapat bertahan menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan.  Ada dua hal penting yang dapat kita pelajari dari dua permumpamaan itu.  Pertama, kita tidak boleh meremehkan hal-hal yang nampaknya kecil atau sederhana.  Baik biji sesawi maupun ragi adalah benda-benda yang sangat kecil.  Namun, dari hal yang kecil-kecil itu bisa terjadi sesuatu yang besar.  Biji sesawi yang kecil dapat menjadi pohon yang cukup besar untuk bersarangnya burung-burung!  Ragi yang lembut dan ringan dapat membuat tiga sukat (sekitar 40 liter) tepung berkembang menjadi roti yang cukup untuk seratus orang!  Jika Anda hendak melihat kuasa Tuhan bekerja dalam hidup Anda, berhentilah meremehkan hal-hal kecil.&lt;br /&gt;Kedua, kita diajarkan untuk menghargai pentingnya sebuah proses.  Kita cenderung memusatkan perhatian kita pada hasil yang besar.  Kita ingin agar hasil yang besar itu terjadi dengan segera.  Padahal, dari hal-hal yang kecil hingga menjadi sesuatu yang besar, tentulah diperlukan proses.  Di dalam proses itu dibutuhkan kesabaran untuk menunggu: menunggu biji sesawi itu bertumbuh, menunggu ragi itu bekerja mengembangkan tepung.  Sebuah proses yang nampak lambat, namun pasti. Jika Anda hendak melihat kuasa Tuhan bekerja di dalam hidup Anda, bersabarlah menantikan Dia bekerja dan berhentilah memaksa-Nya untuk mengikuti keinginan kita sendiri.&lt;br /&gt;Daya untuk bertumbuh (dari yang kecil menjadi besar) maupun proses pertumbuhan itu sendiri merupakan karya Allah yang bekerja dengan kuasa-Nya.  Untuk melihat dan mengalami semua itu kita harus percaya kepada-Nya, yaitu percaya kepada kuasa-Nya sekaligus percaya kepada cara-Nya bekerja di dalam hidup kita. (TW)&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Little is great where God is at work. (R. T. France)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-6805633473299740921?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6805633473299740921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/6805633473299740921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/matius-1331-35-jumat-25.html' title='Matius 13:31-35 (Jumat, 25)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-5391657784319069941</id><published>2008-07-23T08:17:00.000+07:00</published><updated>2008-07-23T08:19:07.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Roma 8:28-39 (Kamis, 24)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah tidak menyingkirkan berbagai bentuk penderitaan dan kesulitan dari kehidupan anak-anak-Nya.  Apakah itu berarti bahwa Allah tidak mengasihi umat-Nya?  Sama sekali tidak.  Allah justru menggunakan semua itu untuk kebaikan kita. Tidak ada sesuatu apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Kebenaran inilah yang ditegaskan Paulus di dalam bagian ini.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 28-30.  Apa yang dimaksudkan dengan ”segala sesuatu”?  Apa artinya ”mendatangkan kebaikan”?  Kebaikan apakah yang dimaksudkan di sini?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 31-34.  Dalam bentuk apakah kasih Allah telah dibuktikan-Nya bagi kita?  Apa yang dilakukan Yesus Kristus bagi kita?  &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 35-39.  Ayat-ayat ini menegaskan teguhnya kasih Allah bagi kita.  Hal apa saja yang disebutkan sebagai ancaman yang berusaha memisahkan kita dari kasih-Nya?  Bagaimana seharusnya kita menghadapi ancaman-ancaman tersebut? (lihat ay. 37)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penderitaan atau kesulitan apakah yang sedang Anda hadapi sekarang ini?  Terkait dengan kesulitan/ penderitaan yang harus Anda hadapi itu, nasihat apakah yang Anda peroleh dari firman Tuhan yang Anda pelajari hari ini?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Kita selalu berharap agar Tuhan segera menyingkirkan semua hal yang menyebabkan kita menderita: sakit-penyakit, kemiskinan, bencana alam, kecelakaan, terorisme, dan sebagainya.  Jika Tuhan tidak segera menyingkirkan semua itu kita menganggap bahwa Tuhan kurang mengasihi kita.  Kita lupa bahwa Tuhan mempunyai maksud dan tujuan yang tidak selalu kita lihat atau kita mengerti.  Ayat 28 yang menegaskan bahwa Allah sanggup mendatangkan kebaikan melalui segala sesuatu yang terjadi terhadap kita.  Segala sesuatu di sini memang meliputi semua peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.  Namun, sesuai dengan pokok bahasan ayat-ayat sebelumnya, ”segala sesuatu” di sini secara khusus menunjuk kepada segala macam kesulitan dan penderitaan yang kita alami.&lt;br /&gt;Kebaikan yang dimaksudkan dalam ayat tersebut tentunya bukan kebaikan menurut ukuran kita sendiri.  Ukuran kebaikan itu adalah rencana Allah.  Rencana ini berlaku bagi orang-orang yang telah dipanggil-Nya.  Paulus menguraikan bagaimana Allah secara teratur dan terencana memilih, menentukan, memanggil, membenarkan, dan memuliakan kita.  Dan untuk melaksanakan rencana tersebut Allah mengaruniakan Anak-Nya sendiri bagi kita.  Karunia Allah yang terbesar ini memberikan jaminan bahwa kasih Kristus akan senantiasa menjadi milik kita.  Penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, atau pedang tidak dapat memisahkan kita dari kasih-Nya.  Kasih Allah di dalam Yesus Kristus menjamin bahwa kita akan mendapatkan kemenangan menghadapi semua itu. Jika Anda berpikir untuk menyerah, betapa ruginya! (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-5391657784319069941?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5391657784319069941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/5391657784319069941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/roma-828-39-kamis-24.html' title='Roma 8:28-39 (Kamis, 24)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4214729267408309328.post-1539649114113460622</id><published>2008-07-23T08:15:00.002+07:00</published><updated>2008-07-23T08:19:36.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4B-GKI Residen Sudirman'/><title type='text'>Roma 8:18-27 (Rabu, 23)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada ayat-ayat sebelumnya Paulus menegaskan status kita sebagai anak-anak Allah (8:16). Paulus juga mendorong kita untuk hidup menurut Roh (8:13). Namun, status baru dan cara hidup yang baru itu bukanlah sesuatu yang mudah dijalani. Kenyataan dan keadaan yang kita hadapi tidak selalu mendukung kita. Sebaliknya, kita justru sering berhadapan dengan berbagai situasi yang sulit. Bahkan mungkin cukup banyak di antara kita yang harus bergumul dan berjuang menghadapi penderitaan dalam jangka waktu yang tidak singkat.&lt;br /&gt;Bacaan hari ini mengungkapkan kenyataan tersebut. Menjadi anak-anak Allah tidak berarti bebas dari berbagai macam penderitaan. Jika begitu, bagaimanakah seharusnya sikap kita?&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 18. Paulus mengajak kita mengarahkan perhatian kita bukan kepada penderitaan yang kita hadapi melainkan kepada kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Kemuliaan apakah yang dimaksudkan oleh Paulus di sini? (lihat ayat 17)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 19-23. Siapakah yang dimaksudkan dengan “seluruh mahluk”? Apa yang mereka alami? Bagaimana mereka menghadapi keadaan tersebut?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ay. 24-27. Sikap apa yang apa yang Paulus ajarkan kepada kita? (Sebutkan dua hal). Apa peranan Roh Allah di sini?&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingatlah seorang teman atau sahabat yang sedang menderita. Apa yang dapat Anda lakukan baginya? &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Kesulitan dan penderitaan sering membuat kita melupakan ”happy-ending” (akhir yang manis) yang tersedia bagi kita. Kita memilih untuk menyerah dan membuang kesempatan tersebut. Karenanya, sangat beralasan bila Paulus mengingatkan kita kepada ”kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (ay.18). Kemuliaan yang dimaksudkan di sini memang bisa menunjuk kepada dua hal. Pertama, kemuliaan yang bersifat eskatologis (berhubungan dengan akhir zaman) seperti yang diisyaratkan di ayat 23-24. Kedua, kemuliaan yang berhubungan dengan hakekat kita sebagai gambar dan rupa Allah. Kemuliaan ini hilang ketika kita jatuh dalam dosa, namun dipulihkan ketika kita hidup sebagai anak-anak Allah (ay.16-17, lihat juga ayat 29). Dua macam ”kemuliaan” sangat berharga untuk kita pertahankan dan perjuangkan meskipun harus melewati berbagai kesulitan dan penderitaan.&lt;br /&gt;Paulus juga mengajak kita melihat bahwa mahluk-mahluk lain juga mengalami pergumulan dan penderitaan yang sama. Mereka tidak berdaya dan tidak sanggup menghindar dari penderitaan itu. Hanya satu hal yang bisa mereka lakukan, yaitu menjalaninya meskipun berat (ayat 22: mereka mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin). Namun, perhatikanlah cara mereka menghadapinya. Mereka menghadapi semua itu dalam pengharapan!&lt;br /&gt;Di bagian akhir bacaan kita hari ini Paulus juga memberikan dorongan kepada kita dengan sebuah kabar baik, yaitu bahwa kita tidak sendirian menghadapi semua itu. Roh Allah menolong kita bertahan terhadap semua kesulitan dan penderitaan itu. Dengan kata lain, jika kita tidak bertahan maka kita menyia-nyiakan kemuliaan yang tersedia bagi kita maupun kesetiaan Allah yang menopang kita. (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jalan menuju kemuliaan bisa ditempuh hanya oleh mereka yang senantiasa berpengharapan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4214729267408309328-1539649114113460622?l=ingeadriana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1539649114113460622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4214729267408309328/posts/default/1539649114113460622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ingeadriana.blogspot.com/2008/07/roma-818-27-rabu-23.html' title='Roma 8:18-27 (Rabu, 23)'/><author><name>Inge Adriana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10899745575321019598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
